Imunisasi DT Adalah – Imunisasi merupakan salah satu upaya yang paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit menular. Salah satu imunisasi yang sangat penting bagi anak adalah Imunisasi DT. Imunisasi DT adalah vaksinasi yang melindungi anak dari penyakit difteri dan tetanus. Imunisasi ini sangat penting karena kedua penyakit tersebut sangat berbahaya dan bahkan dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak.
Imunisasi atau vaksin DT umumnya juga dibarengi dengan imunisasi pertusis. Jenis vaksin ini disebut sebagai DTaP yang bermanfaat untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan pertusis. Yuk, simak artikel ini sampai habis untuk mendapatkan penjelasan mengenai imunisasi DT, pentingnya imunisasi DT untuk anak, dan jadwal imunisasi.
Apa Itu Imunisasi DT?
Imunisasi DT atau vaksin DT merupakan imunisasi yang perlu diberikan pada bayi dan anak-anak untuk melindungi mereka dari penyakit berbahaya difteri dan tetanus. Vaksin difteri tidak dapat berdiri sendiri, sehingga umumnya dikombinasikan dengan vaksin tetanus dan pertusis. Terdapat beberapa jenis vaksin difteri yang umum diberikan pada anak yaitu sebagai berikut.
- Imunisasi DT: Hanya melindungi dari penyakit difteri dan tetanus, umumnya diberikan sebagai pengganti imunisasi DTaP jika anak mengalami alergi terhadap vaksin pertusis.
- Imunisasi DTaP: Melindungi dari penyakit difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Hanya mengandung sebagian antigen bakteri pertusis yang diperlukan, sehingga mengurangi efek samping yang mungkin timbul.
- Imunisasi DTP/DPT (DTwP): Mengandung sel bakteri pertusis utuh dengan semua antigen, termasuk yang tidak diperlukan. Sering menimbulkan efek samping berupa demam dan kemerahan atau bengkak pada area injeksi.
Di Indonesia, imunisasi DTP lebih sering ditemukan dibandingkan dengan imunisasi DTaP. Selain itu, imunisasi DTP juga lebih banyak dibandingkan imunisasi DT karena memberikan perlindungan yang lebih lengkap. Namun, jika anak memiliki alergi terhadap vaksin pertusis, maka imunisasi DT tentunya menjadi pilihan yang lebih aman. Ketersediaan vaksin juga mempengaruhi jenis vaksin difteri yang diberikan pada anak. Ikuti saran tenaga kesehatan untuk mengetahui imunisasi yang paling tepat untuk anak Anda.
Mengapa Imunisasi DT Penting?
Difteri merupakan penyakit yang banyak tersebar di Indonesia. Bahkan, kasus difteri sempat menjadi masalah serius di Indonesia pada tahun 2011. Indonesia mencatat sebanyak 3.353 kasus difteri yang dilaporkan dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kasus difteri terbanyak. Dari angka tersebut, ditemukan bahwa sekitar 90% belum menerima vaksin difteri lengkap.
Padahal, vaksin difteri merupakan cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari penyakit berbahaya yang satu ini. Saat sebagian besar masyarakat telah menerima vaksin difteri lengkap, seluruh masyarakat akan lebih kebal terhadap difteri.
Selain difteri, imunisasi DT atau DTP juga melindungi dari penyakit berbahaya tetanus dan pertusis. Ini dia alasan mengapa ketiga penyakit ini sangat berbahaya.
- Difteri: Menyebabkan infeksi pada tenggorokan yang dapat menutup saluran pernapasan sehingga menyebabkan kesulitan bernapas.
- Tetanus: Menyerang saraf pada seluruh tubuh dan menyebabkan kejang-kejang pada otot yang parah hingga tidak bisa membuka mulut.
- Pertusis (Batuk rejan): Menyebabkan gejala mirip flu namun bisa berubah menjadi batuk yang parah dan kesulitan bernapas.
Ketiga penyakit tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang serius, termasuk kematian. Maka, untuk mencegah penyebaran 3 penyakit berbahaya tersebut, mendapatkan imunisasi lengkap wajib untuk dilakukan.
Jadwal Imunisasi DT
Semua orang mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa perlu mendapatkan vaksin difteri. Bayi dan anak-anak perlu mendapatkan imunisasi DT atau DTP sebanyak 5 kali pada usia:
- 2 bulan.
- 4 bulan.
- 6 bulan.
- Antara 15 hingga 18 bulan.
- Antara 4 hingga 6 tahun.
Namun, jika anak Anda melewatkan dosis imunisasi DT atau DTP pada usia yang disarankan, bicarakan dengan petugas kesehatan. Anak Anda mungkin dapat menerima imunisasi DT atau DTP pada kunjungan berikutnya.
Setelah anak-anak mendapatkan imunisasi DT atau DTP lengkap, maka harus dilanjutkan dengan imunisasi lanjutan (booster) untuk memastikan vaksin tetap efektif. Imunisasi Tdap atau Td diberikan dapat diberikan pada:
- Anak-anak berusia 11 atau 12 tahun mendapatkan vaksin Tdap.
- Orang dewasa perlu mendapatkan vaksin Td atau Tdap setiap 10 tahun.
Anak-anak yang melewatkan dosis booster Tdap yang diberikan antara usia 11 dan 12 tahun sebaiknya mendapatkan vaksin tersebut pada kunjungan berikutnya ke fasilitas kesehatan. Jika orang dewasa belum pernah menerima vaksin Tdap atau melewatkan dosis, maka disarankan untuk mendapatkan vaksin tersebut secepatnya pada kunjungan berikutnya ke fasilitas kesehatan.
Ibu hamil juga disarankan untuk mendapatkan vaksin Tdap saat trimester 3 kehamilan. Hal ini penting untuk dilakukan karena vaksin Tdap dapat melindungi bayi dari batuk rejan dalam beberapa bulan pertama hidupnya.
Itudia penjelasan lengkap mengenai imunisasi DT yang sangat penting untuk diberikan, terutama pada anak-anak dan bayi yang daya tahan tubuhnya masih lemah. Lindungi diri Anda dan keluarga dengan memberikan imunisasi DT yang lengkap pada anak, dan dapatkan vaksin booster Tdap bagi diri Anda sendiri. Ayo cegah penyebaran difteri dengan mendapatkan vaksinasi difteri rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Jaga juga kesehatan keluarga dengan obat dan vitamin yang Anda perlukan! Tidak hanya lengkap, VIVA Apotek juga menyediakan berbagai obat dan vitamin dengan harga terjangkau. Segera kunjungi shop.vivaapotek.co.id untuk berbelanja kebutuhan obat secara online, atau langsung kunjungi outlet VIVA Apotek terdekat!
VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat
Sources:
- https://www.healthline.com/health/dtap.
- https://kidshealth.org/en/parents/dtap-vaccine.html.
- https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/21565-diphtheria-vaccine.
- https://cdn.who.int/media/docs/default-source/pvg/global-vaccine-safety/dtp-vaccine-rates-information-sheet.pdf.
- https://dinkes.depok.go.id/User/news/dinkes-imbau-warga-tingkatkan-kewaspadaan-terhadap-difteri.

