Skip links
Gejala Gondongan pada Anak

Waspada! Kenali Gejala Gondongan pada Anak Berikut Ini

Gejala Gondongan pada AnakBelakangan ini, kasus gondongan atau mumps di Indonesia meningkat tajam secara tiba-tiba. Gondongan sendiri merupakan penyakit yang sangat mudah menular terutama pada lingkungan di mana terdapat banyak orang yang berada berdekatan satu sama lain. Contohnya seperti di sekolah atau asrama. Itulah mengapa gondongan dapat menyebar dengan sangat cepat di lingkungan sekolah. Beberapa sekolah bahkan sampai menerapkan pembelajaran jarak jauh karena banyaknya kasus gondongan pada sekolah tersebut.

Anak yang terinfeksi virus gondongan diharuskan untuk beristirahat di rumah agar tidak menularkan virus ke anak-anak lain. Segera periksakan ke dokter jika anak mengalami gejala gondongan untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat. Ayo kenali gejala gondongan pada anak agar Anda dapat segera mengetahui ketika anak terinfeksi virus gondongan.

Apa Itu Gondongan?

Gondongan, atau dikenal juga sebagai mumps, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang berasal dari kelompok paramyxovirus. Virus paramyxovirus akan menyebabkan infeksi pada kelenjar yang memproduksi air liur, atau biasa disebut sebagai kelenjar parotis.

Infeksi virus gondongan pada kelenjar parotis akan menimbulkan pembengkakan pada pipi dan rahang, terutama pada bagian bawah telinga. Pembengkakan inilah yang menjadi gejala utama dari penyakit gondongan pada anak-anak.

Gondongan paling banyak dialami oleh anak berusia 2 hingga 12 tahun. Meskipun begitu, siapapun, termasuk orang dewasa yang belum mendapatkan vaksin gondongan tetap memiliki risiko terinfeksi. Anak-anak usia sekolah, murid sekolah yang tinggal di asrama, dan tenaga kesehatan memiliki risiko paling besar untuk terinfeksi virus gondongan. Ini karena mereka selalu berdekatan dengan banyak orang lain sehingga mudah tertular dan menularkan.

Gondongan merupakan penyakit yang masih sering ditemukan, bahkan saat ini sedang meningkat. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengenali gejala gondongan pada anak sejak dini untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Gejala Gondongan pada Anak

Pada anak-anak, gejala gondongan yang paling mudah terlihat adalah pembengkakan pada area pipi dan rahang di bawah telinga. Namun, selain pembengkakan pada area wajah, gondongan juga menimbulkan beberapa gejala lain. Simak apa saja gejala gondongan pada anak berikut ini.

Saat anak baru terinfeksi virus gondongan, gejala awal umumnya belum terlihat. Gejala awal gondongan memang mirip dengan gejala penyakit flu biasa yaitu sakit kepala, demam, dan kelelahan. Itulah mengapa gejala awal gondongan mudah untuk disepelekan karena belum menunjukkan gejala yang lebih serius. Beberapa orangtua mungkin tetap membiarkan anak pergi ke sekolah karena menganggap sakit yang dialami tidak parah, dan hanya merupakan sakit kepala atau pusing biasa.

Gejala ringan dari gondongan yaitu sebagai berikut.

  • Demam ringan.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot.
  • Kelelahan.
  • Kehilangan nafsu makan.

Namun, setelah beberapa waktu, gejala gondongan berupa pembengkakan pada pipi dan rahang baru mulai terlihat. Umumnya, pembengkakan pada pipi dan rahang akan mulai terlihat setelah 7 hingga 25 hari setelah anak terinfeksi virus gondongan.

Meskipun jarang terjadi pada anak-anak, gondongan juga dapat menimbulkan beberapa gejala berat. Jika anak mengalami beberapa gejala berikut ini, segera kunjungi dokter untuk penanganan yang tepat.

  • Demam tinggi hingga 39 derajat celcius atau lebih.
  • Kesulitan makan atau minum.
  • Kesadaran menurun atau pingsan.
  • Kebingungan atau linglung.
  • Sakit perut dan muntah.
  • Kejang-kejang.
  • Sakit kepala berat.
  • Leher yang terasa kaku.

Cara Mencegah Gondongan

Jika anak Anda telah terinfeksi virus gondongan, maka Anda dan anak bisa menghentikan penyebaran lebih lanjut dengan beberapa cara berikut.

  • Mencuci tangan dengan teratur menggunakan sabun dan air mengalir.
  • Menutup mulut menggunakan saat bersin atau batuk, dan membuang tisu dengan baik pada tempatnya.
  • Beristirahat dan hindari datang ke sekolah selama setidaknya 5 hari setelah gejala awal gondongan mulai terlihat.

Karena penyebaran gondongan yang sangat cepat, upaya mencegah penyebaran harus dilakukan sedini mungkin. Virus gondongan paling menular mulai dari 2 hingga 3 hari sebelum pembengkakan pada wajah terlihat. Virus gondongan juga masih sangat menular selama 5 hari setelah pembengkakan pada wajah terlihat.

Selain mencegah penyebaran, Anda juga bisa mencegah anak terinfeksi virus gondongan dengan memberikan imunisasi atau vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin MMR merupakan vaksin yang bekerja untuk melindungi anak dari penyakit campak, gondongan, dan rubella. Jika tidak mendapatkan imunisasi lengkap, maka anak akan sangat berisiko untuk terinfeksi virus gondongan.

Itu dia penjelasan lengkap mengenai gejala gondongan pada anak. Jangan lupa untuk memberikan imunisasi lengkap bagi anak untuk melindunginya dari penyakit gondongan.

Jika anak terinfeksi gondongan, Anda bisa membuat anak merasa lebih nyaman dengan memberikan obat pereda nyeri dan demam seperti paracetamol atau ibuprofen. Belanja obat di VIVA Apotek dan jaga kesehatan keluarga Anda sekarang. Kunjungi langsung outlet VIVA Apotek terdekat atau belanja melalui website kami untuk kemudahan berbelanja.

VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat

Sources:

  • https://www.bbc.com/indonesia/articles/cly2kemnggeo.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15007-mumps.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/symptoms-causes/syc-20375361.
  • https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1467/gondongan.
  • https://www.health.ny.gov/publications/2440/#:~:text=A%20person%20with%20mumps%20can,days%20after%20the%20swelling%20begins.
Explore
Drag