Gluten Adalah – Gluten telah menjadi salah satu kata yang sering terdengar dalam dunia kesehatan dan pola makan. Ada yang menghindarinya dengan ketat, salah satunya mereka yang menganut pola makan gluten-free, sementara yang lain tetap mengonsumsinya tanpa khawatir. Sebenarnya, apa itu gluten? Apakah benar gluten berbahaya bagi tubuh, atau justru bermanfaat?
Gluten memang menjadi topik yang kontroversial dalam beberapa tahun terakhir, apalagi dengan meningkatnya tren diet bebas gluten. Namun, penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang harus menghindari gluten. Pada kenyataannya, bagi sebagian besar orang sehat, gluten adalah bagian alami dari makanan yang justru membawa manfaat.
Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui lebih jauh mengenai gluten mulai dari pengertian, manfaat yang bisa diperoleh dari konsumsinya, hingga potensi risiko yang perlu diwaspadai, khususnya bagi orang yang memiliki kondisi medis tertentu.
Apa Itu Gluten?
Gluten adalah sejenis protein yang secara alami terdapat dalam beberapa jenis biji-bijian seperti gandum, barley (jelai), dan rye (sejenis gandum hitam). Gluten terdiri dari gliadin dan glutenin sebagai penyusun utamanya. Gliadin adalah komponen yang menyebabkan adonan mengembang saat dipanggang, sementara glutenin memberikan elastisitas dan kekuatan pada adonan.
Dalam proses memasak, gluten memiliki peran yang sangat penting salah satunya dalam pembuatan roti, pasta, kue, dan berbagai produk olahan tepung lainnya. Ketika air ditambahkan ke tepung yang mengandung gluten, struktur jaringan yang elastis akan terbentuk sehingga membuat roti menjadi empuk dan mengembang.
Namun, gluten bukan hanya sekadar zat pengembang. Pada dasarnya, gluten adalah bagian alami dari makanan pokok berbasis biji-bijian yang telah dikonsumsi manusia selama ribuan tahun. Meskipun begitu, beberapa orang memang mengalami efek negatif dari gluten, mulai dari reaksi sensitivitas ringan hingga kondisi autoimun serius seperti penyakit celiac.
Manfaat Konsumsi Gluten
Bagi mayoritas orang, gluten tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga memiliki sejumlah manfaat penting yang berkontribusi pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari konsumsi gluten sebagai bagian dari pola makan seimbang.
-
Sumber Energi dari Karbohidrat Kompleks
Sebagian besar makanan yang mengandung gluten seperti roti gandum, pasta, dan sereal utuh merupakan sumber karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini merupakan bahan bakar utama tubuh yang menyediakan energi stabil untuk aktivitas harian.
Berbeda dengan karbohidrat sederhana yang cepat diserap, karbohidrat kompleks dari gandum utuh diserap lebih lambat sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Konsumsi gluten melalui makanan berbasis biji-bijian utuh juga bisa membantu mencegah rasa lapar yang berlebihan, menjaga konsentrasi, dan memberi energi jangka panjang untuk aktivitas fisik maupun mental.
-
Mengandung Serat Tinggi
Produk makanan yang mengandung gluten, utamanya yang berasal dari biji-bijian utuh, juga kaya akan serat pangan. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, mencegah sembelit, serta membantu mengontrol berat badan. Selain itu, serat juga berkontribusi dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menjaga kesehatan jantung.
Diet bebas gluten yang tidak direncanakan dengan baik justru dapat mengurangi asupan serat harian. Ini disebabkan karena ada beberapa produk gluten-free berbahan dasar tepung olahan yang rendah serat.
-
Menyediakan Mikronutrien Penting
Makanan berbasis gandum atau biji-bijian yang mengandung gluten juga mengandung berbagai vitamin dan mineral penting seperti vitamin B kompleks, zat besi, magnesium, dan selenium. Nutrisi tersebut memiliki peran vital dalam metabolisme, pembentukan sel darah merah, dan sistem kekebalan tubuh.
Dalam beberapa produk tepung yang diperkaya, gluten juga menjadi sarana untuk nutrisi tambahan bagi tubuh yang sangat berguna bagi kelompok usia rentan seperti anak-anak atau lansia.
Risiko Gluten yang Patut Diwaspadai
Meskipun gluten aman dikonsumsi bagi sebagian besar orang, ada kondisi medis tertentu yang membuat seseorang harus sangat berhati-hati atau bahkan menghindari gluten sepenuhnya.
Dalam kasus seperti ini, gluten tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi bisa memicu reaksi serius yang memengaruhi kesehatan jangka panjang. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu diperhatikan.
-
Penyakit Celiac
Penyakit celiac adalah gangguan autoimun yang ditandai dengan respons imun tubuh terhadap gluten. Ketika penderita penyakit ini mengonsumsi gluten, sistem imun menyerang dinding usus halus sehingga menyebabkan peradangan dan kerusakan bagian vili pada usus, di mana perannya adalah menyerap nutrisi.
Akibatnya, penderita celiac akan mengalami gangguan penyerapan nutrisi yang bisa berujung pada kekurangan gizi, anemia, gangguan pertumbuhan pada anak, hingga osteoporosis.
Gejala penyakit celiac bisa beragam mulai dari diare kronis, penurunan berat badan, kembung, hingga ruam kulit. Diagnosis hanya bisa dipastikan melalui tes darah dan biopsi usus. Satu-satunya cara untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan menghindari gluten seumur hidup.
-
Sensitivitas Gluten Non-Celiac
Sebagian orang mungkin mengalami gejala mirip penyakit celiac setelah mengonsumsi gluten. Namun, hasil tes menunjukkan mereka tidak memiliki penyakit celiac ataupun alergi gandum. Kondisi ini disebut sensitivitas gluten non-celiac (non-celiac gluten sensitivity).
Gejala dari gangguan ini bisa berupa perut kembung, nyeri kepala, kelelahan, atau gangguan suasana hati setelah mengonsumsi makanan mengandung gluten.
Meskipun tidak menyebabkan kerusakan permanen pada usus seperti pada penderita celiac, sensitivitas gluten tetap dapat mengganggu kualitas hidup. Sayangnya, karena belum ada penanda biologis (biomarker) yang spesifik, diagnosis sensitivitas gluten ini masih berdasarkan pengecualian dan respons terhadap diet bebas gluten.
-
Alergi Gandum
Berbeda dari penyakit celiac maupun sensitivitas gluten, alergi gandum adalah reaksi sistem imun terhadap protein dalam gandum (tidak terbatas pada gluten). Alergi ini dapat menimbulkan gejala mulai dari ruam kulit, sesak napas, hingga reaksi alergi berat yang mengancam jiwa (anafilaksis) dalam kasus berat.
Biasanya, alergi gandum lebih sering dijumpai pada anak-anak dan sebagian besar dapat hilang seiring usia bertambah. Meskipun begitu, kelompok usia lainnya tetap perlu mewaspadai konsumsi gluten jika merasa dirinya memiliki alergi gandum.
Orang dengan alergi gandum harus menghindari semua produk yang mengandung gandum, tetapi tidak selalu harus menghindari semua bentuk gluten. Penyebabnya adalah gluten juga ada dalam barley dan rye yang tidak selalu menyebabkan reaksi alergi pada mereka.
-
Diet Bebas Gluten yang Tidak Terencana
Sayangnya, beberapa risiko juga bisa muncul bukan karena gluten itu sendiri, melainkan karena menghindarinya tanpa alasan medis yang jelas. Banyak orang mengikuti diet bebas gluten karena tren atau anggapan bahwa itu lebih sehat. Padahal tanpa perencanaan yang matang, hal ini bisa menyebabkan kekurangan nutrisi penting.
Produk gluten-free yang beredar di pasaran seringkali mengandung lebih banyak gula, lemak jenuh, dan bahan tambahan sebagai pengganti tekstur gluten. Di sisi lain, diet bebas gluten juga bisa mengurangi asupan serat, vitamin B, dan zat besi jika tidak tergantikan oleh sumber makanan lain yang seimbang.
Itulah beberapa informasi terkait gluten yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- Harvard School of Public Health (n.d). Gluten: A Benefit or Harm to the Body?. https://nutritionsource.hsph.harvard.edu/gluten.
- Healthline (2024). Is Gluten Bad for You? A Critical Look. https://www.healthline.com/nutrition/is-gluten-bad.
- Johns Hopkins Medicine (n.d). What Is Gluten and What Does It Do?. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/what-is-gluten-and-what-does-it-do.
- Michigan State University (2014). Facts About Gluten. https://www.canr.msu.edu/resources/facts_about_gluten.