Skip links

Hipotermia

Hipotermia

Hipotermia

Hipotermia – Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh turun secara drastis hingga di bawah 35°C. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis karena suhu tubuh yang terlalu rendah dapat mengganggu fungsi jantung, sistem saraf, paru-paru, dan organ vital lainnya. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan kehilangan kesadaran, henti jantung, hingga kematian.

Meskipun sering dikaitkan dengan cuaca bersalju atau suhu ekstrem, hipotermia juga dapat terjadi akibat paparan hujan, angin, atau air dingin dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala, penyebab, dan cara penanganannya agar risiko komplikasi dapat diminimalkan. Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya menghasilkan panas. Akibatnya, suhu inti tubuh turun di bawah batas normal, yaitu kurang dari 35°C. Pada suhu yang terlalu rendah, berbagai organ tubuh tidak dapat bekerja secara optimal. Otak menjadi sulit berfungsi dengan baik, kemampuan berpikir menurun, dan koordinasi tubuh terganggu.

Normalnya, tubuh manusia mempertahankan suhu sekitar 36,5–37,5°C. Ketika seseorang terpapar lingkungan dingin dalam waktu lama, cadangan energi tubuh digunakan untuk menghasilkan panas. Jika kehilangan panas terus berlangsung, tubuh akhirnya tidak mampu mempertahankan suhu normal dan terjadilah hipotermia.

Gejala Hipotermia

Gejala hipotermia sering berkembang secara bertahap sehingga penderitanya mungkin tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami kondisi berbahaya. Salah satu tanda paling awal adalah menggigil, yang merupakan respons alami tubuh untuk menghasilkan panas. Namun, pada hipotermia yang semakin berat, menggigil dapat berhenti karena tubuh kehabisan energi. Beberapa gejala hipotermia yang umum meliputi:

  • Menggigil terus-menerus.
  • Bicara tidak jelas atau bergumam.
  • Napas lambat dan pendek.
  • Denyut nadi lemah.
  • Tubuh terasa sangat lelah dan mengantuk.
  • Kebingungan atau kehilangan ingatan sementara.
  • Koordinasi tubuh menurun dan mudah terjatuh.
  • Kehilangan kesadaran pada kasus yang berat.

Pada bayi, hipotermia dapat ditandai dengan kulit yang terasa dingin dan tampak kemerahan terang.

Penyebab Hipotermia

Hipotermia terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada menghasilkan panas. Penyebab paling umum adalah paparan suhu dingin dalam waktu lama tanpa perlindungan yang memadai. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipotermia antara lain sebagai berikut.

1. Paparan Cuaca Dingin

Berada di luar ruangan saat cuaca sangat dingin tanpa pakaian yang cukup hangat dapat menyebabkan suhu tubuh turun secara bertahap. Risiko meningkat jika seseorang terjebak di luar ruangan dalam waktu lama.

2. Pakaian Basah atau Kehujanan

Pakaian yang basah mempercepat hilangnya panas tubuh. Karena air menghantarkan panas lebih cepat dibandingkan udara, tubuh dapat kehilangan panas secara signifikan saat pakaian atau kulit dalam kondisi basah.

3. Terjatuh ke Air Dingin

Hipotermia dapat terjadi dengan cepat saat seseorang terjatuh ke sungai, danau, atau laut yang dingin. Kehilangan panas melalui air berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan melalui udara.

4. Tinggal di Lingkungan yang Terlalu Dingin

Bayi, lansia, atau individu yang tinggal di rumah dengan sistem pemanas yang kurang memadai juga berisiko mengalami hipotermia, terutama saat musim dingin.

Faktor Risiko Hipotermia

Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipotermia dibandingkan populasi umum.

Lansia lebih rentan karena kemampuan tubuh untuk mengatur suhu menurun seiring bertambahnya usia. Selain itu, lansia sering memiliki penyakit penyerta yang memengaruhi regulasi suhu tubuh. Anak-anak dan bayi juga lebih mudah kehilangan panas dibandingkan orang dewasa.

Faktor risiko lainnya meliputi kelelahan berat, konsumsi alkohol, penggunaan obat-obatan tertentu, gangguan tiroid, diabetes, penyakit Parkinson, malnutrisi, dan kondisi medis yang memengaruhi kemampuan tubuh mempertahankan suhu normal.

Diagnosis Hipotermia

Hipotermia umumnya mudah untuk didiagnosis berdasarkan gejala yang dialami pasien dan kondisi lingkungan saat gejala muncul. Namun, hipotermia bisa sulit dideteksi jika gejalanya ringan.

Pengukuran suhu tubuh menjadi langkah utama untuk memastikan diagnosis. Pada beberapa kasus, pemeriksaan darah dapat dilakukan untuk menilai tingkat keparahan hipotermia dan mendeteksi komplikasi yang mungkin terjadi.

Pertolongan Pertama pada Hipotermia

Hipotermia memerlukan penanganan segera. Jika Anda mencurigai seseorang mengalami hipotermia, segera hubungi layanan darurat medis. Sambil menunggu bantuan medis datang, beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pindahkan penderita ke tempat yang hangat dan terlindung dari angin jika memungkinkan. Jika tidak, lindungi pasien dari angin dan udara dingin sebaik mungkin.
  • Lepaskan pakaian yang basah dan gantikan dengan pakaian atau selimut yang kering.
  • Hangatkan tubuh secara perlahan, terutama pada area dada, leher, dan selangkangan.
  • Berikan minuman hangat dan manis jika penderita masih sadar dan mampu menelan.
  • Hindari menggosok tubuh secara keras karena dapat memicu gangguan irama jantung pada kasus berat.

Penting untuk tidak menggunakan air panas, bantalan pemanas yang terlalu panas, atau memanaskan tubuh secara mendadak karena dapat memperburuk kondisi.

Cara Mencegah Hipotermia

Pencegahan hipotermia berfokus pada upaya mempertahankan suhu tubuh agar tetap normal saat berada di lingkungan dingin.

Gunakan pakaian berlapis yang dapat menahan panas tubuh, termasuk topi, sarung tangan, dan jaket tahan angin. Pastikan pakaian tetap kering dan segera ganti pakaian yang basah. Selain itu, hindari konsumsi alkohol sebelum beraktivitas di lingkungan dingin karena alkohol dapat mempercepat hilangnya panas tubuh.

Jika melakukan aktivitas di air atau cuaca dingin, gunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai dan batasi durasi paparan terhadap suhu rendah. Lansia dan bayi juga perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak berada terlalu lama di lingkungan yang dingin.

Kesimpulan

Hipotermia adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika suhu tubuh turun di bawah 35°C akibat kehilangan panas yang lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk memproduksinya. Gejalanya dapat berupa menggigil, kebingungan, bicara tidak jelas, hingga kehilangan kesadaran. Karena dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian, hipotermia memerlukan penanganan segera. Dengan mengenali gejalanya sejak dini dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko hipotermia dapat dikurangi secara signifikan.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa penyebab hipotermia di gunung?

Hipotermia di gunung terjadi ketika tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada yang diproduksi, menyebabkan suhu inti tubuh turun drastis di bawah 35°C. Hal ini umumnya dipicu oleh paparan suhu ekstrem, pakaian basah akibat hujan atau keringat, angin kencang, kelelahan, dan kurangnya asupan makanan.

2. Kenapa hipotermia tidak boleh tidur?

Orang yang mengalami hipotermia tidak boleh tidur karena rasa kantuk tersebut sebenarnya adalah sinyal penurunan kesadaran akibat penurunan fungsi otak. Jika dibiarkan tertidur, penderita berisiko mengalami koma hingga gagal jantung yang berujung pada kematian.

3. Apa ciri-ciri orang terkena hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi darurat ketika suhu tubuh turun drastis di bawah 35°C. Ciri-ciri utamanya meliputi tubuh menggigil hebat, kulit pucat dan dingin, bicara cadel, gerakan melamban, hingga penurunan kesadaran. Hipotermia dibagi menjadi 3 fase, yaitu ringan, sedang, dan berat. Pada kasus berat, penderita sangat mungkin kehilangan kesadaran dan denyut nadi melambat. Pada tahap ini, pasien harus segera mendapatkan bantuan darurat.

Belanja Obat Pasti Hemat di VIVA Apotek

Perlu obat dan vitamin dengan harga terhemat? Semua kebutuhan kesehatan Anda tersedia di VIVA Apotek. Kini, kami juga melayani pembelian melalui WhatsApp. Atau, kunjungi langsung store VIVA Apotek terdekat untuk layanan lebih lengkap seperti Cek GALAU (Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat) dan konsultasi dengan apoteker. Belanja sekarang!

Referensi:

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothermia/symptoms-causes/syc-20352682.
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypothermia/diagnosis-treatment/drc-20352688.
Explore
Drag