Psikosomatis Adalah – Selama ini, penyakit fisik biasa dianggap hanya disebabkan oleh virus, bakteri, kuman, imun yang lemah, dan lain-lain. Namun, nyatanya faktor psikologis juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan menyebabkan penyakit pada tubuh. Gangguan psikosomatis merupakan gangguan kesehatan fisik yang disebabkan atau diperparah oleh stres yang berlebih. Umumnya, tidak ada penyebab medis yang jelas dari kondisi kesehatan yang dialami sebagai akibat dari gangguan psikosomatis.
Gangguan psikosomatis menunjukkan hubungan yang kuat antara pikiran dan tubuh, dan menyoroti pentingnya kesehatan mental karena dapat mempengaruhi kesehatan fisik. Sayangnya, gangguan psikosomatis masih sering disepelekan. Banyak yang menganggap rasa sakit yang dialami penderita gangguan psikosomatis hanya khayalan dan dibuat-buat untuk menarik simpati. Padahal, sakit yang dirasakan itu nyata adanya.
Ini karena gangguan psikosomatis belum banyak dikenal di masyarakat. Itulah mengapa penting untuk memahami apa itu gangguan psikosomatis, termasuk gejala, penyebab, dan pengobatannya. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Itu Gangguan Psikosomatis?
Psikosomatis adalah gabungan dari kata “psyche” yang berarti pikiran, dan “soma” yang berarti tubuh. Jika diartikan, maka psikosomatis merupakan kondisi yang mempengaruhi pikiran dan badan sekaligus. Gangguan psikosomatis terjadi saat stres atau kondisi mental lain menyebabkan atau membuat gejala penyakit fisik semakin buruk.
Tubuh manusia sangat rumit. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa hampir tidak ada gangguan kesehatan fisik yang hanya disebabkan oleh stres. Umumnya, penyakit fisik disebabkan oleh berbagai macam faktor, tidak hanya stres. Namun, beberapa penyakit memang berhubungan dengan gangguan psikosomatis, dan stres dapat membuat gejalanya semakin memburuk. Beberapa penyakit tersebut di antaranya sebagai berikut.
- Hipertensi (tekanan darah tinggi).
- Penyakit jantung.
- Diabetes.
- Masalah pada kulit seperti psoriasis dan eksim.
- Migrain atau sakit kepala.
- Obesitas.
- Gangguan tidur seperti insomnia.
- Arthritis (radang sendi).
- Fibromialgia.
- Beberapa gangguan pencernaan.
- Kejang.
Salah satu contoh dari pikiran yang dapat mempengaruhi kondisi fisik dapat dilihat pada beberapa penelitian. Seringkali dalam tahap uji klinis obat baru, peneliti dapat memberikan plasebo atau “obat palsu” kepada partisipan. Namun, meskipun hanya diberikan plasebo, partisipan tetap merasakan efek pemulihan. Hal tersebut menunjukkan betapa besarnya pengaruh pikiran bagi tubuh.
Gejala Gangguan Psikosomatis
Gejala psikosomatis yang dialami setiap orang berbeda-beda tergantung dengan penyakit yang dialami. Misalnya, bagi penderita diabetes, stres dapat meningkatkan kadar gula darah atau membuatnya lebih sulit untuk dikendalikan. Stres dan kecemasan juga dapat menyebabkan diare, kembung, sembelit, atau rasa tidak nyaman pada perut bagi penderita masalah pencernaan.
Secara umum, gejala yang dapat ditimbulkan dari stres berlebih yaitu sebagai berikut.
- Nyeri pada dada dan jantung berdebar kencang.
- Kelelahan dan kesulitan tidur (insomnia).
- Sakit kepala dan pusing.
- Tubuh gemetaran dan merasakan tremor.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Otot terasa kaku.
- Sakit perut atau gangguan pencernaan, termasuk perubahan pada nafsu makan.
- Sistem imun atau daya tahan tubuh melemah.
Stres juga dapat menyebabkan gejala psikologis atau gangguan mental seperti berikut ini.
- Merasa kewalahan akibat stres atau tekanan yang terlalu berat.
- Merasa cemas berlebih atau mudah marah.
- Depresi.
Penyebab Gangguan Psikosomatis
Beberapa orang memang lebih sensitif terhadap stres. Maka dari itu, mereka memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita gangguan psikosomatis. Namun, tentunya itu bukan merupakan satu-satunya penyebab gangguan psikosomatis.
Salah satu penyebab gangguan psikosomatis yang mungkin terjadi yaitu memiliki pikiran negatif setiap saat. Bukan hanya pikiran negatif, namun jika Anda sering memikirkan kemungkinan terburuk dalam setiap situasi, hal tersebut juga dapat menyebabkan gangguan psikosomatis. Pikiran negatif dan melebih-lebihkan bahkan dapat memperburuk rasa sakit yang dirasakan.
Misalnya, jika Anda merasakan sakit kepala namun terus menerus memikirkan kemungkinan terburuk, bisa saja yang awalnya hanya sakit kepala ringan, justru menjadi lebih parah. Penelitian telah menemukan bahwa pikiran negatif berlebihan meningkatkan intensitas rasa nyeri dan memperlambat penyembuhan.
Pengobatan Gangguan Psikosomatis
Penyakit fisik yang Anda alami memiliki pengobatannya sendiri. Namun, ada pengobatan terpisah yang direkomendasikan untuk mengendalikan stres yang dialami. Ini dia beberapa pengobatannya.
- Melakukan terapi. Misalnya terapi perilaku kognitif.
- Obat-obatan seperti antidepresan atau ansiolitik (obat anti-gelisah).
- Anda mungkin mendapatkan rujukan ke psikolog atau psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan secara rutin.
Itu dia penjelasan mengenai gangguan psikosomatis termasuk gejala, penyebab, dan pengobatannya. Gangguan psikosomatis menunjukkan bahwa kondisi psikologis atau mental sangat berhubungan dengan kesehatan fisik. Stres, perasaan cemas, pikiran-pikiran negatif, dan gangguan mental lainnya sangat berpengaruh pada kesehatan fisik. Itulah mengapa sangat penting untuk menjaga kesehatan mental.
Ada obat yang Anda perlukan? Ayo berbelanja semua kebutuhan obat, vitamin, hingga susu dan kebutuhan harian lainnya di VIVA Apotek. Anda bisa mengunjungi toko kami secara langsung, atau berbelanja online melalui website maupun e-commerce pilihan Anda untuk kemudahan berbelanja.
VIVA Apotek – Pasti Sehat Pasti Hemat
Sources:
- https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21521-psychosomatic-disorder.
- https://www.merriam-webster.com/dictionary/psychosomatic.
- https://novotech-cro.com/faq/placebos-why-they-play-important-role-clinical-trials#:~:text=The%20use%20of%20placebos%20allows,is%20actually%20treating%20the%20condition.
- https://www.bbc.com/worklife/article/20220725-catastrophising-how-toxic-thinking-can-lead-down-dark-path.

