Mengapa Gigi Palsu Terasa Tidak Nyaman – Bagi banyak orang, gigi palsu menjadi penolong yang berguna untuk mengembalikan fungsi mengunyah, memperbaiki penampilan, dan menambah kepercayaan diri dalam aktivitas sehari-hari.
Namun, tidak sedikit pula yang justru merasa bahwa gigi palsu menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya di minggu-minggu awal pemakaian. Sensasi aneh, longgar, atau bahkan nyeri bisa terjadi dan membuat sebagian orang sulit beradaptasi. Kondisi ini sebenarnya wajar, tetapi perlu dipahami penyebabnya agar penanganan bisa dilakukan secara tepat.
Setiap pengguna gigi palsu memiliki pengalaman yang berbeda. Ada yang langsung merasa cocok, tetapi banyak pula yang membutuhkan waktu cukup lama untuk beradaptasi dengan kehadiran benda baru di dalam mulutnya. Faktor bentuk, ukuran, bahan gigi palsu, hingga kondisi gusi dan tulang rahang sangat memengaruhi kenyamanan seseorang.
Bahkan, cara seseorang berbicara atau mengunyah pun bisa membuat gigi palsu terasa kurang stabil pada awal pemakaian. Jadi, memahami kondisi mulut sebelum dan sesudah pemasangan menjadi langkah penting di awal agar pemakaiannya berjalan optimal.
Mengapa Gigi Palsu Terasa Tidak Nyaman?
Jika Anda sedang atau pernah mengalami hal tersebut, ini adalah beberapa alasan mengapa gigi palsu terasa tidak nyaman, terutama di masa awal pemakaian.
1. Gigi Palsu Tidak Cocok dengan Rongga Mulut
Saat pertama kali dibuat, gigi palsu biasanya disesuaikan langsung dengan bentuk gusi dan rahang pemakainya. Akan tetapi, penyesuaian ini tidak selalu sempurna pada percobaan pertama.
Setiap rongga mulut memiliki kontur yang unik, di mana gigi palsu perlu menjalani beberapa tahap penyesuaian tambahan. Ketidakcocokan pada bagian tertentu dapat menyebabkan rasa longgar, pergeseran saat mengunyah, atau bahkan menimbulkan gesekan yang memicu iritasi.
Selain itu, gusi dan jaringan mulut bukanlah struktur yang statis. Mereka bisa menyusut, berubah bentuk, atau menyesuaikan diri setelah pencabutan gigi. Jika gigi palsu dibuat setelah gigi dicabut namun gusi belum benar-benar stabil, bentuknya mungkin tidak lagi cocok setelah beberapa minggu.
Kondisi tersebut bisa menyebabkan tekanan yang tidak merata saat menggigit sehingga memicu rasa sakit yang membuat gigi palsu terasa mengganjal.
Ketidaknyamanan juga dapat muncul ketika gigi palsu terlalu ketat. Tekanan berlebih pada gusi dapat menyebabkan nyeri, lebam, atau sariawan. Di minggu pertama, jaringan lunak biasanya masih menyesuaikan dengan adanya benda asing sehingga wajar jika gigi palsu terasa seperti mencubit atau menekan.
2. Otot Mulut yang Belum Terlatih
Pemakaian gigi palsu memerlukan kerja sama antara lidah, pipi, dan otot mulut. Struktur baru di dalam rongga mulut membuat otot harus belajar ulang cara mengunyah, menggerakkan makanan, dan menjaga agar gigi palsu tetap stabil.
Pada minggu pertama penggunaan, rasa tidak nyaman biasanya akan sangat terasa karena otot belum terbiasa menyeimbangkan beban dari gigi palsu.
Ketika berbicara, lidah harus menyesuaikan posisi agar tidak menyentuh bagian gigi palsu yang memicu perpindahan posisi. Inilah sebabnya beberapa orang mengalami cadel atau suara berubah. Kondisi ini normal dan sering hilang setelah beberapa hari latihan berbicara. Namun, selama proses adaptasi, ketidaknyamanan ringan hingga sedang memang dapat terjadi.
Selain itu, sebagian pengguna mengalami rasa lelah pada otot rahang karena gigi palsu mengubah cara otot bekerja. Jika gigi palsu terlalu tinggi, terlalu rendah, atau distribusi gigitannya tidak seimbang, rasa tidak nyaman bisa semakin parah. Kondisi ini perlu diperiksa dokter gigi agar diatur kembali sesuai kebutuhan.
3. Iritasi atau Sariawan Akibat Gesekan Gigi Palsu
Salah satu keluhan yang sering muncul adalah rasa perih atau sariawan di beberapa titik area gusi. Gigi palsu, terutama yang baru dipasang, dapat menimbulkan gesekan pada jaringan lunak. Gesekan yang berulang menyebabkan iritasi hingga luka kecil. Meskipun terlihat sepele, luka ini bisa terasa sangat mengganggu, terutama saat makan atau berbicara.
Iritasi dapat terjadi jika gigi palsu terlalu besar, terlalu kecil, atau tidak presisi pada area tertentu meskipun hanya sedikit. Gesekan kecil pun dapat menimbulkan nyeri luar biasa karena sifat gusi yang sangat sensitif. Pada sebagian orang, kondisi ini semakin diperburuk oleh mulut yang kering sehingga lapisan pelindung alami tidak cukup untuk menghindari gesekan.
Namun, sariawan akibat gigi palsu bukan tanda bahwa pemakaian gigi palsu gagal total. Biasanya, dokter gigi hanya perlu melakukan sedikit pengikisan atau penyesuaian pada area tertentu. Setelah itu, jaringan mulut dapat pulih dalam beberapa hari dan gigi palsu menjadi jauh lebih nyaman digunakan.
4. Produksi Air Liur Berubah Akibat Adaptasi Mulut
Mulut secara otomatis bereaksi terhadap sesuatu yang dianggap asing olehnya. Ketika gigi palsu dipasang, produksi air liur sering meningkat. Kondisi ini membuat mulut terasa penuh, licin, dan tidak stabil saat mengunyah.
Pada sebagian orang, kadang hal yang terjadi justru bersifat kebalikan, di mana mulut menjadi lebih kering karena keterbatasan ruang dan perubahan cara otot mulut bergerak. Kedua kondisi ini dapat membuat gigi palsu terasa tidak nyaman.
Air liur berlebih biasanya membuat pengguna pemula merasa sulit berbicara. Gigi palsu terasa bergeser atau berbunyi sehingga menimbulkan kekhawatiran akan jatuh. Sementara pada mulut yang kering, gesekan antara gigi palsu dan jaringan lunak bisa menimbulkan iritasi.
Ketidaknyamanan ini sering disalahartikan sebagai tanda bahwa gigi palsu tidak cocok, padahal sebenarnya ini merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh.
Biasanya, perubahan produksi air liur hanya berlangsung beberapa hari hingga satu minggu. Namun, untuk beberapa kasus seperti pada lansia atau pengguna obat tertentu yang memicu mulut kering, kondisi ini dapat berlangsung lebih lama. Kebiasaan mengunyah, mengonsumsi cairan, dan cara berbicara juga mempengaruhi seberapa cepat mulut dapat beradaptasi.
Untuk mengatasi gigi palsu yang terasa tidak nyaman, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menggunakan produk perekat seperti Polident Fresh Mint. Perekat ini berfungsi untuk menahan gigi palsu pada tempatnya sehingga posisinya tetap stabil dan Anda tetap nyaman selama menjalani aktivitas harian.
Itulah beberapa informasi terkait mengapa gigi palsu terasa tidak nyaman yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- Acton Vale (2025). Why Do Dentures Sometimes Become Loose And Unstable?. https://www.actonvaledentists.com/blog/dentures/instability-explained.
- Affordable Dentures & Implants (2024). How to Address Common Lower Denture Problems with Solutions That Work. https://www.affordabledentures.com/blog/how-to-address-common-lower-denture-problems-with.
- European Denture Center (2021). Upper Denture Problems You May Have and Why. https://eurodenture.com/blog/upper-denture-problems.
- Swiss Denture Clinic Calgary (2024). “Why Do My Dentures Hurt?” – Understanding And Overcoming Denture Pain. https://www.swissdenture.com/why-do-my-dentures-hurt-understanding-and-overcoming-denture-pain.

