Skip links
Pengertian Ovulasi Adalah

Ovulasi: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Kapan Terjadinya

Ovulasi AdalahBagi sebagian perempuan, ovulasi adalah hal yang terjadi begitu saja tanpa terlalu diperhatikan. Namun, bagi yang sedang merencanakan kehamilan, atau justru ingin menghindarinya, memahami proses ovulasi bisa menjadi kunci penting.

Ovulasi bukan hanya bagian dari siklus menstruasi, tapi juga merupakan momen utama yang menentukan apakah seorang perempuan berada dalam masa subur atau tidak. Namun, informasi mengenai ovulasi masih dipenuhi dengan mitos atau kurang dipahami secara menyeluruh. Padahal dengan mengenali waktu, gejala, dan siklusnya, perempuan bisa lebih mengenal tubuhnya sendiri dan mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan reproduksi.

Artikel ini akan memberikan beberapa informasi penting seperti apa itu ovulasi, kapan dan bagaimana prosesnya terjadi, apa saja tanda-tanda yang bisa dikenali, serta apa yang sebaiknya dilakukan saat ovulasi untuk menjaga kesehatan atau meningkatkan peluang hamil.

Apa Itu Ovulasi?

Ovulasi adalah proses di mana sel telur yang matang dilepaskan dari ovarium (indung telur) dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Proses ini merupakan bagian penting dari siklus menstruasi perempuan dan terjadi sekitar satu kali setiap bulan pada perempuan dengan siklus haid yang teratur.

Setiap bulan, salah satu ovarium akan mengembangkan beberapa folikel kecil yang berisi sel telur. Namun, hanya 1–2 folikel yang akan tumbuh menjadi dominan dan melepaskan sel telur saat sudah matang.

Setelah dilepaskan, sel telur akan bergerak menuju tuba falopi dan menunggu untuk dibuahi. Jika tidak ada pembuahan dalam waktu sekitar 12–24 jam, sel telur akan mati dan tubuh akan mengeluarkannya bersama lapisan rahim dalam bentuk menstruasi.

Ovulasi adalah momen paling subur dalam siklus menstruasi karena hanya saat inilah sel telur tersedia untuk dibuahi. Inilah sebabnya mengapa pemahaman tentang ovulasi sangat penting, baik untuk orang yang merencanakan kehamilan maupun untuk menghindarinya dengan alasan tertentu.

Kapan Ovulasi Terjadi?

Ovulasi umumnya terjadi sekali dalam setiap siklus menstruasi, tetapi waktunya bisa berbeda-beda tergantung panjang siklus masing-masing perempuan. Bagi perempuan dengan siklus haid teratur 28 hari, ovulasi biasanya terjadi sekitar hari ke-14 sejak hari pertama menstruasi terakhir.

Namun, karena panjang siklus bisa berbeda antar individu (rata-rata antara 21–35 hari), ovulasi bisa terjadi lebih awal atau lebih lambat. Misalnya, perempuan dengan siklus 30 hari mungkin mengalami ovulasi sekitar hari ke-16, sementara yang memiliki siklus 24 hari cenderung mengalaminya pada hari ke-10.

Poin yang penting untuk dipahami adalah bahwa ovulasi terjadi sekitar 12–16 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya, bukan setelah haid selesai. Oleh sebab itu, menghitung dari tanggal haid berikutnya bisa membantu memperkirakan waktu ovulasi lebih akurat.

Beberapa faktor seperti stres, perubahan berat badan, olahraga ekstrem, dan gangguan hormonal juga dapat memengaruhi waktu terjadinya ovulasi atau bahkan menyebabkan ovulasi tidak terjadi sama sekali.

Ciri-Ciri Ovulasi

Meskipun ovulasi terjadi secara internal dan tidak bisa dilihat secara langsung, tubuh perempuan biasanya memberikan gejala atau tanda-tanda fisik yang bisa dikenali. Gejala ovulasi ini bisa berbeda-beda pada setiap perempuan, namun beberapa di antaranya cukup umum dan bisa dijadikan acuan.

  • Perubahan Lendir Serviks

Salah satu tanda ovulasi yang paling jelas adalah perubahan konsistensi pada lendir serviks. Saat mendekati ovulasi, lendir akan menjadi lebih jernih, licin, dan elastis seperti putih telur mentah. Tekstur ini membantu sperma bergerak lebih mudah menuju sel telur. Setelah ovulasi berlalu, lendir kembali menjadi lebih kental dan keruh.

  • Nyeri di Perut Bawah

Sebagian perempuan mengalami nyeri ringan atau kram di salah satu sisi perut bawah saat ovulasi, yang dikenal dengan istilah mittelschmerz. Nyeri ini terjadi saat folikel pecah dan melepaskan sel telur. Meskipun tidak semua perempuan merasakannya, ini bisa menjadi petunjuk tambahan.

  • Peningkatan Suhu Basal Tubuh

Setelah ovulasi, suhu basal tubuh (suhu terendah tubuh saat istirahat) akan sedikit meningkat sekitar 0,3–0,5 derajat Celcius akibat lonjakan hormon progesteron. Peningkatan hanya bisa diketahui dengan pengukuran rutin setiap pagi sebelum bangun tidur. Cara ini umum digunakan oleh perempuan yang sedang melacak kesuburan.

  • Peningkatan Gairah Seksual dan Kepekaan Indra

Beberapa perempuan juga merasakan peningkatan gairah seksual, payudara terasa lebih sensitif, atau indra penciuman lebih tajam saat ovulasi. Ini terjadi karena lonjakan hormon estrogen dan hormon luteinisasi yang memicu proses ovulasi.

Waktu Terjadinya Ovulasi

Ovulasi hanya berlangsung dalam waktu yang singkat, yaitu sekitar 12–24 jam setelah sel telur dilepaskan dari ovarium. Namun, masa subur perempuan dimulai sekitar lima hari sebelum ovulasi, karena sperma dapat bertahan hidup di dalam tubuh hingga lima hari. Inilah yang disebut dengan “jendela subur” atau rentang waktu di mana peluang kehamilan paling tinggi.

Jika hubungan seksual dilakukan dalam masa jendela subur, terutama dalam satu atau dua hari sebelum ovulasi, kemungkinan terjadinya kehamilan akan jauh lebih besar. Sebaliknya, jika ovulasi sudah lewat dan sel telur tidak dibuahi, maka kehamilan tidak akan terjadi dan siklus menstruasi akan berlanjut ke fase peluruhan lapisan rahim.

Karena itu, bagi yang sedang mencoba hamil, ketahui dan manfaat waktu ovulasi semaksimal mungkin. Sebaliknya, bagi yang ingin menunda kehamilan secara alami, mengenali masa subur juga dapat membantu memilih waktu yang lebih aman untuk berhubungan.

Hal yang Harus Dilakukan saat Ovulasi

Mengetahui kapan ovulasi terjadi bisa membantu Anda mengambil langkah yang tepat, tergantung pada tujuan dan kondisi kesehatan reproduksi Anda. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan atau diperhatikan saat masa ovulasi.

  • Jika Sedang Merencanakan Kehamilan

Ovulasi adalah waktu terbaik untuk berhubungan seksual jika Anda dan pasangan sedang mencoba untuk memiliki anak. Lakukan hubungan seksual secara teratur, terutama pada hari-hari mendekati ovulasi dan saat ovulasi itu sendiri.

Menjaga gaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, tidur yang cukup, serta menghindari stres juga dapat membantu meningkatkan kualitas sel telur dan sperma. Jika Anda mengalami kesulitan menghitung waktu ovulasi secara manual, Anda bisa menggunakan alat prediksi ovulasi (ovulation test kit) yang mendeteksi lonjakan hormon luteinisasi dalam urine.

  • Jika Ingin Menunda Kehamilan Secara Alami

Bagi yang menghindari kehamilan tanpa alat kontrasepsi hormonal, hindari hubungan seksual pada masa subur. Metode ini dikenal sebagai fertility awareness method dan membutuhkan pemantauan yang cermat terhadap gejala ovulasi, suhu tubuh basal, dan siklus haid. Karena sel telur hanya bertahan 1 hari, perlu diingat bahwa metode ini membutuhkan kedisiplinan dan ketelitian tinggi agar efektif. Namun, sperma sendiri bisa bertahan hingga 5 hari.

  • Perhatikan Kondisi Tubuh

Jika Anda merasa tidak mengalami ovulasi (tidak muncul gejala sama sekali atau siklus haid sangat tidak teratur), ada kemungkinan terjadi gangguan ovulasi. Kondisi seperti sindrom sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan tiroid, atau berat badan yang terlalu rendah maupun tinggi dapat memengaruhi proses ovulasi. Sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lanjutan.

  • Catat dan Kenali Pola Siklus Anda

Gunakan aplikasi pelacak menstruasi atau buku catatan untuk mencatat siklus haid, gejala ovulasi, dan suhu basal tubuh. Semakin banyak data yang dikumpulkan, semakin akurat pula Anda bisa memprediksi ovulasi di siklus berikutnya.

Itulah beberapa informasi terkait ovulasi yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:

  • Cleveland Clinic (2022). Ovulation. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/23439-ovulation.
  • The Bump (2024). Ovulation Symptoms: 9 Signs of Ovulation. https://www.thebump.com/a/ovulation-symptoms-signs-of-ovulation.
  • WebMD (2024). Ovulation Symptoms. https://www.webmd.com/baby/am-i-ovulating.
Explore
Drag