Daftar dan Harga Obat Gondongan Anak di Apotek – Gondongan pada anak kerap membuat orang tua khawatir karena munculnya pembengkakan pada leher dan pip yang disertai rasa nyeri saat menelan atau mengunyah. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus Paramyxovirus yang menyerang kelenjar parotis, salah satu kelenjar penghasil air liur di sekitar rahang.
Meskipun tergolong penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya, gejala gondongan tetap perlu ditangani dengan tepat agar anak merasa lebih nyaman dan terhindar dari komplikasi seperti peradangan pada organ lain.
Dalam proses penyembuhan gondongan, penggunaan obat berperan penting untuk meredakan nyeri, menurunkan demam, serta membantu mengurangi peradangan. Beberapa obat tertentu juga bisa membantu mempercepat pemulihan daya tahan tubuh anak agar infeksi tidak berlangsung terlalu lama.
Daftar dan Harga Obat Gondongan Anak di Apotek
Karena tidak semua obat aman untuk anak-anak, penting bagi orang tua untuk mengetahui pilihan obat yang sesuai dengan usia serta kondisi kesehatan anak. Berikut adalah daftar obat gondongan anak di apotek yang aman dikonsumsi, di mana sebagian besar terdiri dari kelompok obat pereda nyeri.
1. Termorex Sirup
Termorex Sirup merupakan obat penurun demam yang juga berfungsi meredakan nyeri seperti sakit kepala, sakit gigi, serta gondongan pada anak. Kandungan utamanya adalah paracetamol yang bekerja dengan menurunkan suhu tubuh melalui pusat pengatur panas di otak sekaligus meningkatkan ambang rasa sakit.
Dosis penggunaannya disesuaikan dengan usia anak, mulai dari ½ sendok takar (2,5 ml) untuk bayi di bawah 1 tahun hingga 3–4 sendok takar (15–20 ml) untuk anak usia 9–12 tahun, di mana keduanya diberikan sebanyak 3–4 kali sehari. Termorex Sirup sebaiknya dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan atau anjuran dokter agar dosisnya aman dan efektif.
Meski tergolong obat yang aman digunakan, Termorex Sirup tidak disarankan untuk penderita gangguan ginjal atau kerusakan fungsi hati. Selain itu, anak dengan riwayat alergi terhadap paracetamol juga tidak dianjurkan mengonsumsi obat ini.
2. Imboost Force Kids Sirup
Imboost Force Kids Sirup merupakan suplemen yang dirancang khusus untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tidak mudah terserang penyakit. Suplemen ini bekerja dengan memperkuat sistem imun sehingga mengatasi gejala gondongan seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot.
Dosisnya sendiri bervariasi sesuai usia, mulai dari 2,5 ml untuk anak usia 2–6 tahun hingga 5 ml untuk anak di atas 7 tahun. Semua rentang usia disarankan untuk mengonsumsi 2–3 kali sehari setelah makan. Penggunaan untuk anak di bawah 2 tahun harus dilakukan berdasarkan anjuran dokter.
Walaupun tergolong suplemen herbal, penggunaan Imboost Force Kids tidak disarankan lebih dari delapan minggu berturut-turut. Hindari pula pemberian pada anak dengan penyakit autoimun, tuberkulosis, atau gangguan imun lain.
Reaksi efek samping yang mungkin muncul tergolong ringan seperti gangguan perut atau alergi. Namun, bila terjadi gejala yang tidak biasa, konsumsi harus segera dihentikan dan hubungi dokter. Dengan aturan konsumsi yang tepat, suplemen ini dapat menjadi pendukung alami untuk menjaga stamina dan kekebalan tubuh anak setiap hari.
3. Sanmol Sirup
Sanmol Sirup adalah obat penurun demam dan pereda nyeri yang bekerja dengan menurunkan suhu tubuh melalui pusat pengatur panas di otak serta menghambat pembentukan prostaglandin, di mana senyawa tersebut memicu rasa nyeri dan peradangan.
Karena sifat tersebut, Sanmol sering digunakan untuk mengatasi demam, sakit kepala, dan sakit gigi ringan hingga sedang pada anak-anak. Dosis Sanmol Sirup disesuaikan dengan usia anak, mulai dari 5 ml untuk bayi usia 1–2 tahun hingga 20 ml untuk anak usia 9–12 tahun yang diminum 3–4 kali sehari. Obat ini bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan dan sebaiknya diberikan menggunakan sendok takar agar dosisnya tepat.
Apabila dalam dua hari demam belum mereda atau nyeri tidak hilang setelah lima hari, Anda sebagai orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Meskipun tergolong aman jika digunakan sesuai aturan, Sanmol tidak dianjurkan untuk penderita gangguan fungsi hati atau ginjal berat. Efek samping yang mungkin muncul dan patut diwaspadai meliputi reaksi alergi ringan, ruam kulit, atau gangguan fungsi hati bila dikonsumsi berlebihan.
4. Contrexyn
Contrexyn merupakan obat yang digunakan untuk meredakan demam dan nyeri ringan hingga sedang pada anak, terutama yang disebabkan oleh flu, masuk angin, atau setelah vaksinasi. Kandungan utamanya adalah aspirin yang bekerja sebagai antipiretik untuk menurunkan suhu tubuh dan analgesik untuk meredakan rasa sakit.
Dosis penggunaannya disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak berusia 6–9 tahun, berikan 3 tablet sebanyak 3–4 kali sehari, Di sisi lain, anak yang berusia di bawah itu memerlukan dosis lebih rendah, hingga ⅓–½ tablet untuk bayi berusia 3–6 bulan, yang diberikan 2–3 kali sehari. Obat ini sebaiknya diminum bersama makanan untuk mencegah iritasi pada lambung.
Meskipun efektif, penggunaan Contrexyn perlu pengawasan ketat dari orang tua atau dokter, karena kandungan aspirin dapat menyebabkan efek samping seperti gangguan saluran cerna, waktu pendarahan yang lebih lama, dan risiko tukak lambung.
5. Proris Suspensi
Proris Suspensi adalah obat yang dirancang khusus untuk anak-anak sebagai penurun demam, pereda nyeri, sekaligus antiinflamasi. Lewat sifat pereda nyeri di dalamnya, obat ini efektif mengatasi berbagai keluhan seperti gejala gondongan, sakit gigi, demam setelah imunisasi, nyeri akibat radang sendi, dan sakit kepala ringan hingga sedang.
Dosis obat ini perlu disesuaikan dengan usia dan berat badan anak. Untuk anak usia 1–2 tahun diberikan ¼ sendok takar (50 mg), 3–7 tahun ½ sendok makan (100 mg), dan 8–12 tahun 1 sendok takar (200 mg), diminum 3–4 kali sehari setelah makan. Dosis tersebut setara dengan total 20 mg/kg berat badan per hari yang dibagi dalam beberapa kali pemberian.
Meskipun tergolong aman jika digunakan sesuai aturan, Proris tidak dianjurkan untuk anak dengan gangguan pencernaan berat, perdarahan lambung, atau alergi terhadap Ibuprofen dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Jika tidak, terdapat beberapa potensi efek samping yang mungkin timbul meliputi mual, sakit perut, pusing, diare, hingga reaksi alergi kulit.
Itulah beberapa informasi terkait daftar obat gondongan anak yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- Boston Children’s Hospital (n.d). Mumps. https://www.childrenshospital.org/conditions/mumps.
- Cleveland Clinic (2022). Mumps. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15007-mumps.
- NHS (2025). Mumps. https://www.nhs.uk/conditions/mumps.
