Skip links

Proxium

Proxium

Proxium adalah obat yang membantu mengurangi produksi asam lambung dan sering digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan terkait asam lambung.

Merek Dagang Proxium

Merek dagang Proxium antara lain: Proxium

Apa Itu Proxium

Apa itu Proxium? 

  • Golongan: Obat keras (dengan resep dokter).
  • Kategori: Penghambat pompa proton. 
  • Manfaat: Manfaat utama dari Proxium adalah mengobati GERD, mencegah tukak lambung, mengatasi tukak akibat infeksi H. Pylori, meringankan gejala dispepsia, dan mencegah tukak berulang. 
  • Digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak. 
    • Ibu Hamil: Penggunaan Proxium selama kehamilan harus dengan pertimbangan dokter karena penelitian pada manusia masih terbatas.
    • Ibu Menyusui: Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Proxium selama menyusui, karena zat aktif dapat masuk ke dalam ASI.
    • Anak-anak: Proxium bisa digunakan untuk anak-anak dengan kondisi GERD, namun dosis harus disesuaikan berdasarkan usia dan berat badan.
  • Bentuk obat: Serbuk injeksi.

Peringatan Sebelum Menggunakan Proxium

Penggunaan Proxium, yang mengandung esomeprazole, harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. Berikut beberapa peringatan yang perlu diperhatikan:

  • Hindari penggunaan jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap esomeprazole atau obat golongan inhibitor pompa proton (PPI) lainnya seperti omeprazole atau lansoprazole. Reaksi alergi dapat meliputi ruam, gatal-gatal, atau kesulitan bernapas.
  • Penggunaan Proxium dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kekurangan magnesium, yang dapat menyebabkan gejala seperti kelelahan, kejang otot, dan detak jantung tidak teratur. Konsultasikan dengan dokter jika obat ini digunakan lebih dari 3 bulan.
  • Pada penggunaan jangka panjang, terutama pada lansia, Proxium dapat meningkatkan risiko patah tulang, khususnya pada tulang pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Pasien lansia sebaiknya mendapatkan pemantauan kesehatan tulang secara rutin.
  • Proxium dapat berinteraksi dengan obat seperti warfarin, clopidogrel, atau antijamur (ketoconazole), yang dapat memengaruhi efektivitas obat-obatan tersebut atau meningkatkan risiko pendarahan. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengombinasikan obat ini.
  • Pasien dengan riwayat penyakit hati atau ginjal perlu menggunakan Proxium dengan pemantauan ketat. Obat ini dapat memengaruhi fungsi ginjal dan meningkatkan risiko gangguan ginjal dalam jangka panjang.
  • Penggunaan selama kehamilan atau menyusui harus didiskusikan dengan dokter karena esomeprazole dapat memengaruhi perkembangan janin dan masuk ke dalam ASI.
  • Jika setelah menggunakan Proxium muncul gejala seperti penurunan berat badan mendadak, muntah darah, atau feses berwarna gelap, segera hubungi dokter. Gejala tersebut bisa menandakan kondisi serius yang memerlukan penanganan segera.

Dengan memperhatikan peringatan ini, risiko efek samping atau komplikasi dapat diminimalkan, dan Proxium dapat bekerja lebih efektif.

Dosis dan Aturan Pakai Proxium 

Proxium dengan esomeprazole dalam bentuk serbuk injeksi biasanya digunakan untuk pasien yang tidak dapat mengonsumsi obat secara oral atau memerlukan penanganan cepat, seperti dalam kasus perdarahan gastrointestinal atau refluks akut. Berikut panduan dosis untuk penggunaan serbuk injeksi:

  • Dosis dewasa untuk GERD dan tukak lambung
    • 20 mg hingga 40 mg sekali sehari, diberikan melalui infus intravena selama 10 hingga 30 menit.
    • Durasi terapi bisa berlangsung 7 hingga 10 hari, kemudian dilanjutkan dengan bentuk oral jika kondisi pasien memungkinkan.
  • Dosis dewasa untuk perdarahan ulkus akut
    • Dosis awal: 80 mg diberikan secara infus bolus dalam 30 menit.
    • Diikuti oleh infus kontinu 8 mg per jam selama 72 jam untuk mencegah perdarahan berulang.
  • Dosis untuk anak-anak
    • Penggunaan pada anak-anak sangat terbatas dan harus sesuai dengan rekomendasi dokter. Dosis biasanya disesuaikan dengan berat badan dan kondisi medis anak.

Pemantauan selama penggunaan:
Selama terapi dengan esomeprazole injeksi, pemantauan ketat terhadap fungsi ginjal dan elektrolit sangat dianjurkan, terutama pada pasien lansia atau yang menggunakan obat ini dalam jangka panjang.

Penting untuk menggunakan Proxium dengan pengawasan medis yang ketat, terutama dalam bentuk injeksi, agar efektivitas terapi maksimal dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Manfaat Proxium

Proxium, dengan kandungan esomeprazole, merupakan obat yang efektif untuk menangani berbagai masalah yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung dan gangguan pencernaan. Berikut beberapa manfaat utama dari penggunaan Proxium:

  • Mengatasi penyakit refluks gastroesofagus (GERD): GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke esofagus, menyebabkan rasa nyeri atau terbakar di dada (heartburn). Proxium membantu menurunkan produksi asam lambung sehingga mengurangi iritasi dan peradangan pada esofagus. Obat ini sering digunakan pada pasien yang mengalami gejala GERD kronis.
  • Mencegah dan mengobati tukak lambung dan tukak duodenum: Tukak lambung terjadi ketika lapisan dinding lambung terluka akibat paparan asam yang berlebihan. Proxium bekerja dengan mengurangi sekresi asam lambung, mempercepat proses penyembuhan, dan mencegah kambuhnya tukak, terutama pada pasien yang mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dalam jangka panjang.
  • Mendukung terapi infeksi helicobacter pylori: Infeksi bakteri H. pylori sering menyebabkan tukak lambung. Proxium digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi bersama antibiotik untuk membasmi bakteri dan mempercepat pemulihan dinding lambung. Obat ini membantu menciptakan lingkungan lambung yang kurang asam, sehingga antibiotik bekerja lebih efektif.
  • Mencegah perdarahan ulkus: Pada kasus ulkus atau luka lambung yang mengalami perdarahan, Proxium dapat digunakan untuk mengurangi risiko perdarahan berulang. Dalam situasi ini, esomeprazole sering diberikan dalam bentuk injeksi untuk efek yang lebih cepat.
  • Mengurangi gejala dispepsia: Proxium efektif dalam meredakan gejala dispepsia atau gangguan pencernaan, seperti perut kembung, mual, dan rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Obat ini membantu menetralkan kelebihan asam yang dapat memicu rasa tidak nyaman tersebut.
  • Pencegahan komplikasi akibat penggunaan NSAID: Pasien yang mengonsumsi Nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) secara rutin berisiko mengalami tukak lambung. Proxium diresepkan untuk mencegah kerusakan dinding lambung dan komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan NSAID jangka panjang.

Dengan berbagai manfaat ini, Proxium menjadi pilihan yang tepat bagi pasien dengan masalah lambung dan pencernaan terkait asam. Penggunaan obat ini secara tepat dan di bawah pengawasan dokter akan membantu mengurangi gejala dan mempercepat proses penyembuhan.

Cara Menggunakan Proxium dengan Benar

Penggunaan Proxium harus mengikuti petunjuk dokter atau informasi pada kemasan untuk memastikan efektivitas obat dan meminimalkan risiko efek samping. Berikut panduan cara menggunakan Proxium:

  • Gunakan Proxium sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan oleh dokter. Jangan mengubah dosis atau menghentikan penggunaan tanpa persetujuan dokter, meskipun gejala sudah membaik.
  • Untuk mendapatkan hasil optimal, sebaiknya Proxium diminum sekitar 30 menit sebelum makan. Hal ini membantu memaksimalkan penurunan produksi asam lambung saat proses pencernaan berlangsung.
  • Proxium dalam bentuk tablet atau kapsul harus ditelan utuh dengan segelas air. Jangan menghancurkan, mengunyah, atau membelah tablet, karena dapat mempengaruhi pelepasan zat aktif dan efektivitas obat.
  • Jika Anda menggunakan Proxium dalam jangka panjang, dokter mungkin akan memantau kondisi kesehatan Anda secara rutin untuk mencegah efek samping, seperti kekurangan magnesium atau gangguan tulang.
  • Usahakan untuk mengonsumsi obat ini pada waktu yang sama setiap hari agar efeknya lebih konsisten dan membantu Anda tidak lupa mengambil dosis.

Dengan mengikuti petunjuk di atas, Proxium dapat bekerja secara efektif untuk mengatasi masalah pencernaan dan membantu mempercepat pemulihan kondisi lambung atau esofagus.

Interaksi Proxium dengan Obat Lain

Proxium (esomeprazole) dapat berinteraksi dengan beberapa obat, sehingga penting untuk memberi tahu dokter tentang semua obat, suplemen, atau produk herbal yang Anda konsumsi. Berikut beberapa interaksi obat yang perlu diperhatikan:

  1. Obat pengencer darah (warfarin atau clopidogrel): Penggunaan bersama dengan warfarin atau clopidogrel dapat meningkatkan risiko perdarahan. Dokter mungkin perlu memantau fungsi darah Anda secara rutin saat menggunakan kombinasi ini.
  2. Obat antijamur (ketoconazole dan itraconazole): Esomeprazole dapat menurunkan penyerapan obat antijamur seperti ketoconazole, mengurangi efektivitas obat tersebut.
  3. Obat HIV (atazanavir dan nelfinavir): Penggunaan bersama obat antiretroviral untuk HIV, seperti atazanavir dan nelfinavir, dapat menurunkan efektivitas obat tersebut. Hindari penggunaan kombinasi ini tanpa konsultasi dokter.
  4. Obat untuk kecemasan atau depresi (diazepam): Proxium dapat memperlambat metabolisme diazepam, sehingga meningkatkan risiko efek samping seperti kantuk berlebihan dan gangguan koordinasi.
  5. Suplemen magnesium: Penggunaan Proxium dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kadar magnesium. Jika Anda mengonsumsi suplemen magnesium, konsultasikan dengan dokter untuk mencegah interaksi atau komplikasi.

Dengan memahami interaksi obat ini, Anda dapat menghindari risiko efek samping yang tidak diinginkan dan memastikan Proxium bekerja secara optimal.

Efek Samping dan Bahaya Proxium

Penggunaan Proxium (esomeprazole) umumnya aman jika mengikuti dosis yang dianjurkan, namun beberapa efek samping mungkin muncul. Berikut beberapa efek samping yang perlu diperhatikan:

  • Efek samping umum
    • Sakit kepala
    • Mual dan muntah
    • Diare atau sembelit
    • Perut kembung dan nyeri perut. 

Efek samping ini biasanya bersifat ringan dan akan hilang seiring tubuh beradaptasi dengan obat.

  • Efek samping serius
    • Reaksi alergi seperti ruam kulit, gatal-gatal, atau pembengkakan pada wajah, lidah, dan tenggorokan.
    • Pusing dan kesulitan bernapas
    • Gangguan ginjal atau gejala seperti perubahan warna urine dan bengkak pada kaki
    • Tulang lemah atau mudah patah.

Jika Anda mengalami efek samping serius atau gejala yang tidak biasa setelah menggunakan Proxium, segera hubungi dokter. Pemantauan secara rutin saat menggunakan obat ini, terutama dalam jangka panjang, sangat penting untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi.

 

Manfaatkan fitur Beli Obat dari Viva Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatan Anda, ya!

 

Ditinjau oleh: dr. Agustina Mahardini

 

Referensi: 

Leave a comment

Explore
Drag