Skip links
Balsem Anak untuk Meredakan Nyeri Perut

Manfaat Balsem Anak untuk Meredakan Nyeri Perut

Balsem Anak untuk Meredakan Nyeri PerutSaat anak mengeluh perutnya terasa tidak nyaman, tentu Anda ingin segera menenangkan si Kecil tanpa panik. Salah satu cara praktis dan aman yang bisa dicoba adalah dengan menggunakan balsem anak untuk meredakan nyeri perut.

Balsem anak umumnya mengandung bahan alami yang memberikan sensasi hangat lembut di kulit, membantu meredakan ketegangan otot perut, sekaligus menenangkan anak agar lebih nyaman beristirahat. Ini manfaatnya.

Manfaat Balsem Anak untuk Meredakan Nyeri Perut

Balsem anak umumnya mengandung bahan aktif seperti minyak eucalyptus dan peppermint oil yang memberikan efek menenangkan dan hangat di perut. Minyak eucalyptus dikenal mampu membantu melawan bakteri, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengurangi peradangan.

Sensasi hangatnya juga membantu meredakan nyeri ringan dan membuat anak merasa lebih rileks. Sedangkan, minyak peppermint telah digunakan selama berabad-abad untuk mengatasi gangguan pencernaan. Kandungan alami di dalamnya memiliki sifat antimikroba, antiinflamasi, serta dapat membantu mengendurkan otot perut yang tegang akibat kembung atau sakit perut.

Salah satu pilihan terbaik adalah Transpulmin Kids Balsam, balsem anak dengan aroma lembut yang membantu meredakan nyeri perut, hidung tersumbat, nyeri punggung, hingga sakit kepala. Balsem ini memberikan rasa hangat yang pas untuk kulit anak dan tidak menimbulkan iritasi.

Cara penggunaannya pun mudah. Anda cukup mengoleskan 1–4 cm balsem ke perut anak beberapa kali sehari, lalu pijat lembut selama beberapa menit. Kehangatan dari balsem anak untuk meredakan nyeri perut ini akan membantu melancarkan sirkulasi darah sekaligus membuat si Kecil lebih nyaman.

Cara Meredakan Nyeri Perut Anak Secara Alami

Selain dengan balsem, ada beberapa cara alami lain yang bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu si Kecil merasa lebih baik.

1. Istirahat yang Cukup

Saat anak mengalami sakit perut, biarkan ia beristirahat. Ajak anak untuk mengambil napas dalam secara perlahan karena hal ini dapat menenangkan sistem saraf dan membantu mengurangi rasa nyeri.

2. Kompres Hangat

Letakkan botol berisi air hangat atau heating pad di atas perut anak sambil ia berbaring santai. Kehangatan dapat meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit, sehingga mengurangi sensasi nyeri dari dalam perut.

3. Pijat Lembut

Jika nyeri perut disebabkan oleh kembung atau gangguan pencernaan ringan, pijat perut anak secara perlahan dengan balsem anak untuk meredakan nyeri perut. Gerakan lembut searah jarum jam akan membantu mengeluarkan gas dan mengendurkan otot perut yang tegang.

4. Teh Chamomile

Teh chamomile dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan menenangkan. Anda bisa memberikannya dalam jumlah kecil (sekitar satu cangkir) untuk membantu mengurangi kram perut dan rasa tidak nyaman.

5. Teh Jahe

Jahe mengandung senyawa gingerol yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Teh jahe dapat membantu meredakan mual, memperlancar pencernaan, serta mengurangi rasa perih di perut anak.

6. Teh Peppermint

Jika anak Anda tidak menyukai rasa jahe, teh peppermint bisa menjadi alternatif yang menenangkan. Peppermint memiliki efek menenangkan pada otot perut dan membantu melancarkan aliran empedu yang berperan penting dalam proses pencernaan. Dengan begitu, rasa nyeri dan tidak nyaman di perut anak dapat berkurang. Sajikan dalam bentuk teh hangat dan biarkan anak menyeruputnya perlahan agar perut terasa lebih lega.

7. Makanan Tawar

Jika anak masih memiliki nafsu makan meskipun sedang sakit perut, berikan makanan yang lembut dan tidak berbumbu, seperti roti tawar, nasi putih, bubur, atau mi polos. Makanan jenis ini lebih mudah dicerna dan tidak akan memperburuk rasa sakit di perut. Hindari makanan pedas, berminyak, atau berbumbu kuat karena dapat memicu mual atau muntah.

8. Yogurt

Yogurt mengandung probiotik, yakni bakteri baik yang membantu menyeimbangkan flora usus dan mempercepat pemulihan saat anak mengalami gangguan pencernaan seperti diare atau kram perut. Pilih yogurt tanpa tambahan gula dan sajikan dalam porsi kecil. Konsumsi yogurt secara rutin juga dapat membantu menjaga sistem pencernaan anak agar tetap sehat.

9. Konsumsi Makanan Tinggi Serat

Jika nyeri perut anak disebabkan oleh sembelit, perhatikan asupan serat hariannya. Pastikan anak mendapatkan cukup buah dan sayur, misalnya apel, pepaya, pir, atau sayuran hijau. Untuk anak usia di bawah 4 tahun, sebaiknya buah dihaluskan atau dipotong kecil agar tidak berisiko tersedak. Serat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah kotoran menumpuk di usus yang bisa menyebabkan rasa sakit.

10. Aktivitas Fisik

Jangan biarkan anak hanya berbaring ketika perut terasa tidak nyaman, terutama jika penyebabnya adalah sembelit. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan, bermain di luar rumah, atau melakukan permainan aktif dapat membantu memperlancar pergerakan usus. Hindari aktivitas yang terlalu ekstrem seperti berputar-putar atau bergelantungan, karena bisa memperparah rasa tidak nyaman di perut.

Penyebab Nyeri Perut pada Anak

Meskipun sering kali bukan masalah kesehatan serius, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab nyeri perut pada anak agar bisa memberikan penanganan yang tepat di rumah. Berikut beberapa penyebab umum nyeri perut pada anak.

1. Gas (Perut Kembung)

Penumpukan gas di perut bisa menyebabkan rasa begah dan tidak nyaman. Kondisi ini sering terjadi setelah anak makan terlalu cepat atau mengonsumsi makanan yang menghasilkan gas, seperti brokoli atau minuman bersoda.

2. Sembelit (Konstipasi)

Anak yang jarang buang air besar atau mengonsumsi makanan rendah serat cenderung mengalami sembelit. Akibatnya, perut terasa keras, kembung, dan nyeri.

3. Gangguan Pencernaan atau Makan Berlebihan

Makan terlalu cepat atau terlalu banyak dapat membuat perut anak bekerja ekstra untuk mencerna makanan. Hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, kembung, atau bahkan muntah.

4. Alergi Protein Susu Sapi

Beberapa anak tidak dapat mencerna protein dalam susu sapi, yang dapat memicu gejala seperti kram perut, diare, atau ruam pada kulit.

5. Intoleransi Laktosa

Kondisi ini terjadi saat tubuh anak tidak mampu mencerna laktosa (gula alami dalam susu), sehingga menimbulkan kembung, sakit perut, dan sering buang angin setelah minum susu.

6. Keracunan Makanan

Konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri bisa menyebabkan nyeri perut disertai muntah dan diare. Pastikan makanan anak selalu bersih dan dimasak dengan benar.

7. Infeksi Virus

Infeksi virus seperti gastroenteritis dapat menimbulkan gejala seperti sakit perut, muntah, dan demam ringan.

8. Radang Tenggorokan

Meskipun terdengar tidak berkaitan, radang tenggorokan akibat infeksi bakteri bisa menyebabkan sakit perut karena anak sering menelan udara atau lendir saat menelan.

9. Stres atau Kecemasan

Anak-anak juga bisa merasakan gejala fisik akibat tekanan emosional. Stres dari sekolah, lingkungan, atau perubahan rutinitas dapat memicu nyeri perut yang tidak disebabkan oleh penyakit fisik.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar nyeri perut pada anak dapat diatasi di rumah dengan istirahat, pola makan ringan, dan balsem anak untuk meredakan nyeri perut. Namun, Anda perlu segera membawa anak ke dokter jika muncul tanda-tanda berikut.

  • Nyeri perut tidak membaik setelah perawatan di rumah atau justru semakin parah.
  • Nyeri cukup hebat hingga membuat anak sulit beraktivitas atau terbangun di malam hari.
  • Keluhan nyeri perut terjadi berulang tanpa penyebab yang jelas.
  • Anak kehilangan nafsu makan dalam waktu lama.
  • Nyeri terasa hebat di sisi kanan bawah perut (kemungkinan tanda usus buntu).
  • Nyeri muncul setelah cedera atau benturan pada perut.
  • Nyeri disertai gejala lain seperti dehidrasi, demam tinggi, muntah, diare, feses berdarah, kelelahan, nyeri saat menelan, atau sesak napas.

Menghadapi anak yang mengalami sakit perut memang bisa membuat Anda khawatir. Namun, langkah sederhana seperti memberikan balsem anak untuk meredakan nyeri perut dapat menjadi solusi praktis dan aman.

Lengkapi juga dengan langkah-langkah alami di atas agar perut anak kembali nyaman. Yuk, selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan membeli suplemen dan obat terpercaya dari VIVA Apotek.

Referensi:

  • University of Nebraska-Lincoln (n.d). 4 home remedies for an upset stomach (plus 6 things to avoid). https://health.unl.edu/4-home-remedies-upset-stomach-plus-6-things-avoid.
  • Parents (2025). 11 Ways to Comfort Your Child’s Upset Tummy at Home. https://www.parents.com/health/stomach-ache/natural-tummy-ache-remedies.
Explore
Drag