Skip links

Analpim

Analpim

Analpim

Analpim – Analpim adalah obat yang memiliki kandungan zat aktif parasetamol dan tersedia dalam bentuk tablet maupun sirup. Obat ini umumnya digunakan untuk meringankan gejala sakit kepala, sakit gigi, dan menurunkan demam. Parasetamol juga umumnya dapat digunakan untuk meredakan gejala flu dan pilek, nyeri haid, hingga nyeri otot.

Sebelum menggunakan Analpim, simak artikel berikut untuk mengetahui informasi penting mengenai penggunaan obat ini dengan tepat. Selalu ikuti petunjuk dokter selama menggunakan Analpim.

Merek Dagang Analpim

Analpim adalah salah satu merek dagang untuk obat dengan kandungan parasetamol yang diproduksi oleh PT PIM Pharmaceuticals. Merek dagang lain yang umum ditemukan di Indonesia adalah Sanmol, Panadol, Farmadol, Apetic, Tempra, Pyrexin, dan masih banyak lagi.

Apa Itu Analpim?

Apa Itu Analpim?

  • Golongan: Obat Bebas.
  • Kategori: Antipiretik dan analgesik.
  • Manfaat: Meredakan nyeri yang disebabkan oleh sakit kepala, sakit gigi, haid, serta meredakan demam dan flu.
  • Digunakan Oleh: Analpim dapat digunakan oleh anak-anak hingga orang dewasa.
    • Analpim untuk Ibu Hamil: Parasetamol hanya dapat digunakan selama kehamilan jika sangat diperlukan dan tidak ada alternatif lain. Hanya gunakan dalam dosis paling rendah dan untuk waktu sesingkat mungkin.
    • Analpim untuk Ibu Menyusui: Parasetamol dapat terserap ke dalam ASI, namun penggunaannya selama menyusui masih tergolong aman. Sebaiknya tetap konsultasikan kebutuhan Anda dengan dokter sebelum menggunakan.
    • Analpim untuk Anak-Anak: Analpim sirup dapat diberikan pada anak-anak hingga bayi. Namun, dosisnya tetap harus disesuaikan dengan petunjuk dan anjuran dokter. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat untuk anak.
  • Bentuk Obat: Tablet dan sirup.

Peringatan Sebelum Menggunakan Analpim

Perhatikan beberapa hal sebelum menggunakan Analpim agar obat bekerja efektif tanpa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Berikut peringatan yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan Analpim.

  • Jangan gunakan Analpim jika Anda memiliki alergi terhadap parasetamol yang menjadi bahan aktif dalam obat ini.
  • Jangan minum Analpim bersamaan dengan obat lain yang juga memiliki kandungan parasetamol atau asetaminofen.
  • Sebelum menggunakan obat yang mengandung parasetamol seperti Analpim, informasikan kepada dokter jika Anda memiliki beberapa kondisi kesehatan sebagai berikut.
    • Artritis yang mengharuskan Anda mengonsumsi obat pereda nyeri setiap hari.
    • Penyakit ginjal atau hati.
    • Underweight (berat badan kurang) atau malnutrisi.
    • Memiliki infeksi yang parah.
    • Memiliki kekurangan enzim glucose-6-phosphatedehydrogenase.
    • Menderita asma dan memiliki sensitivitas terhadap aspirin.
    • Memiliki anemia hemolitik.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan selama menggunakan Analpim atau obat lain yang mengandung parasetamol.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sering mengonsumsi alkohol, karena alkohol dapat meningkatkan risiko efek samping.
  • Penggunaan parasetamol setiap hari dalam jangka panjang (beberapa bulan atau lebih) dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal atau hati.

Dosis dan Aturan Pakai Analpim

Dosis Analpim bervariasi berdasarkan bentuk sediaan. Perhatikan panduan berikut ini untuk mengetahui dosis dan aturan pakai Analpim yang tepat.

Analpim Tablet:

  • Dewasa: 1-2 tablet, 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 1/2-1 tablet, 3-4 kali sehari.

Analpim Sirup:

  • Dewasa: 20-25 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak 0-1 tahun: 2.5 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak 1-2 tahun: 5 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak 2-6 tahun: 5-10 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak 6-9 tahun: 10-15 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak-anak 9-12 tahun: 15-20 ml, 3-4 kali sehari.

Manfaat Analpim

Analpim digunakan untuk meredakan nyeri yang disebabkan oleh berbagai macam kondisi kesehatan seperti sakit kepala, migrain, sakit gigi, nyeri haid, nyeri otot, hingga artritis. Parasetamol juga umum diberikan sebagai pereda nyeri pasca operasi.

Analpim juga digunakan untuk meredakan demam yang disebabkan oleh flu dan berbagai penyakit lainnya. Analpim dapat digunakan oleh anak-anak hingga orang dewasa dalam dosis yang tepat.

Cara Menggunakan Analpim dengan Benar

Jangan gunakan Analpim tanpa mengikuti aturan pakai pada kemasan untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi. Perhatikan panduan berikut untuk cara menggunakan Analpim dengan benar.

  • Ikuti seluruh petunjuk dan aturan pakai pada kemasan obat. Hanya gunakan obat sesuai dengan petunjuk.
  • Jangan menggerus, menggigit, atau memotong tablet Analpim. Minum secara utuh dengan air secukupnya.
  • Analpim dapat diminum sebelum maupun sesudah makan. Namun, jika mudah mengalami gangguan pencernaan atau perut terasa tidak nyaman, Analpim disarankan untuk diminum sesudah makan.
  • Jangan minum Analpim dalam dosis lebih banyak daripada yang dianjurkan pada kemasan maupun oleh apoteker atau dokter.
  • Jika demam tidak kunjung turun setelah 2 hari, atau nyeri tidak mereda setelah 5 hari, segera cari bantuan medis.
  • Parasetamol dapat diminum setiap 4 hingga 6 jam. Beri jeda setidaknya 4 jam sebelum meminum dosis selanjutnya.
  • Jangan meminum lebih dari 4 dosis dalam 24 jam.
  • Jika Anda melewatkan waktu minum Analpim, minum obat ini jika dibutuhkan selama sudah lebih dari 4 jam sejak dosis sebelumnya. Jangan menggandakan dosis selanjutnya atau meminum lebih dari dosis yang dianjurkan.
  • Segera dapatkan bantuan medis darurat jika mengalami overdosis.
  • Simpan obat pada tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari udara panas dan lingkungan lembap.
  • Jangan gunakan obat jika sudah kadaluarsa.

Interaksi Analpim dengan Obat Lain

Analpim yang memiliki kandungan bahan aktif parasetamol dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Analpim dapat berinteraksi dengan:

  • Obat pengencer darah (antikoagulan), seperti warfarin, terutama jika parasetamol digunakan setiap hari dalam jangka panjang.
  • Obat antimual, seperti metoclopramide atau domperidone, yang dapat memengaruhi penyerapan parasetamol.
  • Obat penurun kolesterol, seperti cholestyramine, yang dapat mengurangi penyerapan parasetamol.
  • Obat antiepilepsi, seperti lamotrigine.
  • Obat tuberkulosis, seperti isoniazid, yang dapat meningkatkan risiko gangguan hati.
  • Obat pereda nyeri atau penurun demam lain, seperti aspirin dan salisilamida.
  • Barbiturat dan antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline.
  • Obat asam urat, seperti probenecid, yang dapat memengaruhi metabolisme parasetamol.
  • Antibiotik, seperti chloramphenicol dan flucloxacillin; penggunaan bersama flucloxacillin dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik serius pada kondisi tertentu.
  • Obat HIV, seperti zidovudine, yang dapat meningkatkan risiko efek samping pada darah.
  • Kontrasepsi oral, yang dapat mengurangi efektivitas parasetamol dalam meredakan nyeri atau menurunkan demam.

Selain itu, parasetamol dalam Analpim juga dapat memengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium, seperti tes kadar asam urat dan gula darah.

Obat lain mungkin juga dapat berinteraksi dengan Analpim, termasuk obat resep, obat bebas, suplemen, dan produk herbal. Selalu informasikan seluruh obat dan suplemen yang Anda konsumsi pada dokter untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan.

Efek Samping dan Bahaya Analpim

Analpim dengan kandungan parasetamol umumnya aman dan tidak menimbulkan banyak efek samping. Namun, efek samping seperti mual, muntah, dan perut tidak nyaman mungkin terjadi. Meskipun lebih jarang, efek samping serius juga dapat timbul setelah meminum Analpim dan obat lain yang mengandung parasetamol. Berikut beberapa efek samping yang dapat timbul.

Efek Samping Serius / Tidak Umum:

  • Segera hentikan penggunaan jika mengalami reaksi alergi berat seperti sesak napas, biduran, atau bengkak pada wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan.
  • Feses berdarah atau hitam bloody or black, tarry stools.
  • Urine berdarah atau keruh.
  • Demam dengan atau tanpa menggigil yang tidak ada sebelumnya.
  • Nyeri parah pada punggung bagian bawah dan/atau sisi tubuh.
  • Bentol merah pada kulit.
  • Ruam, biduran, atau gatal pada kulit.
  • Sakit tenggorokan yang tidak ada sebelumnya.
  • Sariawan, luka, atau bercak putih pada bibir atau di dalam mulut.
  • Urine menjadi sedikit secara tiba-tiba.
  • Perdarahan atau memar yang tidak biasa.
  • Merasa lemah dan kelelahan yang tidak biasa.
  • Mata atau kulit menguning (jaundice).
  • Segera cari bantuan medis jika mengalami overdosis dengan gejala seperti:
    • Diare.
    • Keringat berlebih.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Mual atau muntah.
    • Kram atau nyeri perut.
    • Pembengkakan atau nyeri pada perut bagian atas di dekat area lambung.

Analpim mungkin menyebabkan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi yang tidak biasa saat mengonsumsi obat ini.

Belanja Obat Pasti Hemat di VIVA Apotek

Bingung harus beli Analpim dan berbagai obat lainnya dengan harga pasti hemat di mana? Yuk, ke VIVA Apotek aja. Produk di VIVA Apotek juga pasti original, jadi gak perlu khawatir buat belanja. Selalu ada promo yang menunggu kamu di VIVA Apotek, loh!

Selain belanja langsung di apotek, VIVA Apotek juga menyediakan layanan belanja online melalui berbagai platform mulai dari website, e-commerce, hingga WhatsApp Commerce. VIVA Apotek melayani konsultasi apoteker GRATIS, obat resep, hingga CEK KESEHATAN dengan tenaga medis profesional.

Tunggu apa lagi? Buruan ke VIVA Apotek terdekat atau belanja online biar lebih praktis!

Referensi:

  • https://www.drugs.com/paracetamol.html.
  • https://www.drugs.com/sfx/paracetamol-side-effects.html.
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol?mtype=generic.
  • https://pimpharma.com/product/analpim-paracetamol-120-mg-5-ml-syrup-60-ml.
  • https://pimpharma.com/product/kaplet-analpim-paracetamol-500-mg-isi-10-strip-10-kaplet.
Explore
Drag