Perbedaan Kompres Air dan Plester untuk Demam – Ketika anak sedang demam, orang tua biasanya langsung mencari cara untuk membantu menurunkannya secepat mungkin. Dua metode yang cukup populer adalah kompres air dan plester penurun demam.
Sebenarnya apa perbedaan kompres air dan plester untuk demam, dan mana yang lebih baik untuk digunakan. Artikel ini akan membahasnya secara lengkap agar Anda bisa memilih cara yang paling aman dan nyaman untuk si kecil.
Perbedaan Kompres Air dan Plester untuk Demam
Secara umum, perbedaan kompres air dan plester untuk demam terletak pada bentuk, cara kerja, serta efek kenyamanan yang diberikan.
1. Kompres Air (Kompres Hangat)
Kompres air adalah kain lembut yang direndam dalam air hangat atau air bersuhu ruangan, kemudian ditempelkan pada tubuh anak. Cara ini sudah digunakan sejak dulu untuk membantu meredakan demam.
Kompres hangat bekerja dengan memberikan suhu yang sedikit lebih rendah dari suhu tubuh anak, sehingga membantu menarik panas keluar melalui kulit. Proses ini membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mendorong penguapan, sehingga memberikan efek menurunkan suhu tubuh.
Namun, perlu diingat bahwa efek kompres biasanya bersifat sementara. Pada beberapa anak, kompres hangat dapat memberi rasa nyaman, tapi tidak selalu menurunkan demam secara signifikan.
2. Plester Penurun Demam
Plester penurun demam adalah lembaran sekali pakai yang mengandung hidrogel. Produk ini ditempelkan pada area kulit tertentu, biasanya di dahi, untuk memberikan sensasi dingin.
Plester ini bekerja dengan cara menyerap dan melepaskan panas dari permukaan kulit ke udara. Kandungan hidrogel mampu menahan air dalam jumlah besar, sehingga memberikan sensasi dingin yang bertahan cukup lama.
Saat ditempelkan, plester akan memberikan rasa sejuk yang membantu anak merasa lebih nyaman. Meski begitu, seperti kompres air, plester bukanlah obat dan tidak menggantikan pengobatan untuk demam tinggi.
Cara Menggunakan Plester untuk Menurunkan Demam Anak
Jika anak mengalami demam tinggi, Anda tetap perlu memberikan obat penurun demam dengan dosis yang dianjurkan dokter. Plester penurun demam hanya berfungsi sebagai bantuan sementara sambil menunggu obat bekerja. Berikut cara penggunaan yang aman.
- Baca dengan teliti petunjuk penggunaan pada kemasan, termasuk durasi pemakaian dan batas usia.
- Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan plester pada anak, terutama bayi atau anak dengan kondisi khusus.
- Pilih produk dari produsen terpercaya untuk menghindari risiko produk palsu.
- Jangan menempelkan plester pada area bekas suntikan vaksin atau kulit yang sedang iritasi, luka, atau ruam.
- Jika anak memiliki riwayat alergi atau gangguan pernapasan, Anda sebaiknya tidak menggunakan plester ini untuk mencegah reaksi yang tidak diinginkan.
- Selalu awasi kondisi anak selama penggunaan. Jika muncul reaksi tidak wajar seperti kemerahan, gatal, atau anak tampak tidak nyaman, segera hentikan pemakaian.
Anda bisa mencoba Bye Bye Fever Anak untuk membantu meredakan demam si kecil. Plester ini dapat digunakan untuk anak usia di atas 2 tahun dan bermanfaat untuk membantu mengurangi demam, sakit kepala, hingga sakit gigi.
Dengan efek dingin yang bertahan hingga 10 jam, Bye Bye Fever Anak memberikan rasa nyaman lebih lama. Daya lekatnya juga kuat dan aman dipakai bersamaan dengan obat penurun demam lainnya.
Cara Meredakan Demam pada Anak
Setelah memahami perbedaan kompres air dan plester untuk demam, Anda juga perlu mengetahui cara-cara lain yang dapat membantu meredakan demam pada anak di rumah. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan.
1. Jaga Hidrasi Anak
Saat demam, anak cenderung berkeringat lebih banyak sehingga risiko dehidrasi meningkat. Pastikan Anda menjaga asupan cairan mereka dengan baik. Untuk bayi di bawah 6 bulan, tetap berikan ASI atau susu formula sebagai sumber hidrasi utama dan hindari memberikan minuman lain kecuali dianjurkan dokter.
Untuk bayi di atas 6 bulan yang sudah mulai makan, ASI dan susu formula tetap dibutuhkan, tapi Anda juga bisa menambahkan air putih atau buah-buahan yang mengandung banyak air. Pada anak yang lebih besar, berikan lebih banyak air minum. Jika anak mengalami muntah atau diare, berikan cairan elektrolit seperti oralit atau produk serupa.
2. Berikan Makanan Bergizi
Anak yang sedang demam biasanya tidak terlalu berselera makan. Namun, ketika mereka ingin makan, berikan makanan yang sehat dan bernutrisi seimbang. Tubuh yang terpenuhi kebutuhan nutrisinya akan lebih kuat melawan infeksi.
3. Jangan Pakaikan Baju Tebal
Anak yang mulai demam biasanya ingin mengenakan pakaian tebal karena merasa kedinginan, tapi Anda sebaiknya tidak membiarkan mereka memakai pakaian berlapis-lapis. Pakaian tebal justru membuat panas tubuh sulit keluar dan bisa membuat suhu tubuh meningkat. Berikut tips agar anak tetap nyaman saat demam.
- Kenakan pakaian tipis dan berbahan katun.
- Hindari selimut tebal.
- Jaga suhu ruangan tetap nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
- Jika anak tampak sangat panas atau berkeringat, Anda bisa menempelkan kain lembap yang sejuk di dahi atau lehernya.
- Ganti pakaian anak bila basah oleh keringat agar mereka tetap nyaman.
4. Berikan Obat Pereda Demam Sesuai Anjuran Dokter
Jika demam anak masih ringan dan mereka tetap terlihat aktif, biasanya dokter menyarankan pemantauan tanpa obat. Demam rendah sebenarnya tidak berbahaya dan merupakan tanda tubuh melawan infeksi.
Namun, bila anak tampak tidak nyaman, Anda boleh memberikan paracetamol sesuai dosis yang dianjurkan dokter berdasarkan usia dan berat badan anak. Jangan memberikan dua jenis obat penurun demam sekaligus karena dapat memicu efek samping yang berbahaya.
5. Waspadai Tanda Bahaya
Demam kadang bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius. Segera bawa anak ke dokter jika mereka mengalami hal-hal berikut ini.
- Suhu di atas 38°C.
- Demam lebih dari 24 jam (anak <2 tahun) atau lebih dari 72 jam (anak >2 tahun).
- Sangat lemas.
- Tidur terganggu.
- Sakit tenggorokan atau sakit telinga.
- Sakit kepala hebat.
- Muncul ruam.
- Rewel berlebihan.
- Refleks dan koordinasi melemah.
- Kejang.
- Kulit tampak kebiruan.
Memahami perbedaan kompres air dan plester untuk demam membantu Anda memilih metode mana yang paling sesuai untuk anak. Kompres air cocok untuk memberi rasa hangat dan membantu menurunkan panas secara perlahan, sedangkan plester demam memberikan sensasi dingin cepat untuk meningkatkan kenyamanan. Keduanya adalah metode pendukung, bukan pengganti obat penurun demam.
Pastikan Anda tetap memantau kondisi anak dan konsultasi dengan dokter bila demam tidak kunjung membaik. Selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan membeli suplemen dan obat terpercaya dari VIVA Apotek!
Referensi:
- Vinmec (2025). Understanding fever-reducing patches correctly. https://www.vinmec.com/eng/blog/correct-understanding-of-antipyretic-patches-en.
- Parents (2025). The Do’s and Don’ts of Fighting a Fever. https://www.parents.com/health/fever/the-dos-and-donts-of-fighting-a-fever-0.

