Skip links
Penyebab Bekas Jerawat Susah Hilang

Apa Saja Penyebab Bekas Jerawat Susah Hilang? Ini Penjelasannya

Penyebab Bekas Jerawat Susah HilangKarena bentuknya yang dianggap tidak indah untuk dipandang, bekas jerawat menjadi momok pada kulit wajah bagi sebagian besar orang. Sayangnya, meskipun jerawatnya sudah lama pergi, noda gelap, kemerahan, hingga tekstur yang tidak rata bisa tetap tertinggal berbulan-bulan.

Banyak orang merasa sudah mencoba berbagai produk dan metode perawatan, namun hasilnya tidak juga terlihat signifikan. Kondisi ini membuat banyak orang bertanya-tanya: mengapa bekas jerawat begitu sulit hilang?

Padahal, jenis bekas jerawat pun berbeda-beda. Ada yang berupa hiperpigmentasi, ada pula yang meninggalkan jaringan parut dengan cekungan atau bahkan benjolan kecil. Setiap jenis memiliki penyebab dan mekanisme sendiri, di mana hal inilah yang membuat proses penyembuhannya tidak selalu sama.

Apa Penyebab Bekas Jerawat Susah Hilang?

Memahami penyebab di balik lambatnya proses pemulihan bisa membantu menentukan perawatan yang tepat. Berikut adalah beberapa penyebab bekas jerawat susah hilang yang dimaksud.

1. Radang Kulit yang Berkepanjangan

Salah satu penyebab utama bekas jerawat sulit hilang adalah peradangan yang berlangsung terlalu lama. Ketika jerawat meradang, tubuh memicu respons imun untuk melawannya. Semakin lama proses ini terjadi, semakin besar risiko terbentuknya pigmentasi atau jaringan parut. Peradangan jangka panjang juga menandakan kerusakan yang dalam pada lapisan kulit.

Selain itu, peradangan yang intens biasanya terjadi pada jerawat jenis papula, pustula, hingga nodul. Jenis jerawat ini membuat lapisan dermis ikut terkena dampak sehingga kulit membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih. Ketika lapisan dermis terganggu, produksi kolagen pun ikut terhambat dan kulit kesulitan kembali ke kondisi awal.

Kondisi ini sering diperburuk oleh kebiasaan memencet jerawat. Tekanan pada jerawat menambah trauma pada kulit dan memperpanjang durasi peradangan. Hasilnya, bekas jerawat pun jauh lebih sulit hilang dan berpotensi berubah menjadi jaringan parut permanen.

2. Produksi Melanin Berlebih

Salah satu bekas jerawat yang paling umum lainnya disebabkan oleh hiperpigmentasi. Setelah jerawat sembuh, kulit sering kali bereaksi dengan memproduksi melanin lebih banyak sebagai respons terhadap trauma. Semakin gelap warna kulit seseorang, semakin besar potensi munculnya jenis pigmentasi ini.

Melanin sendiri berfungsi sebagai pelindung alami kulit. Namun, ketika diproduksi secara tidak merata, akan timbul bercak-bercak gelap yang sulit memudar. Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat memperkuat produksi melanin dan memperpanjang proses pemulihan bekas jerawat.

Selain itu, produksi melanin berlebih bisa dipicu oleh iritasi akibat penggunaan skincare yang tidak cocok atau terlalu keras. Kulit yang terus-menerus mengalami iritasi akan mempertahankan pigmentasi sebagai respons perlindungan sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk kembali normal.

3. Kerusakan Kolagen Akibat Jerawat Berat

Jerawat meradang dapat merusak jaringan penyangga kulit, termasuk kolagen. Kolagen sendiri merupakan protein yang menjaga struktur kulit agar tetap kencang dan rata. Ketika proses penyembuhan tidak berlangsung sempurna, kulit dapat kehilangan kolagen sehingga terbentuklah cekungan atau yang dikenal sebagai bekas luka atrofi.

Jenis bekas jerawat seperti ice pick, boxcar, dan rolling scars adalah contoh akibat kerusakan kolagen. Jaringan parut jenis ini tidak bisa hilang hanya dengan produk skincare karena kedalamannya sudah mencapai lapisan dermis. Oleh sebab itu, tindakan tambahan seperti microneedling, laser, atau filler diperlukan agar tekstur kulit membaik.

Kerusakan kolagen juga bisa disebabkan oleh kebiasaan memencet jerawat. Tekanan yang kuat memicu trauma tambahan dan membuat kulit kesulitan memperbaiki diri. Dampaknya, bekas jerawat lebih dalam dan lebih sulit hilang dibanding noda pigmentasi biasa.

4. Kebiasaan Memencet Jerawat

Kebiasaan memencet jerawat masih menjadi salah satu alasan utama mengapa bekasnya susah hilang. Walaupun terasa menggoda, memencet jerawat membuat bakteri dan isi jerawat terdorong lebih dalam ke kulit. Proses ini memperburuk peradangan dan memicu kerusakan jaringan.

Selain meningkatkan risiko jaringan parut, memencet jerawat juga memperpanjang proses penyembuhan. Luka baru muncul akibat tekanan, dan kulit harus bekerja dua kali lebih keras untuk memperbaiki kerusakan tambahan tersebut. Bekas yang terbentuk pun cenderung lebih gelap dan lebih sulit pudar.

Tangan yang kotor saat menyentuh wajah juga bisa membawa bakteri tambahan. Situasi ini memicu jerawat baru yang pada akhirnya menambah bekas lain. Dengan kata lain, kebiasaan kecil yang tampak sepele ini justru dapat mempengaruhi kondisi kulit dalam jangka panjang.

5. Kurangnya Skincare yang Tepat untuk Regenerasi Kulit

Kulit membutuhkan bantuan dari luar agar proses regenerasi berjalan optimal. Ketika produk yang digunakan tidak memberikan nutrisi atau perlindungan yang memadai, bekas jerawat sulit hilang. Misalnya, tidak adanya bahan seperti niacinamide, retinoid, AHA/BHA, atau vitamin C dalam pemakaian skincare dapat memperlambat pemulihan.

Regenerasi kulit memang membutuhkan waktu. Namun, tanpa dukungan skincare yang tepat, prosesnya bisa terhenti pada tahap tertentu. Lapisan kulit mati yang tidak terangkat juga membuat penyerapan produk menjadi tidak optimal sehingga penyembuhan bekas jerawat berlangsung lebih lama.

Tidak hanya itu, penggunaan skincare yang terlalu keras dapat mengiritasi kulit. Kondisi kulit yang iritasi akan sulit memperbaiki bekas jerawat karena fokusnya berubah pada mengatasi peradangan baru.

6. Paparan Sinar Matahari Tanpa Perlindungan SPF

Sinar matahari adalah salah satu faktor terbesar yang memperparah bekas jerawat. Paparan ultraviolet mempercepat produksi melanin sehingga noda gelap akibat bekas jerawat semakin pekat. Kulit yang sedang mengalami inflamasi juga lebih rentan terhadap hiperpigmentasi.

Tanpa penggunaan sunscreen, bekas jerawat bisa memudar dalam waktu 6 bulan atau lebih. Namun, dengan paparan matahari terus-menerus, proses penyembuhan bisa berlanjut hingga lebih dari setahun. Ini menunjukkan betapa pentingnya penggunaan SPF setiap hari, bahkan saat berada di dalam ruangan.

Sinar UVA dapat masuk melalui kaca sehingga perlindungan tetap dibutuhkan. Tanpa sunscreen, perawatan skincare lain yang bertujuan memudarkan bekas jerawat bisa menjadi kurang efektif dan hasilnya tidak terlihat.

7. Faktor Genetik dan Kondisi Kulit Alami

Setiap orang memiliki tipe kulit yang berbeda sehingga faktor genetik memainkan peran penting dalam menentukan cara kulit merespons jerawat. Ada orang yang cenderung mudah mengalami pigmentasi setelah jerawat hilang, sementara yang lain lebih rentan terhadap jaringan parut.

Jenis kulit berminyak memiliki risiko lebih tinggi mengalami jerawat meradang yang berpotensi meninggalkan bekas. Sebaliknya, kulit kering atau sensitif cenderung mudah teriritasi oleh produk tertentu sehingga risiko pigmentasi lebih besar.

Faktor genetik juga mempengaruhi kemampuan tubuh memperbaiki jaringan kulit. Jika proses regenerasi alami berlangsung lambat, bekas jerawat pun memerlukan waktu lebih lama untuk hilang. Hal ini membuat perawatan harus lebih konsisten dan terarah sesuai kondisi kulit.

Untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah datangnya jerawat, Anda bisa mencoba berbagai produk suplemen yang beredar di pasaran, contohnya seperti Natur-E White Suplemen Kulit. Obat ini dirancang untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas serta melembapkan kulit sehingga kesehatannya tetap terjaga.

Itulah beberapa informasi terkait penyebab bekas jerawat susah hilang yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:

  • Cleveland Clinic (2020). Acne Scars. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21222-acne-scars.
  • Eau Thermale Avene (n.d). Understanding acne scars. https://www.eau-thermale-avene.ca/en_ca/your-skin/oily-blemish-prone-and-acne-prone-skin/what-is-acne-prone-skin/understanding-acne-scars.
  • NHS (2023). Acne. https://www.nhs.uk/conditions/acne/complications.
  • Nolla (n.d). Do Acne Scars Go Away? What to Expect. https://www.nollahealth.com/learning/do-acne-scars-go-away.
Explore
Drag