Skip links
Perbedaan Flu Singapura dan Flu Biasa

Apa Perbedaan Flu Singapura dan Flu Biasa? Ini Jawabannya!

Perbedaan Flu Singapura dan Flu BiasaFlu Singapura atau HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) merupakan penyakit yang banyak menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 5 tahun. Namun, meskipun HFMD dikenal sebagai flu Singapura di kalangan masyarakat, sebenarnya penyakit ini berbeda dengan flu pada umumnya. Berbeda dengan flu yang disebabkan oleh virus influenza, flu Singapura disebabkan oleh virus coxsackie yang berada dalam kelompok virus enterovirus.

Gejala yang disebabkan oleh kedua virus ini pun berbeda. Lantas, mengapa HFMD disebut sebagai flu Singapura? Apa perbedaan flu Singapura dan flu biasa? Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui perbedaan di antara keduanya.

Mengapa Disebut Flu Singapura?

HFMD (Hand, Foot, and Mouth Disease) atau Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (KTM) dalam bahasa Indonesia biasa disebut sebagai flu Singapura pada kalangan masyarakat. Namun, nyatanya penyakit ini bukan merupakan flu dan bukan berasal dari Singapura. Sehingga nama flu Singapura kurang tepat untuk penyakit ini.

Di Indonesia, penyakit HFMD mulai mendapat panggilan flu Singapura pada tahun 2009. Pada saat itu, kasus HFMD meningkat tajam di Singapura dengan gejala awal yang mirip dengan flu. Karena adanya kemiripan gejala antara HFMD dan flu berupa demam, serta batuk dan pilek, maka sejak saat itu HFMD lebih dikenal sebagai flu Singapura.

Perbedaan Flu Singapura dan Flu Biasa

Seperti yang telah dijelaskan, flu Singapura sangat berbeda dengan flu biasa. Mulai dari penyebab hingga gejala, kedua penyakit ini tidak berhubungan. Apa saja perbedaan di antara keduanya? Simak penjelasannya di sini.

1. Gejala

Faktor utama yang membedakan flu Singapura dengan flu biasa adalah gejalanya. Pada tahap awal infeksi, flu Singapura memang menimbulkan beberapa gejala yang mirip dengan flu biasa. Namun, setelah beberapa hari, gejala seperti ruam pada tangan dan kaki, serta bintik-bintik merah pada mulut yang menyerupai sariawan akan terlihat. Gejala ini lah yang menjadi gejala utama flu Singapura.

Beberapa gejala awal dari flu Singapura yang menyerupai flu biasa adalah sebagai berikut.

  • Demam ringan.
  • Tenggorokan sakit terutama saat menelan.
  • Pilek, hidung berair.
  • Sakit perut.
  • Kehilangan nafsu makan.

Setelah beberapa hari, gejala tersebut akan membaik, namun gejala baru akan timbul. Berikut beberapa gejala HFMD yang timbul setelah beberapa hari.

  • Ruam yang terasa gatal muncul pada telapak tangan dan kaki, siku, lutut, pinggul atau kulit di sekitar kemaluan.
  • Muncul bintik-bintik merah pada seluruh rongga mulut dan sekitar mulut, termasuk lidah.
  • Bintik-bintik yang muncul akan kecil pada awalnya namun akan membesar setelah beberapa waktu.

Gejala flu Singapura umumnya akan hilang dengan sendirinya setelah 7 hingga 10 hari. Namun, bayi di bawah usia 2 tahun bisa saja membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sembuh.

Sementara itu, gejala flu biasa adalah sebagai berikut.

  • Demam.
  • Batuk kering.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Sakit tenggorokan.
  • Pilek, hidung berair.

2. Penyebab

Flu Singapura atau HFMD disebabkan oleh beberapa jenis virus dari kelompok enterovirus. Beberapa virus yang dapat menyebabkan flu Singapura adalah Coxsackievirus A16, Coxsackievirus A6, dan Enterovirus 71 (EV-A71).

Anak-anak dapat terinfeksi virus HFMD melalui kontak langsung dengan cairan dari luka pada kulit penderita, percikan dari air liur, atau dari bersin dan batuk, dan feses. Menjaga kebersihan diri dengan baik merupakan cara terbaik untuk mencegah penyebaran HFMD.

Sementara itu, flu biasa disebabkan oleh virus influenza. Saat penderita flu batuk atau bersin, maka percikan air liur (droplet) yang terinfeksi akan tersebar di udara dan berpotensi menularkan orang-orang di sekitar. Virus influenza juga dapat disebarkan melalui sentuhan. Kontak langsung dengan tangan yang terkontaminasi virus influenza akan menularkan virus influenza. Itulah mengapa Anda disarankan untuk menutup mulut dan hidung menggunakan tisu saat bersin atau batuk untuk mencegah penyebaran.

3. Pencegahan

Perbedaan flu Singapura dan flu biasa berikutnya adalah dari pencegahannya. Pencegahan flu Singapura cukup sulit dilakukan karena biasanya virus sudah menyebar sebelum anak menunjukkan gejala. Tidak hanya itu, tidak ada vaksin yang dapat diberikan pada anak untuk melindungi dari virus penyebab flu Singapura. Jadi, pencegahan flu Singapura hanya dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan.

Sementara itu, flu dapat dicegah melalui vaksinasi. Vaksin flu dapat diberikan setiap tahun karena efektivitasnya akan semakin menurun. Selain itu, Anda juga perlu menjaga kebersihan untuk mencegah penyebaran flu.

Itu dia beberapa perbedaan flu Singapura dan flu biasa. Meskipun sama-sama disebut flu, namun flu Singapura sangat berbeda dengan flu biasa. Jika anak Anda terkena flu Singapura, tidak ada pengobatan khusus. Namun, umumnya gejala flu Singapura akan hilang dengan sendirinya setelah 7 hingga 10 hari.

Anda juga dapat memberikan obat pereda demam dan nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen bagi anak untuk meredakan gejala yang dirasakan. Dapatkan obat yang Anda perlukan untuk menjaga kesehatan keluarga Anda di VIVA Apotek. Anda bisa mengunjungi langsung outlet VIVA Apotek atau berbelanja online untuk kenyamanan berbelanja.

VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat

Sources:

  • https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-3033227/fakta-unik-flu-singapura-bukan-flu-dan-bukan-dari-singapura#:~:text=Di%20Indonesia%2C%20penyakit%20ini%20mulai,lebih%20dikenal%20sebagai%20flu%20singapura.
  • https://www.cdc.gov/hand-foot-mouth/causes/index.html.
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11129-hand-foot-and-mouth-disease.
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/influenza-(seasonal)?gad_source=1&gclid=Cj0KCQiA0MG5BhD1ARIsAEcZtwQAiX4ibbL0bD-Ks6wvXlmHIaAOiFHlBuNjCbjhtQwo_u3pqLG2VZcaAmr9EALw_wcB.
Explore
Drag