Distensi Abdomen Adalah – Distensi abdomen adalah kondisi yang cukup umum terjadi, dan seringkali menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan, distensi abdomen dan perut kembung menjadi 2 gangguan pencernaan yang paling sering dialami oleh banyak orang.
Distensi abdomen utamanya ditandai dengan perut yang terlihat membesar. Perut yang membesar bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti kembung karena penumpukan gas, atau karena penumpukan cairan dan jaringan. Namun, distensi abdomen tidak selalu disebabkan oleh masalah pencernaan. Distensi abdomen bisa juga disebabkan oleh kehamilan, menstruasi, hingga penyakit liver (hati).
Distensi abdomen tidak nyaman bagi penderitanya, karena seringkali disertai dengan sakit perut, mual dan muntah, serta diare atau sembelit. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasinya agar Anda dapat mengelola kondisi ini dengan lebih baik. Yuk, simak penjelasannya di sini!
Gejala Distensi Abdomen
Distensi abdomen adalah kondisi di mana perut terlihat membesar. Perut tidak hanya terlihat membesar, jika diukur maka akan menunjukkan diameter perut yang membesar. Distensi abdomen biasanya disertai dengan perasaan kembung, merasa ada gas terjebak di dalam perut, atau perut terasa seperti ditekan. Berikut ini adalah gejala distensi abdomen yang umum ditemukan.
- Perut tidak nyaman karena terasa seperti ditekan. Biasa juga dideskripsikan sebagai sensasi gas yang terjebak di dalam perut.
- Diameter pinggang atau perut membesar.
- Sakit perut.
- Beberapa orang mungkin mengalami perubahan saat buang air besar, misalnya diare atau sembelit.
- Merasa kenyang atau perut terasa penuh meskipun hanya makan sedikit.
- Buang angin atau sendawa lebih sering karena terdapat penumpukan gas berlebih pada sistem pencernaan.
- Beberapa orang mungkin juga mengalami mual dan muntah.
Jika Anda mengalami gejala berikut, maka hal tersebut dapat menandakan adanya kondisi medis yang lebih serius. Jika mengalami gejala berikut, maka Anda memerlukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat penyakit lain yang menjadi penyebab. Ini dia beberapa gejala yang perlu Anda waspadai.
- Berat badan berkurang tanpa disengaja.
- Anemia.
- Perubahan kebiasaan buang air besar (sembelit atau diare).
- Kehilangan nafsu makan.
- Nyeri perut.
- Peningkatan frekuensi buang air kecil.
Kembung merupakan salah satu gejala dari kanker ovarium atau indung telur. Jika Anda adalah seorang wanita, segera periksakan diri Anda untuk kanker ovarium jika mengalami kembung, merasa kenyang terlalu cepat, dan terdapat perubahan pada kebiasaan buang air seperti sembelit atau buang air kecil lebih sering.
Penyebab Distensi Abdomen
Distensi abdomen umumnya disebabkan oleh masalah pada sistem pencernaan. Namun, beberapa kondisi dan penyakit lain juga dapat menyebabkan distensi abdomen. Ini dia beberapa penyebab distensi abdomen yang umum.
- Kehamilan.
- Menstruasi, yang menyebabkan penumpukan cairan (retensi cairan).
- Penambahan berat badan yang signifikan, yang cenderung menambah lemak yang tersimpan dan dapat menghambat pencernaan.
- Penyumbatan pada usus kecil atau besar, menyebabkan penumpukan gas dan kotoran.
- Penyakit gastrointestinal tertentu yang menyebabkan gas dan kembung, termasuk Small Intestinal Bacterial Overgrowth (SIBO), penyakit celiac, Exocrine Pancreatic Insufficiency (EPI), dan Inflammatory Bowel Diseases (IBD).
- Peradangan pada lapisan perut (peritonitis).
- Penumpukan cairan di perut akibat penyakit hati (ascites).
- Pembesaran organ karena peradangan.
- Pendarahan internal.
- Gas akibat gangguan pencernaan fungsional, intoleransi makanan, atau sindrom iritasi usus besar (Irritable Bowel Syndrome atau IBS).
- Sembelit yang menyebabkan penumpukan tinja dan sisa pencernaan.
Cara Mencegah Distensi Abdomen
Distensi abdomen akan lebih mudah dicegah jika Anda mengetahui penyebabnya. Misalnya jika distensi abdomen terjadi setelah makan, maka Anda perlu merubah pola makan Anda untuk mencegahnya. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan yaitu sebagai berikut.
- Identifikasi sensitivitas atau intoleransi makanan dan ubah pola makan Anda sesuai dengan hasilnya.
- Makan dalam porsi lebih kecil secara perlahan. Beri jeda yang lebih lama antar waktu makan.
- Minum lebih banyak air dan konsumsi lebih banyak serat untuk mencegah penumpukan kotoran.
- Cobalah konsumsi enzim pencernaan dan probiotik sebelum makan.
Cara Mengatasi Distensi Abdomen
Jika distensi abdomen disebabkan oleh penyakit tertentu, maka pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyakit tersebut. Meskipun cara mengatasinya berbeda-beda, namun, secara umum cara mengatasi distensi abdomen yaitu sebagai berikut.
- Merubah Pola Makan: Perubahan pola makan seringkali dapat mengurangi distensi abdomen. Hal ini dapat mencakup menghindari makanan yang menyebabkan kembung seperti kacang-kacangan, kubis, bawang, dan minuman berkarbonasi. Mengonsumsi makanan dalam gigitan kecil, makan lebih sering dalam porsi kecil, serta mengunyah makanan dengan baik juga dapat membantu.
- Olahraga Teratur: Aktivitas fisik secara rutin dapat melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Lakukan olahraga seperti jalan cepat, aerobik, atau bersepeda selama 30 menit beberapa hari dalam seminggu.
- Probiotik: Probiotik adalah bakteri baik yang dapat melancarkan pencernaan dan mengurangi kembung. Anda dapat mengonsumsinya melalui makanan seperti yogurt atau dalam bentuk suplemen.
- Obat-obatan: Obat bebas dapat memberikan bantuan sementara untuk distensi abdomen. Namun, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat apa pun, terutama jika Anda memiliki kondisi medis tertentu.
- Manajemen Stres: Stres dapat memperburuk distensi abdomen. Teknik mengelola stres seperti latihan pernapasan dalam, meditasi, atau yoga, dapat membantu mengurangi gejala distensi abdomen.
Itu dia penjelasan lengkap mengenai distensi abdomen untuk membantu Anda memahami kondisi ini dengan lebih baik. Distensi abdomen adalah kondisi umum yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gas berlebih hingga kondisi medis yang lebih serius. Meskipun seringkali tidak berbahaya, distensi abdomen yang berlangsung lama atau disertai dengan gejala lain yang mencurigakan harus segera diperiksa oleh tenaga medis. Mengelola pola makan dan mencari pengobatan yang sesuai untuk kondisi medis yang mendasari adalah langkah-langkah penting dalam mengatasi distensi abdomen.
Ada obat atau vitamin yang Anda perlukan untuk menjaga kesehatan? Yuk, segera berbelanja di VIVA Apotek! Selain produknya yang lengkap, Anda juga bisa mendapatkan harga termurah untuk berbagai produk kesehatan hanya di VIVA Apotek. Kunjungi website shop.vivaapotek.co.id untuk kemudahan berbelanja online atau kunjungi langsung outlet VIVA Apotek terdekat dan dapatkan lebih banyak promo eksklusif!
VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat
Sources:
- https://www.carehospitals.com/symptoms/abdominal-distention.
- https://gutscharity.org.uk/advice-and-information/symptoms/bloating-and-distension/#section-2.
- https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/21819-abdominal-distension-distended-abdomen.
- https://www.cghjournal.org/article/S1542-3565(20)30433-X/fulltext.
- https://www.cdc.gov/ovarian-cancer/symptoms/index.html.

