Skip links
Kompres Demam Pakai Air Hangat atau Dingin

Kompres Demam Pakai Air Hangat atau Dingin, Mana yang Lebih Baik?

Kompres Demam Pakai Air Hangat atau DinginKetika suhu tubuh naik hingga 38°C atau lebih, itu menandakan Anda sedang mengalami demam. Kondisi ini sebenarnya merupakan cara alami tubuh melawan infeksi. Namun, demam yang terlalu tinggi tentu membuat tubuh tidak nyaman, karena demam bisa membuat kepala terasa berat, tubuh lemas, dan sulit tidur. 

Salah satu cara sederhana yang sering dilakukan di rumah untuk menurunkan suhu tubuh adalah menggunakan kompres. Tapi, sebenarnya mana yang lebih efektif, mengompres demam dengan air hangat atau air dingin? Temukan jawabannya di sini.

Kompres Demam Pakai Air Hangat atau Dingin?

Secara medis, kompres demam pakai air hangat lebih disarankan dibanding air dingin. Alasannya, kompres air hangat membantu tubuh menurunkan suhu secara perlahan tanpa menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang bisa membuat panas justru terjebak di dalam tubuh.

Sementara itu, air dingin atau es justru dapat membuat tubuh menggigil dan memperlambat proses penurunan suhu.

Penelitian dari Universitas Advent Indonesia menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat pada area dahi dan ketiak selama 10 menit dapat menurunkan suhu tubuh secara signifikan. Suhu air yang digunakan idealnya sekitar 37–38°C, cukup hangat tapi tidak panas di kulit.

Langkah-langkah Kompres Demam Pakai Air Hangat

Berikut cara yang benar untuk melakukan kompres demam pakai air hangat agar hasilnya lebih efektif.

  • Gunakan air dengan suhu sekitar 37–38°C. Hindari air terlalu panas agar tidak membuat kulit iritasi.
  • Gunakan kain lembut atau waslap. Celupkan kain ke dalam air hangat, lalu peras hingga tidak menetes.
  • Tempelkan di beberapa area tubuh. Letakkan kain pada dahi, leher, ketiak, atau lipatan paha. Ini adalah area-area yang membantu menurunkan suhu tubuh dengan lebih cepat.
  • Ganti kompres secara berkala. Ulangi setiap 2–3 menit atau saat kain mulai mendingin. Lakukan kompres selama kurang lebih 10–15 menit.
  • Setelah kompres, ukur kembali suhu tubuh dengan termometer. Bila suhu belum turun, Anda bisa ulangi setelah beberapa waktu.

Apakah Air Dingin Bisa Digunakan untuk Kompres Demam?

Meskipun banyak orang masih melakukan kompres demam pakai air dingin, cara ini sebenarnya tidak disarankan. Air dingin dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit, membuat tubuh menggigil, dan justru meningkatkan suhu tubuh dari dalam. Kompres es juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada kulit, terutama pada anak-anak atau orang dengan kulit sensitif.

Cara Menurunkan Demam

Tak hanya kompres hangat, ada beberapa cara lain yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan demam, di antaranya sebagai berikut.

1. Istirahat yang Cukup

Saat demam, tubuh membutuhkan energi ekstra untuk melawan infeksi. Karena itu, istirahat menjadi hal terpenting.

Hindari aktivitas berat dan fokuslah untuk berbaring atau tidur lebih lama. Jika Anda memaksakan diri beraktivitas, sistem imun tidak akan bekerja maksimal dan justru bisa memperpanjang masa sakit.

Jadi, abaikan dulu pekerjaan atau aktivitas harian dan biarkan tubuh memulihkan diri sepenuhnya.

2. Pastikan Tubuh Terhidrasi

Demam membuat tubuh banyak mengeluarkan cairan melalui keringat, sehingga risiko dehidrasi meningkat. Untuk mencegah hal ini, pastikan Anda minum cukup air putih, teh herbal, atau kuah hangat.

Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh hitam, soda, atau minuman energi karena dapat mempercepat pengeluaran cairan tubuh. Makan makanan ringan bergizi juga membantu pemulihan.

3. Mandi dengan Air Suhu Ruangan

Mandi air hangat suam-suam kuku dapat membantu menurunkan suhu tubuh secara perlahan sekaligus memberikan efek relaksasi. Hindari mandi air dingin karena bisa menyebabkan tubuh menggigil dan justru menaikkan suhu inti tubuh.

Tipsnya, gunakan air dengan suhu ruangan, mandi sekitar 10 menit, dan segera keringkan tubuh setelah selesai. Jangan berendam terlalu lama, apalagi kalau tubuh terasa lemah.

4. Gunakan Plester Demam pada Anak

Jika demam terjadi pada anak, plester demam bisa menjadi solusi praktis. Salah satu produk yang aman digunakan adalah Bye Bye Fever Anak, yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh serta meredakan sakit kepala atau nyeri ringan.

Cara penggunaannya cukup mudah: tempelkan plester pada dahi, pipi, atau punggung, dan biarkan hingga 10 jam. Plester ini memberikan sensasi dingin yang menenangkan dan dapat digunakan bersamaan dengan obat penurun panas lainnya bila perlu.

5. Pastikan Ruangan Tetap Sejuk

Lingkungan yang terlalu panas dapat memperparah rasa tidak nyaman saat demam. Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara baik dan suhu yang sejuk. Gunakan kipas atau AC dengan suhu sedang (sekitar 25°C), dan kenakan pakaian longgar dari bahan katun agar kulit bisa bernapas. Jika merasa kedinginan, Anda boleh menggunakan selimut tipis, tapi hindari membungkus tubuh terlalu rapat karena bisa meningkatkan suhu tubuh kembali.

6. Minum Obat Penurun Demam

Bila suhu tubuh terus meningkat atau disertai nyeri, Anda bisa mengonsumsi obat penurun demam seperti paracetamol atau ibuprofen. Obat ini termasuk golongan nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID) yang membantu menurunkan suhu sekaligus meredakan nyeri kepala dan pegal-pegal.

Namun, pastikan untuk membaca petunjuk dosis dengan benar. Hindari memberikan aspirin pada anak di bawah 18 tahun karena berisiko menyebabkan sindrom Reye.

Jangan gunakan obat hanya untuk menekan demam sementara agar bisa beraktivitas. Tubuh tetap membutuhkan waktu untuk pulih, dan Anda sebaiknya tetap beristirahat setidaknya 24 jam setelah demam turun secara alami.

Kapan Harus Memeriksakan Demam ke Dokter?

Sebagian besar kasus demam memang tidak berbahaya dan bisa reda dengan perawatan mandiri di rumah. Namun, ada kondisi tertentu di mana demam sebaiknya segera diperiksakan ke dokter, terutama jika disertai gejala yang tidak biasa atau berlangsung terlalu lama.

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami:

  • Demam tanpa penyebab yang jelas.
  • Suhu tubuh lebih dari 39°C.
  • Demam tidak kunjung turun setelah lebih dari 5 hari.
  • Demam tetap tinggi meskipun sudah minum obat penurun panas.

Selain itu, periksakan diri segera jika demam disertai gejala berikut:

  • Pusing berat atau kebingungan.
  • Leher terasa kaku atau nyeri saat digerakkan.
  • Timbul ruam pada kulit.
  • Sensitivitas terhadap cahaya.
  • Muntah atau diare berat.
  • Sakit kepala parah.
  • Napas berbunyi atau kesulitan bernapas.

Untuk bayi dan anak-anak, demam perlu lebih diwaspadai. Segera bawa ke dokter jika anak tampak:

  • Lesu, sulit dibangunkan, atau tidak responsif.
  • Dehidrasi, misalnya jarang buang air kecil atau tidak keluar air mata saat menangis.
  • Tidak mampu minum karena terus muntah.
  • Terlalu rewel dan sulit ditenangkan.

Demam memang bagian dari mekanisme pertahanan tubuh, tapi bila disertai gejala serius atau berlangsung terlalu lama, pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan mencegah komplikasi yang lebih berat. Jadi, jika Anda masih bingung antara kompres demam pakai air hangat atau dingin, jawabannya adalah air hangat.

Kompres air hangat terbukti lebih efektif dan aman untuk membantu menurunkan suhu tubuh secara alami. Lakukan dengan cara yang benar dan pantau kondisi tubuh secara berkala. Yuk, selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan membeli suplemen dan obat terpercaya dari VIVA Apotek!

Referensi:

  • Universitas Advent Indonesia (2018). Effect of Warm Compress on Body Temperature of Adult Patients with Fever. https://jurnal.unai.edu/index.php/isc/article/view/1405.
  • Very Well Health (2025). 5 Ways to Break a Fever. https://www.verywellhealth.com/safe-ways-to-treat-a-fever-4023633.
  • Cleveland Clinic (2022). 5 Methods to Safely Break a Fever. https://health.clevelandclinic.org/breaking-a-fever.
Explore
Drag