Cara Menghilangkan Gatal pada Kemaluan Wanita Secara Alami – Rasa gatal pada area kewanitaan bisa bikin Anda merasa sangat tidak nyaman, apalagi kalau terjadi di tengah aktivitas harian. Ada banyak cara menghilangkan gatal pada kemaluan wanita secara alami yang bisa Anda coba di rumah sebelum buru-buru ke dokter atau pakai obat-obatan.
Cara Alami Menghilangkan Gatal pada Kemaluan Wanita
Yuk, simak beberapa cara alami mengatasi vagina gatal.
1. Konsumsi Probiotik
Cara pertama menghilangkan gatal pada kemaluan wanita secara alami adalah dengan meningkatkan asupan probiotik. Probiotik membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus dan vagina, yang penting untuk mencegah infeksi jamur dan bakteri penyebab rasa gatal. Anda bisa mendapatkannya dari makanan seperti yogurt, kombucha, kimchi, sauerkraut, atau miso.
Jika sulit menemukan makanan tersebut, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen probiotik dalam bentuk kapsul atau minuman. Probiotik juga bermanfaat sebagai pencegahan, terutama saat Anda sedang mengonsumsi antibiotik yang bisa mengganggu keseimbangan bakteri di tubuh.
2. Gunakan Dalaman Katun
Bahan pakaian dalam bisa berpengaruh besar terhadap kesehatan area kewanitaan. Untuk mengurangi risiko iritasi dan menjaga sirkulasi udara di sekitar vagina, sebaiknya pilih celana dalam berbahan katun 100%.
Katun bersifat menyerap keringat dan memungkinkan kulit bernapas, sehingga membantu mencegah pertumbuhan jamur di area yang lembap. Ini termasuk salah satu cara menghilangkan gatal pada kemaluan wanita secara alami yang sangat praktis. Hindari juga memakai pakaian dalam yang terlalu ketat atau berbahan satin yang bisa memperparah iritasi.
3. Gunakan Kompres Dingin
Jika rasa gatal cukup mengganggu, Anda bisa mencoba kompres dingin sebagai solusi cepat. Meski tidak menyembuhkan infeksi, kompres dingin bisa menenangkan kulit dan mengurangi rasa gatal secara sementara.
Caranya mudah, basahi kain bersih dengan air dingin, lalu tempelkan ke area yang gatal selama beberapa menit. Setelah itu, keringkan area tersebut dengan menepuk pelan menggunakan handuk lembut. Ini merupakan cara menghilangkan gatal pada kemaluan wanita secara alami yang aman dan bisa langsung Anda lakukan kapan saja di rumah.
4. Mandi dengan Oatmeal Koloidal
Mandi dengan oatmeal koloidal termasuk salah satu cara menghilangkan gatal pada kemaluan wanita secara alami yang cukup ampuh untuk meredakan ketidaknyamanan ringan. Oatmeal koloidal terbuat dari gandum utuh yang digiling halus dan mengandung zat antiinflamasi yang bisa menenangkan kulit yang gatal dan meradang.
Cukup larutkan oatmeal ke dalam air hangat dan rendam tubuh Anda selama 15–20 menit. Jika tidak punya oatmeal khusus, mandi dengan oatmeal biasa pun tetap memberikan manfaat menenangkan.
5. Jaga Kebersihan Organ Intim
Cara paling dasar untuk mencegah dan mengatasi gatal adalah dengan menjaga kebersihan area intim. Namun, perlu diingat bahwa vagina sebenarnya bisa membersihkan dirinya sendiri. Jadi, cukup cuci bagian luar kemaluan (vulva) dengan air hangat tanpa sabun beraroma atau produk pembersih khusus yang mengandung bahan kimia keras. Hindari juga praktik douching (membilas bagian dalam vagina), karena bisa mengganggu keseimbangan pH dan justru memicu iritasi.
Penyebab Gatal pada Vagina
Gatal pada vagina dan area sekitarnya bisa muncul karena banyak hal, mulai dari hal yang ringan seperti iritasi, sampai kondisi medis yang butuh perhatian khusus. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda bisa menentukan penanganan yang paling tepat dan efektif. Berikut ini beberapa penyebab umum gatal pada area kemaluan wanita yang perlu Anda waspadai.
1. Iritasi
Penyebab paling umum dari gatal di area kewanitaan adalah iritasi kontak, yang biasanya terjadi karena kulit vulva terlalu sering terpapar bahan-bahan yang “keras”. Ini bisa disebabkan oleh hal-hal berikut ini.
- Sabun dengan pewangi kuat.
- Menggunakan tisu basah di kemaluan.
- Deterjen.
- Pembalut berpewangi.
- Celana dengan bahan tidak menyerap keringat.
- Terlalu sering mencuci area intim atau menggosoknya.
2. Infeksi
Beberapa jenis infeksi juga sering jadi pemicu utama gatal pada vagina, yakni sebagai berikut.
- Infeksi jamur.
- Infeksi bakteri.
- Infeksi menular seksual.
Infeksi biasanya disertai dengan gejala tambahan, seperti keputihan berbau, perih saat buang air kecil, atau rasa terbakar.
3. Masalah Kulit
Kulit di area vulva juga bisa mengalami kondisi dermatologis seperti bagian tubuh lainnya. Beberapa penyakit kulit yang bisa menyebabkan gatal di area intim antara lain sebagai berikut.
- Dermatitis atopik (eksim).
- Psoriasis.
- Folikulitis.
- Dermatitis seboroik.
Gatal akibat masalah kulit biasanya muncul berulang dan terasa makin parah saat digaruk.
4. Kanker Vulva
Meski jarang terjadi, kanker vulva bisa jadi penyebab gatal kronis di area intim yang tidak kunjung hilang. Jenis kanker ini menyerang bagian luar dari organ kewanitaan dan bisa menimbulkan gejala seperti rasa gatal terus-menerus, nyeri saat buang air kecil atau berhubungan, luka yang tidak sembuh, bahkan pendarahan.
5. Perubahan Hormon
Hormon juga bisa jadi biang kerok di balik rasa gatal pada vagina, terutama saat kadar estrogen menurun. Kondisi ini sering terjadi selama masa menopause, tapi juga bisa dialami oleh perempuan yang menjalani kemoterapi, memiliki gangguan tiroid, sedang diet ekstrem, atau mengalami gangguan ovarium. Saat hormon estrogen turun, jaringan di sekitar vagina menjadi lebih tipis, kering, dan rentan iritasi. Akibatnya, rasa gatal pun lebih mudah muncul.
Mencegah Gatal pada Vagina
Selain mengatasi, penting juga untuk tahu cara mencegah gatal agar tidak datang kembali. Beberapa kebiasaan sehat yang bisa Anda lakukan, antara lain sebagai berikut.
- Gunakan sabun tanpa pewangi.
- Pilih pakaian dalam katun dan longgar.
- Ganti pakaian olahraga segera setelah selesai beraktivitas.
- Hindari penggunaan bubble bath dan sabun kewanitaan.
- Jangan memakai bedak talc di area genital.
- Bersihkan vagina dari arah depan ke belakang setelah buang air.
- Gunakan pelumas berbahan dasar air saat berhubungan intim.
Dengan gaya hidup yang sehat dan kebiasaan bersih, Anda bisa menurunkan risiko munculnya rasa gatal dan menjaga kenyamanan organ intim sehari-hari.
Kapan Harus ke Dokter?
Meski banyak cara menghilangkan gatal pada kemaluan wanita secara alami yang bisa dicoba, ada kalanya Anda perlu bantuan medis. Segera periksa ke dokter bila gatal tak kunjung hilang dalam beberapa hari atau disertai gejala lain seperti berikut ini.
- Keputihan yang berbau tidak sedap.
- Keputihan berwarna kuning, hijau, atau putih pekat.
- Nyeri atau perih saat buang air kecil.
- Bengkak dan kemerahan di vulva.
- Nyeri saat berhubungan intim.
Bisa jadi itu adalah tanda adanya infeksi jamur, bakteri, atau penyakit menular seksual yang butuh penanganan profesional. Gatal pada area kewanitaan memang bikin tidak nyaman, tapi tidak perlu panik.
Dengan mengetahui berbagai cara menghilangkan gatal pada kemaluan wanita secara alami, Anda bisa meredakannya secara aman dan praktis di rumah. Namun, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter jika gejala terus berlanjut.
Jangan lupa untuk jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan memanfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan.
Referensi:
- Medical News Today (2024). 6 Home remedies for vaginal and vulvar itching. https://www.medicalnewstoday.com/articles/home-remedies-for-vaginal-itching.
- Healthline (2025). How to Stop Vaginal Itching: 9 Home Remedies. https://www.healthline.com/health/womens-health/itching-vagina-home-remedies.
- Very Well Health (2025). 20 Home Remedies for Vaginal Itching. https://www.verywellhealth.com/natural-remedies-for-vaginal-itching-5179928.

