Skip links
Mengapa Gigi Palsu Terasa Longgar

Mengapa Gigi Palsu Terasa Longgar? Ini 5 Penyebabnya

Mengapa Gigi Palsu Terasa LonggarBagi banyak orang, gigi palsu menjadi penyelamat untuk mengembalikan senyum dan fungsi mengunyah setelah kehilangan gigi asli. Dengan memakai gigi palsu, seseorang dapat kembali berbicara dengan jelas, menikmati makanan favorit, dan tampil lebih percaya diri.

Sayangnya, tidak sedikit pemakai gigi palsu yang mengeluhkan masalah seiring waktu. Salah satunya adalah sensasi gigi palsu terasa longgar atau sehingga tidak nyaman untuk dipakai di mulut.

Kondisi ini bisa terasa sangat mengganggu. Gigi palsu yang tidak stabil bukan hanya membuat tidak nyaman saat makan atau berbicara, tetapi juga berisiko menyebabkan luka pada gusi.

Beberapa pengguna gigi palsu berpikir hal ini terjadi karena kualitas gigi palsu menurun, padahal penyebabnya bisa jauh lebih kompleks. Contohnya mulai dari perubahan struktur gusi, cara perawatan yang salah, hingga kebiasaan harian yang tidak disadari.

Penyebab Gigi Palsu Terasa Longgar

Berikut adalah beberapa potensi penyebab gigi palsu terasa longgar yang sering ditemui sehingga dapat dicocokkan sesuai dengan kondisi yang Anda rasakan.

1. Perubahan Bentuk Gusi

Salah satu penyebab paling umum gigi palsu menjadi longgar adalah perubahan bentuk gusi dan tulang rahang seiring waktu. Setelah gigi asli dicabut, tulang rahang secara alami akan menyusut karena tidak lagi menerima tekanan gigitan seperti sebelumnya. Proses ini dikenal dengan istilah bone resorption atau penyusutan tulang.

Akibatnya, permukaan gusi yang awalnya pas dengan bentuk gigi palsu mulai berubah. Celah kecil antara gusi dan gigi palsu muncul sehingga menyebabkan tidak lagi menempel sempurna. Saat digunakan untuk mengunyah, berbicara, atau tersenyum, gigi palsu dapat bergeser atau bahkan terlepas.

Perubahan ini biasanya terjadi secara perlahan dan wajar, terutama pada pemakai gigi palsu penuh (full denture). Karena alasan itu, dokter gigi biasanya menyarankan pemeriksaan rutin setiap enam bulan untuk memantau kondisi rahang dan menyesuaikan bentuk gigi palsu jika diperlukan.

2. Gigi Palsu Terlalu Lama Digunakan

Layaknya benda lain yang sering dipakai, gigi palsu juga memiliki masa pakai. Umumnya, gigi palsu berbahan akrilik bertahan antara lima hingga sepuluh tahun. Setelah itu, bentuknya dapat berubah akibat tekanan saat mengunyah, paparan air liur, dan gesekan terus-menerus dengan gusi.

Ketika bahan gigi palsu mulai melonggar, alat tersebut tidak lagi menempel rapat seperti semula. Bahkan pada beberapa kasus, pengguna merasa gigi palsu mudah lepas ketika sedang berbicara atau makan makanan agak keras.

Penggunaan gigi palsu yang sudah melebihi usia pakainya juga berpotensi menyebabkan iritasi dan luka pada gusi. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk melakukan refitting atau membuat gigi palsu baru sesuai kondisi mulut Anda terkini.

3. Pembuatan Gigi Palsu yang Tidak Tepat

Penyebab lain yang cukup sering adalah gigi palsu tidak dibuat dengan ukuran atau bentuk yang benar sejak awal. Proses pencetakan gigi palsu memerlukan ketelitian tinggi agar sesuai dengan kontur gusi dan rahang pasien. Jika hasil cetakan kurang presisi, gigi palsu bisa terasa longgar sejak pertama kali digunakan.

Selain itu, setiap mulut memiliki perbedaan struktur anatomi. Jika teknisi gigi tidak memperhatikan perbedaan ini dengan cermat, hasil akhirnya bisa tidak nyaman — terlalu ketat di satu sisi dan longgar di sisi lainnya.

Pembuatan gigi palsu juga memerlukan bahan berkualitas dan teknik pengerjaan yang tepat. Gigi palsu murah yang dibuat tanpa standar medis sering kali cepat berubah bentuk sehingga menambah risiko kelonggaran.

4. Penurunan Produksi Air Liur

Air liur memiliki fungsi penting dalam menjaga kenyamanan penggunaan gigi palsu. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas sekaligus merekatkan gusi dan gigi palsu, di mana hal tersebut menciptakan daya rekat yang membuatnya menempel kuat.

Namun, seiring bertambahnya usia atau akibat konsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin, antidepresan, dan diuretik, produksi air liur bisa menurun. Kondisi yang disebut xerostomia (mulut kering) ini membuat gigi palsu kehilangan daya rekatnya.

Dampaknya, gigi palsu mudah bergeser bahkan saat digunakan untuk berbicara ringan. Selain tidak nyaman, mulut kering juga dapat menyebabkan sariawan dan bau mulut, memperparah masalah yang sudah ada.

5. Pola Makan dan Kebiasaan Sehari-hari

Kebiasaan tertentu juga bisa mempercepat kelonggaran gigi palsu. Misalnya, sering mengunyah makanan keras seperti kacang atau permen, menggigit kuku, atau membuka kemasan menggunakan gigi palsu. Kebiasaan-kebiasaan tersebut memberikan tekanan berlebih pada struktur gigi palsu dan gusi sehingga mengubah posisi dan bentuk gigi palsu.

Di sisi lain, mengonsumsi minuman panas dan dingin secara bergantian juga dapat membuat bahan akrilik gigi palsu memuai dan menyusut berulang kali yang berisiko mempercepat kerusakan struktural.

Kebiasaan lain yang tidak disadari adalah tidak melepas gigi palsu saat tidur malam. Padahal, gusi dan jaringan mulut membutuhkan waktu untuk beristirahat dari tekanan alat tersebut.

Cara Mengatasi Gigi Palsu Terasa Longgar

Tidak perlu khawatir, gigi palsu yang dialami tetap bisa diatasi dengan beberapa metode yang efektif selama dilakukan sesuai dengan prosedur. Berikut adalah beberapa cara mengatasi gigi palsu longgar yang dimaksud.

1. Lakukan Relining Gigi Palsu

Jika gigi palsu terasa longgar karena perubahan bentuk gusi atau rahang, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah relining. Prosedur ini dilakukan oleh dokter gigi dengan menambahkan lapisan akrilik baru pada bagian dalam gigi palsu agar kembali pas dengan bentuk gusi terkini.

Relining merupakan solusi yang relatif cepat dan terjangkau dibandingkan membuat gigi palsu baru. Umumnya, prosesnya hanya memerlukan satu atau dua kunjungan ke dokter gigi.

Perlu diingat bahwa ada dua jenis relining: soft reline dan hard reline. Soft reline menggunakan bahan lebih lembut dan nyaman bagi gusi sensitif, sementara hard reline menggunakan bahan akrilik keras yang tahan lebih lama. Dokter biasanya akan menentukan jenis yang paling sesuai berdasarkan kondisi mulut pasien.

2. Gunakan Perekat Gigi Palsu

Jika gigi palsu sedikit longgar, Anda bisa menggunakan perekat khusus gigi palsu. Perekat ini berbentuk krim atau bubuk yang membantu menambah daya rekat antara gigi palsu dan gusi.

Perekat gigi palsu bekerja dengan cara menciptakan lapisan tipis yang mengisi celah antara gusi dan alat, sekaligus meningkatkan stabilitas saat berbicara dan makan. Namun, penggunaannya tidak boleh berlebihan. Jika gigi palsu terlalu bergantung pada perekat, bisa jadi alat tersebut sudah perlu disesuaikan ulang.

Pastikan Anda menggunakan produk perekat yang direkomendasikan oleh dokter gigi dan membersihkan sisa perekat setiap hari agar tidak menimbulkan penumpukan bakteri.

Salah satu produk perekat gigi palsu yang tersedia di pasaran yaitu Polident Fresh Mint. Cukup gunakan perekat ini sebanyak 1 kali sehari dengan mengoleskannya pada gigi palsu, posisinya pun akan lebih stabil sehingga tidak kembali longgar.

3. Jaga Kebersihan Gigi Palsu dan Mulut

Gigi palsu yang kotor bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur, yang menyebabkan gusi meradang dan membuat gigi palsu semakin longgar. Membersihkan gigi palsu setiap hari dengan sikat lembut dan sabun cair ringan sangat dianjurkan. Hindari menggunakan pasta gigi biasa karena bahannya dapat merusak permukaan akrilik.

Setelah makan, jangan lupa untuk membilas gigi palsu dengan air bersih untuk menghindari penumpukan sisa makanan. Lepaskan gigi palsu sebelum tidur dan rendam dalam air atau cairan pembersih khusus agar bentuknya tetap terjaga.

Menjaga kebersihan gusi dan lidah juga tidak kalah penting. Gunakan sikat gigi lembut untuk membersihkan jaringan mulut agar sirkulasi darah tetap lancar.

Itulah beberapa informasi terkait mengapa gigi palsu terasa longgar yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!

Referensi:

  • Aria Dental (n.d). Understanding Loose Dentures: Causes, Maintenance, and Modern Alternatives. https://www.ariadental.net.au/dental-implants/understanding-loose-dentures-causes-maintenance-and-modern-alternatives.
  • Charles Schof (2025). Why Are My Dentures Falling Out? What Should I Do?. https://www.charlesschof.com/post/why-are-my-dentures-falling-out-what-should-i-do.
  • NHS (2025). Dentures (false teeth). https://www.nhs.uk/tests-and-treatments/dentures.
  • Rauchberg (2021). 6 Health Issues That Ill-Fitting Dentures Can Cause. https://www.rauchberg.com/blog/2021/01/14/loose-dentures-health-issues.
  • River Rock (2024). Loose Dentures: What to Do If Your Dentures Don’t Fit?. https://www.riverrockdds.com/blog/what-to-do-if-your-loose-dentures-do-not-fit.
Explore
Drag