Skip links
Apa Itu ADHD pada Anak

Mengenal ADHD pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Apa Itu ADHD pada AnakADHD adalah singkatan dari Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder, yang merupakan kondisi kesehatan mental yang banyak dialami oleh anak-anak. Meskipun begitu, gejalanya dapat berlanjut hingga masa remaja, bahkan dewasa. Beberapa gejala ADHD yang paling umum pada anak yaitu kesulitan berkonsentrasi dan memberikan perhatikan untuk waktu yang lama, kesulitan mengendalikan perilaku, dan hiperaktif.

Gejala ADHD seringkali akan mulai terlihat pada usia dini, namun akan semakin mudah terlihat saat anak mulai bersekolah. Hal ini karena sekolah mengharuskan anak untuk duduk tenang, fokus pada tugas, dan mengikuti aturan. ADHD kebanyakan akan didiagnosis saat anak berusia di bawah 12 tahun, namun terkadang akan didiagnosa saat anak sudah lebih dewasa. Apakah anak Anda menunjukkan beberapa gejala ADHD? Yuk, simak artikel ini sampai habis untuk mengenal ADHD pada anak mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya!

Gejala ADHD pada Anak

Gejala ADHD pada anak-anak bisa terlihat serupa dengan perilaku anak kecil pada umumnya yang aktif dan suka bermain. Gejala ADHD umumnya muncul saat anak masih kecil, sekitar usia sekolah. Namun, gejala ini bisa saja terlihat lebih awal. Beberapa anak bahkan telah didiagnosis dengan ADHD sejak usia balita, sekitar usia 2 atau 3 tahun. ADHD lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan, dan perilakunya bisa berbeda antara laki-laki dan perempuan. Misalnya, anak laki-laki cenderung lebih hiperaktif, sementara anak perempuan mungkin lebih cenderung tidak memperhatikan secara diam-diam (inattentive).

Ada tiga subtipe ADHD yang umum ditemukan pada anak-anak:

  • Predominantly Inattentive (Dominan Inatentif): Sebagian besar gejalanya berkaitan dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian.
  • Predominantly Hyperactive/Impulsive (Dominan Hiperaktif/Impulsif): Sebagian besar gejalanya berkaitan dengan hiperaktivitas dan impulsivitas.
  • Combined (Kombinasi): Merupakan campuran dari gejala inatentif dan hiperaktif/impulsif.

1. Inattention

Anda mungkin tidak menyadari gejala ADHD inattention (kesulitan memusatkan perhatian) hingga usia sekolah. Beberapa gejalanya yaitu sebagai berikut.

  • Tidak teliti atau sering membuat kesalahan ceroboh dalam pekerjaan sekolah.
  • Kesulitan untuk tetap fokus pada tugas atau saat bermain.
  • Terlihat tidak mendengarkan, bahkan ketika diajak bicara langsung.
  • Mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk dan sering kali tidak menyelesaikan pekerjaan sekolah atau tugas rumah.
  • Kesulitan dalam mengorganisir tugas dan kegiatan.
  • Menghindari atau tidak menyukai tugas yang memerlukan fokus yang besar, seperti mengerjakan PR.
  • Sering kehilangan barang yang dibutuhkan untuk kegiatan, misalnya mainan, tugas sekolah, atau pensil.
  • Mudah teralihkan perhatiannya.
  • Lupa melakukan kegiatan sehari-hari.

2. Hyperactivity & Impulsivity

Anak dengan gejala ADHD hiperaktif & impulsif akan menunjukkan beberapa perilaku sebagai berikut.

  • Bermain-main dengan atau mengetuk-ngetuk dengan tangan dan kaki, atau terus bergerak di kursi.
  • Kesulitan untuk tetap duduk, terutama di lingkungan yang tenang.
  • Selalu bergerak-gerak, tidak bisa diam.
  • Berlari atau memanjat pada saat yang tidak tepat.
  • Kesulitan bermain atau melakukan kegiatan dengan tenang.
  • Terlalu banyak bicara.
  • Kesulitan menunggu giliran.
  • Menyela atau mengganggu percakapan, permainan, atau aktivitas orang lain.
  • Kurang atau tidak memiliki rasa bahaya.

3. Kombinasi

Jenis ADHD ini terjadi ketika anak menunjukkan gejala yang merupakan gabungan dari ADHD Inattentive, hyperactive, dan impulsive. Jenis ini merupakan yang paling umum karena anak biasanya akan mengalami beberapa gejala dari ketiga jenis ADHD tersebut.

Penyebab ADHD pada Anak

Penyebab ADHD belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ADHD umumnya menurun dari anggota keluarga. Ini dia beberapa hal yang mungkin menyebabkan ADHD pada anak.

  • Anatomi dan Fungsi Otak: Aktivitas yang lebih rendah pada bagian otak yang mengontrol perhatian dan tingkat aktivitas dapat menyebabkan ADHD.
  • Genetik: ADHD sering kali diturunkan dalam keluarga. Anak dengan ADHD seringkali memiliki orang tua yang juga mengalami ADHD. Selain itu, anggota keluarga dekat lainnya, seperti saudara kandung, juga sangat mungkin memiliki ADHD.
  • Cedera Kepala yang Signifikan: Cedera kepala yang parah atau traumatik dapat menyebabkan ADHD pada beberapa kasus.
  • Prematuritas: Kelahiran prematur (lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu) dapat meningkatkan risiko ADHD pada anak.
  • Paparan Pranatal: Paparan terhadap alkohol atau nikotin dari merokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko anak mengalami ADHD.
  • Toksin Lingkungan: Meskipun sangat jarang terjadi, pada beberapa kasus, paparan terhadap racun di lingkungan juga dapat menyebabkan ADHD. Sebagai contoh, timbal dalam tubuh dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku anak, yang berpotensi meningkatkan risiko ADHD.

Pengobatan ADHD pada Anak

Pengobatan untuk ADHD pada anak-anak umumnya berupa pemberian obat-obatan, terapi perilaku, konseling, dan layanan pendidikan. Perawatan ini dapat membantu mengurangi banyak gejala ADHD, namun tidak dapat menyembuhkannya secara penuh. Proses untuk menemukan pengobatan yang paling efektif bagi anak Anda mungkin memerlukan waktu, karena reaksi tubuh anak terhadap pengobatan tertentu bisa berbeda-beda.

Beberapa obat-obatan yang umum digunakan untuk mengurangi gejala ADHD adalah sebagai berikut.

  • Methylphenidate.
  • Lisdexamfetamine.
  • Dexamfetamine.
  • Atomoxetine.
  • Guanfacine.

Itu dia penjelasan tentang ADHD pada anak. Jika Anda melihat tanda-tanda ADHD pada anak, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diagnosis dan penanganan sedini mungkin sangat penting untuk membantu anak menjalani hari dengan lebih baik. Jika dibiarkan tanpa pengobatan, ADHD dapat menyebabkan masalah di kemudian hari seperti nilai rendah di sekolah dan tidak dapat bergaul dengan teman sebaya.

Ada obat atau vitamin yang Anda perlukan? Yuk, segera berbelanja di VIVA Apotek! Selain produknya yang lengkap, Anda juga bisa mendapatkan harga termurah untuk berbagai produk kesehatan hanya di VIVA Apotek. Kunjungi website shop.vivaapotek.co.id untuk kemudahan berbelanja online atau kunjungi langsung outlet VIVA Apotek terdekat dan dapatkan lebih banyak promo eksklusif!

VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat

Sources:

  • https://www.nhs.uk/conditions/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd/#:~:text=Symptoms%20of%20ADHD%20tend%20to,it’s%20diagnosed%20later%20in%20childhood.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adhd/symptoms-causes/syc-20350889.
  • https://www.webmd.com/add-adhd/childhood-adhd/adhd-symptoms.
  • https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/adhd/Pages/Causes-of-ADHD.aspx#:~:text=Genes%20and%20heredity.&text=Sometimes%2C%20ADHD%20is%20diagnosed%20in,the%20risk%20of%20developing%20ADHD.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adhd/diagnosis-treatment/drc-20350895#:~:text=concerns%20Start%20Here-,Treatment,works%20best%20for%20your%20child.
Explore
Drag