Penyakit Mental Apa Saja – Penyakit atau gangguan mental dapat terjadi pada siapa saja. Ratusan juta penduduk di dunia menderita gangguan mental. Menurut data WHO, pada tahun 2019, 1 dari 8 orang, atau sekitar 970 juta orang di dunia menderita penyakit mental. Penyakit mental yang paling umum adalah gangguan kecemasan dan depresi.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 juga menunjukkan bahwa lebih dari 19 juta penduduk Indonesia yang berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.
Penyakit mental umumnya ditandai dengan adanya gangguan pada pola berpikir, pengendalian emosi, dan perilaku penderitanya. Penyakit mental dapat menghambat kemampuan penderitanya untuk menjalani kesehariannya dengan normal.
Sayangnya, masih banyak yang menganggap sepele penyakit mental. Bahkan penderitanya sering kali dicap negatif oleh masyarakat. Padahal, penyakit mental sama pentingnya dengan penyakit fisik. Jika tidak segera ditangani, penyakit mental bisa berbahaya bagi penderitanya.
Itulah mengapa penting untuk mengenal apa saja jenis penyakit mental yang paling umum. Jika Anda atau orang terdekat Anda merasa mengalami beberapa gejala penyakit mental, segera konsultasikan dengan tenaga profesional untuk mendapatkan bantuan.
Apa Saja Jenis Penyakit Mental?
Sebelum mendiagnosa diri sendiri dengan penyakit mental tertentu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa yang tepat. Ini dia beberapa penyakit mental paling umum yang mungkin Anda alami.
1. Gangguan Kecemasan
Pada tahun 2019, 301 juta orang menderita gangguan kecemasan, termasuk 58 juta anak-anak dan remaja. Gangguan kecemasan membuat penderitanya merasakan takut dan kecemasan yang berlebihan sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Penderitanya juga dapat mengalami jantung berdebar dan keringat dingin yang disebabkan oleh penyakit ini.
Merasa cemas dalam keseharian memang normal. Namun, jika kecemasan sudah berlebihan, tidak terkontrol, dan mengganggu keseharian, maka itu bisa menjadi tanda dari gangguan kecemasan. Dalam beberapa kasus, penderita gangguan kecemasan juga dapat mengalami serangan panik (panic attack) yang sulit dikendalikan.
2. Depresi
Depresi merupakan salah satu penyakit mental yang paling umum. Pada tahun 2019, sekitar 280 juta orang menderita depresi, termasuk 23 juta anak-anak dan remaja. Depresi lebih dari sekadar perasaan sedih dari kesulitan yang dialami sehari-hari. Depresi bisa terjadi pada siapa saja meskipun risikonya lebih besar pada individu yang telah mengalami kejadian traumatis dalam hidupnya.
Penderita depresi akan merasa sedih, hampa, dan kehilangan minat pada aktivitas yang disukai setiap hari selama setidaknya 2 minggu. Beberapa gejala lain seperti sulit berkonsentrasi, tidur yang terganggu, kehilangan selera makan, merasa lelah, dan lainnya juga bisa dialami oleh penderitanya.
3. Gangguan Bipolar
Pada tahun 2019, 40 juta orang menderita gangguan bipolar. Gangguan bipolar ditandai dengan fase depresi dan manik yang berganti-gantian. Pada periode depresi, penderita mengalami perasaan sedih dan hampa sepanjang hari selama waktu tertentu. Sementara itu, pada periode manik, penderita akan merasakan euforia, pikiran yang liar, kepercayaan diri meningkat, dan impulsif melakukan tindakan berbahaya.
4. Skizofrenia
Penderita skizofrenia di dunia mencapai 24 juta. Indonesia sendiri merupakan negara dengan kasus skizofrenia terbanyak di dunia, dengan total 829,735 penduduk yang menderita penyakit mental ini. Kasus skizofrenia tidak sebanyak penyakit mental lain dan sangat jarang ditemukan pada anak-anak.
Skizofrenia dapat merubah perilaku penderitanya secara signifikan. Beberapa gejala yang muncul akibat skizofrenia yaitu delusi berkelanjutan, halusinasi, pikiran dan perbuatan yang tidak beraturan, dan perasaan cemas.
5. Gangguan Tidur
Gangguan tidur merupakan kondisi yang mempengaruhi kualitas dan waktu tidur setiap malam. Gangguan tidur yang paling sering dialami adalah insomnia (kesulitan tidur), narkolepsi (merasa mengantuk dan kelelahan sepanjang hari), dan parasomnia (pergerakan fisik dan verbal selama tidur seperti berjalan saat tidur).
Meskipun seseorang dapat mengalami kesulitan tidur pada waktu tertentu, tapi gejala berikut dapat menjadi tanda adanya gangguan tidur.
- Sering mengalami kesulitan tidur.
- Merasa kelelahan dalam keseharian meskipun sudah tidur selama setidaknya 7 jam.
- Kesulitan mengerjakan aktivitas sehari-hari.
Itu dia beberapa jenis penyakit mental yang paling umum ditemukan di Indonesia maupun dunia. Jika Anda atau orang terdekat Anda menunjukkan beberapa gejala dari penyakit mental di atas, maka segera berkonsultasi dengan tenaga profesional. Jangan mendiagnosa diri sendiri sebelum berkonsultasi dengan psikiater, ya.
Ingat, penyakit mental dapat diobati. Bahkan, jika ditangani sejak awal, penyakit mental sangat mungkin untuk sembuh sepenuhnya. Jadi, jangan sampai Anda mengabaikan kesehatan mental diri sendiri maupun orang terdekat Anda.
Ada obat yang Anda perlukan? Ayo berbelanja semua kebutuhan obat, vitamin, hingga susu dan kebutuhan harian lainnya di VIVA Apotek. Anda bisa mengunjungi toko kami secara langsung, atau berbelanja online melalui website maupun e-commerce pilihan Anda untuk kemudahan berbelanja.
VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat
Sources:
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-disorders/?gad_source=1&gclid=Cj0KCQjwveK4BhD4ARIsAKy6pMJHd2QscA_qd9wzYhHMDTdhd1cbnr2LnLEnGHE3Ki4HptzoH9VsNYcaAruhEALw_wcB.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9536-anxiety-disorders.
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/depression.
- https://www.crossrivertherapy.com/research/schizophrenia-statistics.
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11429-sleep-disorders.

