Asupan Gizi Agar Anak Tidak Sering Demam – Musim yang berubah-ubah, aktivitas anak yang semakin padat, serta paparan dari lingkungan membuat tubuh si kecil bekerja ekstra setiap hari. Tidak heran, beberapa anak lebih mudah mengalami demam dibanding yang lain.
Padahal, demam bukan hanya soal suhu tubuh yang meningkat. Kondisi ini adalah sinyal bahwa sistem imun sedang berusaha melawan sesuatu. Oleh karena itu, daya tahan tubuh yang kuat menjadi bagian penting agar anak tidak mudah tumbang. Salah satu fondasi terpenting dari daya tahan tubuh tersebut adalah asupan gizi.
Di tengah banyaknya pilihan makanan dan minuman untuk anak, tidak semua mengandung nutrisi yang benar-benar mendukung daya tahan tubuh. Ada yang mengandung terlalu banyak gula, ada juga yang minim vitamin dan mineral.
Anak mungkin terlihat kenyang, tetapi tubuhnya tidak mendapatkan cukup nutrisi untuk memperkuat pertahanan alaminya. Di sisi lain, tubuh anak selalu membutuhkan pasokan nutrisi seimbang agar sel-sel imun bisa bekerja optimal setiap hari.
Rekomendasi Asupan Gizi Agar Anak Tidak Demam
Agar anak tidak sering terkena demam, berikut adalah beberapa rekomendasi asupan gizi yang disarankan untuk dikonsumsi beserta dengan masing-masing contoh makanannya.
1. Vitamin C: Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Vitamin C adalah salah satu nutrisi utama yang berperan besar dalam sistem imun. Fungsinya tidak sekadar membantu tubuh melawan virus dan bakteri, tetapi juga mempercepat pemulihan ketika anak sedang sakit.
Vitamin C membantu meningkatkan produksi sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi. Itulah sebabnya mengapa kekurangan vitamin C sering membuat anak lebih rentan pilek, batuk, dan demam.
Dalam kehidupan sehari-hari, vitamin C mudah didapat dari berbagai jenis buah dan sayuran seperti jeruk, kiwi, stroberi, jambu biji, brokoli, dan paprika. Meskipun terdengar sederhana, banyak anak yang ternyata tidak mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah memadai, di mana sebagian nutrisi yang masuk ke tubuh justru berasal dari makanan olahan.
Selain meningkatkan daya tahan tubuh, vitamin C juga berperan dalam menjaga kesehatan kulit sebagai pertahanan pertama tubuh terhadap bakteri. Kulit yang sehat membantu mencegah patogen masuk ke dalam tubuh sehingga risiko infeksi pun berkurang. Dengan asupan vitamin C yang cukup, anak memiliki perlindungan dari luar dan dalam.
2. Vitamin D: Mengatur Respon Imun Tubuh
Vitamin D memiliki peran unik dalam sistem imun karena membantu mengatur respons tubuh terhadap infeksi. Ketika kadar vitamin D rendah, tubuh cenderung merespons infeksi ringan dengan peradangan berlebih sehingga anak lebih mudah demam atau sakit.
Faktanya, masih banyak anak di Indonesia mengalami kekurangan vitamin D karena jarang terpapar sinar matahari atau terlalu banyak beraktivitas di dalam ruangan.
Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan seperti salmon, sarden, telur, dan susu fortifikasi. Sayangnya, jenis makanan ini tidak selalu menjadi pilihan favorit anak sehingga asupan vitamin D sering kali tidak mencukupi. Padahal, vitamin ini juga berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan otot serta mendukung pertumbuhan optimal.
Ketika tubuh anak memiliki kadar vitamin D yang memadai, sistem imun dapat bekerja secara efisien tanpa menimbulkan reaksi berlebihan. Anak menjadi tidak mudah terserang penyakit, di mana ketika sakit pun proses pemulihannya cenderung lebih cepat.
3. Zinc: Mempercepat Proses Penyembuhan
Zinc atau seng adalah mineral penting yang berfungsi dalam pembentukan dan kerja sel imun. Banyak penelitian sudah menunjukkan bahwa anak yang kekurangan zinc lebih mudah terkena infeksi pernapasan, batuk pilek, hingga diare. Semua kondisi tersebut sering disertai demam sehingga memastikan asupan zinc menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan anak.
Zinc berperan dalam mempercepat penyembuhan luka dan mendukung regenerasi sel tubuh. Artinya, ketika anak terinfeksi virus atau bakteri, zinc membantu tubuh mengatasi infeksi tersebut lebih cepat. Selain itu, zinc juga membantu tubuh memproduksi antibodi sehingga pertahanan tubuh semakin kuat.
Sumber zinc yang mudah ditemukan termasuk daging sapi, ayam, kacang-kacangan, biji-bijian, serta produk susu. Pada beberapa kondisi, dokter mungkin merekomendasikan suplemen zinc, terutama jika anak sering mengalami infeksi berulang. Namun, pemberian suplemen tetap harus sesuai petunjuk medis agar tidak menimbulkan efek samping.
4. Protein: Bahan Pembentukan Sistem Imun
Protein adalah nutrisi mendasar dalam pembentukan sel-sel sistem imun. Tanpa protein yang cukup, tubuh kesulitan membentuk antibodi, enzim, dan hormon yang semuanya berperan dalam menjaga daya tahan tubuh anak. Itulah alasannya mengapa anak yang kurang makan protein sering terlihat mudah sakit dan lemas.
Protein juga diperlukan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi atau peradangan. Ketika anak sedang sakit, tubuh akan memecah protein lebih cepat untuk memperbaiki jaringan. Jika asupan protein tidak mencukupi, proses pemulihan menjadi lambat dan anak lebih sering mengalami kambuh dari penyakit sebelumnya.
Sumber protein bisa berasal dari hewani maupun nabati, entah itu ayam, telur, ikan, susu, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Kombinasi keduanya penting untuk memastikan anak mendapat asam amino lengkap yang diperlukan tubuh. Mengatur porsi protein di setiap makan menjadi salah satu cara sederhana agar anak tidak mudah demam.
5. Omega-3: Mengurangi Tingkat Peradangan
Omega-3 tidak hanya terkenal untuk perkembangan otak, tetapi juga berperan dalam sistem imun. Nutrisi ini membantu mengontrol peradangan di dalam tubuh. Ketika peradangan terkendali, tubuh tidak mudah mengalami demam atau reaksi berlebihan saat melawan infeksi.
Selain itu, omega-3 membantu memperkuat sel membran tubuh sehingga patogen sulit masuk. Anak yang cukup omega-3 cenderung memiliki respons imun yang lebih stabil dan proses pemulihan lebih cepat ketika sakit. Nutrisi ini juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan paru-paru dan mencegah infeksi pernapasan.
Sumber omega-3 yang baik sebagian besar berasal dari ikan laut dalam seperti salmon, tuna, sarden. Selain itu, chia seeds dan biji rami juga bisa menjadi opsi lainnya. Jika anak tidak menyukai ikan, minyak ikan atau suplemen yang direkomendasikan dokter bisa menjadi pilihan. Konsumsi omega-3 secara rutin memberi manfaat jangka panjang bagi kesehatan anak.
Karena beberapa faktor tertentu, anak-anak terkadang tidak bisa memperoleh asupan gizi di atas dari makanan alami sehingga perlu dibantu oleh suplemen seperti Stimuno Imunomodulator Syrup. Produk ini dapat merangsang antibodi sehingga daya tahan tubuh anak pun terjaga dan tidak mudah terkena demam.
Itulah beberapa informasi terkait asupan gizi agar anak tidak sering demam yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- Cradle Children Hospital (n.d). Foods to Eat & Avoid During Colds and Coughs in Babies. https://cradlehospital.com/foods-to-eat-avoid-during-colds-and-coughs-in-babies.
- Eat Right (2024). Feeding Children When They Are Sick. https://www.eatright.org/health/wellness/healthful-habits/feeding-children-when-they-are-sick.
- Healthline (2022). The Best Foods to Feed Your Kids When They’re Sick, According to a Dietitian. https://www.healthline.com/nutrition/food-for-sick-kids.
- Vinmec Healthcare System (n.d). What should children eat when they have a cough? Should they avoid shrimp and chicken?. https://www.vinmec.com/eng/blog/children-with-cough-should-eat-what-should-abstain-from-chicken-shrimp-en.
- WebMD (2024). What to Eat and Avoid When You Have a Cold. https://www.webmd.com/cold-and-flu/ss/slideshow-foods-cold.

