Penyebab Penebalan Dinding Rahim – Penebalan dinding rahim, atau yang dikenal juga sebagai hiperplasia endometrium, adalah kondisi yang sering kali menimbulkan kekhawatiran bagi banyak wanita. Kondisi ini paling banyak ditemukan pada wanita berusia 50 hingga 60 tahun yang telah mengalami menopause. Namun, penebalan dinding rahim juga dapat terjadi pada wanita dalam masa perimenopause, yaitu masa transisi menuju menopause dimana wanita masih mengalami menstruasi meskipun mulai tidak teratur.
Penebalan dinding rahim menimbulkan gejala seperti pendarahan berat dan anemia yang disebabkan oleh pendarahan berlebih. Jika dibiarkan, penebalan dinding rahim dapat menjadi berbahaya dan berkembang menjadi kanker endometrium. Itulah mengapa sangat penting untuk memahami penyebab penebalan dinding rahim sejak awal. Yuk, kenali penyebab penebalan dinding rahim agar Anda bisa lebih waspada terhadap tanda-tanda yang mungkin muncul dan mengetahui kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Apa Itu Penebalan Dinding Rahim?
Penebalan dinding rahim, atau hiperplasia endometrium, merupakan kondisi dimana dinding rahim (endometrium) menjadi terlalu tebal. Endometrium merupakan lapisan dinding rahim yang luruh pada saat menstruasi. Endometrium juga berperan penting dalam mempersiapkan tubuh untuk kehamilan. Hiperplasia endometrium bisa menjadi berbahaya jika dibiarkan karena dapat berkembang menjadi kanker endometrium.
Endometrium atau dinding rahim memang dapat berubah-ubah selama siklus menstruasi yang disebabkan oleh hormon. Namun, jumlah hormon estrogen yang berlebihan tanpa diiringi dengan hormon progesteron akan menyebabkan kondisi penebalan dinding rahim. Hormon estrogen yang berlebihan akan membuat dinding rahim terus berkembang dan menjadi semakin tebal.
Beberapa gejala yang mungkin timbul adalah sebagai berikut.
- Pendarahan selama menstruasi yang abnormal.
- Siklus menstruasi yang pendek (kurang dari 21 hari).
- Pendarahan berat selama menstruasi.
- Pendarahan setelah menopause.
- Tidak mengalami menstruasi sama sekali.
Banyak dari gejala di atas yang umum ditemukan pada masa transisi menuju menopause. Konsultasikan dengan dokter mengenai gejala yang Anda alami untuk memastikan apakah pemeriksaan untuk hiperplasia endometrium diperlukan.
Penyebab Penebalan Dinding Rahim
Penyebab paling umum dari penebalan dinding rahim atau Hiperplasia endometrium adalah kadar hormon yang tidak seimbang. Hormon estrogen yang berlebihan tanpa dibarengi dengan hormon progesteron akan menyebabkan kondisi ini. Kedua hormon ini berperan sangat penting dalam siklus menstruasi dan kehamilan.
Dalam siklus menstruasi, indung telur (ovarium) akan memproduksi estrogen yang menyebabkan penebalan pada dinding rahim untuk mempersiapkan rahim bagi kehamilan. Kemudian, indung telur akan melepaskan sel telur untuk dibuahi (ovulasi). Setelah masa ovulasi, hormon lain bernama progesteron akan mulai meningkat. Namun, jika kehamilan tidak terjadi, maka kadar estrogen dan progesteron akan menurun. Kadar progesteron yang menurun akan memicu luruhnya dinding rahim, sehingga terjadi menstruasi.
Pada wanita dengan kondisi penebalan dinding rahim, tubuh hanya memproduksi sedikit progesteron, atau bahkan tidak sama sekali. Akibatnya, dinding rahim tidak luruh sebagai menstruasi, namun akan terus berkembang dan menjadi semakin tebal. Sel-sel yang membentuk endometrium dapat bergabung dan berubah menjadi tidak teratur dan abnormal. Hal inilah yang menyebabkan kondisi Hiperplasia endometrium.
Faktor Risiko Penebalan Dinding Rahim
Beberapa faktor lain juga dapat menyebabkan penebalan dinding rahim pada wanita. Usia menjadi salah satu faktor risiko dari penebalan dinding rahim. Jika Anda berada pada usia perimenopause atau menopause, maka Anda memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita hiperplasia endometrium. Beberapa faktor risiko lain adalah sebagai berikut.
- Pengobatan kanker payudara tertentu (tamoxifen).
- Diabetes.
- Menstruasi lebih awal atau menopause yang terlambat.
- Riwayat keluarga dengan kanker ovarium, endometrium, atau kolorektal.
- Penyakit kantung empedu.
- Terapi hormon menggunakan estrogen.
- Tidak pernah hamil.
- Obesitas.
- Polycystic ovary syndrome (PCOS).
- Merokok.
- Penyakit Tiroid.
- Sering mengalami menstruasi tidak teratur atau tidak menstruasi.
- Sistem imun yang buruk karena penyakit autoimun.
Cara Mencegah Penebalan Dinding Rahim
Tidak perlu khawatir, Anda bisa mencegah penebalan dinding rahim dengan beberapa cara berikut ini.
- Menggunakan progesteron bersamaan dengan estrogen setelah menopause jika Anda mendapatkan pengobatan terapi hormon.
- Gunakan pil KB kombinasi jika Anda mengalami menstruasi yang tidak teratur.
- Berhenti atau jangan merokok sama sekali.
- Menjaga berat badan ideal untuk Anda.
Pengobatan Penebalan Dinding Rahim
Umumnya, pengobatan untuk hiperplasia endometrium atau penebalan dinding rahim berupa pemberian progestin. Progestin merupakan hormon progesteron buatan yang digunakan untuk menambah jumlah progesteron yang kurang dalam tubuh Anda. Progestin dapat ditemukan dalam berbagai macam sediaan yaitu sebagai berikut.
- Progestin oral (berbentuk pil).
- Intrauterine device (IUD) yang mengandung progesteron.
- Injeksi.
- Topikal (bentuk krim atau gel).
Itu dia penjelasan lengkap mengenai penyebab penebalan dinding rahim, cara mencegah, hingga pengobatannya. Dengan mengenali penyebab penebalan dinding rahim sejak dini, Anda dapat lebih siap untuk mencegah dan mencari pengobatan jika diperlukan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasa khawatir, atau mengalami gejala yang tidak biasa. Menjaga kesehatan Anda dari sekarang sangat penting untuk menghindari masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan.
Jika Anda membutuhkan obat untuk menjaga kesehatan Anda dan keluarga, VIVA Apotek menjadi solusi yang tepat! Segera belanja kebutuhan obat-obatan dan vitamin Anda di VIVA Apotek. Kunjungi website shop.vivaapotek.co.id untuk berbelanja obat mudah dan hemat secara online, atau langsung kunjungi outlet VIVA Apotek terdekat.
VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat
Sources:
- https://www.yalemedicine.org/conditions/endometrial-hyperplasia.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16569-atypical-endometrial-hyperplasia.
- https://www.acog.org/womens-health/faqs/endometrial-hyperplasia#:~:text=Endometrial%20Hyperplasia%3A%20A%20condition%20in,hormone%20produced%20in%20the%20ovaries.

