Cara Meredakan Mual Selama Perjalanan – Rasa tidak nyaman di perut, kepala yang berputar, hingga keringat dingin seakan datang bersamaan saat seseorang terkena mual. Kondisi ini membuat perjalanan yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi pengalaman yang melelahkan. Inilah sebabnya banyak orang selalu mencari cara agar perjalanan mereka terbebas dari mual.
Mual selama perjalanan biasanya muncul karena gangguan pada sistem keseimbangan tubuh. Mata menangkap gerakan yang berbeda dari sinyal tubuh, sementara otak menerima dua informasi yang bertentangan. Ketidakseimbangan inilah yang memicu rasa mual, pusing, dan bahkan muntah.
Karena penyebabnya melibatkan banyak faktor, solusi untuk mengatasinya pun beragam. Beberapa cara cocok untuk kondisi tertentu, sementara yang lainnya bisa diterapkan hampir pada semua situasi perjalanan.
Cara Meredakan Mual Selama Perjalanan
Berikut adalah beberapa cara meredakan mual selama perjalanan yang bisa dipraktikkan sehingga kondisi tubuh Anda tetap sehat hingga sampai di tujuan.
1. Atur Posisi Duduk agar Lebih Stabil
Mengatur posisi duduk merupakan salah satu langkah paling mendasar untuk mengurangi mual selama perjalanan. Posisi duduk yang salah bisa memicu ketidakseimbangan dan memperburuk rasa mual.
Duduk di bagian depan kendaraan, terutama pada mobil atau bus, membantu tubuh lebih selaras dengan gerakan kendaraan. Area depan memiliki guncangan yang lebih kecil dan pergerakan visual yang lebih mudah diprediksi.
Selain memilih posisi duduk, pastikan punggung Anda bersandar dengan nyaman. Postur yang terlalu membungkuk atau miring membuat otot lebih tegang dan memperburuk rasa tidak nyaman. Jika Anda berada di pesawat, pilih kursi di dekat jendela atau area sayap pesawat karena bagian tersebut cenderung memiliki tingkat getaran paling rendah.
Menjaga tubuh tetap stabil juga dapat dilakukan dengan meminimalkan gerakan kepala. Setiap gerakan tambahan dapat memperparah ketidakseimbangan antara penglihatan dan sinyal tubuh. Oleh sebab itu, Anda bisa menggunakan penyangga leher untuk membantu menjaga posisi tetap stabil selama perjalanan.
2. Fokus pada Titik Jauh di Depan
Salah satu cara paling efektif untuk mengatasi mual perjalanan adalah memfokuskan pandangan pada titik yang jauh di depan. Cara ini membantu menyeimbangkan kembali sinyal visual dan gerak yang diterima otak.
Sebaliknya, membaca, melihat layar ponsel, atau melakukan aktivitas yang menuntut fokus dekat dapat memperburuk mual. Pandangan dekat membuat otak merasa tubuh sedang diam, padahal sebenarnya kendaraan terus bergerak. Ketidaksesuaian inilah yang rentan memicu pusing dan mual.
Dengan memusatkan pandangan pada titik jauh, tubuh akan merasa lebih selaras dengan gerakan kendaraan. Ini sangat membantu terutama ketika perjalanan dilakukan di jalur berkelok atau bergelombang. Cara ini juga cocok dilakukan oleh anak-anak yang sensitif terhadap pergerakan kendaraan.
Latihan sederhana seperti mengarahkan pandangan lurus ke depan, keluar dari jendela, dapat menjadi penyelamat kecil saat mual mulai terasa. Hanya dengan menjaga fokus ke titik jauh, perjalanan terasa lebih terkendali dan nyaman.
3. Konsumsi Makanan Ringan
Mual sering kali diperburuk oleh kondisi perut yang kosong atau bahkanterlalu penuh. Karena alasan tersebut, penting untuk mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna sebelum memulai perjalanan. Makanan seperti roti, biskuit, atau buah dapat membantu menjaga keseimbangan kadar gula darah dan mencegah rasa mual muncul di tengah perjalanan.
Menghindari makanan berlemak dan terlalu pedas juga penting. Jenis makanan tersebut memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna serta dapat meningkatkan produksi asam lambung. Ketika kendaraan berguncang, perut yang penuh dengan makanan berat akan lebih mudah menimbulkan rasa mual dan perih.
Selama perjalanan, Anda dapat membawa camilan ringan seperti kue kering atau buah untuk menjaga kondisi perut tetap nyaman. Karena dehidrasi dapat memperburuk gejala mual., jangan lupa untuk minum air putih dalam jumlah cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
4. Gunakan Aromaterapi untuk Menenangkan Perut
Aromaterapi telah lama dikenal untuk membantu meredakan mual. Aroma tertentu mampu memberikan efek menenangkan pada sistem saraf dan membantu area perut menjadi lebih rileks.
Beberapa aroma yang terkenal efektif adalah peppermint, jahe, lemon, dan lavender. Aroma-aroma ini dapat digunakan melalui inhaler aromaterapi, minyak esensial, atau tisu yang telah ditetesi minyak aromatik.
Peppermint merupakan salah satu aroma paling populer untuk meredakan mual. Aroma dingin dan segarnya memberikan sensasi lega pada pernapasan sekaligus menenangkan perut. Ini berlaku pula pada jahe yang dikenal sebagai bahan alami untuk mengatasi rasa tidak nyaman pada lambung.
Lemon memberikan aroma segar yang membantu meningkatkan fokus sehingga otak tidak terlalu terpengaruh oleh sinyal gerakan. Sementara itu, wangi lavender bekerja lebih ke arah menenangkan tubuh dan pikiran, sehingga cocok untuk perjalanan panjang yang melelahkan.
Pemakaian aromaterapi tidak hanya praktis, tetapi juga dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan. Anda bisa menghirup aromanya secara perlahan setiap kali mual mulai datang.
Selain menghirup minyak aromaterapi, Anda juga bisa mengoleskan minyak esensial sejenis seperti Minyak Kayu Putih Cap Lang. Mengoleskan secukupnya pada perut atau area lain yang diinginkan sudah bisa meredakan mual yang kerap dialami selama perjalanan jauh.
5. Atur Pola Napas
Teknik pernapasan merupakan salah satu cara yang sering diabaikan, padahal cukup efektif untuk meredakan mual. Ketika mual muncul, tubuh cenderung mengambil napas pendek dan cepat. Pola napas seperti ini meningkatkan rasa tegang yang dialami tubuh dan membuat gejala mual semakin kuat.
Dengan mengatur napas menjadi lebih panjang dan terkontrol, tubuh memperoleh lebih banyak oksigen sehingga otak perlahan menjadi lebih tenang. Tarik napas perlahan melalui hidung, tahan sebentar, kemudian hembuskan melalui mulut dengan ritme lembut. Ulangi beberapa kali hingga rasa mual mulai berkurang.
Teknik ini membantu mengurangi aktivitas saraf yang memicu rasa pusing dan mual. Selain itu, pernapasan teratur membantu mengalihkan fokus dari rasa tidak nyaman sehingga membuat otak lebih rileks. Cara tersebut cocok diterapkan ketika Anda berada di kendaraan dengan guncangan minimal.
Karena relatif mudah, mengatur pola napas adalah metode alami yang mudah dipraktikkan kapan saja selama perjalanan. Dengan melatih teknik pernapasan tersebut, tubuh bisa lebih stabil menghadapi gerakan kendaraan.
Itulah beberapa informasi terkait cara meredakan mual selama perjalanan yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- CN Traveller (2025). Why do we get more sick when we travel? 24 ways to avoid getting sick when travelling this winter. https://www.cntraveller.com/article/best-ways-to-avoid-getting-sick-when-travelling-this-winter.
- Emory Healthcare (2025). Healthy on the Go: 7 Tips to Avoid Getting Sick While Traveling. https://www.emoryhealthcare.org/stories/wellness/healthy-on-the-go-tips-to-avoid-getting-sick-while-traveling.
- Johns Hopkins Medicine (n.d). What To Do If You Get Sick While Traveling. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/what-to-do-if-you-get-sick-while-traveling.
- NHS (2023). Motion sickness. https://www.nhs.uk/conditions/motion-sickness.

