Skip links

Diclofenac Sodium

Diclofenac Sodium

Diclofenac Sodium

Diclofenac Sodium – Diclofenac Sodium adalah obat yang termasuk dalam golongan Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID) atau disebut juga sebagai Obat Antiinflamasi Nonsteroid (OAINS). Diclofenac bekerja dengan cara meredakan rasa nyeri ringan hingga sedang, dan peradangan pada tubuh.

Diclofenac umumnya digunakan untuk mengobati osteoarthritis atau rheumatoid arthritis. Selain diclofenac sodium, diclofenac juga tersedia dalam bentuk lain berupa diclofenac potassium.

Merek Dagang Diclofenac Sodium

Merek dagang diclofenac sodium antara lain: Voltaren, Voltaren Ophtha, Volten, Anuva, Atranac, Dicloflam, Diklovit, Divoltar, Fenavel, Flamar, Neurofenac, Nilaren, Provoltar, Reclofen, Scantaren, Xepathritis, Zegren.

Apa Itu Diclofenac Sodium?

Apa Itu Diclofenac Sodium?

  • Golongan: 
    • Tablet dan Kapsul: Obat keras.
    • Supositoria: Obat keras.
    • Gel: Obat bebas.
  • Kategori: Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID).
  • Manfaat: Mengatasi nyeri dan peradangan, terutama pada persendian, otot, dan tulang.
  • Digunakan Oleh: Umumnya direkomendasikan untuk orang dewasa. Namun, beberapa jenis dapat digunakan oleh anak-anak dengan pengawasan dari tenaga medis.
  • Diclofenac Sodium untuk Ibu Hamil: Diclofenac sodium dan obat jenis NSAID lainnya tidak disarankan bagi ibu hamil, terutama sejak minggu ke-20 kehamilan karena dapat menyebabkan komplikasi. Jika memungkinkan NSAID sebaiknya dihindari sepanjang kehamilan.
  • Diclofenac Sodium untuk Ibu Menyusui: Diclofenac sodium dapat terserap ke dalam ASI dalam jumlah kecil, meskipun belum terbukti sepenuhnya. Ikuti rekomendasi dokter sebelum menggunakan untuk memastikan keamanannya.
  • Diclofenac Sodium untuk Anak-Anak: Penggunaan pada anak-anak harus dilakukan atas rekomendasi dokter. Ikuti arahan dari dokter terkait dosis dan cara penggunaannya.
  • Bentuk Obat: Tablet, kapsul, gel, injeksi, dan obat tetes mata.

Peringatan Sebelum Menggunakan Diclofenac Sodium

Perhatikan beberapa hal sebelum menggunakan diclofenac sodium agar obat bekerja efektif tanpa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Berikut peringatan yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan diclofenac sodium:

  • Jangan gunakan diclofenac sodium jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap aspirin atau NSAID.
  • Diclofenac dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, terutama jika digunakan dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi. Risiko ini meningkat pada pasien penyakit jantung.
  • Jangan gunakan diclofenac sebelum maupun sesudah operasi bypass jantung (Coronary Artery Bypass Graft).
  • Diclofenac mungkin juga menyebabkan perdarahan pada usus atau lambung, yang bisa berakibat fatal. Kondisi ini bisa terjadi tanpa peringatan selama mengonsumsi obat ini, terutama pada lansia.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki penyakit jantung, hipertensi, luka atau perdarahan pada lambung, asma, penyakit ginjal atau hati sebelum menggunakan obat ini. Informasikan juga jika Anda merokok.
  • Diclofenac dapat memengaruhi ovulasi sehingga Anda akan lebih sulit hamil selama menggunakan obat ini.
  • Jangan gunakan diclofenac selama kehamilan kecuali disarankan oleh dokter.
  • Penggunaan NSAID selama 20 minggu terakhir kehamilan dapat menyebabkan masalah jantung atau ginjal yang serius pada janin dan berpotensi menyebabkan komplikasi lain.
  • Penggunaan diclofenac selama menyusui mungkin tidak aman. Konsultasikan risiko yang mungkin terjadi dengan dokter.

Dosis dan Aturan Pakai Diclofenac Sodium

Dosis diclofenac sodium bervariasi berdasarkan tujuan pemakaiannya. Perhatikan panduan berikut ini untuk mengetahui dosis dan aturan pakai diclofenac sodium yang tepat:

Pengobatan Osteoarthritis

  • Tablet Salut Enterik:
    • Dewasa: 50 mg, 2-3 kali sehari atau 75 mg, 2 kali sehari.
    • Dosis Maksimum: 150 mg sehari.
  • Tablet Extended-Release:
    • Dewasa: 100 mg, 1 kali sehari.

Pengobatan Ankylosing Spondylitis

  • Tablet Salut Enterik dan Delayed-Release:
    • Dewasa: 25 mg, 4 kali sehari. Jika diperlukan, dosis tambahan sebesar 25 mg dapat diberikan sebelum tidur.
    • Dosis Maksimum: 125 mg sehari.

Pengobatan Rheumatoid Arthritis

  • Tablet Salut Enterik dan Delayed-Release:
    • Dewasa: 50 mg, 3-4 kali sehari atau 75 mg, 2 kali sehari.
    • Dosis Maksimum: 225 mg sehari.
  • Tablet Extended-Release:
    • Dewasa: 100 mg, satu kali sehari.
    • Dosis Maksimum: 100 mg, 2 kali sehari.

Manfaat Diclofenac Sodium

Diclofenac sodium digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit yang berhubungan dengan persendian, otot, dan tulang. Obat ini digunakan untuk meredakan rasa nyeri dan peradangan seperti pada kondisi arthritis, terkilir, hingga migrain.

Diclofenac sodium tersedia dalam berbagai bentuk dan perlu disesuaikan dengan keperluan pasien.

Cara Menggunakan Diclofenac Sodium dengan Benar

Jangan gunakan diclofenac sodium tanpa arahan dokter untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi. Perhatikan panduan berikut untuk cara menggunakan diclofenac sodium dengan benar:

  • Ikuti seluruh petunjuk dan aturan pakai pada kemasan obat. Hanya gunakan obat sesuai dengan petunjuk.
  • Gunakan diclofenac sodium dengan dosis terendah dan untuk waktu sesingkat mungkin untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi.
  • Jangan berbagi obat ini dengan siapapun, meski gejala yang dialami sama.
  • Jangan menggerus, menggigit, atau memotong tablet diclofenac sodium. Minum secara utuh dengan air secukupnya.
  • Jika menggunakan diclofenac sodium dalam jangka panjang, Anda mungkin memerlukan pemeriksaan medis rutin.
  • Hindari mengonsumsi alkohol selama menggunakan obat ini karena dapat meningkatkan risiko perdarahan pada lambung.
  • Hindari menggunakan aspirin atau NSAID lain selama menggunakan diclofenac sodium kecuali direkomendasikan oleh dokter.
  • Tanya dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat pereda nyeri, demam, atau obat flu. Obat tersebut mungkin mengandung bahan yang serupa dengan diclofenac seperti aspirin, ibuprofen, ketoprofen, atau naproxen.
  • Jika Anda melewatkan waktu minum diclofenac sodium, segera minum obat ini saat ingat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Segera dapatkan bantuan medis darurat jika mengalami overdosis.

Interaksi Diclofenac Sodium dengan Obat Lain

Sebelum menggunakan diclofenac sodium, informasikan kepada dokter jika Anda menggunakan antidepresan. Beberapa jenis antidepresan dapat membuat Anda lebih mudah memar atau berdarah jika dikonsumsi bersama dengan NSAID. Beberapa obat lain yang dapat berinteraksi dengan diclofenac sodium, yaitu:

  • Obat jantung atau darah tinggi, termasuk diuretik.
  • Jenis diclofenac lain.
  • Pengencer Darah: Warfarin, Coumadin, Jantoven.
  • NSAIDs: Aspirin, ibuprofen, naproxen, celecoxib, indomethacin, meloxicam, dan lainnya.

Obat lain mungkin juga dapat berinteraksi dengan diclofenac sodium, termasuk obat resep, obat bebas, suplemen, dan produk herbal. Selalu informasikan seluruh obat dan suplemen yang Anda konsumsi pada dokter untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan.

Efek Samping dan Bahaya Diclofenac Sodium

Diclofenac sodium mungkin menyebabkan beberapa efek samping. Jika digunakan dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi, diclofenac sodium dapat menyebabkan beberapa efek samping serius. Segera dapatkan bantuan medis jika mengalami efek samping yang tidak biasa. Jika mengalami reaksi alergi yang serius atau tanda-tanda serangan jantung dan stroke, segera cari bantuan medis darurat.

Efek Samping Umum:

  • Gangguan pencernaan, kembung, mual, muntah, dan sakit perut.
  • Diare atau konstipasi.
  • Sakit kepala dan pusing.
  • Mengantuk.
  • Hasil tes laboratorium abnormal.
  • Gatal.
  • Keringat berlebih.
  • Hidung tersumbat.
  • Tekanan darah meningkat.
  • Pembengkakan atau nyeri pada lengan atau betis.

Segera hentikan penggunaan obat dan cari bantuan medis jika mengalami efek samping berikut ini:

  • Masalah Jantung: Pembengkakan, peningkatan berat badan drastis, dan kesulitan bernapas.
  • Masalah Ginjal: Buang air kecil sedikit atau tidak sama sekali, nyeri saat buang air kecil, pembengkakan pada lengan atau betis, dan kesulitan bernapas.
  • Masalah Hati: Mual, diare, nyeri perut bagian kanan atas, kelelahan, gatal, urin berwarna gelap, dan jaundice.
  • Tanda Pendarahan pada Lambung: Tinja berdarah atau hitam dan batuk yang mengeluarkan darah.
  • Ruam kulit, meskipun gejalanya ringan sekali pun.
  • Gejala seperti flu.

Diclofenac sodium mungkin menyebabkan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi yang tidak biasa saat mengonsumsi obat ini.

Belanja Obat Pasti Hemat di VIVA Apotek

Bingung harus beli Diclofenac Sodium dan berbagai obat lainnya dengan harga pasti hemat di mana? Yuk, ke VIVA Apotek aja. Produk di VIVA Apotek juga pasti original, jadi gak perlu khawatir buat belanja. Selalu ada promo yang menunggu kamu di VIVA Apotek, loh!

Selain belanja langsung di apotek, VIVA Apotek juga menyediakan layanan belanja online melalui berbagai platform mulai dari website, e-commerce, hingga WhatsApp Commerce. VIVA Apotek melayani konsultasi apoteker GRATIS, obat resep, hingga CEK KESEHATAN dengan tenaga medis profesional.

Tunggu apalagi? Buruan ke VIVA Apotek terdekat atau belanja online biar lebih praktis!

Referensi:

  • Drugs.com (2023). Diclofenac Uses, Dosage & Side Effects. https://www.drugs.com/diclofenac.html.
  • Drugs.com (2025). Diclofenac Use During Pregnancy. https://www.drugs.com/pregnancy/diclofenac.html.
  • NHS (2024). About Diclofenac. https://www.nhs.uk/medicines/diclofenac/about-diclofenac.
Explore
Drag