Ciri-Ciri Tubuh Kekurangan Vitamin dan Mineral – Kebutuhan tubuh terhadap vitamin dan mineral umumnya baru terasa ketika beberapa gejala tertentu yang mengganggu sudah muncul. Padahal, meskipun jumlahnya kecil, kedua komponen ini tetap memiliki dampak pada sebagian besar proses metabolisme tubuh.
Ketika asupan tidak mencukupi, tubuh mulai memberikan sinyal yang sering diabaikan atau dianggap sebagai keluhan ringan sehari-hari. Padahal, sinyal ini merupakan cara tubuh memberi tahu kita untuk lebih memperhatikan pola makan dan gaya hidup.
Dengan memahami tanda-tanda ini, Anda bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat sebelum kondisi berubah menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius.
Ciri-Ciri Tubuh Kekurangan Vitamin dan Mineral
Untuk mencegah gejala yang semakin memburuk, ini adalah beberapa ciri-ciri tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang umum ditemui dan cukup mudah untuk diidentifikasi.
1. Mudah Lelah Sepanjang Hari
Rasa lelah yang muncul tanpa alasan jelas merupakan salah satu gejala paling umum ketika tubuh kekurangan vitamin B kompleks, zat besi, atau magnesium. Vitamin B berperan penting dalam mengubah makanan menjadi energi. Ketika jumlahnya tidak mencukupi, proses produksi energi menjadi lambat dan tubuh merespons dengan munculnya sensasi lelah yang tak kunjung hilang.
Rasa lelah ini biasanya tidak membaik meski sudah tidur cukup, sehingga sering dianggap sebagai keletihan kronis. Sayangnya, situasi tersebut sering tidak disadari karena gejalanya muncul secara bertahap dan dibarengi dengan keluhan lain seperti pusing atau mudah mengantuk.
Di samping itu, magnesium berperan dalam relaksasi otot dan regulasi sistem saraf. Kekurangan magnesium membuat tubuh sulit mencapai kondisi rileks, sehingga tidur menjadi kurang berkualitas.
Ketika tidur terganggu, tubuh tidak mendapatkan pemulihan optimal dan membuat rasa lelah terus berlanjut di siang hari. Bila dibiarkan, kondisi ini bisa memicu stres serta menurunkan daya tahan tubuh.
Jika rasa lelah terus hadir tanpa pemicu jelas seperti aktivitas berat atau kurang tidur, Anda disarankan untuk mengevaluasi pola makan dan memastikan tubuh mendapatkan asupan vitamin B, zat besi, serta magnesium yang memadai. Perbaikan asupan nutrisi umumnya mampu mengembalikan energi tubuh secara bertahap.
2. Rambut Rontok dan Kuku Rapuh
Kekurangan vitamin D, zat besi, zinc, dan biotin dapat menjadi penyebab rambut rontok berlebihan. Rambut membutuhkan nutrisi yang cukup agar setiap folikelnya mampu menghasilkan helai rambut yang kuat.
Ketika cadangan nutrisi berkurang, pertumbuhan rambut melambat dan helai yang tumbuh cenderung lebih tipis serta mudah patah. Hal ini bisa terlihat dari jumlah rambut yang menempel pada sisir atau jatuh ketika keramas.
Zat besi dan zinc berperan dalam proses regenerasi sel termasuk sel folikel rambut. Kekurangan dua mineral ini membuat siklus pertumbuhan rambut terganggu. Kuku juga ikut menunjukkan gejala berupa tekstur yang rapuh, mudah pecah, atau tampak menunjukkan garis-garis halus.
Tidak hanya itu, biotin sebagai salah satu vitamin B memiliki peran khusus dalam menjaga kesehatan rambut dan kuku. Kekurangan biotin bisa menyebabkan kuku tampak kusam dan mudah melengkung. Rambut yang kurang biotin biasanya tampak lebih tipis, kering, dan sulit diatur.
Jika perubahan pada rambut dan kuku muncul tiba-tiba, mengubah pola makan menjadi langkah perbaikan awal yang baik. Tambahan makanan kaya protein, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta konsumsi vitamin D dari paparan matahari dapat membantu memperbaiki kondisi rambut dan kuku secara bertahap.
3. Kulit Kusam dan Kering
Kulit merupakan indikator lainnya dari kadar nutrisi yang dimiliki tubuh. Ketika tubuh kekurangan vitamin A, vitamin C, vitamin E, atau omega-3, kulit biasanya menjadi lebih kering, mudah teriritasi, dan tampak kusam. Vitamin-vitamin ini sendiri berfungsi menjaga elastisitas kulit, memperbaiki jaringan, dan melindungi dari kerusakan akibat radikal bebas.
Vitamin A berperan dalam regenerasi sel kulit. Kekurangannya menyebabkan kulit tampak mengelupas, kasar, atau bersisik pada area lengan dan betis. Sementara itu, vitamin C merupakan komponen penting dalam produksi kolagen. Tanpa kolagen yang cukup, kulit tidak lagi kenyal dan tampak lebih cepat mengalami penuaan.
Omega-3 sendiri membantu menjaga kelembapan alami kulit dengan memperkuat lapisan pelindungnya. Ketika tubuh kekurangan asam lemak ini, kulit dapat menjadi mudah kering bahkan ketika Anda sudah menggunakan pelembap. Kondisi ini sering muncul bersamaan dengan kulit yang tampak memerah atau perih akibat sensitivitasnya yang meningkat.
Apabila tekstur kulit terasa berbeda dari biasanya, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa tubuh sedang membutuhkan asupan nutrisi tambahan. Pola makan yang kaya buah-buahan, sayuran segar, kacang-kacangan, serta ikan berlemak dapat memberikan perubahan signifikan terhadap kesehatan kulit.
4. Luka yang Sulit Sembuh
Salah satu tanda umum kekurangan vitamin C, zinc, dan protein lainnya adalah luka yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.
Proses penyembuhan luka memerlukan regenerasi sel yang cepat, produksi kolagen, serta respons imun yang optimal. Ketika nutrisi di atas tidak mencukupi, ketiga proses tersebut menjadi lambat sehingga luka tampak tidak kunjung membaik.
Vitamin C sendiri berperan dalam memperkuat jaringan ikat serta mempercepat regenerasi kulit. Ketika tubuh kekurangan vitamin C, luka kecil sekalipun dapat terlihat lebih merah dan membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengering. Dalam kasus ekstrem, luka bahkan bisa mengalami pendarahan kecil akibat pembuluh darah yang rapuh.
Zinc memiliki fungsi penting dalam pertumbuhan sel serta fungsi imun. Kekurangan zinc membuat tubuh lebih rentan infeksi yang dapat memperburuk kondisi luka. Hal ini biasanya terlihat pada luka lecet, gigitan serangga, atau jerawat yang membesar dan sulit kering.
Jika luka kecil saja tidak kunjung sembuh atau hilang, ada baiknya untuk meninjau kembali pola makan Anda. Tambahkan makanan kaya protein, jeruk, sayuran hijau, telur, serta biji-bijian untuk membantu mempercepat proses pemulihan alami tubuh.
5. Kram Otot dan Kesemutan
Kekurangan magnesium, kalsium, dan kalium sering menimbulkan gejala berupa kram otot, kesemutan, atau betis yang terasa seperti tertarik. Mineral-mineral ini memiliki peran dalam menghantarkan sinyal saraf dan menjaga kontraksi otot tetap stabil. Ketika kadarnya menurun, otot menjadi lebih sensitif dan mudah mengalami kejang.
Magnesium membantu menstabilkan saraf sehingga kontraksi otot tidak terlalu cepat. Kekurangannya dapat menyebabkan otot terasa tegang sepanjang hari. Banyak orang mengira kondisi ini adalah akibat kelelahan, padahal sebenarnya merupakan tanda tubuh memerlukan mineral tambahan.
Kalsium berfungsi dalam mekanisme kontraksi otot. Kekurangan kalsium dapat memicu kram terutama pada malam hari. Sementara itu, kalium membantu menyeimbangkan cairan dalam sel otot. Ketika kalium turun, muncul sensasi kesemutan atau lemas pada kaki dan tangan.
Jika kram atau kesemutan muncul berulang, mulailah memerhatikan konsumsi air dan makanan tinggi mineral seperti pisang, alpukat, susu, dan sayuran hijau. Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat mengganggu mobilitas sehari-hari.
Di samping memperbaiki pola makan, kekurangan vitamin dan mineral juga bisa diatasi dengan konsumsi multivitamin seperti Renovit. Konsumsinya sebanyak 1 kali sehari dapat mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral harian sehingga menjaga kesehatan tubuh secara umum.
Itulah beberapa informasi terkait ciri ciri tubuh kekurangan vitamin dan mineral yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- Cleveland Clinic (2025). Vitamin Deficiency. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/vitamin-deficiency.
- Everyday Health (2024). 7 Common Nutrient Deficiencies: Know the Signs. https://www.everydayhealth.com/hs/guide-to-essential-nutrients/common-nutrient-deficiencies.
- Harvard Health Publishing (2022). The truth about nutrient deficiencies. https://www.health.harvard.edu/nutrition/the-truth-about-nutrient-deficiencies.
- Healthline (2024). 8 Common Signs You’re Deficient in Vitamins and Minerals. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-deficiency.

