Skip links
Cara Tahu Tidur Berkualitas Atau Tidak

Begini Cara Tahu Tidur Berkualitas Atau Tidak

Cara Tahu Tidur Berkualitas Atau TidakDi tengah aktivitas harian yang terus bergerak cepat, tidur menjadi satu-satunya waktu tubuh mendapatkan kesempatan untuk benar-benar pulih. Namun, tidak semua aktivitas tidur memberikan efek yang sama.

Ada tidur yang membuat tubuh terasa segar dan kembali bertenaga, tetapi ada juga tidur yang justru meninggalkan rasa lelah, pusing, bahkan mudah emosi sepanjang hari. Perbedaan ini tidak hanya berasal dari durasi tidur, tetapi juga kualitasnya.

Banyak orang merasa sudah tidur cukup, tetapi tetap bangun dengan tubuh yang berat dan pola pikir yang kurang jernih. Sering kali penyebabnya adalah kualitas tidur yang baik sehingga tidak membuat tubuh pulih dan siap beraktivitas kembali.

Tanpa disadari, tubuh mungkin tidak memasuki fase tidur dalam yang diperlukan untuk memperbaiki sel, mengatur hormon, dan memulihkan energi tubuh. Oleh karena itu, memahami ciri-ciri tidur berkualitas menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Bagaimana Cara Tahu Tidur Berkualitas atau Tidak?

Untuk mencari tahu apakah tidur Anda berkualitas atau tidak, ada beberapa indikator yang menandakan seseorang telah memiliki tidur yang baik atau tidak. Berikut adalah contohnya.

1. Bangun dengan Tubuh yang Segar

Salah satu tanda paling mudah untuk menilai kualitas tidur adalah bagaimana kondisi tubuh masing-masing saat bangun pagi. Jika Anda membuka mata dengan tubuh yang terasa ringan, pikiran lebih tenang, dan tanpa rasa nyeri yang mengganggu, kemungkinan besar Anda mengalami tidur yang berkualitas. Ini disebabkan karena saat Anda tidur dan memasuki fase deep sleep, tubuh bekerja memperbaiki jaringan dan mengisi ulang energi sehingga rasa segar lebih mudah tercapai.

Sebaliknya, jika bangun tidur selalu diiringi rasa lelah, tubuh kaku, atau sulit fokus, ini menjadi sinyal bahwa kualitas tidur Anda tidak optimal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tubuh tidak mendapatkan tidur berkualitas yang cukup, di mana tidak tidur pulas tanpa masuk ke fase perbaikan.

Fase deep sleep yang terganggu atau tidak memadai dapat membuat tidur menjadi tidak efektif meskipun Anda tidur berjam-jam. Tubuh juga membutuhkan ritme tidur yang konsisten. Jika jam tidur sering berubah-ubah, tubuh memerlukan usaha ekstra untuk menyesuaikan diri sehingga kualitas tidur menurun. Oleh sebab itu, memerhatikan kondisi tubuh setelah bangun dapat menjadi indikator awal apakah tidur Anda benar-benar memberikan efek pemulihan.

2. Tidak Terbangun Berkali-kali di Tengah Malam

Tidur yang berkualitas berlangsung dalam siklus yang stabil tanpa sering terbangun. Seseorang yang terbangun berkali-kali di malam hari akan mengalami gangguan pada siklus tidur, terutama fase deep sleep yang penting bagi pemulihan tubuh. Gangguan ini membuat tubuh sulit mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki jaringan dan menstabilkan hormon.

Gangguan tidur bisa dipicu banyak hal seperti kondisi kamar yang tidak nyaman, stres, konsumsi kafein sebelum tidur, atau gangguan kesehatan tertentu. Terbangun sesekali memang masih dianggap normal. Tetapi bila terjadi berulang setiap malam, kualitas tidur akan mudah mengalami penurunan drastis.

Jika Anda merasa jam tidur cukup tetapi tubuh tetap terasa lelah di pagi hari, kemungkinan besar siklus tidur Anda sering terputus tanpa disadari. Memperbaiki lingkungan tidur, mengurangi stimulus sebelum tidur seperti paparan gadget, atau mengatur pola makan malam dapat membantu mengurangi gangguan ini dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Mudah Berkonsentrasi di Pagi Hingga Siang Hari

Kualitas tidur yang baik ditandai dengan fungsi otak yang optimal ketika bangun. Jika Anda dapat berkonsentrasi dengan baik di pagi hari, mengingat informasi lebih mudah, serta tidak merasakan kantuk berlebihan menjelang siang, itu pertanda tubuh mendapat tidur yang berkualitas.

Ini disebabkan karena otak membutuhkan tidur yang memadai untuk memperbaiki sel dan menata ulang memori. Sebaliknya, ketika tidur tidak berkualitas, tubuh memberikan sinyal berupa rasa mengantuk terus-menerus, sulit fokus, atau mudah lupa.

Ini menunjukkan bahwa otak tidak sempat memasuki fase deep sleep yang penting untuk pemulihan fungsi neurologis. Akibatnya, performa mental turun dan tubuh terasa tidak siap menjalani aktivitas.

Mengantuk pada jam-jam produktif biasanya menunjukkan bahwa tidur malam tidak memuaskan. Bila kondisi ini muncul berulang kali, hal tersebut bisa menjadi tanda gangguan kualitas tidur yang perlu diperbaiki, bukan sekadar masalah kurang tidur.

4. Suasana Hati Cenderung Stabil

Suasana hati sangat dipengaruhi oleh kualitas tidur. Ketika tidur tidak optimal, tubuh memproduksi hormon stres lebih banyak, sehingga Anda lebih mudah gelisah, sensitif, dan marah. Sebaliknya, tidur yang berkualitas membantu menstabilkan hormon, memperbaiki mood, dan meningkatkan ketahanan emosional.

Jika Anda bangun dengan perasaan lebih tenang dan mampu menghadapi situasi dengan pikiran jernih, itu tanda bahwa tidur Anda berkualitas. Emosi yang terkontrolmenjadi tanda bahwa otak mendapatkan waktu yang cukup untuk beristirahat dan memperbaiki sistem kimiawinya. Karena alasan tersebut, tidur yang baik tidak hanya memulihkan tubuh, tetapi juga kondisi psikologis seseorang.

Di sisi lain, jika bangun tidur justru membuat Anda merasa tertekan, murung, atau mudah tersinggung, kemungkinan besar kualitas tidur malam sebelumnya kurang baik. Perubahan ini terlihat bahkan ketika durasi tidur sebenarnya cukup. Suasana hati adalah indikator sederhana namun akurat untuk menilai apakah tidur seseorang benar-benar berkualitas atau tidak.

5. Tidak Mengalami Sakit Kepala saat Bangun

Sakit kepala di pagi hari sering kali menjadi tanda bahwa Anda tidak tidur dengan baik. Gangguan pernapasan seperti sleep apnea, stres berlebihan, atau postur tidur yang tidak tepat dapat menyebabkan ketegangan otot dan sakit kepala saat bangun. Tubuh yang terus berada dalam kondisi tegang sepanjang malam tidak akan mendapatkan relaksasi yang diperlukan.

Sebaliknya, tidur yang berkualitas memberi kesempatan otot untuk benar-benar rileks. Ketika Anda bangun tanpa rasa nyeri di bagian bahu, leher, atau punggung, itu menunjukkan tubuh bisa menjalani proses perbaikan secara optimal. Otot yang beristirahat dengan baik akan membuat Anda merasa lebih siap menjalani hari.

Tidak hanya otot yang membutuhkan waktu untuk pulih, saraf pun turut membutuhkan istirahat. Rasa nyeri, kaku, atau migrain di pagi hari sering kali menunjukkan adanya gangguan dalam aliran oksigen atau tidur yang terlalu dangkal. Oleh karena itu, perhatikan kondisi tubuh setiap kali bangun untuk menilai kualitas tidur Anda.

Apabila terlanjur memiliki masalah kualitas tidur yang buruk, Anda bisa mencoba untuk mengonsumsi obat-obatan khusus seperti Insoven. Kandungan herbal di dalamnya dirancang untuk mengatasi insomnia atau gangguan tidur lainnya tanpa menimbulkan efek samping yang berarti, contohnya seperti ketagihan obat atau pusing saat bangun.

Itulah beberapa informasi terkait cara tahu tidur berkualitas atau tidak yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:

  • Medical News Today (2017). How to tell if you’ve had a good night’s sleep. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319525.
  • National Sleep Foundation (2024). What Is Sleep Quality?. https://www.thensf.org/what-is-sleep-quality.
  • Sleep Foundation (2025). How To Determine Poor Sleep Quality. https://www.sleepfoundation.org/sleep-hygiene/how-to-determine-poor-quality-sleep.
  • The University of Alabama at Birmingham (2020). Seven signs of poor sleep. https://www.uab.edu/news/news-you-can-use/seven-signs-of-poor-sleep.
Explore
Drag