Skip links
cara mengobati lutut luka berdarah jatuh dari motor

Jatuh dari Motor? Ini 8 Cara Mengobati Lutut Luka Berdarah

Cara Mengobati Lutut Luka Berdarah Jatuh dari MotorKecelakaan kecil di jalan, seperti jatuh dari motor, bisa meninggalkan luka di area tubuh yang terbentur, salah satunya yaitu lutut. Bagian lutut memang sangat rentan karena posisinya menonjol dan sering menjadi titik pertama yang terkena gesekan dengan aspal atau permukaan keras.

Luka berdarah di lutut tidak hanya terasa sakit, tetapi juga berisiko terkena infeksi jika tidak segera ditangani dengan benar. Namun, tidak perlu panik apabila mengalami lutut berdarah saat jatuh dari motor asalkan mengetahui cara penanganan yang tepat.

Orang yang panik cenderung langsung menutupnya begitu saja dengan kain seadanya, ada pula yang membiarkannya terbuka tanpa perawatan. Padahal, cara yang kurang tepat justru bisa memperlambat proses penyembuhan, menimbulkan bekas, atau bahkan membuat luka terinfeksi.

Cara Mengobati Lutut Berdarah Akibat Jatuh Dari Motor

Untuk mengobati lutut berdarah setelah jatuh dari motor, ini adalah beberapa cara aman yang bisa Anda terapkan sehingga proses pemulihan berjalan secara optimal.

1. Tekan Lembut untuk Menghentikan Pendarahan

Langkah pertama yang harus dilakukan saat lutut berdarah adalah menghentikan perdarahan. Jangan langsung panik karena perdarahan ringan biasanya bisa berhenti sendiri dengan tekanan sederhana. Gunakan kain bersih, tisu steril, atau perban untuk menekan area di sekitar luka secara perlahan.

Tekanan ini membantu pembuluh darah kecil di sekitar luka menutup sehingga darah tidak terus mengalir. Hindari menekan terlalu keras, cukup dengan tekanan stabil agar aliran darah melambat dan bekuan mulai terbentuk. Jika pendarahan belum berhenti setelah beberapa menit, sebaiknya segera cari pertolongan medis. Ini disebabkan karena bisa jadi ada pembuluh darah yang lebih besar mengalami kerusakan.

2. Bersihkan Luka dengan Air Mengalir

Setelah pendarahan terkendali, langkah selanjutnya adalah membersihkan luka. Debu, pasir, atau kotoran kecil sering masuk ke dalam luka ketika jatuh di jalan. Jika tidak segera dibersihkan, kotoran ini bisa menyebabkan infeksi serius.

Gunakan air mengalir yang bersih untuk membilas area lutut. Hindari penggunaan air yang keruh atau tidak steril. Jika tersedia, larutan saline atau air garam steril sangat dianjurkan karena sifatnya yang lembut bagi jaringan luka. Keringkan luka dengan lembut menggunakan kain bersih atau kasa steril. Jangan menggosok terlalu keras, cukup tepuk secara perlahan agar kulit tidak berisiko mengalami iritasi.

3. Gunakan Antiseptik

Membersihkan dengan air saja tidak cukup. Luka terbuka di lutut sangat rentan terinfeksi, apalagi jika terkena gesekan dengan aspal yang penuh bakteri. Setelah luka dikeringkan, oleskan antiseptik ringan seperti povidone iodine.

Antiseptik sendiri membantu membunuh kuman yang mungkin masih menempel di sekitar luka. Gunakan kapas atau kasa steril untuk mengaplikasikannya dan hindari menggunakan tangan kosong.

Meskipun terasa perih, langkah ini sangat penting untuk memastikan luka tetap bersih. Infeksi yang tidak dicegah sejak awal bisa memperlambat penyembuhan dan menimbulkan komplikasi serius pada kulit.

4. Tutup Luka dengan Perban Steril

Menutup luka dengan perban atau plester steril sangat penting untuk melindungi luka dari debu, kotoran, dan gesekan pakaian. Ini berlaku khususnya karena lutut adalah bagian tubuh yang sering bergerak, di mana membuatnya mudah bergesekan dengan permukaan luar.

Gunakan perban yang sesuai ukuran luka. Jangan terlalu ketat agar sirkulasi darah tidak terhambat. Apabila ukuran luka cukup besar, gunakan kasa steril dan perban elastis untuk menutupnya dengan lebih aman.

Ganti perban secara rutin yaitu minimal sekali sehari atau setiap kali perban terasa lembap oleh darah atau cairan luka. Dengan begitu, luka tetap terjaga kebersihannya dan bisa cepat kering. Selain perban steril, Anda juga bisa menggunakan Hansaplast Kain Elastis yang cocok untuk berbagai jenis luka ringan. Pemakaiannya dapat melindungi luka dari kotoran serta mencegah infeksi pada luka.Hansaplast - VIVA Apotek - 465x650

Tidak hanya itu, bahannya yang lentur memberikan sirkulasi udara yang baik pada area yang terluka sekaligus memberikan kenyamanan saat bergerak, di mana hal tersebut membuat Anda tetap bisa beraktivitas jika memang diperlukan.

5. Istirahatkan Kaki dan Hindari Tekanan pada Lutut

Lutut menjadi bagian tubuh yang aktif digunakan untuk berjalan, berlari, atau sekadar duduk. Ketika terluka akibat jatuh dari motor, usahakan untuk mengurangi aktivitas yang memberikan tekanan berlebih pada lutut.

Jika memungkinkan, gunakan alas empuk saat duduk atau tidur agar lutut tidak bergesekan dengan permukaan keras. Hindari olahraga berat atau aktivitas fisik yang bisa membuat luka terbuka kembali. Memberi waktu istirahat pada lutut sangat penting agar jaringan baru bisa terbentuk lebih cepat tanpa gangguan.

6. Waspadai Tanda-Tanda Infeksi

Walaupun sudah mendapatkan perawatan, luka di lutut tetap bisa berisiko infeksi. Oleh sebabitu, penting untuk memperhatikan tanda-tanda seperti luka yang semakin merah, bengkak, mengeluarkan nanah, atau disertai demam.

Jika tanda-tanda ini muncul, segera cari pertolongan medis. Infeksi yang dibiarkan bisa menyebabkan komplikasi lebih serius pada area kulit yang terluka dan bahkan menyebar ke jaringan lain. Deteksi dini seperti ini dapat membantu infeksi agar bisa ditangani segera sehingga penyembuhan tidak terganggu.

7. Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Air mineral memegang peranan penting dalam proses penyembuhan luka. Tubuh yang terhidrasi baik akan memiliki sirkulasi darah yang lancar, sehingga nutrisi lebih cepat sampai ke area luka. Jumlah air mineral yang disarankan yaitu setidaknya 8 gelas per hari. Jumlah tersebut bisa disesuaikan jika tingkat aktivitas Anda tergolong tinggi. Hidrasi yang cukup juga membantu menjaga kelembapan kulit sehingga luka lebih cepat kering. Kebiasaan sederhana ini dapat mendukung proses penyembuhan dari dalam tubuh.

8. Konsultasi ke Dokter

Tidak semua luka bisa diatasi dengan perawatan mandiri di rumah. Jika luka di lutut sangat dalam, perdarahan tidak berhenti, atau luka terlihat kotor dengan banyak kerikil, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dokter akan memberikan penanganan yang lebih tepat seperti membersihkan luka secara menyeluruh, memberikan obat antibiotik, atau bahkan melakukan jahitan jika diperlukan.

Itulah beberapa informasi terkait cara mengobati lutut luka berdarah jatuh dari motor yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya! Cek artikel Hansaplast atau produk kesehatan lainnya dari VIVA Apotek.

Belanja Kebutuhan Obat & Vitamin Sekarang Makin Mudah Lewat WhatsApp!

✨ Dapatkan DISKON Rp30.000
🛍️ Minimal belanja Rp75.000
🚚 BEBAS ONGKIR hingga Rp10.000
💬 Gratis Konsultasi Apoteker!

📲 Klik link dibawah ini ⬇️
https://bit.ly/BelanjaVIVAApotek atau scan QR code di gambar untuk mulai belanja sekarang!

WhatsApp Commerce - VIVA Apotek

Kuota terbatas ya, buruan manfaatkan promonya! VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat.

Referensi:

  • Bike Radar (n.d). How to treat road rash after a cycling crash. https://www.bikeradar.com/advice/fitness-and-training/how-to-treat-road-rash.
  • Cleveland Clinic (2023). Abrasion (Scrape). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/25079-abrasion.
  • Elastoplast (2025). Caring for road rash injuries. https://www.elastoplast.co.uk/instant-help/health-and-protection/cycling-and-road-rash.
  • Very Well Health (2024). Road Rash: Symptoms, Diagnosis, Causes, and Treatment. https://www.verywellhealth.com/road-rash-treatment-1298921.
  • WebMD (2025). What to Know About Road Rash. https://www.webmd.com/first-aid/what-to-know-road-rash.
Explore
Drag