Skip links

Ultraflu

Ultraflu

Ultraflu

Ultraflu – Ultraflu adalah obat yang memiliki kandungan zat aktif paracetamol, phenylpropanolamine HCl, dan chlorpheniramine maleate. Obat ini umumnya digunakan untuk meredakan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Ultraflu diproduksi oleh PT. Henson Farma dan dapat dibeli dengan mudah di apotek.

Sebelum menggunakan Ultraflu, simak artikel berikut untuk mengetahui informasi penting mengenai penggunaan obat ini dengan tepat. Selalu ikuti petunjuk penggunaan obat selama menggunakan Ultraflu.

Merek Dagang Ultraflu

Ultraflu adalah merek dagang dari obat dengan kandungan paracetamol, phenylpropanolamine HCl, dan chlorpheniramine maleate. Ultraflu juga tersedia dalam varian lain, yaitu Ultraflu PE dan Ultraflu Extra.

Apa Itu Ultraflu?

Apa Itu Ultraflu?

  • Golongan: Obat bebas terbatas.
  • Kategori: Obat demam dan flu.
  • Manfaat: Meredakan gejala flu seperti demam, hidung tersumbat, sakit kepala, batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
  • Digunakan Oleh: Ultraflu dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak.
    • Ultraflu untuk Ibu Hamil: Kandungan parasetamol dalam obat ini sebaiknya dihindari selama kehamilan, kecuali sangat dibutuhkan. Parasetamol diberikan untuk waktu sesingkat mungkin dan dengan dosis serendah mungkin.
    • Ultraflu untuk Ibu Menyusui: Paracetamol umumnya aman selama menyusui meskipun dapat sedikit terserap ke dalam ASI. Namun, kandungan chlorpheniramine yang merupakan antihistamin dapat menimbulkan efek samping bagi bayi, serta menurunkan produksi ASI. Konsultasi dengan dokter untuk alternatif pengobatan.
    • Ultraflu untuk Anak-Anak: Penggunaan pada anak-anak diperbolehkan, namun dalam dosis yang lebih kecil. Selalu perhatikan aturan pakai sebelum memberikan Ultraflu pada anak-anak.
  • Bentuk Obat: Kaplet.

Peringatan Sebelum Menggunakan Ultraflu

Perhatikan beberapa hal sebelum menggunakan Ultraflu agar obat bekerja efektif tanpa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Berikut peringatan yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan Ultraflu:

  • Jangan menggabungkan Ultraflu dengan obat lain yang memiliki kandungan paracetamol (acetaminophen).
  • Jangan gunakan Ultraflu jika memiliki alergi terhadap bahan di dalamnya.
  • Hindari menggunakan Ultraflu dan obat lain dengan kandungan paracetamol jika Anda memiliki gangguan hati atau ginjal, arthritis, asma, dan anemia hemolitik.
  • Hindari menggunakan Ultraflu jika Anda sering mengonsumsi minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko efek samping berbahaya dari paracetamol.
  • Jangan gunakan Ultraflu jika Anda memiliki glaukoma sudut tertutup (narrow-angle glaucoma), penyumbatan pada lambung atau usus, atau pembesaran prostat.
  • Informasikan dokter mengenai riwayat asma, bronkitis, PPOK, hipertensi, penyakit jantung, epilepsi, atau hipertiroidisme sebelum menggunakan obat ini.
  • Use caution when driving, operating machinery, or performing other hazardous activities.
  • Kandungan phenylpropanolamine dalam Ultraflu dapat menyebabkan kantuk atau pusing. Hindari menyetir dan mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi.
  • Informasikan pada dokter mengenai kehamilan maupun rencana kehamilan sebelum memulai pengobatan dengan Ultraflu.
  • Hindari menggunakan Ultraflu selama menyusui. Konsultasikan dengan dokter untuk opsi pengobatan yang lebih aman.

Dosis dan Aturan Pakai Ultraflu

Dosis Ultraflu bervariasi berdasarkan tujuan pemakaiannya. Perhatikan panduan berikut ini untuk mengetahui dosis dan aturan pakai Ultraflu yang tepat:

  • Dewasa: 1 kaplet, 3-4 kali per hari.
  • Anak-Anak Usia 6-12 Tahun: 1/2 kaplet, 2 kali per hari.

Ultraflu dapat diberikan pada anak-anak, namun dalam dosis yang lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa. Jika memungkinkan, konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan Ultraflu pada anak-anak. Dokter akan memberikan dosis yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Manfaat Ultraflu

Ultraflu digunakan dalam pengobatan flu dengan beberapa gejala umum seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.

Ultraflu memiliki kandungan paracetamol yang berperan untuk meredakan demam dan nyeri. Ada juga kandungan chlorpheniramine untuk meredakan bersin-bersin dan pilek, serta kandungan phenylpropanolamine untuk meredakan hidung tersumbat.

Kombinasi bahan-bahan tersebut membuat Ultraflu efektif dalam melawan flu dan berbagai gejala yang menyertainya.

Cara Menggunakan Ultraflu dengan Benar

Meskipun Ultraflu adalah obat bebas yang dapat dibeli tanpa resep dokter, Anda tetap perlu memperhatikan aturan pakai untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi. Perhatikan panduan berikut untuk cara menggunakan Ultraflu dengan benar.

  • Ikuti seluruh petunjuk dan aturan pakai pada kemasan obat. Hanya gunakan obat sesuai dengan petunjuk.
  • Jangan gunakan Ultraflu jika Anda memiliki alergi terhadap bahan kandungan di dalamnya.
  • Jangan konsumsi Ultraflu lebih dari dosis yang direkomendasikan.
  • Berikan jeda setidaknya 4 jam sebelum meminum dosis berikutnya.
  • Paracetamol may be taken every 4 to 6 hours. Leave at least 4 hours between doses.
  • Jangan minum Ultraflu lebih dari 4 dosis dalam 24 jam.
  • Jangan konsumsi Ultraflu dalam jangka panjang. Jika kondisi tidak kunjung membaik, segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
  • Minum Ultraflu dengan air secukupnya sebelum maupun sesudah makan.
  • Jika Anda melewatkan waktu minum Ultraflu, segera minum obat ini saat ingat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Segera dapatkan bantuan medis darurat jika mengalami overdosis.

Interaksi Ultraflu dengan Obat Lain

Kandungan paracetamol dalam Ultraflu dapat berinteraksi dengan obat lain. Perhatikan beberapa interaksinya berikut ini.

  • Paracetamol dapat berinteraksi dengan obat pengencer darah seperti warfarin, terutama jika digunakan setiap hari dalam jangka panjang. Namun, penggunaan sesekali umumnya masih dapat dilakukan sesuai anjuran dokter.
  • Obat mual seperti metoclopramide dan domperidone dapat memengaruhi penyerapan paracetamol di dalam tubuh.
  • Cholestyramine, obat untuk menurunkan kolesterol, dapat mengurangi efektivitas penyerapan paracetamol jika digunakan bersamaan.
  • Lamotrigine, obat untuk epilepsi, dapat berinteraksi dengan paracetamol dan memengaruhi kerja obat.
  • Isoniazid, obat untuk tuberkulosis, dapat meningkatkan risiko gangguan hati bila digunakan bersama paracetamol.
  • Penggunaan bersama aspirin atau salicylamide perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko efek samping tertentu.
  • Obat antidepresan seperti amitriptyline dan golongan barbiturat dapat memengaruhi metabolisme paracetamol dalam tubuh.
  • Probenecid, obat untuk asam urat, dapat memengaruhi proses pembuangan paracetamol dari tubuh.
  • Chloramphenicol, antibiotik tertentu, dapat meningkatkan risiko efek samping bila digunakan bersamaan dengan paracetamol.
  • Zidovudine, obat untuk HIV/AIDS, dapat meningkatkan risiko gangguan darah jika digunakan bersama paracetamol.
  • Penggunaan bersama flucloxacillin dapat meningkatkan risiko gangguan serius pada darah dan cairan tubuh, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal berat, sepsis, malnutrisi, alkoholisme kronis, atau penggunaan paracetamol dosis tinggi.
  • Paracetamol dapat memengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium, terutama tes kadar asam urat dan gula darah.
  • Paracetamol dapat digunakan bersama pil KB, tetapi efektivitasnya dalam meredakan nyeri atau demam mungkin menjadi berkurang.

Ultraflu mungkin berinteraksi dengan obat lainnya. Informasikan pada dokter mengenai seluruh obat yang Anda konsumsi termasuk obat resep, obat bebas, vitamin, suplemen, dan produk herbal.

Efek Samping dan Bahaya Ultraflu

Ultraflu mungkin menyebabkan beberapa efek samping, mulai dari efek samping ringan, hingga yang lebih serius. Perhatikan beberapa efek samping Ultraflu berikut ini:

Efek Samping Umum:

  • Pusing dan kantuk.
  • Mulut, hidung, atau tenggorokan kering.
  • Sembelit.
  • Penglihatan kabur.
  • Sakit kepala.
  • Insomnia.
  • Mual dan muntah.
  • Keringat dingin.

Efek Samping Serius:

  • Segera hentikan penggunaan Ultraflu jika mengalami reaksi alergi serius, seperti:
    • Ruam, gatal, atau biduran.
    • Pembengkakan pada tenggorokan, lidah, atau wajah.
    • Kesulitan bernapas.
  • Memar atau berdarah secara tiba-tiba.
  • Kelelahan yang tidak wajar.
  • Gangguan pada Hati: Mual, kehilangan berat badan secara tiba-tiba, kehilangan nafsu makan, jaundice (penyakit kuning).
  • Detak jantung tidak teratur atau cepat.
  • Kejang.
  • Urin sedikit atau tidak ada sama sekali.

Ultraflu mungkin menyebabkan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi yang tidak biasa saat mengonsumsi obat ini.

Belanja Obat Pasti Hemat di VIVA Apotek

Bingung harus beli Ultraflu dan berbagai obat lainnya dengan harga pasti hemat di mana? Yuk, ke VIVA Apotek aja. Produk di VIVA Apotek juga pasti original, jadi gak perlu khawatir buat belanja. Selalu ada promo yang menunggu kamu di VIVA Apotek, loh!

Selain belanja langsung di apotek, VIVA Apotek juga menyediakan layanan belanja online melalui berbagai platform mulai dari website, e-commerce, hingga WhatsApp Commerce. VIVA Apotek melayani konsultasi apoteker GRATIS, obat resep, hingga CEK KESEHATAN dengan tenaga medis profesional.

Tunggu apalagi? Buruan ke VIVA Apotek terdekat atau belanja online biar lebih praktis!

Referensi:

  • Drugs.com (2025). Paracetamol Uses, Dosage, Side Effects, Warnings. https://www.drugs.com/paracetamol.html.
  • Drugs.com (2025). Chlorpheniramine Uses, Side Effects & Warnings. https://www.drugs.com/paracetamol.html.
  • Drugs.com (n.d.). Phenylpropanolamine Side Effects: Common, Severe, Long Term. https://www.drugs.com/sfx/phenylpropanolamine-side-effects.html.
  • MIMS Indonesia (n.d.). Paracetamol: Uses & Dosage. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic.
Explore
Drag