Penyebab Gondongan pada Anak – Gondongan atau mumps merupakan penyakit yang jumlahnya sedang meningkat tajam di Indonesia. Gondongan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus paramyxovirus. Virus ini menyerang kelenjar parotis, atau kelenjar yang memproduksi air liur, yang berada di dekat telinga. Gondongan umumnya banyak menyerang anak-anak usia 2 hingga 12 tahun, namun remaja dan orang dewasa juga dapat terinfeksi virus gondongan.
Penyebab utama dari penyakit gondongan pada anak-anak adalah virus gondongan, yang merupakan bagian dari kelompok virus paramyxoviridae. Kelompok virus ini dapat menyebabkan beberapa penyakit selain gondongan, yaitu seperti campak, parainfluenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Gondongan dapat menyebabkan beberapa gejala, dengan gejala utamanya yaitu pembengkakan pada area pipi dan rahang di bawah telinga. Untuk memahami penyebab gondongan pada anak, Anda juga perlu menyimak penjelasan mengenai penyebaran dan cara pencegahannya. Yuk, simak artikel ini sampai habis untuk mengetahui apa saja penyebab gondongan pada anak.
Gejala Gondongan
Pada anak-anak, gejala gondongan yang paling mudah terlihat adalah pembengkakan pada area pipi dan rahang, terutama pada bagian bawah telinga. Namun, selain pembengkakan pada area wajah, gondongan juga menimbulkan beberapa gejala lain.
Saat anak baru terinfeksi virus gondongan, gejala awal umumnya belum terlihat. Gejala awal gondongan memang menyerupai gejala flu biasa seperti sakit kepala, demam, dan kelelahan. Oleh karena itu, beberapa orangtua mungkin tetap membiarkan anak pergi ke sekolah karena menganggap sakit yang dialami tidak parah, dan hanya merupakan sakit kepala atau pusing biasa.
Gejala ringan dari gondongan yaitu sebagai berikut.
- Demam ringan.
- Sakit kepala.
- Nyeri otot.
- Kelelahan.
- Kehilangan nafsu makan.
Namun, setelah beberapa hari, gejala gondongan berupa pembengkakan pada pipi dan rahang baru mulai terlihat. Umumnya, pembengkakan pada pipi dan rahang akan mulai terlihat setelah 7 hingga 25 hari setelah anak terinfeksi virus gondongan.
Penyebab Gondongan pada Anak
Gondongan pada anak disebabkan oleh virus dari kelompok paramyxovirus. Virus ini disebarkan melalui kontak langsung dengan air liur atau percikan pernapasan (droplet) yang berasal dari hidung, mulut, atau tenggorokan anak lain yang terinfeksi gondongan. Virus gondongan dapat menyebar dengan cepat pada anak-anak melalui cara-cara berikut ini.
- Bersin, batuk, atau berbicara: percikan air liur yang keluar ke udara dari mulut dan hidung anak yang terinfeksi gondongan dapat dihirup oleh anak lain, menyebabkan penularan.
- Menggunakan barang yang sama dengan penderita gondongan seperti mainan, gelas, dan alat makan yang telah terkena air liur.
- Bersentuhan langsung dengan penderita gondongan seperti saat bermain, berolahraga, dan melakukan aktivitas lain bersama, kemudian menyentuh wajah tanpa mencuci tangan.
Penyebaran Gondongan pada Anak
Jika anak belum mendapatkan vaksin gondongan, maka anak Anda akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena gondongan. Virus gondongan menyebar dengan sangat cepat pada anak-anak. Hal ini dikarenakan anak-anak umumnya selalu beraktivitas berdekatan dan bersamaan ketika di sekolah, tempat bermain, maupun di tempat penitipan anak (daycare).
Tidak hanya itu, karena gejala gondongan tidak langsung terlihat, maka penyebarannya pada anak-anak juga sulit untuk dicegah. Anak yang telah terinfeksi virus gondongan mulai menular sekitar 3 hari sebelum gejala berupa pembengkakan di wajah terlihat. Oleh karena itu, anak belum menyadari bahwa dirinya sakit, sehingga akan bermain dengan teman-temannya seperti biasa. Dengan begitu, tanpa sadar, virus gondongan telah menyebar kepada anak-anak lain. Inilah yang menyebabkan virus gondongan mudah menyebar di sekolah.
Untuk mencegah penyebaran virus gondongan lebih lanjut, maka anak yang terkena gondongan perlu melakukan beberapa hal berikut ini.
- Mencuci tangan dengan teratur menggunakan sabun.
- Menggunakan tisu dan membuangnya dengan baik saat bersin atau batuk.
- Beristirahat dan hindari datang ke sekolah selama setidaknya 5 hari setelah gejala awal gondongan mulai terlihat.
Cara Mencegah Gondongan
Cara terbaik untuk mencegah penyebaran gondongan adalah dengan memberikan imunisasi atau vaksin MMR pada anak. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) berperan penting untuk melindungi anak dari penyakit campak, gondongan, dan rubella.
Vaksin MMR umumnya diberikan saat anak berusia 18 bulan, kemudian pada usia 5 hingga 7 tahun. Namun, jika anak belum menerima vaksin MMR pertama pada usia 18 bulan, maka masih dapat dilakukan hingga usia 3 tahun.
Itu dia penjelasan mengenai penyebab gondongan pada anak. Gondongan menyebar dengan sangat cepat pada anak-anak. Itulah mengapa sangat penting untuk membiasakan anak untuk menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dan menggunakan tisu untuk batuk dan bersin. Namun, yang paling penting untuk mencegah penyebaran gondongan adalah memberikan vaksin MMR untuk melindungi anak dari infeksi virus gondongan.
Ingin menjaga kesehatan keluarga Anda? Beli obat dan vitamin di VIVA Apotek, yuk! Kunjungi langsung outlet VIVA Apotek terdekat atau belanja melalui website VIVA Apotek untuk kemudahan dan kenyamanan Anda.
VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat
Sources:
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15007-mumps.
- https://www.health.ny.gov/publications/2440.
- https://www.nhs.uk/conditions/mumps.

