Ciri-Ciri Luka Infeksi – Setiap luka pada tubuh sebenarnya adalah bagian dari mekanisme alami manusia. Tubuh berusaha melindungi diri dengan membentuk peradangan ringan agar kuman tidak mudah masuk. Namun, tidak semua luka sembuh dengan lancar.
Dalam beberapa kondisi, luka justru mengalami infeksi yang membuat proses penyembuhan melambat dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Sayangnya, beberapa orang menganggap kondisi seperti kemerahan atau sedikit nyeri adalah hal biasa, padahal bisa saja itu merupakan gejala awal infeksi. Jika dibiarkan, infeksi ringan bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius dan bahkan menimbulkan komplikasi kesehatan, khususnya pada area kulit.
Ciri-Ciri Luka Infeksi yang Sering Muncul
Agar terhindar dari komplikasi pada area kulit, berikut adalah ciri-ciri luka infeksi yang sering muncul dan patut diwaspadai.
1. Luka Terlihat Merah dan Membengkak
Salah satu ciri paling umum dari luka infeksi adalah adanya kemerahan di sekitar area luka. Jika awalnya hanya berupa garis kecil, kemudian berubah menjadi lebih lebar dan menyebar, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya kuman yang berkembang di dalam luka.
Selain kemerahan, bengkak juga sering ikut muncul sebagai gejala lainnya. Bengkak muncul karena tubuh meningkatkan aliran darah ke area tersebut untuk melawan bakteri. Namun, bukannya membantu penyembuhan, respons ini bisa semakin parah jika infeksi tidak ditangani. Bengkak dan kemerahan biasanya diikuti rasa tidak nyaman yang semakin meningkat seiring waktu. Jika kondisi ini terus dibiarkan, luka akan sulit kering dan justru bertambah besar.
2. Nyeri yang Semakin Bertambah
Nyeri pada luka adalah hal yang normal. Akan tetapi, jika rasa nyeri semakin bertambah intens setiap hari, itu bisa jadi menandakan adanya infeksi.
Nyeri akibat infeksi cenderung tidak berkurang meskipun luka sudah dibersihkan. Hal ini terjadi karena jaringan di sekitar luka mengalami peradangan berlebihan. Saraf-saraf di area tersebut menjadi lebih sensitif sehingga rasa sakit yang dirasakan lebih tajam.
Nyeri yang tidak wajar sering membuat penderitanya sulit beraktivitas. Oleh sebab itu, jangan anggap remeh jika luka terasa semakin sakit meskipun sudah dirawat.
3. Luka Mengeluarkan Cairan atau Nanah
Ciri lain dari luka infeksi adalah munculnya cairan berwarna kuning, kehijauan, atau putih kental yang dikenal sebagai nanah. Nanah adalah kumpulan sel darah putih yang mati ketika melawan bakteri.
Apabila luka Anda mengeluarkan cairan seperti ini, artinya tubuh sedang berusaha melawan infeksi yang cukup serius. Cairan tersebut biasanya juga disertai dengan bau tidak sedap. Nanah adalah tanda bahwa luka membutuhkan penanganan medis segera. Bakteri bisa menyebar lebih jauh ke jaringan lain apabila kondisi ini terus dibiarkan.
4. Muncul Bau Tidak Sedap pada Luka
Bau menyengat dari luka juga merupakan tanda infeksi. Bau ini muncul karena adanya aktivitas bakteri yang berkembang biak di dalam luka dan menghasilkan zat sisa metabolisme. Awalnya bau mungkin terasa samar, namun lama-lama menjadi semakin jelas. Kondisi ini membuat penderita tidak nyaman dan bisa mengganggu orang lain di sekitarnya. Jika luka sudah mengeluarkan bau, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis. Penanganan cepat akan mencegah infeksi semakin dalam dan lama untuk disembuhkan.
5. Luka Tidak Kunjung Sembuh
Luka yang normal biasanya akan menunjukkan tanda perbaikan dalam beberapa hari. Namun, jika luka tidak menunjukkan perubahan berarti bahkan setelah dirawat dengan baik, itu bisa menandakan infeksi.
Proses penyembuhan yang lambat menunjukkan adanya gangguan pada regenerasi sel kulit. Bakteri yang berkembang biak di area luka menghambat pembentukan jaringan baru. Semakin lama luka dibiarkan tanpa perubahan, semakin besar pula risiko komplikasi yang bisa terjadi.
6. Demam atau Tubuh Terasa Lemah
Infeksi pada luka tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga bisa memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan. Salah satu tanda atau gejala yang sering muncul adalah demam. Demam terjadi karena tubuh berusaha melawan infeksi dengan meningkatkan suhu agar bakteri tidak mudah berkembang. Selain itu, penderita juga sering merasa lemah dan tidak bertenaga. Jika luka kecil saja sudah menimbulkan demam, ini pertanda infeksi cukup serius dan harus segera ditangani oleh tenaga medis profesional.
7. Kulit di Sekitar Luka Terasa Hangat
Saat luka terinfeksi, kulit di sekitarnya biasanya terasa lebih hangat daripada area lain. Hal ini disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke area luka sebagai bagian dari respon tubuh. Walaupun pada awalnya hangat bisa dianggap wajar, jika berlanjut terlalu lama, kondisi ini bisa menjadi pertanda peradangan parah. Rasa hangat ini sering kali juga disertai nyeri saat disentuh. Oleh sebab itu, hal seperti ini tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda infeksi yang sedang berkembang semakin parah.
Apa Saja Penyebab Luka Infeksi?
Selain mengetahui ciri-ciri luka yang mengalami infeksi, Anda juga perlu mengenal apa saja penyebab luka infeksi sehingga dapat mengantisipasinya di masa mendatang, contohnya sebagai berikut.
1. Luka Tidak Dibersihkan dengan Benar
Penyebab paling umum luka menjadi infeksi adalah kurangnya kebersihan. Luka yang dibiarkan kotor atau hanya dibersihkan seadanya sangat rentan dimasuki bakteri. Debu, tanah, atau kotoran kecil yang menempel bisa menjadi sumber utama infeksi. Ketika tidak segera dibersihkan dengan air mengalir atau larutan saline, bakteri akan berkembang biak dengan cepat.
2. Menyentuh Luka dengan Tangan Kotor
Banyak orang tidak sadar sering menyentuh luka dengan tangan yang belum dicuci. Padahal, tangan adalah bagian tubuh yang paling banyak bersentuhan dengan kuman. Ketika tangan yang kotor menyentuh luka, bakteri berpindah dengan mudah dan memicu infeksi. Bahkan kebiasaan sederhana seperti menggaruk atau menekan luka pun bisa membuat kondisinya semakin parah.
3. Tidak Rutin Mengganti Plester atau Perban
Perban yang lembap adalah tempat ideal bagi bakteri berkembang biak. Jika perban tidak diganti secara rutin, luka akan tetap basah dan sulit sembuh. Di sisi lain, perban kotor bisa membawa kuman tambahan yang memperburuk kondisi luka. Itulah sebabnya mengganti perban setiap hari atau saat sudah lembap sangat dianjurkan.
Untuk mencegah hal tersebut, pemilihan produk plester yang tepat seperti Hansaplast Kain Elastis sangat diperlukan. Jenis plester ini sendiri dapat melindungi luka ringan dari kotoran dan bakteri sehingga mencegahnya dari bahaya infeksi, ditambah lagi dengan bahan yang lentur sehingga memudahkan untuk tetap beraktivitas dengan nyaman.
Itulah beberapa informasi terkait ciri-ciri luka infeksi yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya! Cek artikel Hansaplast atau produk kesehatan lainnya dari VIVA Apotek.
Belanja Kebutuhan Obat & Vitamin Sekarang Makin Mudah Lewat WhatsApp!
✨ Dapatkan DISKON Rp30.000 🛍️ Minimal belanja Rp75.000 🚚 BEBAS ONGKIR hingga Rp10.000 💬 Gratis Konsultasi Apoteker!
📲 Klik link dibawah ini ⬇️
https://bit.ly/BelanjaVIVAApotek atau scan QR code di gambar untuk mulai belanja sekarang!
Kuota terbatas ya, buruan manfaatkan promonya! VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat.
Referensi:
- DermNet (2005). Wound infection. https://dermnetnz.org/topics/wound-infections.
- Medical News Today (2024). How to recognize and treat an infected wound. https://www.medicalnewstoday.com/articles/325040.
- NHS (2024). Identifying a wound infection. https://www.uhsussex.nhs.uk/resources/identifying-a-wound-infection.
- OSF Healthcare (2025). How to tell if a wound is healing or infected. https://www.osfhealthcare.org/blog/how-to-tell-if-a-wound-is-healing-or-infected.
- Seattle Children’s (2025). Wound Infection. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/wound-infection.



