Ciri-Ciri Masa Subur Wanita – Masa subur bagi wanita merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan jika sedang merencanakan kehamilan. Ini dikarenakan masa subur wanita merupakan waktu dimana wanita memiliki peluang yang lebih besar untuk hamil.
Dalam siklus menstruasi, terdapat hari-hari tertentu dimana wanita berada dalam kondisi paling subur sehingga lebih mudah untuk hamil. Selain menghitung masa subur, Anda juga perlu memperhatikan ciri-ciri dari masa subur wanita jika sedang merencanakan kehamilan. Dengan begitu, Anda bisa merencanakan waktu yang paling tepat untuk berhubungan intim untuk memperbesar peluang hamil.
Sedang merencanakan kehamilan? Yuk, simak artikel berikut ini untuk mengenal masa subur wanita dan ciri-cirinya!
Apa Itu Masa Subur pada Wanita?
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, masa subur pada wanita merupakan waktu dimana peluang seorang wanita untuk hamil menjadi lebih besar. Umumnya, masa subur ini berlangsung selama 6 hari dalam siklus menstruasi seorang wanita. 6 hari yang disebut sebagai masa subur ini terjadi pada 5 hari sebelum ovulasi dan pada hari ovulasi itu sendiri.
Sementara itu, ovulasi merupakan bagian dari siklus menstruasi saat sel telur yang sudah matang dikeluarkan dari ovarium (indung telur) ke tuba falopi untuk menunggu hingga dibuahi oleh sperma. Umumnya, ovulasi terjadi dua minggu sebelum menstruasi selanjutnya. Jika siklus menstruasi Anda sepanjang 28 hari, maka ovulasi akan terjadi pada hari ke-14. Namun, tentunya siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda. Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang lebih singkat, ovulasi akan terjadi lebih cepat.
Ovulasi berhubungan erat dengan masa subur wanita. Maka, penting untuk mengenali ciri-ciri masa subur wanita dan ovulasi untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk berhubungan intim saat merencanakan kehamilan.
Ciri-Ciri Masa Subur Wanita
Ciri-ciri masa subur wanita ditandai dengan beberapa perubahan yang terjadi saat masa ovulasi dimulai. Ini dia beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat atau dirasakan oleh wanita saat masa subur atau ovulasi dimulai.
1. Nyeri Ovulasi
Beberapa orang mungkin mengalami nyeri atau kram pada bagian perut sebelum atau saat ovulasi. Nyeri ovulasi juga dikenal sebagai mittelschmerz, dan disebabkan oleh dinding ovarium yang mengalami peregangan tepat sebelum sel telur dilepaskan, serta sel telur yang keluar dari dinding ovarium melepaskan sejumlah kecil cairan atau darah yang bisa mengiritasi saraf di perut dan menimbulkan nyeri.
Nyeri ovulasi umumnya hanya dirasakan selama beberapa jam. Namun, beberapa wanita mungkin merasakan nyeri hingga 48 jam.
Nyeri ovulasi dapat digunakan untuk merencanakan kehamilan. Anda memiliki peluang yang lebih besar untuk hamil jika berhubungan intim selama masa ovulasi. Memperhatikan kapan Anda mengalami nyeri ovulasi dapat membantu dalam merencanakan kehamilan.
2. Perubahan Suhu Basal Tubuh
Suhu basal tubuh merupakan suhu tubuh saat Anda baru bangun tidur di pagi hari, sebelum Anda mulai bergerak dan beraktivitas. Suhu basal tubuh dapat meningkat sebanyak 0.22 derajat celcius hingga 0.56 derajat celcius saat ovulasi. Hal ini disebabkan oleh produksi hormon progesteron.
Anda dapat mengukur suhu basal tubuh dengan termometer khusus dan mencatat hasilnya. Mencatat suhu basal tubuh selama beberapa bulan dapat memberikan gambaran mengenai ovulasi Anda, namun cara ini kurang akurat terutama jika siklus menstruasi Anda tidak teratur.
3. Perubahan pada Lendir Serviks
Perubahan tekstur pada lendir serviks dapat menjadi ciri-ciri masa subur pada wanita. Tekstur lendir serviks dapat berubah selama masa subur karena perubahan pada kadar hormon estrogen dan progesteron.
Selama masa subur, vagina akan mengeluarkan lebih banyak lendir serviks. Tidak hanya itu, lendir serviks juga akan menjadi bening dan licin seperti putih telur pada masa ini. Anda mungkin menyadari perubahan ini pada hari-hari menuju ovulasi dan saat ovulasi.
Saat Anda berada pada masa paling subur, lendir serviks membantu sperma bertahan di dalam rahim selama 3 hingga 5 hari. Dengan begitu, Anda memiliki peluang lebih besar untuk hamil. Selain itu, lendir serviks juga berperan sebagai pelumas selama berhubungan intim.
4. Perubahan pada Air Liur
Hormon estrogen dan progesteron dapat merubah konsistensi air liur yang telah mengering sebelum atau saat ovulasi, sehingga membentuk pola. Pola ini dapat terlihat seperti kristal atau daun pakis bagi sebagian wanita. Namun, ciri-ciri masa subur ini tidak dapat diandalkan sebagai tanda masa ovulasi. Hal ini karena merokok, makan dan minum, serta menyikat gigi dapat menghilangkan atau menyamarkan pola ini.
Itu dia beberapa ciri-ciri yang mungkin Anda rasakan selama masa subur. Memperhatikan ciri-ciri masa subur adalah hal yang penting jika Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan. Selain memperhatikan beberapa ciri-ciri yang muncul sebelum atau saat masa ovulasi, Anda juga perlu alat yang akurat untuk mengetahui kapan ovulasi dimulai.
Jika Anda sedang merencanakan kehamilan dan ingin menghitung masa subur, Anda bisa membeli Andalan Ovulation Test Kit atau alat uji masa subur di VIVA Apotek dengan harga terjangkau. Anda bisa langsung klik link untuk berbelanja online, maupun mengunjungi langsung outlet VIVA Apotek terdekat.
VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat
Sources:
- https://www.healthline.com/health/womens-health/ovulation-symptoms#ovulation-signs.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9134-ovulation-pain-mittelschmerz.
- https://my.clevelandclinic.org/health/articles/21065-basal-body-temperature.
- https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC27529.
- https://my.clevelandclinic.org/health/articles/23439-ovulation.

