PCOS Adalah – Polycystic Ovary Syndrome, atau biasa disingkat PCOS adalah salah satu kondisi kesehatan yang sering dialami oleh wanita usia subur. PCOS adalah kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan pada hormon wanita. PCOS dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan sehari-hari mulai dari siklus menstruasi, kesehatan reproduksi, hingga kesehatan mental. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 5-10% wanita usia subur merupakan penderita PCOS. Sayangnya, seringkali PCOS terabaikan dan bahkan masih banyak wanita terkena PCOS yang belum didiagnosa.
Itulah mengapa penting untuk mengenal lebih dalam tentang apa itu PCOS, penyebab, gejalanya, serta cara-cara untuk mencegah dan pengobatan kondisi ini. Yuk, pelajari lebih lanjut mengenai PCOS agar dapat mengenali gejalanya sejak dini.
Apa Itu PCOS dan Gejalanya?
Menurut WHO, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) menyerang sekitar 8-13% wanita usia reproduktif di seluruh dunia. PCOS dimulai kapan saja sejak seorang wanita mengalami masa puber, dan risikonya akan meningkat jika memiliki obesitas.
PCOS adalah ketidakseimbangan pada hormon yang terjadi saat ovarium (organ yang memproduksi dan menyimpan sel telur) memproduksi hormon androgen yang berlebihan. Kondisi ini menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur, telat haid atau tidak sama sekali, dan masa ovulasi yang sulit diprediksi.
Kelebihan hormon androgen pada penderita PCOS akan mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak benjolan kecil yang berisi cairan (kista). Dengan begitu, sel telur tidak berkembang sempurna serta gagal dilepaskan secara teratur, sehingga ovulasi tidak terjadi.
Gejala PCOS bisa jadi berbeda pada masing-masing wanita. Beberapa gejala umum dari PCOS yaitu sebagai berikut.
- Menstruasi yang tidak teratur seperti terlalu deras, lama, telat, atau tidak menstruasi sama sekali.
- Infertilitas atau kesulitan hamil.
- Kulit berjerawat atau berminyak.
- Pertumbuhan rambut yang berlebihan pada wajah atau badan.
- Rambut menipis.
- Berat badan meningkat, terutama pada bagian perut (obesitas).
Wanita yang menderita PCOS memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena beberapa penyakit lain seperti berikut ini.
- Diabetes tipe 2.
- Hipertensi (tekanan darah tinggi).
- Kolesterol tinggi.
- Penyakit jantung.
- Kanker endometrium (kanker pada lapisan di bagian dalam rahim).
PCOS juga dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan pandangan yang buruk terhadap tubuh.
Penyebab PCOS
Penyebab pasti dari PCOS belum diketahui, namun umumnya PCOS disebabkan oleh faktor genetik. Banyak gejala PCOS yang disebabkan oleh hormon yang tidak seimbang. Ini dia beberapa penyebab PCOS yang umum ditemukan.
1. Hormon Androgen Berlebih
Penderita PCOS memiliki kadar hormon androgen yang tinggi dan hormon estrogen yang rendah. Padahal, hormon estrogen memiliki fungsi yang penting dalam menjaga siklus menstruasi yang teratur.
Kadar hormon androgen yang tinggi dapat menghambat ovulasi, sehingga mengganggu siklus menstruasi. Selain itu, hormon androgen berperan dalam mempercepat pertumbuhan rambut dan menimbulkan jerawat. Faktor ini juga lah yang menyebabkan terbentuknya benjolan-benjolan berisi air (kista) pada ovarium.
2. Resistensi Insulin
Peningkatan kadar insulin menyebabkan ovarium memproduksi dan mengeluarkan lebih banyak hormon androgen, sehingga menghambat ovulasi. Insulin membantu tubuh memproses gula (glukosa) dan menggunakannya sebagai energi. Namun, resistensi insulin membuat tubuh tidak mampu memproses insulin dengan benar, sehingga kadar gula darah tetap tinggi. Karena kadar gula darah tetap tinggi, maka tubuh akan memproduksi insulin berlebih untuk menurunkan gula darah. Resistensi insulin juga meningkatkan risiko diabetes.
Pencegahan PCOS
Tidak ada cara yang terbukti efektif dalam mencegah PCOS. Meskipun begitu, Anda dapat melakukan beberapa langkah kecil untuk mengurangi gejala yang dialami. Coba untuk menjaga pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan yang ideal dapat mengurangi gejala PCOS.
Pengobatan PCOS
Meskipun tidak ada cara untuk menyembuhkan PCOS secara total, namun tersedia beberapa cara untuk mengurangi gejalanya. Pengobatan PCOS dapat berupa obat-obatan, perubahan gaya hidup, atau kombinasi keduanya. Berikut beberapa pengobatan PCOS yang direkomendasikan.
- Pil KB Hormonal: Hormon estrogen dan progesteron yang terdapat dalam pil KB menekan produksi hormon androgen, dan menyeimbangkan hormon pada tubuh. Beberapa pil KB bahkan dapat mengurangi jerawat dan pertumbuhan rambut berlebih.
- Obat Diabetes: Obat diabetes seperti Metformin membantu tubuh memproses insulin. Jika insulin sudah kembali normal, siklus menstruasi akan membaik.
- Merubah Gaya Hidup: Menjaga pola makan yang sehat dan menjaga berat badan yang ideal dapat mengurangi gejala PCOS yang disebabkan oleh insulin.
Itu dia penjelasan lengkap mengenai PCOS mulai dari gejala, penyebab, cara mencegah, dan pengobatannya. Jika Anda menderita PCOS, tidak perlu khawatir. Tersedia beberapa pilihan pengobatan untuk PCOS yang efektif, dan banyak wanita yang tidak merasakan gejalanya setelah menerima pengobatan.
Jika Anda membutuhkan obat tertentu untuk mengurangi gejala PCOS, yuk segera belanja kebutuhan Anda di VIVA Apotek! Temukan semua obat yang Anda butuhkan pada website shop.vivaapotek.co.id atau langsung kunjungi outlet VIVA Apotek terdekat.
VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat
Sources:
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/polycystic-ovary-syndrome?gad_source=1&gclid=Cj0KCQiA88a5BhDPARIsAFj595iL5BVNJSrnH8S-JsvOebFSeChXTMfXy2blLT53pOD2KNF7nfeinSsaAnKnEALw_wcB.
- https://jurnalilmukebidanan.akbiduk.ac.id/index.php/jik/article/view/211/166.
- https://www.nhs.uk/conditions/polycystic-ovary-syndrome-pcos.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8316-polycystic-ovary-syndrome-pcos.
- https://www.nichd.nih.gov/health/topics/pcos/conditioninfo/causes.

