Daftar dan Harga Obat Mata Bintitan di Apotek – Mata bintitan adalah kondisi umum yang ditandai dengan munculnya benjolan kecil dan nyeri di kelopak mata akibat infeksi bakteri. Bintitan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari karena menyebabkan rasa tidak nyaman, mata berair, hingga pembengkakan.
Untuk mengatasinya, terdapat berbagai jenis obat mata bintitan yang bisa dibeli di apotek, mulai dari salep antibiotik hingga tetes mata antibakteri. Pemilihan obat sendiri tergantung pada gejala bintitan yang dialami serta kenyamanan tiap orang dalam memakai jenis obat tertentu.
Daftar dan Harga Obat Mata Bintitan di Apotek
Berikut adalah beberapa obat mata bintitan yang bisa ditemui di apotek beserta dengan manfaat, aturan pakai, dan rentang harganya.
1. Erlamycetin 1%
Sebagai obat antibiotik topikal yang mengandung chloramphenicol, Erlamycetin 1% digunakan untuk mengobati infeksi mata seperti konjungtivitis, keratitis, dan mata bintitan. Salep ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri dan digunakan 3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter.
Penggunaan obat ini harus dilakukan hati-hati, khususnya pada ibu hamil, menyusui, atau penderita gangguan ginjal. Efek samping yang mungkin terjadi meliputi mual, ruam, sakit kepala, hingga anemia aplastik.
Harga: Rp15–25 ribu (per tube).
2. Cendo Xitrol
Cendo Xitrol adalah obat tetes mata untuk mengatasi peradangan mata yang disertai infeksi bakteri. Obat ini membantu meredakan gejala seperti nyeri, kemerahan, dan pembengkakan pada mata. Penggunaannya biasanya dilakukan sejumlah 1–2 tetes tiap jam, lalu dosis dikurangi bertahap sesuai respons tubuh pasien dan anjuran dokter.
Penggunaan sendiri harus sesuai resep karena berpotensi memicu beberapa efek samping seperti alergi, peningkatan tekanan bola mata, atau risiko katarak. Hindari menggunakan obat ini lebih dari 30 hari sejak dibuka dan tidak disarankan untuk penderita glaukoma, infeksi jamur, atau alergi terhadap kandungannya.
Harga: Rp40–45 ribu (per botol).
3. Polidemisin Salep
Polidemisin Salep digunakan untuk mengatasi peradangan pada mata yang sedang terkena infeksi. Kandungannya meliputi neomycin dan dexamethasone dengan dosis pemakaiannya sebesar 3–4 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter.
Obat ini tidak boleh digunakan jika terdapat infeksi virus atau jamur pada mata, termasuk herpes simpleks dan cacar. Jika tidak, ada beberapa efek samping yang berpotensi terjadi seperti reaksi alergi, peningkatan tekanan bola mata, dan infeksi sekunder.
Harga: Rp40–50 ribu (per tube).
4. Erymed 2%
Erymed 2% sebenarnya merupakan krim jerawat yang bekerja dengan menghambat sintesis protein bakteri penyebab jerawat. Namun, obat ini juga diketahui efektif untuk mengatasi bakteri yang menyebabkan mata bintitan dengan dosis pemakaian sebanyak 1 kali sehari.
Penggunaan harus dilakukan secara hati-hati dan tidak boleh mengenai area sensitif seperti mata dan hidung. Namun, obat ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil yang sedang berada di trimester pertama kehamilan dan ibu menyusui.
Harga: Rp45–55 ribu (per tube).
5. Cendo Fenicol
Cendo Fenicol merupakan tetes mata antibiotik yang sama-sama mengandung chloramphenicol seperti Erlamycetin 1%. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri sehingga dapat mengobati berbagai jenis infeksi mata, salah satunya bintitan.
Dosis yang dianjurkan yaitu 1–2 tetes sebanyak 3 kali sehari atau sesuai anjuran dokter. Obat ini memang dapat dibeli tanpa resep dengan maksimal pembelian 1 botol, namun penggunaannya tetap harus diawasi. Efek samping yang mungkin terjadi dari pemakaian obat ini yaitu iritasi, gatal, dan penglihatan kabur.
Harga: Rp30–35 ribu (per botol)
6. Genoint 0.3% Salep
Genoint 0.3% Salep mengandung gentamicin yang berperan dalam mengatasi infeksi akibat bakteri, termasuk Staphylococcus dan Pseudomonas. Selain pada area mata seperti bintitan, salep ini juga bisa digunakan untuk mengobati infeksi pada kulit di bagian lainnya.
Oleskan salep ini sebanyak 3–4 kali sehari pada area kulit yang terinfeksi atau sesuai petunjuk dokter. Meskipun relatif aman digunakan selama sesuai anjuran, potensi efek samping seperti iritasi ringan tetap dapat muncul, di mana penggunaan harus segera dihentikan ketika hal itu terjadi.
Harga: Rp12–17 ribu (per tube).
7. Cendo Mycos Eye Ointment
Cendo Mycos Eye Ointment adalah salep mata steril yang mengandung kombinasi chloramphenicol dan hydrocortisone. Obat ini digunakan untuk mengobati peradangan mata yang disertai infeksi bakteri seperti mata bintitan, konjungtivitis, iritis, atau keratitis.
Obat ini hanya boleh digunakan atas resep dokter dengan cara dioleskan pada kelopak mata sebanyak 2–3 kali sehari. Selama pemakaian, pastikan untuk menjaga kebersihan dan hindari kontak ujung tube dengan permukaan apapun untuk mencegah kontaminasi.
Efek samping yang mungkin timbul meliputi iritasi lokal, penglihatan kabur, dan risiko infeksi sekunder jika digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, obat ini tidak dianjurkan untuk penderita glaukoma, infeksi jamur, atau alergi terhadap kandungan di atas.
Harga: Rp35–40 ribu (per tube).
Penyebab Mata Bintitan yang Perlu Diwaspadai
Mata bintitan sendiri bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di mana sebagian besar kasus bintitan berkaitan erat dengan kebersihan di area sekitar mata. Berikut adalah beberapa penyebab mata bintitan yang patut diwaspadai.
-
Menyentuh Mata dengan Tangan Kotor
Kebiasaan menyentuh atau mengusap mata tanpa mencuci tangan terlebih dahulu adalah penyebab paling umum mata bintitan. Tangan yang kotor bisa membawa bakteri seperti Staphylococcus aureus masuk ke dalam folikel bulu mata atau kelenjar minyak di kelopak mata.
Bakteri tersebut kemudian menyebabkan infeksi yang ditandai dengan benjolan merah, nyeri, dan kadang bernanah. Untuk mencegah hal ini, selalu jaga kebersihan tangan dan hindari kebiasaan mengucek mata terlalu sering, khususnya saat tangan belum dicuci hingga bersih.
-
Pemakaian Kosmetik yang Tidak Higienis
Menggunakan produk kosmetik mata seperti maskara atau eyeliner yang sudah kadaluarsa, berbagi alat makeup dengan orang lain, atau tidak membersihkan makeup dengan benar juga bisa memicu bintitan. Ini disebabkan karena bakteri berpotensi untuk berkembang biak di alat kosmetik yang tidak higienis.
Kebersihan alat makeup dan rutin mengganti produk sangat penting, terutama untuk area mata yang sensitif. Hindari menggunakan kosmetik saat mata sedang terkena iritasi dan pastikan agar mencuci tangan sebelum mengaplikasikan produk ke wajah.
Itulah beberapa informasi terkait daftar dan harga obat mata bintitan di apotek yang perlu diketahui. Manfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat yang Anda butuhkan. Ingat untuk selalu jaga kesehatanmu, ya!
Referensi:
- Cleveland Clinic (2023). Stye. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17658-stye.
- Mayo Clinic (2022). Stye (sty). https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sty/symptoms-causes/syc-20378017.
