Skip links

Inflason

Inflason

Inflason adalah obat dengan kandungan Prednison untuk meredakan peradangan pada kondisi rematik, lupus, radang usus, dan multiple sclerosis . 

Merek Dagang Inflason

Merek dagang Inflason antara lain: Inflason

Apa Itu Inflason

Apa itu Inflason?

  • Golongan: Obat keras (dengan resep dokter)
  • Kategori: Hormon Kortikosteroid
  • Manfaat: Meredakan peradangan pada kondisi rematik, lupus, radang usus, dan multiple sclerosis
  • Digunakan oleh: Dewasa
    • Ibu Hamil: Inflason termasuk ke dalam kategori C untuk keamanan ibu hamil. Itu artinya, studi berbasis hewan menunjukkan adanya risiko pada janin, namun studi pada ibu hamil belum tersedia. Penggunaan obat mungkin diperbolehkan oleh dokter bila manfaat yang didapat lebih besar ketimbang risikonya. 
    • Ibu Menyusui: Obat dapat terserap ke ASI dan dikhawatirkan masuk ke tubuh bayi dan menimbulkan efek samping. Jadi, Anda perlu konsultasi lebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat selama masa laktasi. 
    • Anak-anak: Obat tidak diperuntukkan bagi anak-anak.
  • Bentuk obat: Kaplet

Peringatan Sebelum Menggunakan Inflason

Sebelum menggunakan Inflason, perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap Prednisone atau obat lainnya. 
  • Beri tahu dokter mengenai obat resep, obat nonresep, suplemen, atau obat herbal yang sedang atau akan Anda gunakan.
  • Informasikan ke dokter jika Anda memiliki atau pernah memiliki penyakit diabetes, masalah mata, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, masalah usus, epilepsi, masalah kesehatan mental, osteoporosis, myasthenia gravis (gangguan kelemahan otot), penyakit autoimun, TBC, penyakit tiroid, penyakit ginjal, penyakit hati, miopati steroid (kelemahan otot pada tungkai atas dan tungkai bawah), dan infeksi bakteri, virus, parasit atau jamur.
  • Jika Anda akan menjalani operasi, termasuk operasi kecil dan perawatan gigi, beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi obat ini.
  • Dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan medis dan berbagai tes sebelum memulai pengobatan ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. 
  • Pastikan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika obat akan diberikan pada lansia. Ini karena lansia kemungkinan lebih sensitif mengalami efek samping dibanding orang dewasa dengan usia lebih muda. 
  • Hindari kontak dengan siapa pun yang terinfeksi cacar air, herpes zoster, atau campak selama menggunakan obat. 
  • Jika Anda akan menjalani tes laboratorium, misalnya tes kulit, beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi obat ini.

Dosis dan Aturan Pakai Inflason

Dosis umum Inflason berdasarkan bentuk obat, tujuan penggunaan, atau usia pasien adalah sebagai berikut:

  • Inflason Kaplet
    • Dewasa: 1-4 kaplet sehari atau menurut petunjuk dokter. Dosis diturunkan secara bertahap sampai dosis terendah efektif.

Durasi penggunaan obat dapat disesuaikan dengan arahan dokter maupun apoteker. 

Manfaat Inflason

Inflason adalah obat yang mengandung prednison dan tergolong ke dalam obat kortikosteroid. Tujuan penggunaan Inflation adalah meredakan peradangan pada kondisi berikut:

  • Rheumatoid arthritis (peradangan pada sendi jari, pergelangan tangan, kaki, dan pergelangan kaki)
  • Lupus (penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada organ-organ tertentu dalam tubuh)
  • Penyakit radang usus (sekelompok penyakit yang menyebabkan peradangan jangka panjang pada saluran pencernaan)
  • Multiple sclerosis (penyakit yang mempengaruhi otak dan atau sumsum tulang belakang).

Perlu Anda pahami bahwa penggunaan obat untuk mengobati penyakit yang berlangsung lama bertujuan untuk mengendalikan gejala tetapi tidak akan menyembuhkan penyakitnya.

Cara Menggunakan Inflason dengan Benar

Agar manfaatnya optimal, ikuti cara penggunaan Inflason yang benar seperti berikut.

  • Minum obat sesuai dengan petunjuk dokter atau sesuai petunjuk pada label. Jangan minum lebih banyak atau lebih sedikit dari yang dianjurkan dokter.
  • Obat dapat diminum sesudah makan. Pastikan Anda menelan utuh obatnya. Jangan membelah, menghancurkan, atau melarutkan obat. Setelah obat ditelan, minum segelas air putih.
  • Minum obat di waktu yang sama setiap harinya agar Anda tidak melewatkan dosis obat. Jika dosis terlewat, segera minum setelah Anda mengingatnya. Jika mendekati waktu minum dosis selanjutnya, jangan gandakan dosis.
  • Dokter mungkin sering mengubah dosis obat selama pengobatan untuk memastikan bahwa Anda selalu mengonsumsi dosis terendah yang sesuai untuk tubuh. 
  • Beri tahu dokter jika gejala membaik, memburuk ,atau jika Anda sakit atau mengalami perubahan apa pun pada kesehatan Anda selama pengobatan.
  • Teruskan mengonsumsi obat meskipun Anda merasa sehat. Jangan berhenti mengonsumsi obat tanpa berkonsultasi dengan dokter. Jika Anda tiba-tiba berhenti mengonsumsi prednison, tubuh Anda mungkin tidak memiliki cukup steroid alami untuk berfungsi secara normal. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan ekstrem, kelemahan, gerakan melambat, sakit perut, penurunan berat badan, perubahan warna kulit, luka di mulut, dan keinginan untuk makan garam. Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami gejala-gejala ini.

Interaksi Inflason dengan Obat Lain

Inflason dapat berinteraksi dengan obat lain. Interaksi obat dapat menimbulkan penurunan efektivitas obat atau menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. 

Berikut daftar obat yang dapat berinteraksi dengan Inflason.

  • Antibiotik tertentu misalnya Klaritromisin, Eritromisin
  • Obat untuk mengobati infeksi jamur misalnya Ketoconazole, Amphotericin B
  • Pil air atau obat untuk retensi air
  • Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati TB misalnya Rifampisin, Isoniazid
  • Obat untuk epilepsi misalnya Fenobarbital, Karbamazepin, Fenitoin
  • Obat untuk nyeri dan peradangan misalnya Ibuprofen, Aspirin
  • Obat pengencer darah misalnya Warfarin
  • Pil KB
  • Obat yang digunakan dalam transplantasi organ atau gangguan kekebalan tertentu misalnya Metotreksat 
  • Obat yang menetralkan asam lambung seperti Antasida
  • Obat penurun kolesterol seperti Kolestiramin

Daftar obat di atas mungkin tidak menjelaskan semua kemungkinan interaksi. Oleh sebab itu, beri tahu dokter mengenai obat-obatan lain yang sedang Anda gunakan sebelum menggunakan Inflason.

Efek Samping dan Bahaya Inflason

Inflason umumnya aman digunakan. Akan tetapi, kemungkinan efek samping dapat terjadi pada beberapa orang. Berikut efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan Inflason.

  • Sakit kepala
  • Pusing disertai sensasi berputar
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Rasa tidak nyaman di perut
  • Penambahan berat badan
  • Kelelahan
  • Gangguan penyembuhan luka
  • Timbulnya jerawat
  • Gatal-gatal
  • Pertumbuhan rambut berlebihan.

Beberapa gejala di atas mungkin dapat membaik seiring waktu. Akan tetapi, ada pula yang bertambah parah atau tidak kunjung membaik. Jika mengalami hal tersebut, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

 

Anda bisa saja mengalami efek samping serius sehingga perlu penanganan medis lebih cepat, seperti: 

  • Sindrom Cushing misalnya wajah bengkak dan bulat, stretch mark berwarna ungu, punggung bagian atas berbentuk seperti punuk kerbau, penipisan kulit
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur, sesak napas, nyeri dada, kebingungan
  • Kejang
  • Nyeri atau tekanan pada mata, penglihatan kabur, atau gangguan penglihatan lainnya
  • Pusing, penurunan produksi urine
  • Demam terus-menerus, menggigil, pilek atau batuk
  • Perubahan suasana hati atau perilaku yang tidak biasa (terlalu tertekan, gelisah, atau memiliki perilaku kompulsif dan impulsif)
  • BAB berdarah dan muntah darah

 

Anda bisa saja mengalami reaksi alergi atau efek samping serius sehingga perlu menghentikan pengobatan dan meminta pertolongan medis segera. Berikut beberapa tanda yang harus diwaspadai:

  • Ruam dan gatal 
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Pembengkakan pada wajah, mata, dan mulut.

 

Manfaatkan fitur Beli Obat dari Viva Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

 

Ditinjau oleh: dr. Agustina Mahardini

 

Referensi:

Leave a comment

Explore
Drag