Obat Migrain di Apotek – Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang cukup mengganggu. Rasa nyeri yang berdenyut di salah satu sisi kepala, disertai mual, sensitivitas terhadap cahaya atau suara, bahkan gangguan penglihatan membuat pengobatan yang tepat sangat penting. Dalam artikel ini, akan membahas daftar obat migrain di apotek yang bisa membantu meredakan gejala secara efektif.
Daftar Obat Migrain di Apotek
1. PoldanMIG
PoldanMIG merupakan kombinasi dari paracetamol, acetosal, dan caffeine yang dirancang untuk meredakan berbagai jenis nyeri, termasuk migrain. Paracetamol bertindak sebagai pereda nyeri dan penurun demam, acetosal adalah antiinflamasi non-steroid yang mengurangi peradangan, sementara kafein membantu meningkatkan efektivitas keduanya.
Obat ini bisa diminum 3-4 kali sehari dengan dosis maksimal 8 kaplet per 24 jam. Meskipun efektif, PoldanMIG tidak disarankan untuk penderita gangguan hati, ginjal, atau yang memiliki alergi terhadap salah satu kandungan. Hindari penggunaan pada anak di bawah 12 tahun dan selalu konsultasikan pada dokter jika gejala terus berlanjut.
2. Bodrex Migra
Bodrex Migra mengandung paracetamol, propyphenazone, dan caffeine yang bekerja sama dalam meredakan migrain. Kombinasi bahan aktif ini membantu mengurangi nyeri kepala yang berdenyut khas migrain.
Penggunaan Bodrex Migra harus hati-hati, terutama bagi penderita gangguan ginjal atau yang mengonsumsi alkohol, karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.
Bila nyeri tidak membaik setelah lima hari pemakaian, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Obat ini cocok dikonsumsi saat migrain menyerang untuk meredakan gejalanya secara cepat.
3. Bodrex Extra
Bodrex Extra adalah obat migrain dengan kandungan paracetamol, ibuprofen, dan caffeine. Paracetamol dan ibuprofen bekerja sebagai analgesik dan antiinflamasi untuk meredakan nyeri dan peradangan, sedangkan caffeine memperkuat efek kedua zat tersebut.
Dosis yang dianjurkan adalah 1-2 kaplet untuk dewasa dan anak usia di atas 12 tahun, dan 1/2-1 kaplet untuk anak usia 6-12 tahun, diminum 3-4 kali sehari. Perlu diperhatikan bagi penderita gangguan hati, ginjal, jantung, atau penderita asma. Obat ini tidak disarankan untuk ibu hamil trimester ketiga dan tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan OAINS lain.
4. Flunarizine
Flunarizine adalah obat yang termasuk dalam golongan calcium channel blocker dan sering digunakan sebagai obat migrain, terutama untuk mencegah serangan migrain berulang yang berat.
Obat ini bekerja dengan cara menghambat masuknya kalsium ke dalam sel-sel otak dan pembuluh darah, sehingga membantu mengurangi rangsangan saraf yang berlebihan.
Flunarizine biasanya diresepkan untuk mengatasi migrain yang disertai gejala neurologis, seperti migrain dengan aura, kelemahan di salah satu sisi tubuh, atau migrain yang muncul bersamaan dengan vertigo berat.
Obat ini bukanlah pilihan utama untuk mengatasi serangan migrain yang muncul tiba-tiba, melainkan digunakan secara rutin sebagai pencegahan jangka panjang. Pasien yang mendapatkan resep flunarizine umumnya membutuhkan waktu 8-12 minggu sebelum manfaat pencegahannya benar-benar terasa. Jika dalam kurun waktu tersebut kondisi tidak membaik atau justru memburuk, pasien disarankan untuk segera berkonsultasi ulang dengan dokter.
5. Ericaf
Ericaf adalah obat migrain yang mengandung kombinasi ergotamine dan kafein, dua bahan aktif yang bekerja sama dalam meredakan serangan migrain akut dan sakit kepala cluster yang parah.
Obat ini hanya dikonsumsi ketika serangan migrain muncul, bukan untuk penggunaan rutin. Ergotamine bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah di otak yang membesar selama serangan migrain, sementara kafein berfungsi untuk meningkatkan penyerapan ergotamine dan memperkuat efek analgesiknya.
Ericaf biasanya dikonsumsi segera saat gejala migrain mulai terasa. Dosis awal yang dianjurkan adalah dua tablet, dan jika migrain belum mereda dalam waktu 30 menit, Anda bisa mengonsumsi satu tablet tambahan.
Dosis ini dapat diulang setiap setengah jam, tapi maksimal hanya boleh mengonsumsi 6 tablet dalam satu hari dan tidak lebih dari 10 tablet dalam seminggu. Melebihi batas ini dapat menyebabkan efek samping serius, termasuk gangguan sirkulasi darah.
6. Frego
Frego mengandung flunarizine dan digunakan untuk mencegah serta mengurangi frekuensi serangan migrain, terutama migrain yang disertai aura atau gejala neurologis lainnya.
Dosis awal biasanya 5 mg per hari dan bisa ditingkatkan sesuai anjuran dokter. Obat ini diminum sekali sehari setelah makan, sebaiknya di malam hari. Telan tablet secara utuh dengan air dan hindari membelahnya. Untuk hasil optimal, konsumsi Frego secara rutin pada waktu yang sama setiap hari. Jangan menghentikan penggunaan tanpa seizin dokter karena terapi bisa memakan waktu beberapa minggu atau bulan.
7. Unalium
Unalium digunakan untuk meredakan migrain, vertigo, dan gangguan vestibular lainnya. Kandungan flunarizine dalam Unalium membantu memperbaiki sirkulasi darah di otak, mencegah pelebaran pembuluh darah yang dapat memicu sakit kepala dan telinga berdengung.
Obat ini juga mampu menurunkan frekuensi dan keparahan migrain. Unalium termasuk obat resep, penggunaan Unalium harus sesuai dengan arahan tenaga medis. Obat ini cocok untuk penderita migrain kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dengan efek perlahan namun stabil.
8. Sumatriptan
Sumatriptan adalah obat untuk meredakan migrain, terutama yang disertai gejala seperti mual, muntah, dan sensitivitas terhadap cahaya maupun suara. Obat ini bekerja dengan menghambat pelepasan zat kimia di otak yang memicu peradangan dan pembengkakan pembuluh darah.
Sumatriptan hanya digunakan saat serangan migrain terjadi dan tidak dianjurkan sebagai obat pencegah. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini, karena penggunaannya tidak boleh sembarangan.
Minumlah tablet Sumatriptan utuh dengan segelas air tanpa mengunyah atau menghancurkannya. Bila gejala reda lalu kambuh setelah 2 jam, Anda boleh mengonsumsi dosis kedua sesuai petunjuk dokter. Namun, jika gejala tidak membaik sama sekali setelah dosis pertama, sebaiknya tidak mengulangi konsumsi tanpa berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.
Memilih obat migrain yang tepat sangat penting agar gejalanya bisa dikendalikan dengan efektif dan aman. Baik migrain ringan hingga migrain dengan gejala neurologis berat, kini tersedia berbagai pilihan pengobatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Namun, penting untuk selalu membaca aturan pakai dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat migrain, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain. Yuk, terus jaga kesehatan bayi dan keluarga dengan memanfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan!