Skip links

Interdoxin

Interdoxin

Interdoxin adalah obat untuk mengatasi sakit kepala sebelah atau dikenal dengan migrain yang sering kali disertai gejala mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya maupun suara.

Merek Dagang Interdoxin

Merek dagang Interdoxin antara lain: Interdoxin

Apa Itu Interdoxin

Apa itu Interdoxin?

  • Golongan: Obat keras (perlu resep dokter)
  • Kategori: Antibiotik Tetrasiklin
  • Manfaat: Mengobati infeksi bakteri pada organ intim, kulit, saluran kemih, dan mata.
  • Digunakan oleh: Dewasa
    • Ibu Hamil: Interdoxin termasuk ke dalam kategori D untuk keamanan ibu hamil. Itu artinya, terbukti memiliki risiko terhadap janin manusia berdasarkan data penelitian, baik pada manusia maupun hewan. Namun, obat-obatan ini masih bisa digunakan jika manfaatnya dianggap lebih besar dibandingkan risikonya pada kondisi tertentu. tetap konsultasikan pada dokter sebelum Anda menggunakan obat. 
    • Ibu Menyusui: Obat dapat terserap ke ASI. Dikhawatirkan obat akan menimbulkan efek samping pada bayi. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter mengenai penggunaan obat selama menyusui.
    • Anak-anak: Obat dapat diberikan pada anak-anak untuk mengobati kondisi tertentu. 
  • Bentuk obat: Kapsul

Peringatan Sebelum Menggunakan Interdoxin

Sebelum menggunakan Interdoxin, perhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Beri tahu dokter dan apoteker jika Anda alergi terhadap Doxycycline atau obat lainnya. 
  • Beri tahu dokter mengenai obat resep, obat nonresep, suplemen, atau obat herbal yang sedang atau akan Anda gunakan.
  • Informasikan ke dokter jika Anda memiliki atau pernah memiliki penyakit sifilis dan penyakit menular seksual (PMS), myasthenia gravis (gangguan kelemahan otot), lupus, tekanan tinggi di sekitar otak, dan penyakit hati.
  • Beri tahu dokter jika Anda hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. 
  • Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan obat ini kepada anak karena mereka mungkin lebih sensitif terhadap efek samping.
  • Anda perlu menjalani tes darah lengkap, fungsi hati dan ginjal secara rutin selama pengobatan dengan obat ini. Dokter akan memberi tahu seberapa sering Anda perlu menjalani tes ini.

Dosis dan Aturan Pakai Interdoxin

Dosis umum Interdoxin berdasarkan bentuk obat, tujuan penggunaan, atau usia pasien adalah sebagai berikut:

Interdoxin kapsul

  • Tujuan: Mengobati infeksi bakteri
    • Dewasa: 100- 200 mg per hari
    • Anak-anak berat < 45 kg: 2,2-4,4 mg/KgBB per hari.
    • Anak-anak dengan berat > 45 kg: 100-200 mg per hari.
  • Tujuan: Pencegahan malaria
    • Dewasa: 100 mg per hari. Konsumsi mulai dari 1-2 hari sebelum pergi ke daerah berisiko tinggi (endemis) malaria, sampai 1 bulan setelah pulang ke tempat asal.
    • Anak-anak usia > 8 tahun: Dosis 2 mg/kgBB per hari. Durasi penggunaan obat sama dengan orang dewasa.
  • Tujuan: Mengobati penyakit menular seksual
    • Dewasa: 100-300 mg per hari, selama 7-10 hari.
  • Tujuan: Mengobati jerawat
    • Dewasa: Dosis 40-50 mg per hari, selama 6-12 minggu.
  • Tujuan: Pencegahan leptospirosis
    • Dewasa: Dosis 200 mg, 1 kali seminggu, selama berada di area endemis, dilanjutkan dengan 200 mg pada hari terakhir berada di area tersebut.

Durasi penggunaan obat dapat disesuaikan dengan arahan dokter maupun apoteker. 

Manfaat Interdoxin

Interdoxin adalah obat antibiotik yang mengandung Doxycycline untuk mengobati infeksi bakteri pada organ intim, kulit, saluran kemih, dan mata.

Di samping itu, Interdoxin digunakan untuk mengobati penyakit menular seksual seperti klamidia, sifilis, dan gonore.

Dokter mungkin meresepkan interdoxin untuk mencegah atau mengobati infeksi malaria, leptospirosis (infeksi yang ditularkan dari urine hewan yang terinfeksi), diare, dan demam yang disebabkan oleh gigitan kutu dan tungau.

Cara kerja Interdoxin, yakni menghentikan pertumbuhan bakteri sehingga memberi kesempatan pada sistem imun melawan bakteri yang melemah. 

Cara Menggunakan Interdoxin dengan Benar

Agar manfaatnya optimal, ikuti cara penggunaan Interdoxin yang benar seperti berikut.

  • Minum Interdoxin sesuai dengan petunjuk dokter atau petunjuk pada label. Jangan minum lebih banyak atau lebih sedikit dari yang dianjurkan dokter
  • Obat dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Jika Anda memiliki sistem pencernaan sensitif, sebaiknya obat diminum setelah makan untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan.
  • Minum obat dalam kondisi utuh. Jangan membelah, menghancurkan, atau melarutkan obat. Telan obat dengan segelas air putih. 
  • Anda harus mengonsumsi obat dalam posisi duduk atau berdiri dan jauh sebelum tidur. Penting untuk tidak berbaring setidaknya 30 menit setelah mengonsumsi obat ini untuk mencegah iritasi tenggorokan.
  • Minum obat di waktu yang sama setiap harinya agar Anda tidak melewatkan dosis obat. Jika Anda lupa, segera minum obat setelah Anda mengingatnya. Jangan gandakan dosis obat jika mendekati dosis obat selanjutnya.
  • Minumlah Doxycycline secara teratur. Jangan lewatkan dosis apa pun. Anda harus menghabiskan seluruh obat ini, meskipun Anda sudah merasa sehat. 
  • Tidak rutin minum obat dapat meningkatkan resistensi antibiotik. Ini artinya, bakteri yang menginfeksi kebal terhadap antibiotik dan menyebabkan pengobatan tidak efektif. 
  • Selama mengonsumsi obat, hindari konsumsi alkohol karena dapat meningkatkan risiko efek samping parah. 
  • Gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan dan hindari paparan sinar matahari karena obat dapat menyebabkan kulit sensitif.
  • Jika Anda menggunakan obat ini untuk mengobati penyakit menular seksual, Anda harus mengikuti saran dokter mengenai cara mencegah penularan penyakit kepada orang lain. Anda juga harus menghindari hubungan seksual sampai dokter menyatakan bahwa Anda telah terbebas dari infeksi.

Interaksi Interdoxin dengan Obat Lain

Interdoxin dapat berinteraksi dengan obat lain. Interaksi obat dapat menimbulkan penurunan efektivitas obat atau menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. 

Berikut daftar obat yang dapat berinteraksi dengan Interdoxin.

  • Obat yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi kulit misalnya Isotretinoin atau Retinoid lainnya
  • Obat untuk memblokir rasa sakit dan sensasi misalnya Methoxyflurane
  • Antibiotik lain misalnya Penisilin
  • Obat pengencer darah misalnya Warfarin
  • Obat untuk kejang misalnya Fenitoin, Fenobarbital, Karbamazepin
  • Obat yang digunakan dalam transplantasi organ atau gangguan kekebalan tertentu misalnya Siklosporin
  • Obat untuk mengobati TB misalnya Rifampisin
  • Pil KB

Obat ini tidak boleh diminum bersamaan dengan antasida yang mengandung aluminium, kalsium, atau magnesium, atau obat apa pun yang mengandung garam, zink, atau bismut. Obat-obatan ini dapat mengurangi efektivitas Interdoxin.

Daftar obat di atas mungkin tidak menjelaskan semua kemungkinan interaksi. Oleh sebab itu, beri tahu dokter mengenai obat-obatan lain yang sedang Anda gunakan sebelum menggunakan Interdoxin.

Efek Samping dan Bahaya Interdoxin

Interdoxin umumnya aman digunakan. Akan tetapi, kemungkinan efek samping dapat terjadi pada beberapa orang. Berikut efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan Interdoxin.

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Mulut kering
  • Kesulitan menelan
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Sakit punggung
  • Kehilangan nafsu makan
  • Lidah berbulu hitam atau bengkak
  • Perubahan warna kuku

Beberapa gejala di atas mungkin dapat membaik seiring waktu. Akan tetapi, ada pula yang bertambah parah atau tidak kunjung membaik. Jika mengalami hal tersebut, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Interdoxin juga dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari, perubahan warna permanen pada gigi, dan memengaruhi pertumbuhan gigi  pada anak-anak di bawah usia 8 tahun.

 

Anda bisa saja mengalami efek samping serius sehingga perlu penanganan medis lebih cepat, seperti: 

  • Ruam disertai pengelupasan kulit atau melepuh pada bibir, mulut, atau mata disertai demam
  • Feses berair dan berdarah dengan atau tanpa kram perut dan perut kembung
  • Sakit kepala parah, penglihatan kabur dan atau ganda, kehilangan penglihatan
  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa, batuk, pilek, flu, merasa sangat lemah atau lelah

 

Anda bisa saja mengalami reaksi alergi atau efek samping serius sehingga perlu menghentikan pengobatan dan meminta pertolongan medis segera. Berikut beberapa tanda yang harus diwaspadai:

  • Ruam dan gatal 
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Pembengkakan pada wajah, mata, dan mulut

 

Manfaatkan fitur Beli Obat dari Viva Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

 

Ditinjau oleh: dr. Agustina Mahardini

 

Referensi:

Leave a comment

Explore
Drag