Skip links

Febris

Febris

Febris

Febris – Febris adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi demam atau peningkatan suhu tubuh di atas batas normal. Dalam dunia kesehatan, febris bukanlah penyakit, melainkan gejala yang menandakan bahwa tubuh sedang merespons suatu kondisi tertentu, misalnya infeksi. Ketika suhu tubuh meningkat, sistem imun sebenarnya sedang bekerja untuk melawan virus, bakteri, atau penyebab penyakit lainnya.

Meski umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya, demam juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian medis. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu febris, penyebabnya, serta kapan kondisi ini perlu diwaspadai.

Apa Itu Febris?

Febris adalah istilah medis untuk demam, yaitu kondisi ketika suhu tubuh meningkat melebihi batas normal. Suhu tubuh normal umumnya berada di sekitar 37°C, meskipun dapat sedikit berbeda pada setiap orang dan berubah sepanjang hari. Seseorang biasanya dianggap mengalami demam ketika suhu tubuh mencapai sekitar 38°C atau lebih.

Demam merupakan bagian dari mekanisme pertahanan alami tubuh. Saat sistem imun mendeteksi adanya infeksi atau gangguan tertentu, otak akan mengatur suhu tubuh menjadi lebih tinggi untuk membantu melawan penyebab penyakit. Karena itu, febris sering kali dianggap sebagai tanda bahwa tubuh sedang berusaha melindungi diri dari infeksi atau peradangan.

Gejala Febris (Demam)

Selain peningkatan suhu tubuh, febris sering disertai berbagai gejala lain yang muncul tergantung pada penyebabnya. Gejala yang umum meliputi:

  • Suhu tubuh di atas normal.
  • Menggigil atau merinding.
  • Berkeringat lebih banyak dari biasanya.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Tubuh terasa lemas atau mudah lelah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Haus atau tanda-tanda dehidrasi.
  • Merasa tidak nyaman atau tidak enak badan secara umum.

Pada anak-anak, demam tinggi terkadang dapat memicu kejang demam (febrile seizure), terutama pada usia di bawah lima tahun. Segera dapatkan bantuan medis jika anak mengalami kejang demam, terutama jika terjadi selama lebih dari 5 menit.

Penyebab Febris

Penyebab paling umum dari febris adalah infeksi. Infeksi virus seperti flu, COVID-19, atau gastroenteritis sering kali menyebabkan peningkatan suhu tubuh sebagai bagian dari respons imun. Selain itu, infeksi bakteri seperti radang tenggorokan, pneumonia, infeksi saluran kemih, dan tuberkulosis juga dapat memicu demam.

Namun, tidak semua demam disebabkan oleh infeksi. Beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan febris meliputi penyakit autoimun, peradangan kronis, reaksi terhadap obat-obatan tertentu, kanker, serta kelelahan akibat paparan panas berlebihan (heat exhaustion). Pada anak-anak, demam ringan juga dapat muncul setelah imunisasi tertentu sebagai bagian dari respons tubuh terhadap vaksin.

Dalam beberapa kasus, penyebab demam tidak langsung diketahui dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menemukan sumber masalahnya.

Cara Diagnosis Febris

Diagnosis febris dimulai dengan pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer. Namun, karena demam hanyalah gejala, dokter biasanya akan mencari penyebab yang mendasarinya melalui wawancara medis dan pemeriksaan fisik.

Dokter dapat menanyakan kapan demam mulai muncul, seberapa tinggi suhu tubuh, apakah ada gejala lain yang menyertai, serta riwayat penyakit atau paparan infeksi tertentu. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dokter mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan seperti tes darah, tes urine, pemeriksaan dahak, usap tenggorokan, atau pencitraan seperti foto rontgen dada jika diperlukan.

Tujuan utama diagnosis bukan hanya memastikan adanya demam, tetapi juga menemukan penyebabnya agar pengobatan dapat dilakukan secara tepat.

Cara Mengatasi dan Mengobati Febris

Pengobatan febris bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pada banyak kasus infeksi virus ringan, demam dapat membaik dengan istirahat yang cukup dan perawatan mandiri di rumah. Beberapa langkah yang dapat membantu meredakan demam antara lain sebagai berikut.

  • Memperbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Beristirahat yang cukup agar tubuh dapat fokus melawan infeksi.
  • Mengenakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal.
  • Mengonsumsi obat penurun demam seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai petunjuk penggunaan.

Jika demam disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik. Sementara itu, jika penyebabnya adalah kondisi lain seperti penyakit autoimun atau gangguan tertentu, pengobatan akan disesuaikan dengan diagnosis yang ditemukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar kasus febris tidak berbahaya dan akan membaik dalam beberapa hari. Namun, pemeriksaan medis diperlukan jika demam sangat tinggi (lebih dari 40°C), berlangsung lebih dari 5 hari, atau disertai gejala seperti sesak napas, nyeri dada, kejang, kebingungan, dehidrasi berat, atau ruam yang tidak biasa.

Pada bayi berusia kurang dari tiga bulan, bahkan demam ringan sekalipun perlu segera dievaluasi oleh tenaga kesehatan karena dapat menjadi tanda infeksi serius.

Kesimpulan

Febris adalah istilah medis untuk demam, yaitu kondisi ketika suhu tubuh meningkat sebagai respons alami terhadap infeksi atau gangguan kesehatan lainnya. Meski sering kali merupakan tanda bahwa sistem imun sedang bekerja melindungi tubuh, febris tetap perlu diperhatikan, terutama jika berlangsung lama atau disertai gejala yang mengkhawatirkan. Dengan memahami penyebab dan cara penanganannya, seseorang dapat mengambil langkah yang tepat untuk mendukung proses pemulihan dan mengetahui kapan perlu mencari bantuan medis.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Febris di suhu berapa?

Seseorang dikatakan mengalami febris (demam) jika suhu tubuhnya mencapai atau berada di atas 38°C saat diukur dengan termometer melalui mulut atau ketiak. Suhu tubuh normal manusia secara umum berkisar antara 36.5°C hingga 37.5°C, sehingga suhu tubuh yang lebih tinggi dari batas normal dikategorikan sebagai febris.

2. Apa penyebab penyakit febris?

Febris adalah istilah medis untuk demam, yaitu kondisi ketika suhu tubuh berada di atas 37.5°C. Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan respons alami sistem kekebalan tubuh saat melawan penyakit. Penyebab utamanya berupa infeksi virus atau bakteri, peradangan, reaksi setelah imunisasi, dan kondisi medis lainnya.

3. Febris dan demam apakah sama?

Ya, febris dan demam adalah kondisi yang sama. Febris adalah istilah medis yang berasal dari bahasa Latin untuk menyebut demam, yaitu kondisi ketika suhu tubuh berada di atas batas normal.

Belanja Obat Pasti Hemat di VIVA Apotek

Perlu obat dan vitamin dengan harga terhemat? Semua kebutuhan kesehatan Anda tersedia di VIVA Apotek. Kini, kami juga melayani pembelian melalui WhatsApp. Atau, kunjungi langsung store VIVA Apotek terdekat untuk layanan lebih lengkap seperti Cek GALAU (Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat) dan konsultasi dengan apoteker. Belanja sekarang!

Referensi:

  • https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/10880-fever.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/symptoms-causes/syc-20352759.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/fever/diagnosis-treatment/drc-20352764.
Explore
Drag