Ciri-Ciri Gondongan – Belakangan ini, kasus gondongan di Indonesia meningkat tajam. Di Jakarta saja, ada setidaknya 1.234 kasus gondongan yang tercatat dari bulan Januari hingga Juni 2024. Lantas, apa itu gondongan dan apa saja ciri-cirinya?
Gondongan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari golongan paramyxovirus. Ciri-ciri utama dari penyakit gondongan berupa pembengkakan pada area pipi dan rahang. Umumnya, anak-anak berusia 2 hingga 12 tahun yang belum menerima vaksin gondongan lebih sering terinfeksi virus ini. Meskipun begitu, remaja maupun orang dewasa masih berisiko menderita gondongan jika belum menerima vaksin saat masa kanak-kanak, maupun karena vaksin yang semakin melemah setelah beberapa tahun.
Apakah Anda atau anak Anda terinfeksi gondongan? Ayo kenali apa itu gondongan, ciri-ciri atau gejala gondongan, dan pencegahannya dari artikel ini.
Apa Itu Gondongan?
Gondongan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang berasal dari kelompok paramyxovirus. Infeksi ini umumnya menyerang kelenjar parotis (kelenjar yang memproduksi air liur), sehingga menimbulkan pembengkakan pada pipi dan rahang. Pembengkakan inilah yang menjadi ciri-ciri utama dari penyakit gondongan.
Siapapun yang belum mendapatkan vaksin gondongan memiliki risiko terinfeksi. Anak-anak usia sekolah, murid sekolah yang tinggal di asrama, dan tenaga kesehatan memiliki risiko paling besar untuk terinfeksi virus gondongan. Ini karena mereka selalu berdekatan dengan banyak orang lain sehingga mudah tertular dan menularkan.
Gondongan merupakan penyakit yang masih sering ditemukan, bahkan saat ini sedang meningkat. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberikan imunisasi lengkap bagi anak sehingga anak terlindungi dari virus gondongan.
Ciri-Ciri Gondongan
Ciri-ciri yang paling mudah dilihat dari penderita gondongan adalah pembengkakan pada area pipi dan rahang di bawah telinga. Namun, selain itu gondongan juga menimbulkan beberapa gejala yang menjadi ciri-ciri dari gondongan.
Saat anak baru terinfeksi virus gondongan, gejala awal umumnya belum terlihat. Awalnya, anak akan menunjukkan gejala ringan yang menyerupai gejala flu. Namun, setelah 7 hingga 25 hari, gejala gondongan berupa pembengkakan pada pipi dan rahang baru mulai terlihat.
Gondongan dapat menyebar dengan cepat karena penderita gondongan dapat menularkan virus mulai dari 2 hingga 3 hari sebelum pembengkakan pada wajah terlihat. Virus gondongan juga masih sangat menular selama 5 hari setelah pembengkakan pada wajah terlihat.
Gejala ringan dari gondongan yaitu sebagai berikut.
- Demam.
- Sakit kepala.
- Nyeri otot.
- Kelelahan.
- Kehilangan nafsu makan.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera hubungi dan kunjungi dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala gondongan. Gondongan menyebar dengan sangat cepat selama 5 hari setelah pembengkakan terjadi. Oleh karena itu, Anda sebaiknya segera berobat untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut ke lingkungan sekitar. Gejala gondongan mirip dengan beberapa penyakit lain, jadi penting untuk segera mendapatkan diagnosa yang tepat.
Jika Anda yakin anak Anda telah terinfeksi virus gondongan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter terutama jika anak Anda menunjukkan beberapa gejala serius seperti berikut ini.
- Demam tinggi hingga 39 derajat celcius atau lebih.
- Kesulitan makan atau minum.
- Kesadaran menurun atau pingsan.
- Kebingungan atau linglung.
- Sakit perut.
- Kejang.
- Sakit kepala berat.
Pencegahan Gondongan
Banyaknya penyebaran virus gondongan secara tiba-tiba dapat disebabkan oleh kurangnya anak-anak yang telah divaksin. Padahal, imunisasi atau vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) merupakan cara terbaik untuk mencegah penyebaran gondongan. Vaksin MMR merupakan vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari penyakit campak, gondongan, dan rubella.
Meskipun vaksin MMR dapat melemah setelah beberapa tahun, namun orang yang telah menerima vaksin MMR akan mengalami gejala yang jauh lebih ringan daripada yang belum mendapatkan vaksin MMR sama sekali. Jika tidak divaksinasi, Anda dan anak Anda akan sangat berisiko untuk terinfeksi virus gondongan.
Imunisasi atau vaksin MMR diberikan sebanyak dua kali pada anak-anak, yaitu pada usia 18 bulan, kemudian pada usia 5 hingga 7 tahun. Namun, jika anak belum menerima vaksin MMR pertama pada usia 18 bulan, maka masih dapat dilakukan hingga usia 3 tahun. Bahkan, jika tidak pernah menerima vaksin MMR selama masa kanak-kanak, vaksin MMR masih dapat diberikan saat dewasa.
Selain dengan vaksin MMR, Anda dapat mencegah penyebaran gondongan dengan cara sebagai berikut.
- Mencuci tangan dengan teratur menggunakan sabun dan air mengalir.
- Tidak berbagi barang seperti peralatan mandi atau makan dengan penderita.
- Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin.
Itu dia penjelasan mengenai gondongan, ciri-cirinya, dan cara terbaik untuk mencegahnya. Jika Anda atau anak Anda terinfeksi gondongan, penting untuk beristirahat di rumah untuk mencegah penularan. Tidak ada pengobatan khusus untuk gondongan. Pengobatan terbaik adalah beristirahat, mengompres area yang bengkak dengan air hangat maupun dingin, dan mengkonsumsi obat pereda nyeri dan demam untuk meredakan gejala yang dirasakan.
Ingin meredakan demam dan nyeri bagi anak yang terinfeksi gondongan? Dapatkan obat yang Anda perlukan untuk menjaga kesehatan keluarga Anda di VIVA Apotek. Anda bisa mengunjungi langsung outlet VIVA Apotek atau berbelanja online untuk kenyamanan berbelanja.
VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat
Sources:
- https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/symptoms-causes/syc-20375361.
- https://www.bbc.com/indonesia/articles/cly2kemnggeo.
- https://www.cdc.gov/mumps/about/index.html.
- https://www.health.ny.gov/publications/2440/#:~:text=A%20person%20with%20mumps%20can,days%20after%20the%20swelling%20begins.
- https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1467/gondongan.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15007-mumps.

