Daftar dan Harga Obat Radang Sendi di Apotek – Radang sendi merupakan kondisi yang cukup umum dan bisa menyerang siapa saja, terutama lansia atau orang dengan aktivitas fisik berat.
Gejala yang dirasakan antara lain nyeri, kaku, bengkak, dan keterbatasan gerak pada persendian. Berbagai pilihan obat radang sendi bisa membantu Anda meredakan nyeri sekaligus memperbaiki fungsi sendi.
Daftar dan Harga Obat Radang Sendi di Apotek
Berikut adalah daftar rekomendasi obat radang sendi yang bisa Anda temukan dengan mudah di apotek. Beberapa tersedia dalam bentuk krim oles, sementara yang lain berupa tablet atau suplemen pendukung kesehatan sendi.
1. Voltadex 1% Gel
Voltadex 1% Gel mengandung diclofenac yang termasuk golongan NSAID dan efektif sebagai obat radang sendi topikal.
Obat ini digunakan untuk peradangan pada tendon, otot, dan ligamen. Cukup oleskan 3–4 kali sehari pada bagian yang nyeri.
Gel ini memberikan efek antiinflamasi tanpa harus dikonsumsi secara oral. Cocok untuk radang sendi ringan hingga sedang.
Harga: Rp23.100.
2. Voltaren Gel
Voltaren Gel juga mengandung diclofenac dan digunakan sebagai obat radang sendi berbentuk gel yang praktis.
Gel ini meresap ke dalam kulit dan bekerja langsung pada bagian sendi yang nyeri. Cukup dioleskan 3–4 kali sehari dan digosok lembut.
Aman digunakan dalam jangka pendek untuk meredakan nyeri akibat osteoartritis atau reumatik lokal.
Harga: Rp64.900.
3. Lespain Cream
Lespain mengandung kombinasi methyl salicylate, menthol, dan eugenol yang memberikan efek hangat dan meredakan nyeri otot maupun sendi.
Krim ini termasuk obat radang sendi topikal yang cocok untuk pemakaian rutin. Digunakan 3–4 kali sehari dengan cara dioleskan pada bagian yang nyeri.
Efek hangatnya membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi peradangan. Ideal digunakan setelah aktivitas berat atau olahraga.
Harga: Rp18.400.
4. Paramex Nyeri Otot
Paramex Nyeri Otot mengandung paracetamol dan ibuprofen yang efektif sebagai obat radang sendi oral.
Obat ini dapat membantu meredakan nyeri pada sendi akibat rematik atau asam urat. Diminum 3–4 kali sehari setelah makan.
Tidak dianjurkan digunakan bersamaan dengan obat lain yang mengandung paracetamol atau ibuprofen. Cocok untuk gejala nyeri sendi yang mengganggu aktivitas.
Harga: Rp2.600.
5. Neo Rheumacyl Neuro
Neo Rheumacyl Neuro mengandung ibuprofen dan vitamin neurotropik (B1, B6, B12), kombinasi yang baik sebagai obat radang sendi dan nyeri saraf.
Obat radang sendi ini meredakan nyeri yang disertai dengan kebas dan kesemutan. Dosisnya 1 kaplet 3 kali sehari setelah makan.
Selain mengatasi peradangan, kandungan vitaminnya juga membantu memperbaiki fungsi saraf. Efek samping bisa berupa mual atau nyeri lambung.
Harga: 11.600.
6. HOT in DCL
Hot in DCL adalah gel emulsi yang mengandung diclofenac, digunakan secara topikal untuk menangani radang sendi dan rematik lokal.
Oleskan 3–4 kali sehari pada bagian sendi yang nyeri. Efeknya mengurangi bengkak dan rasa sakit akibat peradangan jaringan lunak.
Gel ini mudah meresap dan tidak lengket di kulit. Aman digunakan untuk jangka pendek dengan pemakaian sesuai aturan.
Harga: Rp34.000.
7. Counterpain
Counterpain dikenal luas sebagai krim pereda nyeri dan obat radang sendi yang ringan. Produk ini dapat digunakan 1–3 kali sehari pada bagian sendi yang terasa nyeri.
Kandungan menthol dan methyl salicylate memberi sensasi hangat dan menenangkan. Aman digunakan untuk keseleo, encok, maupun sendi yang kaku. Hindari penggunaan pada kulit luka.
Harga: Rp10.700.
8. Osteor Plus
Osteor Plus merupakan suplemen yang digunakan sebagai terapi tambahan untuk penderita osteoartritis atau radang sendi kronis.
Mengandung glukosamin, kondroitin, dan mineral penting seperti magnesium dan seng untuk memperkuat sendi. Diminum 2–3 kali sehari setelah makan.
Suplemen ini membantu mengurangi peradangan dan memperbaiki struktur tulang rawan. Efektif jika dikonsumsi secara rutin dalam jangka panjang.
Harga: Rp350.000.
9. Joint Max
Joint Max adalah suplemen harian yang mendukung kesehatan sendi dan dapat digunakan sebagai pelengkap obat radang sendi utama.
Mengandung bahan aktif yang meningkatkan pelumasan sendi dan menjaga elastisitas tulang rawan. Dosis yang dianjurkan adalah 1 kaplet, 1–3 kali sehari setelah makan.
Dapat menyebabkan mual ringan atau pusing pada sebagian orang. Ideal digunakan pada usia lanjut atau penderita osteoartritis.
Harga: Rp40.400.
10. Oste Forte
Oste Forte adalah suplemen yang diformulasikan untuk penderita osteoartritis atau radang sendi degeneratif.
Mengandung glukosamin, kondroitin, mangan, dan vitamin C yang mendukung perbaikan jaringan sendi. Dosisnya 2–3 kali sehari tergantung berat badan, dikonsumsi sesudah makan.
Bekerja membantu regenerasi tulang rawan dan mencegah nyeri berulang. Efektif sebagai terapi jangka panjang.
Harga: Rp243.000.
Pantangan Bagi Penderita Radang Sendi
Selain mengelola nyeri dengan mengonsumsi obat dan suplemen radang sendi, ada beberapa makanan pantangan yang harus dihindari oleh penderita radang sendi agar kondisi tidak makin parah.
- Makanan dan minuman tinggi gula (soda, jus kemasan, kopi kaleng).
- Makanan tinggi garam.
- Makanan instan dan junk food.
- Daging merah dan daging olahan (sosis, nugget, bakso).
- Gluten dan karbohidrat olahan (roti, mi, pasta, nasi putih).
- Makanan tinggi purin (jeroan, daging awetan, kerang).
- Margarin dan minyak jagung.
- Alkohol, seperti anggur merah dan bir.
Selain itu, hentikan kebiasaan buruk di bawah ini supaya tidak memperburuk radang sendi Anda.
- Kebiasaan merokok.
- Gaya hidup sedentari (kurang bergerak).
- Berat badan berlebih.
- Duduk, berdiri, dan bergerak dengan postur yang salah.
Mengatasi radang sendi tidak cukup hanya dengan istirahat atau kompres hangat, tapi pemilihan obat yang tepat juga sangat penting untuk meredakan nyeri dan memperbaiki fungsi sendi.
Namun, penting untuk memperhatikan dosis, aturan pakai, dan kemungkinan efek samping dari obat radang sendi. Jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga medis.
Selalu jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan memanfaatkan fitur Beli Obat dari VIVA Apotek untuk mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan!
Referensi:
- Mayo Clinic (n.d). Arthritis pain: Do’s and don’ts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arthritis/in-depth/arthritis/art-20046440.
- Healthline (2024). Foods and Beverages to Avoid with Arthritis. https://www.healthline.com/nutrition/foods-to-avoid-arthritis.
