Daftar dan Harga Obat Sembelit Anak di Apotek – Sembelit pada anak merupakan masalah pencernaan yang cukup sering terjadi dan bisa membuat si kecil merasa tidak nyaman. Anak yang mengalami sembelit biasanya akan jarang buang air besar, mengeluh sakit perut, atau kesulitan saat buang air besar.
Kondisi ini sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti kurangnya asupan serat, kurang minum air putih, perubahan pola makan, atau efek samping dari obat tertentu.
Untuk membantu mengatasinya, obat sembelit anak dapat menjadi solusi pendamping selain perubahan pola makan dan gaya hidup. Beberapa obat bekerja dengan melunakkan tinja, merangsang gerakan usus, atau menambah kadar air dalam saluran pencernaan, sehingga proses buang air besar menjadi lebih lancar dan tidak menyakitkan.
Dalam artikel ini, kami akan membahas berbagai pilihan obat sembelit anak yang umum digunakan, lengkap dengan fungsi, komposisi, dan cara pemakaiannya.
Daftar dan Harga Obat Sembelit Anak di Apotek
Dengan mengetahui daftar obat sembelit anak yang tersedia di apotek, Anda sebagai orang tua diharapkan dapat memilih obat yang tepat sesuai usia dan kondisi anak. Berikut adalah beberapa obat sembelit anak yang dimaksud.
1. Microlax Gel
Microlax Gel merupakan obat pencahar berbentuk gel yang dirancang untuk mengatasi sembelit atau sulit buang air besar baik pada anak-anak, orang dewasa, lansia, maupun wanita hamil.
Gel ini bekerja dengan menurunkan tegangan permukaan feses dan menarik air ke dalam usus besar sehingga tinja menjadi lebih lembek dan mudah dikeluarkan. Bentuk gelnya yang tidak berwarna dan tidak lengket membuat pemakaiannya cenderung lebih nyaman dibandingkan obat pencahar oral.
Obat ini digunakan secara rektal dengan dosis 1 tube untuk anak berusia di atas 3 tahun dan orang dewasa. Cara pemakaiannya cukup mudah. Cukup masukkan isi tube ke dalam anus, lalu tekan hingga habis. Obat ini bekerja cepat dalam waktu 5 hingga 15 menit setelah pemakaian.
Microlax Gel cocok digunakan untuk kondisi sembelit sementara, terutama bagi anak-anak yang harus berbaring lama di tempat tidur atau mengalami gangguan pencernaan ringan. Namun, penggunaannya tetap harus memperhatikan asupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.
Efek samping yang mungkin timbul meliputi diare atau kehilangan cairan, terutama jika digunakan terlalu sering tanpa pengawasan medis.
2. Lactulax Sirup
Lactulax Sirup adalah obat pencahar (laksatif) yang digunakan untuk mengatasi konstipasi kronis atau sembelit berkepanjangan, terutama yang terjadi akibat pola makan rendah serat, kurang minum, stres, atau kondisi medis tertentu.
Obat ini dapat digunakan pada dewasa maupun anak-anak, dengan dosis yang disesuaikan berdasarkan usia dan kondisi pasien. Pada fase awal, dosisnya lebih tinggi untuk membantu melancarkan pencernaan, kemudian dilanjutkan dengan dosis yang lebih rendah agar jumlah buang air besar tetap teratur.
Sirup ini sebaiknya dikonsumsi sebelum atau bersama makanan, di mana penggunaannya perlu disertai asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Meskipun umumnya aman, efek samping yang dapat muncul meliputi mual, muntah, diare, rasa haus berlebih, dan kehilangan elektrolit seperti kalium.
Jika anak Anda memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes, intoleransi galaktosa, atau sumbatan usus, pemakaian obat harus dilakukan secara hati-hati dan konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
3. Laxadine Sirup
Laxadine Sirup merupakan obat pencahar berbentuk emulsi yang berfungsi untuk mengatasi sembelit dan juga digunakan dalam prosedur medis seperti pembersihan usus sebelum atau sesudah operasi.
Dosis penggunaannya sendiri bervariasi, yaitu 3–4 sendok takar per hari untuk dewasa dan setengah dosis untuk anak-anak berusia 6–12 tahun. Laxadine dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, tergantung kebutuhan dan kenyamanan pasien.
Obat ini sebaiknya digunakan hanya untuk jangka pendek karena penggunaan yang terlalu lama bisa menyebabkan dehidrasi, kelemahan otot, atau penurunan berat badan akibat hilangnya cairan dan elektrolit tubuh.
Efek samping yang mungkin muncul meliputi mual, muntah, diare, kolik, atau reaksi alergi seperti gatal dan ruam kulit. Laxadine tidak disarankan untuk digunakan pada penderita penyumbatan usus atau nyeri perut yang belum jelas penyebabnya. Konsumsinya juga perlu diperhatikan dengan seksama pada anak berusia di bawah 6 tahun.
4. Interlac Drops
Interlac Drops adalah suplemen probiotik yang mengandung Lactobacillus reuteri, bakteri baik yang secara alami hidup di saluran pencernaan manusia. Suplemen ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan mikroflora usus dan mendukung kesehatan pencernaan pada bayi baru lahir, anak-anak, maupun orang dewasa.
Dengan menjaga populasi bakteri baik, Interlac membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan seperti diare, kolik, konstipasi, serta efek samping akibat penggunaan antibiotik sekaligus memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Dosis yang disarankan adalah 5 tetes per hari, di mana pemakaiannya bisa diberikan secara langsung atau dicampurkan ke dalam susu, air, maupun makanan sesuai petunjuk dokter.
Sebelum digunakan, botol perlu dikocok dengan baik agar kandungan bakteri tercampur merata. Interlac aman digunakan setiap hari selama penyimpanan di bawah suhu 25°C dan dapat digunakan hingga tiga bulan setelah dibuka.
Meskipun termasuk dalam kategori suplemen, penggunaannya tetap harus memperhatikan dosis layaknya obat medis agar manfaat maksimalnya untuk menjaga kesehatan pencernaan anak dan bayi dapat tercapai.
5. Dulcolax Pediatric
Dulcolax Pediatric merupakan obat pencahar berbentuk suppositoria (obat yang dimasukkan melalui anus) yang diformulasikan khusus untuk anak-anak yang mengalami sembelit atau kesulitan buang air besar.
Kandungan bisacodyl di dalamnya bekerja dengan menstimulasi gerakan otot pada usus besar (peristaltik) sehingga membantu mendorong feses keluar dengan lebih mudah. Obat ini juga sering digunakan untuk membersihkan usus sebelum tindakan medis sehingga menjadikannya solusi praktis bagi anak yang sulit buang air besar.
Untuk menggunakan obat ini, masukkan melalui anus dengan posisi berbaring miring agar mudah diaplikasikan. Setelah dimasukkan, pasien disarankan beristirahat dalam posisi telentang selama beberapa menit agar obat dapat bekerja dengan optimal.
Biasanya, efeknya mulai terasa dalam waktu 15 hingga 60 menit setelah pemakaian. Cara ini dapat membantu melancarkan buang air besar tanpa perlu dikonsumsi melalui mulut.
Penggunaan Dulcolax Pediatric sebaiknya tidak dilakukan setiap hari atau dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan karena risiko timbulnya ketergantungan usus terhadap stimulasi obat.
Efek samping yang mungkin terjadi meliputi rasa tidak nyaman di anus, nyeri perut, mual, diare, pusing, atau dehidrasi ringan. Selalu pastikan penggunaan dilakukan sesuai petunjuk dokter atau petugas kesehatan, terutama untuk anak berusia di bawah usia 12 tahun.
Itulah beberapa informasi terkait daftar obat sembelit anak yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- Johns Hopkins Medicine (n.d). Constipation in Children. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/constipation-in-children.
- Mayo Clinic (2025). Constipation in children. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/constipation-in-children/symptoms-causes/syc-20354242.
- NHS (2023). Constipation in children. https://www.nhs.uk/baby/health/constipation-in-children.
