Gondongan Adalah – Gondongan, atau dikenal juga sebagai mumps, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus paramyxovirus. Gondongan umumnya ditandai dengan pembengkakan pada area pipi dan rahang. Gondongan seringkali dialami oleh anak-anak berusia 2 hingga 12 tahun yang belum menerima vaksin gondongan. Meskipun lebih sering dialami anak-anak, namun remaja maupun orang dewasa masih berisiko menderita gondongan karena vaksin yang semakin melemah setelah beberapa tahun.
Jika anak Anda menunjukkan gejala gondongan, segera periksakan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Anda perlu memeriksakan anak ke dokter jika sudah mulai muncul pembengkakan pada area di sekitar dagu. Hati-hati untuk tidak menularkan gondongan kepada orang-orang di lingkungan sekitar.
Masih bingung apa saja gejala gondongan? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui apa saja gejala, penyebab, cara mencegah, dan pengobatan gondongan yang efektif.
Gejala Gondongan
Gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang berasal dari kelompok paramyxovirus. Infeksi ini umumnya menyerang kelenjar parotis (kelenjar yang memproduksi air liur), sehingga menimbulkan pembengkakan pada pipi dan rahang.
Selain gejala utama berupa pembengkakan pada area pipi dan rahang di bawah telinga, gondongan juga menimbulkan beberapa gejala lain. Saat anak baru terinfeksi virus gondongan, gejala awal umumnya belum terlihat. Gejala awal yang timbul berupa sakit kepala, demam, dan kelelahan. Namun, setelah beberapa waktu, gejala gondongan berupa pembengkakan pada pipi dan rahang akan terjadi. Jarak waktu antara terinfeksi dan menunjukkan gejala serius sekitar 7 hingga 25 hari.
Gejala ringan dari gondongan yaitu sebagai berikut.
- Demam.
- Sakit kepala.
- Nyeri otot.
- Kelelahan.
- Kehilangan nafsu makan.
Meskipun jarang terjadi pada anak-anak, jika anak menunjukkan gejala gondongan berat berikut ini, segera hubungi dokter untuk penanganan yang tepat.
- Demam tinggi.
- Leher yang terasa kaku.
- Sakit kepala berat.
- Pusing dan merasa bingung.
- Sakit perut.
- Muntah.
- Kejang-kejang.
Penyebab Gondongan
Gondongan disebabkan oleh virus dari kelompok paramyxovirus. Virus ini disebarkan melalui kontak langsung dengan air liur atau percikan pernapasan (droplet) yang berasal dari hidung, mulut, atau tenggorokan penderita gondongan. Seseorang yang telah terinfeksi virus gondongan dapat menyebarkannya melalui berikut ini.
- Bersin, batuk, atau berbicara.
- Menggunakan barang yang sama dengan penderita gondongan seperti mainan, gelas, dan alat makan.
- Bersentuhan langsung dengan penderita gondongan seperti saat bermain, berolahraga, dan melakukan aktivitas lain.
Jika anak Anda belum mendapatkan vaksin gondongan, maka anak Anda akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena gondongan.
Cara Mencegah Penyebaran Gondongan
Jika anak Anda menderita gondongan, Anda dapat mencegah penyebaran virus gondongan lebih lanjut pada lingkungan sekitar Anda. Risiko penularan paling besar yaitu beberapa hari sebelum timbul gejala dan beberapa hari setelahnya. Pada waktu tersebut, sangat penting untuk mencegah penyebaran virus kepada orang lain.
Jika anak Anda menderita gondongan, Anda bisa membantu mencegah penyebaran virusnya dengan cara-cara berikut ini.
- Mencuci tangan dengan teratur menggunakan sabun.
- Menggunakan tisu dan membuangnya dengan baik saat bersin atau batuk.
- Beristirahat dan hindari datang ke sekolah selama setidaknya 5 hari setelah gejala awal gondongan mulai terlihat.
Cara Mencegah Gondongan
Pencegahan terbaik untuk gondongan adalah dengan memberikan imunisasi atau vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) pada anak-anak. Vaksin MMR merupakan vaksin yang berperan penting untuk melindungi tubuh dari penyakit campak, gondongan, dan rubella.
Imunisasi atau vaksin MMR diberikan sebanyak dua kali pada anak-anak, yaitu pada usia 18 bulan, kemudian pada usia 5 hingga 7 tahun. Namun, jika anak belum menerima vaksin MMR pertama pada usia 18 bulan, maka masih dapat dilakukan hingga usia 3 tahun.Bahkan, jika tidak pernah menerima vaksin MMR selama masa kanak-kanak, vaksin MMR masih dapat diberikan saat dewasa.
Selain vaksin MMR, gondongan juga dapat dicegah dengan beberapa cara berikut.
- Mencuci tangan dengan teratur menggunakan sabun dan air mengalir.
- Tidak berbagi barang seperti peralatan mandi atau makan dengan penderita.
- Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin.
Pengobatan Gondongan
Tidak ada pengobatan khusus untuk gondongan. Jika sistem imun atau daya tahan tubuh anak baik, maka gondongan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1 hingga 2 minggu. Pengobatan gondongan berfokus pada meringankan gejala yang dialami sehingga anak merasa lebih nyaman. Cobalah beberapa cara berikut untuk mengurangi gejala gondongan.
- Minum air yang banyak.
- Kumur-kumur menggunakan air garam.
- Mengkonsumsi makanan lembut yang mudah dikunyah.
- Kompres bagian yang membengkak dengan air hangat maupun air dngin.
- Mengkonsumsi obat seperti ibuprofen dan paracetamol untuk meredakan demam dan nyeri. Jangan konsumsi aspirin.
Itu dia penjelasan lengkap mengenai gondongan mulai dari gejala, penyebab, pencegahan, hingga pengobatannya! Jika anak Anda terinfeksi gondongan, pastikan Anda melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mencegah penularan virus gondongan ke lingkungan sekitar Anda.
Ingin meredakan demam dan nyeri bagi anak? Dapatkan obat yang Anda perlukan untuk menjaga kesehatan keluarga Anda di VIVA Apotek. Anda bisa mengunjungi langsung outlet VIVA Apotek atau berbelanja online untuk kenyamanan berbelanja.
VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat
Sources:
- https://ayosehat.kemkes.go.id/kenali-gejala-dan-penyebab-gondongan.
- https://www.nhs.uk/conditions/mumps.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15007-mumps.

