Skip links
Mutisme Selektif Adalah

Apa Itu Mutisme Selektif? Yuk, Kenali Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Mutisme Selektif AdalahMutisme selektif (selective mutism), atau bisu selektif, adalah gangguan kesehatan mental yang menyebabkan penderitanya tidak bisa berbicara pada kondisi tertentu karena ketakutan atau rasa cemas.

Mutisme selektif umumnya dimulai pada usia kanak-kanak, namun efeknya dapat dirasakan hingga dewasa jika tidak segera ditangani. Mutisme selektif ditandai dengan anak yang tidak mampu berbicara pada kondisi atau tempat tertentu, namun dapat berbicara dengan lancar di luar kondisi tersebut. Misalnya, anak dapat berbicara dengan lancar di rumah, namun tiba-tiba tidak dapat berbicara saat di sekolah.

Meskipun jarang terjadi, mutisme selektif dapat mengganggu kegiatan belajar anak di sekolah dan menghambat anak berteman. Kondisi ini juga membuat anak-anak tidak mampu berbicara meskipun untuk hal penting, seperti izin ke toilet.

Jika tidak segera ditangani, maka mutisme selektif dapat dirasakan hingga masa remaja, bahkan saat dewasa. Inilah pentingnya mengenal mutisme selektif agar Anda dapat memberikan penanganan sedini mungkin. Yuk simak artikel ini sampai habis untuk mengetahui apa saja gejala, penyebab, dan cara mengobati mutisme selektif.

Gejala Mutisme Selektif

Mutisme selektif umumnya dimulai pada awal masa kanak-kanak, sekitar pada usia 2 hingga 4 tahun, namun remaja dan orang dewasa juga bisa mengalami mutisme selektif. Gejala kondisi ini umumnya pertama kali terlihat saat anak baru mulai berinteraksi dengan orang-orang selain anggota keluarga, seperti saat memulai TK atau sekolah.

Gejala utama yang dapat terlihat adalah anak yang tidak mampu untuk berinteraksi dalam situasi tertentu, ditandai dengan anak yang diam dan membeku secara tiba-tiba saat harus berbicara dengan orang lain di luar zona nyamannya. Mutisme selektif lebih dari sekedar sifat pemalu, dan bukan karena anak menolak berbicara dengan sengaja. Pada anak dengan mutisme selektif, berbicara dengan orang tertentu akan memicu rasa cemas dan panik, sehingga anak membeku dan tidak mampu berbicara.

Selain tidak mampu berbicara pada situasi tertentu, anak dengan mutisme selektif mungkin menghindari kontak mata, dan menunjukkan beberapa gejala seperti berikut ini.

  • Postur yang tegang atau kaku, membeku, atau merasa tidak bisa bergerak.
  • Ekspresi kosong.
  • Menghindari interaksi sosial.
  • Tidak mampu menanyakan hal yang diinginkan atau dibutuhkan seperti izin ke toilet di sekolah.
  • Berperilaku mengganggu, seperti tantrum, untuk menghindari berbicara.

Beberapa anak dengan mutisme selektif yang lebih percaya diri mungkin menggunakan gestur untuk berkomunikasi seperti mengangguk dan menggeleng untuk mengatakan “iya” atau “tidak”. Beberapa anak mungkin juga mampu merespon menggunakan beberapa kata singkat, atau berbicara dengan suara yang berbeda, seperti dengan berbisik.

Penyebab Mutisme Selektif

Penyebab pasti dari mutisme selektif belum ditemukan. Namun, beberapa faktor yang mungkin menyebabkan atau mempengaruhi gejalanya. Beberapa faktor penyebab mutisme selektif adalah sebagai berikut.

1. Gangguan Kesehatan Mental Tertentu

Mutisme selektif memiliki kaitan erat dengan kondisi kesehatan mental lainnya. Namun, kondisi ini bukan penyebab, melainkan lebih besar risikonya pada penderita mutisme selektif. Beberapa gangguan kesehatan mental yang seringkali ditemukan bersama dengan mutisme selektif adalah sebagai berikut.

  • Gangguan kecemasan sosial (social anxiety disorder): Kondisi ini sangat umum pada orang yang memiliki mutisme selektif. Diperkirakan bahwa 75% hingga 100% orang dengan mutisme selektif juga mengalami gangguan ini.
  • Fobia.
  • Gangguan kecemasan lainnya.
  • Gangguan spektrum autisme.
  • Separation anxiety (cemas saat ditinggal orangtua).
  • Gangguan stres pasca-trauma (PTSD).
  • Riwayat keluarga atau faktor genetik.

Gangguan kecemasan dapat diturunkan dalam keluarga. Orang dengan mutisme selektif lebih mungkin memiliki keluarga (orangtua atau saudara kandung) yang juga mengalami mutisme selektif atau gangguan kecemasan lainnya.

2. Gangguan Komunikasi Lainnya

Beberapa anak mengalami mutisme selektif karena kecemasan yang berkaitan dengan cara mereka berbicara. Hal ini mungkin disebabkan oleh gangguan bicara seperti gagap atau gangguan kelancaran bicara lainnya. Beberapa anak mengembangkan mutisme selektif karena mereka tidak suka dengan suara mereka atau merasa cemas tentang bagaimana suara mereka terdengar.

3. Kondisi Sosial

Anak-anak dengan faktor sosial atau keadaan tertentu lebih mungkin mengalami mutisme selektif. Beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut.

  • Mengalami pembulian.
  • Mengalami peristiwa traumatis atau kekerasan.
  • Masalah keluarga (seperti kekerasan emosional, verbal, atau fisik di rumah).

Cara Pengobatan Mutisme Selektif

Mutisme selektif pada anak dapat diobati jika didiagnosis pada usia dini dan ditangani dengan tepat. Dengan pengobatan, keparahan dan frekuensi gejala mutisme selektif akan banyak berkurang. Dengan diagnosis dan pengobatan dini, gejalanya sangat mungkin untuk hilang sepenuhnya. Pengobatan mutisme selektif yang paling umum adalah sebagai berikut.

  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Terapi Perilaku Kognitif (CBT) umumnya menjadi pilihan pertama dan paling membantu untuk mengobati mutisme selektif. CBT membantu anak memahami dan mengatasi kecemasan serta perasaan mengganggu lainnya yang menyebabkan gejala mutisme selektif. Terapi ini juga dapat membantu mengontrol tantrum atau perilaku mengganggu lainnya yang dapat muncul pada anak dengan mutisme selektif. Untuk anak-anak, terapi ini sebaiknya melibatkan figur orangtua untuk keberhasilannya.

  • Terapi Wicara

Terapi wicara akan dibantu dengan seorang terapis wicara atau dokter spesialis lainnya. Terapi ini sangat bermanfaat terutama jika mutisme selektif terjadi bersamaan dengan gangguan bicara.

  • Obat-Obatan

Obat-obatan juga dapat menjadi bagian dari pengobatan untuk mutisme selektif, terutama jika CBT atau terapi wicara saja tidak cukup efektif.

Obat yang paling umum digunakan untuk mengobati mutisme selektif adalah Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRI). Obat ini umumnya digunakan untuk mengobati depresi, tetapi juga dapat mengatasi gangguan kecemasan, termasuk mutisme selektif. Obat lain juga dapat membantu. Dokter dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang obat-obat ini dan membantu Anda memilih yang tepat untuk anak Anda.

Itu dia penjelasan lengkap tentang mutisme selektif! Jika anak Anda mengalami mutisme selektif, segera cari bantuan profesional agar anak dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Jika dibiarkan tanpa penanganan, mutisme selektif dapat memengaruhi perkembangan sosial anak, jadi pastikan untuk segera mencari bantuan yang tepat.

Ada obat atau vitamin yang Anda perlukan? Yuk, segera berbelanja di VIVA Apotek! Selain produknya yang lengkap, Anda juga bisa mendapatkan harga termurah untuk berbagai produk kesehatan hanya di VIVA Apotek. Kunjungi website shop.vivaapotek.co.id untuk kemudahan berbelanja online atau kunjungi langsung outlet VIVA Apotek terdekat dan dapatkan lebih banyak promo eksklusif!

VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat

Sources:

  • https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions—pediatrics/s/selective-mutism.html#:~:text=about%20selective%20mutism-,Selective%20mutism%20is%20when%20a%20child%20can’t%20speak%20in,It’s%20a%20rare%20childhood%20condition.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/selective-mutism.
  • https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/selective-mutism.
Explore
Drag