Skip links

Pentasa

Pentasa

Pentasa

Pentasa – Pentasa adalah obat yang memiliki kandungan zat aktif mesalazine, atau biasa juga dikenal sebagai mesalamine. Obat ini umumnya digunakan untuk menyembuhkan penyakit kolitis ulseratif (radang usus kronis), penyakit Crohn, dan Irritable Bowel Syndrome (sindrom iritasi usus besar). Pentasa adalah obat golongan aminosalisilat dan bermanfaat untuk mengurangi peradangan pada saluran pencernaan.

Sebelum menggunakan Pentasa, simak artikel berikut untuk mengetahui informasi penting mengenai penggunaan obat ini dengan tepat. Selalu ikuti petunjuk dokter selama menggunakan Pentasa.

Merek Dagang Pentasa

Pentasa adalah salah satu merek dagang dari obat dengan kandungan mesalazine atau mesalamine. Selain Pentasa, beberapa merek dagang lain yaitu Apriso, Delzicol, Lialda, Asacol HD, Canasa, dan Rowasa.

Apa Itu Pentasa?

Apa itu Pentasa?

  • Golongan: Obat keras (perlu resep dokter).
  • Kategori: Aminosalisilat.
  • Manfaat: Meredakan peradangan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh penyakit kolitis ulseratif, penyakit Crohn, dan Irritable Bowel Syndrome.
  • Digunakan Oleh: Pentasa dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak usia 6 tahun ke atas. 
    • Pentasa untuk Ibu Hamil: Pentasa umumnya aman untuk digunakan selama kehamilan tanpa memberikan efek samping berbahaya bagi janin. Namun, tetap informasikan pada dokter jika Anda merencanakan kehamilan selama menggunakan Pentasa.
    • Pentasa untuk Ibu Menyusui: Kandungan mesalazine dalam Pentasa dapat sedikit terserap ke dalam ASI, sehingga mungkin menyebabkan efek samping seperti diare pada bayi. Meskipun umumnya tetap aman, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Pentasa selama menyusui.
    • Pentasa untuk Anak-Anak: Penggunaan pada anak-anak harus dilakukan atas rekomendasi dokter. Ikuti arahan dari dokter terkait dosis dan cara penggunaannya.
  • Bentuk Obat: Tablet lepas lambat, granul lepas lambat, supositoria, enema.

Peringatan Sebelum Menggunakan Pentasa

Perhatikan beberapa hal sebelum menggunakan Pentasa agar obat bekerja efektif tanpa menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Berikut peringatan yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan Pentasa.

  • Pasien yang alergi atau tidak cocok dengan sulfasalazine umumnya masih dapat menggunakan Pentasa, tetapi tetap perlu berhati-hati karena ada risiko alergi terhadap salisilat.
  • Penggunaan mesalazine dapat menyebabkan reaksi kulit serius, seperti:
    • Stevens-Johnson syndrome (SJS).
    • Toxic epidermal necrolysis (TEN).
    • DRESS syndrome.
  • Segera hentikan penggunaan obat dan hubungi dokter jika muncul gejala seperti:
    • Ruam kulit atau kulit melepuh.
    • Luka pada mulut atau selaput lendir.
    • Demam.
    • Sakit kepala berat.
    • Nyeri perut hebat atau kram mendadak.
    • Tanda alergi atau hipersensitivitas lainnya.
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati perlu menggunakan obat ini dengan pengawasan dokter. Pemeriksaan fungsi hati biasanya dilakukan sebelum dan selama pengobatan.
  • Pentasa tidak dianjurkan untuk pasien dengan gangguan ginjal. Fungsi ginjal perlu dipantau secara rutin melalui pemeriksaan darah atau urine.
  • Jika selama pengobatan terjadi penurunan fungsi ginjal, penggunaan mesalazine harus segera dihentikan.
  • Risiko gangguan ginjal dapat meningkat jika Pentasa digunakan bersama obat lain yang juga memengaruhi ginjal.
  • Pasien dengan penyakit paru-paru, terutama asma, perlu dipantau secara ketat selama menggunakan Pentasa.
  • Mesalazine dalam kasus yang jarang dapat menyebabkan gangguan jantung, seperti:
    • Peradangan otot jantung (miokarditis).
    • Peradangan selaput jantung (perikarditis).
    • Gangguan darah serius juga pernah dilaporkan meski sangat jarang terjadi. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan darah rutin sebelum dan selama terapi.
  • Penggunaan bersamaan dengan azathioprine, 6-mercaptopurine, atau thioguanine dapat meningkatkan risiko gangguan darah.
  • Pasien dengan inflammatory bowel disease memiliki risiko lebih tinggi mengalami batu ginjal selama menggunakan mesalazine. Karena itu, penting untuk minum air yang cukup selama pengobatan.
  • Pemeriksaan lanjutan biasanya dilakukan:
    • Sekitar 14 hari setelah memulai pengobatan.
    • Dilanjutkan setiap 4 minggu beberapa kali.
    • Jika hasil normal, pemeriksaan dapat dilakukan setiap 3 bulan.
  • Penggunaan Pentasa umumnya tidak memengaruhi kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Dosis dan Aturan Pakai Pentasa

Dosis Pentasa bervariasi berdasarkan tujuan pemakaiannya. Perhatikan panduan berikut ini untuk mengetahui dosis dan aturan pakai Pentasa yang tepat.

Tablet Lepas Lambat

  • Tujuan: Pengobatan kolitis ulseratif.
  • Dosis Awal:
    • Dewasa: Hingga 4 g per hari dalam dosis terbagi.
    • Anak-Anak Usia 6 Tahun ke Atas: Umumnya 20-30 mg/kg berat badan per hari dalam dosis terbagi.
  • Dosis Pemeliharaan:
    • Dewasa: 2 gram per hari dalam dosis terbagi.
    • Anak-Anak Usia 6 Tahun ke Atas: Umumnya 20-30 mg/kg berat badan per hari dalam dosis terbagi.
  • Tujuan: Pengobatan penyakit crohn.
  • Dosis Awal dan Dosis Pemeliharaan:
    • Dewasa: Hingga 4 g per hari dalam dosis terbagi.
    • Anak-Anak Usia 6 Tahun ke Atas: Umumnya 20-30 mg/kg berat badan per hari dalam dosis terbagi.

Granul Lepas Lambat

  • Tujuan: Pengobatan kolitis ulseratif.
    • Dewasa: Hingga 4 gram satu kali sehari atau dalam dosis terbagi.

Supositoria

  • Dosis Umum Dewasa: 1 tablet supositoria, 1-2 kali sehari.

Enema

  • Dosis Umum Dewasa: 1 kali sehari, diberikan sebelum tidur.

Manfaat Pentasa

Pentasa digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit yang berhubungan dengan peradangan pada saluran pencernaan seperti kolitis ulseratif, penyakit Crohn, irritable bowel syndrome, dan proktitis ulseratif. Obat ini digunakan untuk meredakan peradangan dan mencegah kambuhnya gejala.

Pentasa tersedia dalam berbagai bentuk dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Cara Menggunakan Pentasa dengan Benar

Jangan gunakan Pentasa tanpa arahan dokter untuk menghindari efek samping yang mungkin terjadi. Perhatikan panduan berikut untuk cara menggunakan Pentasa dengan benar.

  • Ikuti seluruh petunjuk dan aturan pakai pada kemasan obat. Hanya gunakan obat sesuai dengan petunjuk.
  • Jangan menggerus, menggigit, atau memotong tablet Pentasa. Minum secara utuh dengan air secukupnya.
  • Jangan menggigit Pentasa granul. Tuangkan granul ke dalam mulut pada lidah, dan telan secara utuh dengan bantuan air. Pentasa granul juga dapat dicampurkan dengan yogurt dan dimakan langsung.
  • Minum air yang banyak selama menggunakan obat ini untuk mencegah dehidrasi dan gangguan ginjal yang mungkin timbul.
  • Cuci tangan dan bersihkan area anus dengan air dan sabun sebelum menggunakan Pentasa supositoria.
  • Untuk memudahkan penggunaan, tablet supositoria dapat dibasahkan dengan air atau pelembap.
  • Supositoria perlu dibiarkan dalam anus selama mungkin, sehingga dianjurkan untuk menggunakan obat ini sebelum tidur.
  • Jika obat kembali keluar dalam 10 menit setelah dimasukkan, maka Anda bisa memasukkan dosis yang baru.
  • Hindari buang air besar selama setidaknya satu jam setelah menggunakan Pentasa supositoria untuk memberikan waktu agar obat bekerja dengan baik. 
  • Coba untuk buang air besar sebelum menggunakan Pentasa enema. Sediaan enema dapat bekerja optimal saat pencernaan kosong.
  • Jika Anda melewatkan waktu minum Pentasa, segera minum obat ini saat ingat. Namun, bila jadwal konsumsi berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Segera dapatkan bantuan medis darurat jika mengalami overdosis.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan antasida dan hanya gunakan jenis yang direkomendasikan oleh dokter. Beberapa jenis antasida dapat menghambat penyerapan mesalazine.

Interaksi Pentasa dengan Obat Lain

Kandungan mesalazine dalam Pentasa dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal, terutama jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan tertentu. Risiko ini dapat lebih tinggi pada pasien yang juga mengonsumsi obat untuk infeksi, kanker, osteoporosis, penolakan transplantasi, gangguan usus, tekanan darah tinggi, maupun obat pereda nyeri dan radang sendi seperti ibuprofen dan naproxen.

Informasikan seluruh obat yang Anda gunakan, terutama azathioprine atau 6-mercaptopurine karena dapat menimbulkan efek samping serius.

Obat lain mungkin juga dapat berinteraksi dengan Pentasa, termasuk obat resep, obat bebas, suplemen, dan produk herbal. Selalu informasikan seluruh obat dan suplemen yang Anda konsumsi pada dokter untuk menghindari interaksi yang tidak diinginkan.

Efek Samping dan Bahaya Pentasa

Pentasa mungkin menyebabkan beberapa efek samping, mulai dari efek samping ringan, hingga yang lebih serius. Perhatikan beberapa efek samping Pentasa berikut ini.

Efek Samping Umum:

  • Diare berdarah.
  • Perdarahan pada rektum.
  • Nyeri perut.

Efek Samping Serius:

  • Segera hentikan penggunaan jika mengalami reaksi alergi berat seperti sesak napas, biduran, atau bengkak pada wajah dan tenggorokan.
  • Peradangan jantung seperti miokarditis dan perikarditis.
  • Gangguan ginjal, seperti pembengkakan, perubahan jumlah urine, atau kenaikan berat badan.
  • Nyeri perut hebat, kram berat, atau diare berdarah parah.
  • Demam, sakit kepala, dan tubuh terasa tidak nyaman.
  • Ruam, gatal, atau mata merah.
  • Tinja hitam atau muntah seperti ampas kopi.
  • Gangguan darah, seperti jumlah sel darah putih rendah.
  • Batu ginjal dengan gejala nyeri pinggang hebat atau urine keruh.
  • Gangguan hati seperti urine gelap, kulit dan mata menguning, atau mudah memar.
  • Risiko gangguan darah lebih tinggi pada lansia atau pasien yang juga menggunakan azathioprine atau 6-mercaptopurine.

Pentasa mungkin menyebabkan efek samping lainnya yang tidak disebutkan di atas. Segera hubungi dokter jika Anda mengalami reaksi yang tidak biasa saat mengonsumsi obat ini.

Belanja Obat Pasti Hemat di VIVA Apotek

Bingung harus beli Pentasa dan berbagai obat lainnya dengan harga pasti hemat di mana? Yuk, ke VIVA Apotek aja. Produk di VIVA Apotek juga pasti original, jadi gak perlu khawatir buat belanja. Selalu ada promo yang menunggu kamu di VIVA Apotek, loh!

Selain belanja langsung di apotek, VIVA Apotek juga menyediakan layanan belanja online melalui berbagai platform mulai dari website, e-commerce, hingga WhatsApp Commerce. VIVA Apotek melayani konsultasi apoteker GRATIS, obat resep, hingga CEK KESEHATAN dengan tenaga medis profesional.

Tunggu apalagi? Buruan ke VIVA Apotek terdekat atau belanja online biar lebih praktis!

Referensi:

  • Drugs.com (2024). Mesalamine: Uses, Dosage, Side Effects, Warnings. https://www.drugs.com/mesalamine.html#dosage.
  • MIMS (n.d.). Pentasa: Dosage & Side Effects. https://www.mims.com/singapore/drug/info/pentasa?type=full.
  • NHS (2025). How and when to take mesalazine. https://www.nhs.uk/medicines/mesalazine/how-and-when-to-take-mesalazine.
Explore
Drag