Skip links
Apakah Dingin Bisa Membuat Bayi Kembung

Apakah Dingin Bisa Membuat Bayi Kembung? Ini Faktanya

Apakah Dingin Bisa Membuat Bayi KembungPerubahan suhu bisa membuat bayi terlihat rewel, sulit tidur, atau tampak tidak nyaman sehingga membuat orang tua cemas. Meskipun penyebabnya bisa jadi beragam, salah satu keluhan yang paling sering dikaitkan dengan suhu dingin adalah perut kembung.

Banyak keluarga meyakini bahwa udara dingin atau angin malam dapat memicu kembung pada bayi. Karena itulah, tidak sedikit orang tua yang menghindari membawa bayi keluar rumah di malam hari, menutup tubuh bayi dengan pakaian berlapis, atau membatasi penggunaan AC. Namun, apakah anggapan bahwa dingin menyebabkan bayi kembung memang benar?

Jika ditelusuri, hubungan antara suhu dingin dan kembung tidak sesederhana yang dibayangkan. Tubuh bayi memang lebih sensitif terhadap perubahan suhu dibandingkan orang dewasa. Lingkungan yang terlalu dingin memang dapat memengaruhi kenyamanan bayi, tetapi tidak secara langsung menyebabkan gas menumpuk di saluran cerna.

Di sisi lain, ada berbagai faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap munculnya kembung, mulai dari cara bayi menyusui, kondisi pencernaan, hingga aktivitas sehari-hari.

Apakah Dingin Bisa Membuat Bayi Kembung?

Secara medis, suhu dingin tidak secara langsung menyebabkan gas menumpuk di perut bayi. Artinya, udara dingin bukanlah penyebab utama terjadinya kembung pada bayi.

Namun, suhu dingin dapat memengaruhi kondisi bayi secara tidak langsung. Ketika bayi merasa kedinginan, tubuhnya menjadi lebih tegang. Kondisi tersebut membuat napas bayi bisa berubah menjadi lebih pendek sehingga lebih sering menangis. Semua hal ini dapat meningkatkan kemungkinan masuknya udara ke dalam perut meskipun tidak signifikan.

Saat bayi menangis dalam waktu lama, lebih banyak udara masuk ke saluran cerna. Udara inilah yang kemudian menjadi gas dan menyebabkan perut terasa penuh. Selain itu, bayi yang merasa kedinginan mungkin menyusu lebih cepat dan tidak teratur, sehingga lebih banyak udara yang ikut tertelan.

Suhu dingin juga dapat membuat perut bayi terasa tidak nyaman karena otot-otot tubuh lebih tegang dari biasanya. Situasi ini membuat gas yang ada di dalam perut terasa lebih menekan, sehingga bayi menjadi rewel dan tampak seperti sedang kembung.

Dengan kata lain, meskipun dingin tidak menjadi penyebab langsung, ada mekanisme tidak langsung yang membuat bayi terlihat seperti mengalami kembung. Kesimpulannya, dingin bukanlah sumber utama kembung, tetapi dapat menciptakan kondisi yang memperparah rasa tidak nyaman pada bayi.

Penyebab Utama Kembung pada Bayi

Alih-alih memikirkan suhu dingin yang membuat bayi kembung secara tidak langsung, ada beberapa penyebab lainnya yang diketahui berkaitan lebih erat dengan perut kembung pada bayi. Berikut adalah contohnya.

  • Posisi Menyusui yang Kurang Tepat

Salah satu penyebab paling umum dari kembung pada bayi adalah posisi menyusui yang tidak tepat. Baik saat menyusui langsung pada ibu maupun saat menggunakan botol, posisi kepala bayi harus sedikit lebih tinggi dari tubuhnya agar udara tidak terlalu mudah masuk ke saluran cerna.

Jika posisi bayi terlalu mendatar, susu akan turun lebih cepat dan udara yang tertelan berisiko menjadi lebih banyak.

Selain posisi kepala, cara bayi menyusui pada payudara juga sangat menentukan. Bila proses menyusui tidak sempurna, bayi akan berusaha menarik susu dengan lebih keras. Jika proses tersebut dibiarkan, udara pun akan ikut masuk ke mulutnya sehingga masuk ke perut dan menyebabkan gas menumpuk.

Untuk bayi yang menggunakan botol, aliran susu yang terlalu cepat atau lambat juga bisa menyebabkan bayi menelan udara. Lubang dot yang terlalu besar membuat bayi tersedak dan menelan udara, sementara lubang yang terlalu kecil membuat bayi mengisap lebih kuat sehingga udara ikut terbawa masuk.

Karena kondisi tersebut berkontribusi pada munculnya kembung, sebelum menghubungkan kembung dengan suhu dingin, periksa terlebih dahulu apakah posisi menyusui dan cara bayi menyusui pada payudara sudah benar atau belum.

  • Sistem Pencernaan Bayi Masih Berkembang

Penyebab lain yang lebih dominan dibandingkan suhu dingin adalah kondisi pencernaan bayi yang masih berkembang. Saluran cerna bayi, terutama di usia 0–6 bulan, belum memiliki kemampuan penuh untuk mengelola gas di dalamnya. Otot-otot usus masih lemah sehingga gas lebih sulit dikeluarkan melalui sendawa atau kentut.

Karena sistem pencernaan belum matang, gas yang seharusnya mudah keluar justru tertahan di dalam. Hal ini menyebabkan perut bayi tampak membesar, terasa keras, dan membuatnya rewel. Pada masa ini, bayi memang lebih rentan mengalami kembung apa pun kondisi suhu di sekitarnya. Bahkan pada suhu normal sekalipun, bayi tetap bisa mengalami kembung.

Selain itu, bayi baru lahir masih belajar beradaptasi dengan asupan nutrisi baru. Dari sebelumnya hanya menerima nutrisi melalui plasenta, kini perut bayi harus bekerja memproses susu. Proses adaptasi ini membuat gas lebih mudah terbentuk. Oleh sebab itu, wajar jika bayi sering mengalami kembung selama beberapa bulan pertama kehidupannya.

Cara Mengatasi Bayi Kembung yang Aman

Untuk meredakan penyebab di atas, ada berbagai cara mengatasi bayi kembung yang aman dilakukan sehingga anak Anda menjadi kembali sehat.

1. Coba Hangatkan Tubuh Bayi

Ketika bayi terlihat kembung maupun rewel akibat rasa tidak nyaman, menghangatkan tubuhnya dapat membantu meredakan ketegangan yang memperburuk kembung. Namun, penting untuk menghangatkan tubuh bayi secara bertahap, tidak berlebihan, dan tetap aman.

Cara sederhana seperti membedong, memberikan pakaian yang nyaman, atau memanfaatkan kain hangat di area perut pun dapat membantu.

Menghangatkan tubuh bayi membuat otot-otot perut lebih rileks sehingga gas lebih mudah keluar. Selain itu, rasa hangat memberikan efek menenangkan yang membuat bayi berhenti menangis sekaligus mengurangi masuknya udara tambahan ke perut.

Orang tua harus memastikan bahwa suhu ruangan tidak terlalu panas karena justru berisiko membuat bayi tidak nyaman. Tujuannya adalah memberikan kehangatan secukupnya agar bayi merasa tenang tanpa menyebabkan iritasi atau gerah. Kehangatan yang lembut sering kali cukup untuk membantu bayi kembali tenang.

2. Usap Perut Bayi dengan Lembut

Pijat lembut pada perut bayi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kembung. Gerakan memijat searah jarum jam membantu mendorong gas keluar melalui usus. Tidak hanya itu, sentuhan lembut dari orang tua memberikan rasa nyaman pada bayi sehingga menurunkan ketegangan otot yang dapat memperburuk kembung.

Untuk memijat, gunakan minyak khusus bayi atau minyak telon agar tangan tidak terlalu licin dan pijatan terasa lebih hangat. Gerakan memutar yang konsisten membantu merangsang sistem pencernaan agar bekerja lebih efektif mengeluarkan gas.

Memberikan pijatan perut secara teratur juga dapat membantu mencegah kembung, bukan hanya mengatasinya. Pencernaan yang aktif dan lancar menjadikan perut bayi tidak mudah mengalami penumpukan gas.

Tetapi pastikan untuk tidak memijat terlalu keras. Tekanan berlebihan bisa membuat bayi merasa semakin tidak nyaman. Fokuskan pada kelembutan dan ritme pijatan agar gas dapat keluar secara alami

3. Gerakkan Kaki Bayi Seperti Gerakan Mengayuh

Gerakan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda merupakan cara sederhana untuk membantu mengeluarkan gas dari perut. Gerakan kaki ini membantu merangsang usus bergerak lebih aktif sehingga gas lebih mudah terdorong keluar.

Letakkan bayi dalam posisi telentang di alas datar, kemudian gerakkan kakinya secara bergantian seperti sedang mengayuh sepeda. Lakukan secara perlahan dan penuh perhatian agar bayi tetap merasa nyaman. Aktivitas ini juga membantu memperkuat otot perut dan kaki bayi sekaligus meningkatkan koordinasi gerak tubuhnya.

Selain mendorong keluarnya gas, gerakan ini memberikan efek menenangkan karena membantu bayi fokus pada sensasi yang menyenangkan. Banyak bayi yang tersenyum atau tertawa ketika melakukan latihan ini, di mana hal tersebut menunjukkan bahwa tubuh mereka merasa sudah lebih lega.

Lakukan gerakan ini beberapa menit setiap hari, terutama setelah menyusu atau sebelum tidur, untuk membantu mengurangi risiko kembung.

Selain ketiga cara di atas, Anda juga bisa memberikan Transpulmin Kids Balsam untuk meredakan gejala kembung pada anak lewat kandungan minyak eucalyptus dan menthol yang dimilikinya. Meskipun begitu, produk balsam ini tidak dianjurkan untuk anak-anak berusia di bawah 2 tahun.

Itulah beberapa informasi terkait apakah dingin bisa membuat bayi kembung yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:

  • Enfamil (n.d). 6 Tips for Gassy Babies. https://www.enfamil.com/articles/help-ease-babys-gas-everyday-tips.
  • Flo (n.d). Infant Gas Relief: How to Treat and Prevent a Bloated Baby Belly. https://flo.health/being-a-mom/your-baby/baby-care-and-feeding/infant-gas-relief.
  • HealthHub (n.d). Guide to Common Infant Conditions. https://www.healthhub.sg/well-being-and-lifestyle/pregnancy-and-infant-health/guide-to-common-infant-conditions.
  • Parents (2025). 5 Reasons Your Kid May Be Bloated and How to Help. https://www.parents.com/recipes/scoop-on-food/reasons-your-kid-is-bloated-and-how-to-help.
Explore
Drag