Mengapa Mata Merah dan Berair – Mata merah dan berair adalah keluhan yang sangat umum dan bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kondisi ini sering muncul tiba-tiba dan membuat mata terasa tidak nyaman, perih, atau gatal. Banyak orang menganggapnya sebagai masalah ringan yang akan sembuh sendiri, padahal dalam beberapa kasus, mata merah dan berair bisa menjadi tanda adanya iritasi, infeksi, atau gangguan kesehatan tertentu.
Paparan debu, asap, penggunaan gadget berlebihan, hingga alergi dapat memicu keluhan ini. Namun, jika tidak ditangani dengan tepat, mata merah dan berair bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menimbulkan komplikasi. Memahami penyebab mengapa mata merah dan berair akan membantu Anda menentukan langkah penanganan yang sesuai dan kapan harus mencari bantuan medis.
Mengapa Mata Merah dan Berair?
1. Iritasi Mata akibat Faktor Lingkungan
Salah satu alasan mengapa mata merah dan berair adalah iritasi dari lingkungan sekitar. Debu, asap rokok, polusi udara, atau klorin dari kolam renang dapat mengiritasi permukaan mata. Sebagai respon perlindungan, mata akan memproduksi lebih banyak air mata untuk membersihkan zat asing tersebut. Benda asing yang masuk ke dalam mata juga bisa menyebabkan iritasi sehingga mata terlihat merah dan berair. Apalagi jika Anda mengucek mata untuk berusaha mengeluarkan benda asing tersebut. Iritasi biasanya bersifat sementara dan membaik setelah paparan dihentikan.
2. Mata Kering
Meskipun terdengar bertolak belakang dan membingungkan, mata kering justru dapat menyebabkan mata berair. Ketika permukaan mata terlalu kering, tubuh merespons dengan memproduksi air mata secara berlebihan. Namun, air mata ini biasanya tidak cukup untuk melembapkan mata dengan baik. Mata kering bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada mata seperti gatal, perih, penglihatan buram, hingga mata yang terus berair atau berlendir.
Mata kering bisa terjadi karena kondisi medis tertentu. Namun beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko mata kering. Beberapa di antaranya adalah penggunaan layar digital dalam waktu lama, udara ber-AC, penggunaan lensa kontak yang kurang tepat, dan kurang berkedip. Semakin bertambah usia, mata juga bisa menjadi semakin kering.
3. Alergi Mata
Alergi mata atau allergic conjunctivitis terjadi ketika mata bereaksi terhadap alergen seperti serbuk sari, bulu hewan, debu, atau jamur. Kondisi ini sering disertai mata merah, berair, gatal, dan terkadang bengkak pada kelopak mata. Biasanya kedua mata terkena sekaligus.
Alergi mata tidak menular, tetapi bisa sangat mengganggu terutama saat musim alergi atau berada di lingkungan tertentu.
4. Penggunaan Lensa Kontak yang Tidak Tepat
Pemakaian lensa kontak terlalu lama, kebersihan yang kurang terjaga, atau penggunaan lensa yang tidak sesuai dapat menyebabkan iritasi dan infeksi mata. Kondisi ini sering memicu mata merah, berair, nyeri, dan sensitivitas terhadap cahaya. Menggunakan lensa kontak sesuai aturan dan menjaga kebersihannya sangat penting untuk mencegah gangguan mata.
5. Infeksi Mata (Konjungtivitis)
Konjungtivitis atau dikenal juga sebagai “pink eye” adalah peradangan pada selaput bening yang melapisi bagian putih mata. Infeksi ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, atau alergen. Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri bersifat menular dan sering ditandai dengan mata merah, berair, rasa mengganjal, serta keluarnya cairan dari mata.
Untuk infeksi mata yang tidak disebabkan virus atau bakteri, biasanya bisa ditangani sendiri di rumah. Namun, segera cari bantuan tenaga medis jika gejala semakin parah setelah beberapa hari.
Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?
Meskipun umumnya mata merah dan berair cukup ringan dan bisa hilang cukup dengan pengobatan sederhana di rumah, ada gejala yang perlu diwaspadai dan segera ditangani tenaga medis. Jika mata merah dan berair disertai nyeri hebat, gangguan penglihatan, sensitivitas cahaya ekstrem, merasa ada benda asing di dalam mata, atau tidak membaik dalam beberapa hari, segera hubungi dokter.
Kondisi ini bisa menandakan infeksi serius atau gangguan mata lain yang memerlukan penanganan dokter. Pemeriksaan dini membantu mencegah komplikasi dan menjaga kesehatan mata jangka panjang.
Mata merah dan berair dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan, mata kering, alergi, hingga infeksi. Meski sering dianggap sepele, keluhan ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika berlangsung lama atau disertai gejala lain yang mengganggu. Mengenali penyebabnya membantu menentukan langkah perawatan yang tepat, apakah cukup dengan istirahat dan menjaga kebersihan mata, atau perlu pemeriksaan medis.
Menjaga kesehatan mata adalah bagian penting dari kualitas hidup. Dengan mengurangi paparan iritan, membatasi waktu layar, dan merawat mata secara rutin, risiko mata merah dan berair dapat dikurangi. Jika ragu, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar mata tetap sehat dan nyaman digunakan setiap hari.
Perlu obat dan vitamin dengan harga terhemat? Semua kebutuhan kesehatan Anda tersedia di VIVA Apotek. Kini, kami juga melayani pembelian melalui WhatsApp. Belanja sekarang!
Referensi:
- https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/24607-eye-irritation.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24479-dry-eye.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/pink-eye-conjunctivitis.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/allergic-conjunctivitis.
