Manfaat Madu untuk Meredakan Batuk – Madu sudah lama dikenal sebagai bahan alami yang bermanfaat untuk kesehatan, salah satunya untuk membantu meredakan batuk. Kandungan antioksidan, antibakteri, serta teksturnya yang lembut membuat madu mampu menenangkan tenggorokan yang gatal dan mengurangi dorongan untuk batuk. Karena itulah, manfaat madu untuk meredakan batuk sering dijadikan alternatif alami sebelum mengonsumsi obat kimia, baik untuk anak maupun orang dewasa.
Manfaat Madu untuk Meredakan Batuk
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manfaat madu dapat membantu meredakan batuk, bahkan dinilai lebih efektif dibandingkan beberapa jenis obat batuk tertentu. Namun, penting untuk diketahui bahwa sebagian besar penelitian tentang madu dan batuk dilakukan pada anak-anak, sehingga efektivitasnya pada orang dewasa belum sepenuhnya jelas.
Misalnya, sebuah penelitian menemukan bahwa madu dapat mengurangi frekuensi dan intensitas batuk pada anak usia 1 hingga 18 tahun. Ketika dibandingkan dengan berbagai pengobatan lain, hasilnya menunjukkan bahwa madu memiliki beberapa manfaat.
- Lebih baik dibandingkan tanpa pengobatan (atau plasebo).
- Lebih efektif dibandingkan diphenhydramine.
- Memiliki efek yang sebanding dengan dextromethorphan.
- Memiliki efek yang mirip dengan salbutamol.
Meski begitu, efektivitas madu tergantung pada penyebab batuk serta lamanya gejala. Jika batuk berlangsung lebih dari 2 minggu, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis karena bisa saja diperlukan antibiotik. Madu bekerja dengan cara menenangkan tenggorokan dan melapisi reseptor batuk. Beberapa manfaat madu untuk meredakan batuk antara lain sebagai berikut.
- Mengandung antioksidan yang membantu mengurangi peradangan di tenggorokan.
- Memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu mencegah infeksi.
- Dapat mengurangi produksi lendir berlebih.
- Teksturnya yang kental dapat membantu meredakan iritasi tenggorokan yang memicu batuk.
Cara Konsumsi Madu untuk Meredakan Batuk
Begini cara mengonsumsi madu untuk meredakan batuk pada anak dan orang dewasa.
1. Aturan Konsumsi Madu untuk Anak Batuk
Untuk anak usia di atas 1 tahun, madu bisa diberikan sebanyak ½ hingga 1 sendok teh. Awalnya, madu dapat dicampurkan dengan air hangat agar lebih mudah ditelan. Seiring bertambahnya usia dan kemampuan anak menelan, madu bisa diberikan langsung tanpa campuran. Mencampurkan ½ hingga 1 sendok teh madu ke dalam air hangat atau teh juga bisa menjadi pilihan yang nyaman bagi anak.
2. Campurkan dengan Teh
Bagi orang dewasa yang mengalami batuk atau radang tenggorokan, madu bisa dikonsumsi 1 sendok teh setiap 2 jam sekali. Madu dapat dicampur dengan teh herbal atau air hangat yang diberi perasan lemon untuk memberikan efek menenangkan di tenggorokan. Kombinasi madu dan teh hangat ini tidak hanya membantu meredakan batuk, tapi juga memberikan rasa nyaman saat tenggorokan terasa perih.
3. Konsumsi Sebelum Tidur
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa madu paling efektif dikonsumsi sebelum tidur. Hal ini karena gejala pilek dan batuk sering kali memburuk di malam hari. Saat tubuh berbaring, lendir dari hidung dan tenggorokan cenderung mengalir ke belakang dan memicu refleks batuk lebih sering.
Mengonsumsi madu sebelum tidur membantu tenggorokan menjadi lebih lembap dan terasa lega. Tekstur madu yang kental membantu melapisi dinding tenggorokan, sehingga mengurangi iritasi dan dorongan untuk batuk. Rasa manis alami dari madu juga dapat memberikan efek menenangkan yang membantu Anda tidur lebih nyenyak meski sedang batuk.
Jenis Madu yang Aman untuk Meredakan Batuk
Secara umum, madu yang dijual di pasaran aman dikonsumsi untuk membantu meredakan batuk. Namun, sebaiknya pilih madu yang sudah dipasteurisasi agar lebih higienis dan tahan lama. Perhatikan komposisi madu yang dijual di pasaran, ya! Hindari madu dengan komposisi gula yang sangat tinggi. Pilih madu murni yang alami.
Selain madu murni, kini ada juga produk herbal yang menggabungkan manfaat madu dengan bahan alami lain untuk membantu meredakan batuk, salah satunya adalah OBH Combi Herbal. Produk ini diformulasikan khusus untuk meredakan batuk yang disertai gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.
OBH Combi Herbal mengandung hedera helix leaf extract, madu, dan ekstrak akar manis yang membantu meredakan batuk dan mengencerkan dahak, mengurangi peradangan pada saluran pernapasan, serta mempercepat pemulihan.
Siapa yang Tidak Boleh Mengonsumsi Madu?
Meski manfaat madu untuk meredakan batuk sudah terbukti dan madu tergolong bahan alami yang aman, tidak semua orang disarankan untuk mengonsumsinya. Ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang perlu berhati-hati atau bahkan menghindari madu agar tidak menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.
1. Bayi di Bawah 1 Tahun
Bayi berusia di bawah 1 tahun tidak boleh diberikan madu, termasuk untuk mengobati batuk. Hal ini karena madu dapat mengandung spora Clostridium botulinum yang berisiko menyebabkan botulisme, yakni penyakit langka tapi berbahaya yang menyerang sistem saraf. Usus bayi belum cukup matang untuk melawan bakteri tersebut, sehingga konsumsi madu pada usia ini bisa sangat berisiko, meskipun kasusnya jarang terjadi.
2. Pasien Diabetes Tipe 2
Bagi penderita diabetes tipe 2, madu tidak sepenuhnya dilarang, tetapi konsumsinya harus dibatasi. Meskipun memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan gula pasir, madu tetap mengandung gula alami yang dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Namun, kandungan fruktosa dan glukosa pada madu lebih mudah dicerna tubuh, sehingga dampaknya terhadap kadar gula darah sedikit lebih ringan dibandingkan gula biasa. Tetap saja, konsumsinya perlu diawasi agar tidak memicu lonjakan gula darah.
3. Penderita Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS) juga perlu berhati-hati saat mengonsumsi madu. Kandungan fruktosa yang tinggi dalam madu termasuk dalam kelompok FODMAP, yaitu jenis karbohidrat yang sulit diserap tubuh.
Saat mencapai usus besar, makanan tinggi FODMAP dapat difermentasi oleh bakteri usus dan menghasilkan gas serta kelebihan cairan, yang dapat memperparah gejala IBS seperti kembung, nyeri perut, dan diare.
Dengan kandungan alami yang menenangkan tenggorokan dan membantu mengurangi lendir, tidak heran jika manfaat madu untuk meredakan batuk banyak dipercaya oleh masyarakat. Baik dikonsumsi langsung, dicampur dengan teh, maupun diminum sebelum tidur, madu bisa menjadi solusi alami yang efektif untuk membantu meredakan batuk secara aman dan nyaman. Yuk, selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan membeli suplemen dan obat terpercaya dari VIVA Apotek.
Referensi:
- GoodRX (2024). Does Honey Really Work to Soothe a Cough?. https://www.goodrx.com/conditions/cough/does-honey-help-cough.
- Mayo Clinic (2024). Mayo Clinic Minute: Can honey help with coughs?. https://newsnetwork.mayoclinic.org/discussion/mayo-clinic-minute-can-honey-help-with-coughs.
- Cleveland Clinic (2023). Honey for Your Sore Throat and Cough. https://health.clevelandclinic.org/honey-for-sore-throat-and-cough.

