Skip links
ADHD - Gejala, Penyebab, Ciri-Ciri, dan Pengobatannya

Apa Itu ADHD? Kenali Gejala, Penyebab, Ciri-Ciri, dan Pengobatannya

ADHD: Gejala, Penyebab, Ciri-Ciri, dan PengobatannyaAttention Deficit Hyperactivity Disorder, atau yang biasa disingkat menjadi ADHD, adalah istilah yang digunakan untuk gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan memusatkan perhatian, perbuatan impulsif, dan perilaku hiperaktif. ADHD umumnya dialami oleh anak-anak, namun gejalanya dapat berlanjut hingga dewasa. Bahkan, pada beberapa kasus, ADHD baru ditemukan pada saat penderitanya sudah dewasa.

ADHD merupakan penyakit kronis yang berdampak besar pada kehidupan sehari-hari. ADHD dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk fokus, mengontrol impuls, dan mengatur aktivitas sehari-hari, sehingga dapat mengganggu performa akademis maupun profesional. Karena dampaknya besar, maka penting untuk memahami gejala, penyebab, ciri-ciri, dan cara pengobatan ADHD, terutama jika Anda mulai menunjukkan beberapa ciri-ciri ADHD. Yuk, simak artikel ini sampai habis untuk memahami apa itu penyakit ADHD!

Gejala dan Ciri-Ciri ADHD

Gejala ADHD umumnya muncul saat anak masih kecil, sekitar usia sekolah. Namun, gejala ini bisa saja terlihat lebih awal. Beberapa anak bahkan telah didiagnosis dengan ADHD sejak usia balita, sekitar usia 2 atau 3 tahun. Gejala ADHD pada anak dapat dibagi menjadi 3 subtipe yaitu inatentif (tidak mampu memusatkan perhatian), hiperaktif, impulsif, atau gabungan dari ketiga jenis gejala tersebut. Jika anak menunjukkan setidaknya 6 dari gejala berikut ini, maka kemungkinan besar anak mengalami ADHD. Ini dia gejala ADHD yang umum dialami anak.

Inatentif

  • Kesulitan memusatkan perhatian pada tugas atau aktivitas tertentu.
  • Sering melakukan kesalahan karena kurang perhatian terhadap detail.
  • Tampak tidak mendengarkan ketika diajak berbicara secara langsung.
  • Kesulitan mengikuti instruksi atau menyelesaikan tugas.
  • Mudah teralihkan oleh hal-hal kecil di sekitarnya.

Hiperaktif

  • Tidak dapat duduk diam dalam waktu lama.
  • Sering merasa gelisah atau bergerak terus-menerus.
  • Terlalu banyak berbicara.
  • Kesulitan bermain atau melakukan aktivitas dengan tenang.

Impulsif

  • Sering memotong pembicaraan atau menyela orang lain.
  • Kesulitan menunggu giliran.
  • Berlari atau memanjat pada saat yang tidak tepat.

Anda bisa mengenali ADHD pada anak sejak dini dengan memperhatikan beberapa ciri-ciri ADHD yang terlihat dari perilaku anak. Anak dengan ADHD mungkin akan lebih sering menghayal, lupa atau kehilangan barang, tidak bisa diam, kesulitan mengendalikan diri, bertindak tanpa pikir panjang, dan kesulitan bergaul dengan orang lain.

Pada beberapa orang yang mengalami ADHD, gejala akan berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, sebagian orang dewasa tetap mengalami gejala yang mengganggu fungsi sehari-hari. Pada orang dewasa, gejala ADHD umumnya berupa kesulitan memusatkan perhatian, impulsivitas, dan rasa gelisah. Gejala yang dialami bisa ringan maupun berat.

Gejala ADHD pada orang dewasa yaitu sebagai berikut.

  • Impulsif.
  • Hidup tidak teratur, dan memiliki masalah dalam menentukan prioritas.
  • Manajemen waktu yang buruk.
  • Kesulitan fokus dan menyelesaikan suatu tugas.
  • Kesulitan melakukan multitasking.
  • Perencanaan yang buruk.
  • Sering mengalami perubahan suasana hati (mood swing).
  • Emosi yang mudah meledak.
  • Kesulitan menghadapi stres.

Penyebab ADHD

Penyebab dari ADHD belum diketahui secara pasti, namun kondisi ini diketahui dapat diturunkan di dalam keluarga. Beberapa penelitian juga telah menemukan adanya perbedaan pada otak penderita ADHD dengan otak manusia pada umumnya.

Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa beberapa area otak mungkin lebih kecil pada penderita ADHD, sedangkan area lainnya mungkin lebih besar. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa mungkin ada ketidakseimbangan kadar neurotransmitter di otak penderita ADHD, atau neurotransmitter yang tidak berfungsi dengan baik.

Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan ADHD adalah sebagai berikut.

  • Lahir prematur (sebelum minggu ke-37 kehamilan).
  • Lahir dengan berat badan rendah.
  • Merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan selama kehamilan.

Cara Mengobati ADHD

Pengobatan untuk ADHD pada anak-anak umumnya berupa pemberian obat-obatan, terapi perilaku, konseling, dan layanan pendidikan. Perawatan ini dapat membantu mengurangi banyak gejala ADHD, namun tidak dapat menyembuhkannya secara penuh. Proses untuk menemukan pengobatan yang paling efektif bagi anak Anda mungkin memerlukan waktu, karena reaksi tubuh anak terhadap pengobatan tertentu bisa berbeda-beda.

Beberapa obat-obatan yang umum digunakan untuk mengurangi gejala ADHD adalah sebagai berikut.

  • Methylphenidate.
  • Lisdexamfetamine.
  • Dexamfetamine.
  • Atomoxetine.
  • Guanfacine.

Sementara itu, terapi yang umumnya dilakukan untuk mengobati ADHD adalah sebagai berikut.

  • Psikoedukasi: Anda atau anak Anda akan dibimbing untuk membahas ADHD dan efeknya. Terapi ini meningkatkan pemahaman terhadap ADHD sehingga pasien dapat menghadapinya dengan lebih baik.
  • Terapi perilaku: Memberikan dukungan untuk orangtua atau guru yang menghadapi anak dengan ADHD. Biasanya meliputi pengendalian perilaku yang dilakukan dengan memberikan hadiah untuk mendukung anak mengendalikan gejala ADHD.
  • Social Skills Training (SST): Anak akan diajak bermain peran (role-play) dengan tujuan mengajarkan mereka cara berperilaku dalam situasi sosial. Dilakukan dengan belajar bagaimana perilaku mereka memengaruhi orang lain.
  • Program pelatihan dan pendidikan orangtua: Jika anak Anda memiliki ADHD, program pelatihan dan pendidikan orang tua yang dirancang khusus dapat membantu Anda mempelajari cara-cara tertentu untuk berbicara, bermain, dan bekerjasama dengan anak Anda guna meningkatkan perhatian dan perilakunya.
  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT): Terapi bicara yang dapat membantu Anda mengelola masalah dengan mengubah cara berpikir dan berperilaku.

Itu dia penjelasan mengenai ADHD mulai dari gejala, penyebab, ciri-ciri, dan cara mengobatinya! Meskipun ADHD merupakan kondisi yang tidak dapat disembuhkan, dengan penanganan yang tepat, gejala ADHD dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu keseharian. Dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga, sekolah, teman, dan tenaga profesional sangat penting untuk membantu pengobatan ADHD. Jika Anda atau anak Anda mengalami ADHD, jangan ragu untuk mengunjungi tenaga profesional yang dapat memberikan penanganan yang tepat!

Ada obat atau vitamin yang Anda perlukan? Yuk, segera berbelanja di VIVA Apotek! Selain produknya yang lengkap, Anda juga bisa mendapatkan harga termurah untuk berbagai produk kesehatan hanya di VIVA Apotek. Kunjungi website shop.vivaapotek.co.id untuk kemudahan berbelanja online atau kunjungi langsung outlet VIVA Apotek terdekat dan dapatkan lebih banyak promo eksklusif!

VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat

Sources:

  • https://www.nhs.uk/conditions/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd/#:~:text=Symptoms%20of%20ADHD%20tend%20to,it’s%20diagnosed%20later%20in%20childhood.
  • https://www.nhs.uk/conditions/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd/treatment.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adhd/symptoms-causes/syc-20350889.
  • https://www.webmd.com/add-adhd/childhood-adhd/adhd-symptoms.
  • https://www.cdc.gov/adhd/signs-symptoms/index.html.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adult-adhd/symptoms-causes/syc-20350878.
  • https://www.nimh.nih.gov/health/publications/adhd-what-you-need-to-know.
Explore
Drag