Skip links
Pengertian Leukosit Adalah

Leukosit: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Cara Mengeceknya

Leukosit AdalahKetika membicarakan sistem imun tubuh, mungkin yang terlintas di benak hanyalah vitamin, makanan sehat, atau gaya hidup aktif. Padahal, di balik semua itu, tubuh memiliki sistem pertahanan alami yang bekerja tanpa henti untuk melawan berbagai ancaman dari luar berupa leukosit atau sering dikenal sebagai sel darah putih.

Leukosit adalah bagian vital dari sistem kekebalan tubuh manusia. Mereka berperan layaknya pasukan yang siap menghadang bakteri, virus, jamur, maupun zat asing yang mencoba menyerang tubuh. Ketika tubuh mengalami infeksi, luka, atau bahkan stres, jumlah leukosit dapat meningkat sebagai respons pertahanan tubuh.

Namun, layaknya elemen lain dalam tubuh, jumlah dan fungsi leukosit harus berada dalam rentang normal. Ketika terjadi ketidakseimbangan, baik itu terlalu sedikit maupun terlalu banyak, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

Oleh sebab itu, Anda perlu mengenal lebih jauh tentang apa itu leukosit, jenis-jenisnya, fungsi utamanya, gangguan yang berkaitan dengannya, dan bagaimana cara mengecek jumlah leukosit dalam tubuh yang akan dibahas selengkapnya pada artikel berikut.

Apa Itu Leukosit?

Leukosit adalah komponen dalam darah yang termasuk dalam sistem imun. Berbeda dengan eritrosit atau sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, leukosit bertugas untuk melindungi tubuh dari infeksi, peradangan, serta menjaga kinerja sistem imun tubuh.

Leukosit diproduksi di sumsum tulang belakang dan tersebar dalam aliran darah serta jaringan tubuh lainnya, termasuk getah bening dan limpa. Meskipun hanya menyumbang sekitar 1% dari total volume darah, peran leukosit sangat penting dalam menjaga tubuh tetap sehat.

Jumlah normal leukosit dalam darah biasanya berkisar antara 4.000 hingga 11.000 sel per mikroliter darah pada orang dewasa. Angka ini dapat berubah tergantung kondisi tubuh, usia, jenis kelamin, atau bahkan waktu pengambilan sampel darah. Peningkatan atau penurunan jumlah leukosit kerap menjadi indikator awal adanya infeksi atau gangguan sistem imun.

Jenis-Jenis Leukosit

Leukosit bukanlah satu jenis sel tunggal. Mereka terbagi menjadi beberapa jenis dengan tugas dan mekanisme kerja yang berbeda-beda. Berikut adalah lima jenis utama leukosit yang memiliki peran spesifik dalam sistem imun tubuh.

  • Neutrofil

Neutrofil adalah jenis leukosit paling banyak dalam darah yang mencakup sekitar 50–70% dari total leukosit. Mereka adalah barisan pertama yang merespons infeksi, terutama infeksi bakteri. Neutrofil bekerja dengan cara menelan dan menghancurkan mikroorganisme asing melalui proses yang disebut fagositosis.

Peningkatan neutrofil sering terjadi saat tubuh mengalami infeksi akut, luka, atau stres berat. Sebaliknya, penurunan neutrofil bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sumsum tulang atau infeksi yang melemahkan sistem imun.

  • Limfosit

Limfosit mencakup sekitar 20–40% dari total leukosit dan terdiri dari dua tipe utama, yaitu sel B dan sel T. Sel B menghasilkan antibodi untuk melawan patogen, sementara sel T membantu mengenali dan menghancurkan sel tubuh yang terinfeksi virus atau mengalami kelainan seperti kanker.

Limfosit berperan penting dalam kekebalan jangka panjang, termasuk dalam membentuk memori imunologis setelah vaksinasi atau infeksi. Ketika seseorang pernah terinfeksi virus tertentu, limfosit akan mengingatnya dan bereaksi lebih cepat jika infeksi tersebut muncul kembali.

  • Monosit

Monosit adalah jenis leukosit yang ukurannya paling besar. Setelah meninggalkan aliran darah dan masuk ke jaringan tubuh, monosit berubah menjadi makrofag, yaitu sel yang bertugas membersihkan jaringan dari sisa-sisa sel mati dan mikroba. Mereka juga membantu memicu respons imun yang lebih kompleks. Monosit biasanya meningkat saat tubuh sedang melawan infeksi kronis seperti tuberkulosis atau penyakit autoimun.

  • Eosinofil

Eosinofil memiliki peran khusus dalam merespons alergi dan infeksi parasit seperti cacing. Mereka bekerja dengan melepaskan zat kimia yang merusak parasit, namun zat yang sama juga bisa menimbulkan peradangan saat terjadi reaksi alergi. Kadar eosinofil biasanya meningkat pada penderita asma, alergi makanan, atau penyakit kulit tertentu seperti eksim.

  • Basofil

Basofil adalah jenis leukosit yang paling jarang ditemukan di darah, tetapi memegang peran penting dalam reaksi alergi berat seperti anafilaksis. Basofil melepaskan histamin atau zat yang memicu peradangan dan gejala alergi seperti gatal, bengkak, dan sesak napas. Meskipun jumlahnya kecil, basofil tetap merupakan bagian penting dari sistem imun tubuh dalam mengenali dan merespons zat asing.

Fungsi Leukosit untuk Tubuh

Leukosit bukan hanya sekadar pasukan yang melawan infeksi. Fungsi mereka jauh lebih kompleks dan mencakup berbagai aspek pertahanan biologis. Berikut beberapa fungsi utama leukosit dalam tubuh manusia.

  • Melawan Infeksi

Fungsi paling utama dari leukosit adalah melindungi tubuh dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan parasit. Setiap jenis leukosit memiliki peran spesifik dalam mengenali, menetralkan, atau menghancurkan mikroorganisme tersebut. Contohnya, neutrofil akan langsung menyerbu lokasi infeksi bakteri akut, sementara limfosit akan membentuk antibodi untuk menyerang virus secara lebih terarah.

  • Memicu Respons Imun

Ketika ada ancaman terhadap tubuh, leukosit bertugas mengaktifkan respons imun melalui pelepasan berbagai senyawa kimia seperti sitokin, histamin, dan interleukin. Senyawa-senyawa ini mengatur komunikasi antar sel imun dan memperkuat sinyal bahaya agar tubuh bisa bereaksi lebih cepat dan tepat.

  • Menghancurkan Sel Rusak atau Abnormal

Leukosit, khususnya limfosit T dan makrofag, juga berperan dalam mengenali dan menghancurkan sel tubuh yang telah rusak, terinfeksi, atau mengalami perubahan abnormal seperti pada kanker. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan sel dalam tubuh dan mencegah penyebaran penyakit.

  • Menyediakan Memori Imunologis

Beberapa leukosit seperti limfosit memiliki kemampuan untuk mengingat infeksi sebelumnya. Ini memungkinkan tubuh memberikan respons imun yang lebih cepat dan efektif ketika menghadapi patogen yang sama di masa depan, di mana prinsip ini kurang lebih digunakan dalam vaksinasi.

Kelainan Leukosit yang Perlu Diwaspadai

Jumlah dan fungsi leukosit harus berada dalam kondisi yang seimbang. Jika terjadi kelainan, baik peningkatan maupun penurunan, kondisi ini bisa menjadi indikator dari gangguan kesehatan serius yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Berikut adalah beberapa contohnya.

  • Leukositosis (Jumlah Leukosit Terlalu Tinggi)

Leukositosis adalah kondisi di mana jumlah leukosit dalam darah melebihi batas normal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya sebagai berikut.

  • Infeksi bakteri akut.
  • Peradangan kronis (arthritis, kolitis).
  • Reaksi alergi berat.
  • Cedera atau pendarahan.
  • Kanker darah (leukemia).

Pada leukemia, tubuh memproduksi leukosit dalam jumlah sangat besar, tetapi sel-sel tersebut tidak berfungsi normal dan justru mengganggu kerja darah secara keseluruhan.

  • Leukopenia (Jumlah Leukosit Terlalu Rendah)

Leukopenia terjadi saat jumlah leukosit menurun secara signifikan sehingga tubuh menjadi rentan terhadap infeksi. Beberapa penyebab leukopenia antara lain adalah sebagai berikut.

  • Infeksi virus berat.
  • Pengobatan kemoterapi.
  • Gangguan sumsum tulang.
  • Penyakit autoimun seperti lupus.

Pasien dengan leukopenia perlu pemantauan ketat karena daya tahan tubuh mereka menurun drastis, bahkan terhadap infeksi ringan.

  • Gangguan Fungsi Leukosit

Selain jumlah, fungsi leukosit juga bisa terganggu. Ada kondisi langka ketika leukosit diproduksi dalam jumlah cukup, namun tidak mampu menyerang patogen secara efektif. Ini biasanya terjadi pada gangguan imun bawaan seperti chronic granulomatous disease.

Cara Mengecek Jumlah Leukosit

Untuk mengetahui jumlah leukosit dalam tubuh, pemeriksaan paling umum yang dilakukan adalah pemeriksaan darah lengkap (complete blood count atau CBC). Tes ini dapat menunjukkan hal-hal berikut ini.

  • Jumlah total leukosit per mikroliter darah.
  • Persentase tiap jenis leukosit (disebut sebagai differential count).

Pemeriksaan darah lengkap bisa dilakukan di laboratorium klinik atau rumah sakit, di mana hasilnya biasanya keluar dalam hitungan jam. Pemeriksaan ini penting untuk membantu diagnosis infeksi, memantau efek pengobatan, atau menilai kesehatan sistem imun secara umum.

Dalam kondisi tertentu, dokter juga dapat melakukan tes sumsum tulang jika ditemukan kelainan jumlah leukosit yang signifikan dan dicurigai berasal dari gangguan produksi sel darah pada bagian tersebut.

Itulah beberapa informasi terkait leukosit adalah yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:

  • Cleveland Clinic (2021). White Blood Cells. https://my.clevelandclinic.org/health/body/21871-white-blood-cells.
  • Healthline (2025). What Do White Blood Cells Do?. https://www.healthline.com/health/white-blood-cells.
  • Medical News Today (2020). What to know about white blood cells. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327446.
Explore
Drag