Skip links
Penyebab Amandel pada Anak

Apa Saja Penyebab Amandel pada Anak? Simak di Sini!

Penyebab Amandel pada AnakRadang amandel, atau biasa juga dikenal sebagai tonsilitis, adalah peradangan yang terjadi pada amandel atau tonsil. Radang amandel umumnya ditandai dengan pembengkakan pada amandel, sakit tenggorokan, dan kesulitan menelan. Amandel termasuk bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Karena terletak pada tenggorokan dan langit-langit mulut, amandel dapat mencegah kuman masuk ke dalam tubuh melalui mulut atau hidung. Amandel juga mengandung banyak sel darah putih sehingga berperan penting untuk membunuh kuman.

Siapa saja dapat mengalami radang amandel, namun memang lebih sering terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 15 tahun. Ada beberapa penyebab radang amandel pada anak seperti virus dan bakteri. Yuk, simak artikel ini sampai habis untuk mengenal apa saja penyebab amandel pada anak.

Gejala Radang Amandel

Sebelum membahas penyebab amandel pada anak, sebaiknya Anda juga mengenal gejala radang amandel agar bisa memberikan penanganan yang tepat bagi anak. Ini dia beberapa gejala radang amandel yang umumnya terlihat.

  • Amandel terlihat merah dan bengkak.
  • Lapisan atau bercak-bercak putih atau kuning pada amandel.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan atau kesakitan saat menelan.
  • Demam.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening pada leher.
  • Suara serak.
  • Bau mulut.
  • Sakit perut.
  • Leher terasa nyeri atau kaku.
  • Sakit kepala.

Pada anak-anak yang masih kecil, beberapa gejala berikut juga mungkin menyertai gejala lainnya.

  • Banyak meneteskan air liur karena sulit atau kesakitan saat menelan.
  • Menolak makan.
  • Menjadi lebih rewel daripada biasanya.

Gejala amandel atau tonsilitis biasanya akan hilang setelah 3 atau 4 hari, namun bisa juga berlangsung lebih lama.

Penyebab Amandel pada Anak

Terdapat beberapa penyebab amandel pada anak, namun beberapa penyebabnya adalah infeksi virus atau bakteri. Ini dia beberapa penyebab amandel pada anak.

1. Infeksi Virus

Radang amandel umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Virus yang paling umum menyebabkan radang amandel adalah virus Influenza. Selain virus Influenza, virus Adenovirus dan virus Epstein-Barr (EBV) juga dapat menjadi penyebab amandel pada anak. Infeksi virus Influenza dan Adenovirus juga menyebabkan gejala yang serupa dengan radang amandel yaitu demam, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan lain-lain.

Jika radang amandel tidak kunjung membaik dan lebih parah dari biasanya, maka bisa jadi penyebabnya adalah virus Epstein-Barr (EBV). virus tersebut menyebabkan penyakit mononukleosis yang lebih sering dialami oleh remaja hingga dewasa awal.

Radang amandel atau tonsilitis sendiri tidak menular. Namun, virus penyebab amandel, seperti influenza, dapat menular dengan sangat mudah. Cegah penularan virus dengan cara menjaga jarak dengan orang lain selama sakit, rajin mencuci tangan, dan tidak berbagi alat makan terutama saat sedang sakit.

2. Infeksi Bakteri

Radang amandel juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri. Bakteri yang paling banyak menyebabkan radang amandel (tonsilitis) adalah bakteri Streptococcus pyogenes. Beberapa gejala yang mungkin timbul akibat infeksi virus streptococcus adalah sebagai berikut.

  • Gejala menyerupai flu, seperti demam tinggi, pembengkakan kelenjar getah bening atau nyeri pada tubuh.
  • Tenggorokan sakit.
  • Otot mengalami nyeri parah.
  • Mual dan muntah.

Streptococcus adalah jenis bakteri yang umum ditemukan dan kebanyakan tidak menimbulkan gejala serius, serta mudah diobati. Infeksi virus streptococcus umumnya mudah diobati menggunakan antibiotik. Meskipun begitu, infeksi bakteri streptococcus dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

Jika anak Anda terinfeksi virus streptococcus, jauhkan anak dari sekolah dan tempat ramai untuk mencegah penyebaran ke lingkungan sekitar.

Penyebaran Radang Amandel

Seperti yang telah disebutkan, virus dan bakteri penyebab amandel pada anak sangat mudah menular. Virus dan bakteri tersebut dapat disebarkan melalui berikut ini.

  • Berbagi alat makan, makanan atau minuman.
  • Melakukan kontak langsung dari dekat dengan orang yang sakit.
  • Menyentuh permukaan yang telah terkontaminasi virus dan bakteri, kemudian menyentuh hidung atau mulut.
  • Menghirup udara yang telah terkontaminasi virus atau bakteri dari percikan air liur saat orang yang sakit bersin atau batuk.

Faktor Risiko

Risiko radang amandel lebih besar pada beberapa kelompok berikut ini.

  • Berusia sekitar 5 hingga 15 tahun. Amandel paling banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja. Amandel lebih banyak ditemukan pada anak-anak dapat disebabkan karena anak yang belum terbiasa mencuci tangan, dan sering memasukkan tangan ke dalam mulut.
  • Banyak terpapar kuman. Anak yang pergi ke sekolah dengan banyak murid memiliki risiko yang lebih besar terpapar dan terinfeksi virus atau bakteri penyebab radang amandel.

Itu dia beberapa penyebab amandel pada anak yang paling umum. Penyebab amandel pada anak dapat disebabkan oleh infeksi virus maupun virus bakteri. Penting untuk mengenali gejala-gejala radang amandel yang muncul, seperti sakit tenggorokan, demam, dan kesulitan menelan, serta segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Dengan penanganan yang tepat, kebanyakan kasus amandel pada anak dapat sembuh dengan baik tanpa komplikasi.

Anda membutuhkan obat dan vitamin untuk menjaga kesehatan atau mengobati amandel? Kunjungi website shop.vivaapotek.co.id untuk berbelanja semua kebutuhan obat dengan mudah dan murah! Anda bisa juga mengunjungi langsung outlet VIVA Apotek terdekat untuk berbelanja.

VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat

Sources:

  • https://www.nhs.uk/conditions/tonsillitis.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tonsillitis/symptoms-causes/syc-20378479.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279406/#:~:text=The%20tonsils%20are%20part%20of,are%20responsible%20for%20killing%20germs.
Explore
Drag