Skip links
Apakah Plester Basah Perlu Diganti

Apakah Plester Basah Perlu Diganti? Berikut Langkah-Langkahnya

Apakah Plester Basah Perlu DigantiKetika mengalami luka kecil seperti goresan, sayatan ringan, atau lecet, plester menjadi penolong pertama yang banyak digunakan. Namun, tidak sedikit orang merasa bingung ketika plester mulai basah, entah karena keringat, air, atau cairan yang keluar dari luka.

Lantas, apakah plester yang basah harus segera diganti? Ataukah boleh dibiarkan sampai waktu tertentu? Pertanyaan sederhana ini ternyata memiliki jawaban yang lebih panjang karena kondisi luka dan karakteristik plester sangat memengaruhi keputusan yang perlu diambil.

Untuk menghindari kebingungan dan memastikan luka tetap aman, penting untuk memahami kapan plester harus diganti serta bagaimana cara menggantinya dengan benar agar kulit tidak mengalami iritasi lebih lanjut.

Apakah Plester Basah Perlu Diganti?

Secara umum, plester yang basah memang perlu diganti karena tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat mengubah cara luka sembuh. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa lingkungan lembab yang tidak higienis dapat menjadi tempat berkembang biak bakteri.

Plester yang basah sendiri tidak hanya bisa disebabkan oleh air biasa, namun ada beberapa faktor lainnya yang membuat plester perlu segera diganti. Memahami faktor risiko ini dapat membantu Anda untuk mencegah risiko luka semakin memburuk ke depan. Berikut adalah beberapa contohnya.

  • Plester Basah Karena Keringat

Plester yang basah akibat keringat perlu diganti karena kondisi lembap dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Keringat membawa garam, minyak, dan mikroba dari permukaan kulit yang meningkatkan risiko iritasi kulit dan infeksi. Selain itu, plester yang basah akibat keringat biasanya akan mulai terlepas sehingga perlindungan terhadap luka menjadi tidak optimal.

Keringat juga membuat lapisan perekat pada plester kehilangan daya rekatnya. Saat perekat tidak lagi menempel dengan baik, kotoran dan bakteri dari luar dapat masuk ke luka. Hal ini cukup berisiko pada orang yang memiliki tingkat aktivitas tinggi atau sering berada di lingkungan panas atau berdebu.

Dalam kondisi aktivitas yang intens, plester sebaiknya diperiksa secara berkala. Bila terlihat mulai longgar atau permukaan luarnya tampak lembap, segera ganti plester dengan yang baru. Pilih plester yang memiliki daya rekat kuat dan tahan air untuk aktivitas dengan intensitas tinggi.

  • Plester Basah Karena Air

Ketika plester basah karena terkena air saat mandi, mencuci tangan, atau berkegiatan di lingkungan lembap, plester perlu segera diganti. Air dapat melemahkan perekat pada plester dan membuatnya tidak menempel dengan baik. Selain itu, air dapat membawa bakteri atau kuman yang masuk ke area luka, terutama jika air tersebut tidak bersih.

Plester yang basah karena air biasanya tampak mengembang, berubah warna, atau menjadi lembek. Kondisi ini menunjukkan bahwa bagian dalam plester mungkin sudah terkontaminasi atau menjadi lembap. Jika terus digunakan, kelembapan tersebut dapat mengganggu proses pemulihan luka sehingga menjadi lebih lama sembuh.

Secara umum, plester biasa tidak dirancang untuk tahan terhadap rendaman air. Jika Anda memiliki kegiatan yang berisiko membuat plester sering terkena air, sebaiknya gunakan plester khusus tahan air yang memang dirancang untuk melindungi luka dari paparan air sekaligus tetap menjaga sirkulasi udara.

  • Plester Basah Karena Cairan Luka

Jika plester menjadi basah karena cairan luka seperti darah atau cairan luka (eksudat), itu merupakan tanda bahwa plester harus diganti segera. Cairan luka biasanya keluar selama fase awal penyembuhan. Namun, ketika jumlah cairan cukup banyak hingga meresap ke plester, kondisi tersebut dapat membuat area luka menjadi terlalu lembap.

Kelembapan yang berlebihan memicu pertumbuhan bakteri dan jamur, khususnya jika plester dibiarkan lebih lama dari yang seharusnya. Plester yang basah oleh cairan luka juga terasa tidak nyaman dan dapat menyebabkan kulit di sekitarnya menjadi iritasi. Jika cairan terus keluar dengan jumlah banyak, sebaiknya luka diperiksa lebih lanjut oleh dokter.

Selain itu, plester yang basah karena cairan luka membuat Anda sulit memantau apakah luka mulai membaik atau justru memburuk. Cairan yang meresap ke plester bisa menyamarkan tanda-tanda infeksi seperti darah yang berubah warna atau bau tidak sedap. Dengan mengganti plester secara rutin, Anda dapat mengamati kondisi luka lebih jelas.

Penggantian plester yang basah oleh cairan luka juga memungkinkan Anda membersihkan area luka dan menggunakan antiseptik bila perlu. Ini membantu menjaga luka tetap higienis dan mempercepat proses pemulihan.

Cara Mengganti Plester Basah yang Benar

Setelah mengetahui bahwa plester yang basah perlu segera diganti, Anda juga perlu mempelajari bagaimana cara mengganti plester basah yang benar sehingga berdampak positif terhadap penyembuhan luka.

1. Cuci Tangan Sebelum Menyentuh Luka

Sebelum mengganti plester, pastikan tangan sudah benar-benar bersih. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Kebersihan tangan sangat penting untuk mencegah bakteri atau kuman berpindah ke luka. Luka yang terkontaminasi dapat menimbulkan infeksi, memperburuk kondisi, dan memperlambat penyembuhan.

Jika sedang tidak memungkinkan untuk mencuci tangan, Anda dapat menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60%. Namun, mencuci tangan dengan air tetap lebih efektif untuk menghilangkan kotoran dan minyak yang menempel di tangan. Setelah tangan bersih, keringkan menggunakan handuk bersih atau tisu.

2. Lepaskan Plester Lama Secara Perlahan

Saat melepaskan plester lama, lakukan dengan perlahan agar kulit tidak terluka atau tertarik. Kulit di sekitar luka biasanya lebih sensitif sehingga perlu diperlakukan dengan lembut. Menarik plester secara tiba-tiba dapat menyebabkan kulit kemerahan, perih, atau bahkan membuka kembali luka yang sudah mulai tertutup.

Jika plester sulit dilepas karena perekatnya masih kuat, Anda bisa membasahi area sekitar plester dengan air hangat untuk mengurangi daya rekatnya. Cara ini membantu mengangkat plester tanpa menimbulkan rasa sakit. Hindari menarik plester yang menempel di rambut atau area kulit tipis dengan kasar.

Saat plester terangkat, perhatikan kondisi luka. Jika terdapat cairan berlebih, kemerahan yang tidak wajar, atau bau tidak sedap, itu bisa menjadi tanda infeksi yang memerlukan perhatian khusus. Namun jika luka tampak normal, lanjutkan dengan membersihkan area sekitarnya.

3. Bersihkan Luka dengan Antiseptik Ringan

Setelah plester dilepas, bersihkan luka menggunakan antiseptik ringan seperti povidone iodine atau saline. Tujuan membersihkan luka adalah menghilangkan kotoran, bakteri, dan cairan luka yang mungkin menempel di permukaan. Luka yang dibersihkan dengan benar akan lebih cepat pulih dan terhindar dari infeksi.

Gunakan kapas steril atau kasa bersih untuk mengaplikasikan antiseptik. Hindari menyentuh luka secara langsung dengan tangan meskipun sudah dicuci. Jangan lupa untuk membersihkan area luka dengan gerakan lembut agar tidak merusak jaringan baru yang sedang tumbuh. Jika luka terasa perih, hal itu merupakan reaksi normal dari antiseptik.

Tunggu beberapa saat hingga hingga antiseptik mengering dan pastikan kulit sekitar luka benar-benar kering sebelum melanjutkan. Luka yang lembap akibat antiseptik dapat membuat plester baru tidak menempel sempurna.

4. Gunakan Plester Baru

Setelah luka bersih dan kering, pilih plester baru yang sesuai kebutuhan. Plester terdiri dari banyak jenis seperti plester hypoallergenic, tahan air, breathable, atau plester untuk luka jahitan. Pemilihan plester yang tepat membantu proses penyembuhan lebih optimal dan mengurangi risiko iritasi.

Jika luka sering terkena air, plester tahan air dapat menjadi pilihan. Jika kulit Anda sensitif, pilih plester hypoallergenic yang tidak menimbulkan reaksi alergi. Untuk luka yang mengeluarkan cairan sedikit, pilih plester dengan bantalan penyerap agar area luka tetap kering.

Saat menempelkan plester, pastikan bagian perekat tidak menyentuh luka. Tempelkan plester dengan tekanan lembut agar menempel kuat tanpa merusak kulit. Pastikan juga tidak ada celah agar bakteri dari luar tidak masuk.

Salah satu plester yang umum digunakan untuk menutup luka sendiri yaitu Hansaplast Second Skin Protection Regular. Bahannya yang fleksibel dan tahan air dapat mendukung pemulihan luka kecil hingga 72 jam sejak pertama kali digunakan.

Dengan memilih plester yang tepat, Anda tidak hanya melindungi luka dari kotoran, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang mendukung penyembuhan cepat.

Itulah beberapa informasi terkait apakah plester basah perlu diganti dan cara mengganti plester basah yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:

  • Band Aid (n.d). First Aid Basics: Follow Up and Follow Through. https://www.band-aid.com/first-aid-info/first-aid-basics/follow-up-wound-care.
  • HSE (2023). Applying plasters and other dressings. https://www2.hse.ie/conditions/wounds/apply.
  • International Pemphigus & Pemphigold (n.d). How often should I change bandages?. https://www.pemphigus.org/how-often-should-i-change-bandages.
  • MedlinePlus (2025). Wet-to-dry dressing changes. https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000315.htm.
  • St John Ambulance (n.d). How to apply a dressing. https://www.sja.org.uk/first-aid-advice/wound-dressing.
Explore
Drag